Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Patung Pelindung Leluhur


__ADS_3

Qing Yue'er menatap bangunan bertingkat yang berada tepat di depannya. Bangunan itu hanya memiliki satu pintu besar yang berada di bagian depan. Di bagian samping, bangunan dikelilingi oleh pohon bambu kuning yang berukuran besar.


Ketika Qing Yue'er mengirimkan kekuatan rohnya, dia bisa merasakan jika pohon bambu itu bukan hal yang sederhana. Mungkin ada semacam formasi pelindung yang melapisinya.


Weaponry Hall termasuk area terlarang di akademi Xinfeng. Bahkan penatua tidak bisa masuk dengan sembarangan. Pernah sekali seorang penatua menerobos masuk namun harus kehilangan nyawanya karena memasuki aray jebakan.


Qing Yue'er mendekati pintu besar yang terbuat dari besi baja. Perasaan sakral dari aura kuno terpancar dari bangunan itu. Mungkin Weaponry Hall sudah ada sejak waktu yang lama.


Di bagian tengah pintu terdapat sebuah lubang dengan bentuk yang aneh. Qing Yue'er mendekatkan token yang dia dapatan dari kepala akademi dan memasukkannya ke dalam bagian lubang tersebut.


*klik


Terdengar bunyi kecocokan kunci ketika token memasuki tempatnya. Saat itu juga pintu yang tertutup rapat mulai bergetar dan terbuka dengan perlahan.


Qing Yue'er mengedarkan kekuatan rohnya untuk memeriksa keadaan di dalam ruangan. Matanya bersinar dengan ketakjuban saat menemukan seluruh isinya.


Ratusan senjata di tata dengan rapi dalam rak-rak kayu. Mulai dari pedang, saber, tombak, busur panah, dan kapak semuanya ada. Namun ini masih hanya lantai satu, bagaimana di lantai dua dan di atasnya?


Meski begitu, Qing Yue'er tidak terlalu tertarik dengan senjata di lantai satu ini. Karena semakin tinggi tingkat lantai maka semakin tinggi pula kualitas suatu senjata.


Setelah diperiksa lebih lanjut, sepertinya tidak ada formasi jebakan disana. Dengan langkah yang mantap, dia berjalan meninggalkan lantai satu dan mulai menaiki tangga menuju lantai dua.


Kali ini dia merasa lebih antusias lagi. Saat matanya menyapu isi lantai, dia bisa menemukan bahwa beberapa senjata di ruangan ini memiliki lapisan aray pelindung. Jika dia bisa mematahkan aray tersebut maka dia bisa memiliki senjata itu.


Namun baru saja dia mulai memasuki area bersenjata, kakinya menginjak sesuatu yang terasa aneh. Ketika dia memeriksanya, itu adalah formasi kecil yang tertulis di lantai.


Dia hanya bisa menghela nafas berat. Sepertinya tidak mudah untuk mengambil senjata dari tempat ini. Pantas saja bahkan penatua tidak berani untuk datang kesini kecuali seseorang yang berwenang. Mungkin mereka takut mencelakai dirinya sendiri.


*busss


Asap hijau menyembur keluar dari lubang dinding ke arahnya. Asap itu seperti memiliki mata saat bergerak menemukan targetnya. Dengan sekejap, gumpalan asap hijau menyapu kulit Qing Yue'er.


Dengan gerakan cepat, dia segera melangkah menjauh. Kenapa harus ada hal merepotkan seperti ini?


Perangkap di tempat ini bukan hanya sebatas mekanisme yang mengharuskan seseorang untuk menghabiskan energinya dalam pertempuran. Namun ada juga yang memungkinkan pendatang untuk bertarung dengan hal lain seperti racun, kekuatan roh bahkan ilmu alkimia.

__ADS_1


Ini mungkin terdengar unik. Lebih seperti pendiri Hall ini menginginkan seseorang untuk diuji terlebih dahulu sebelum mendapatkan sebuah senjata. Jika seperti itu maka tidak sembarang orang bisa memiliki senjata dari Weaponry Hall.


Seperti halnya Qing Yue'er. Kali ini dia telah memicu mekanisme racun yang disembunyikan di tempat ini. Asap hijau menyapu kulitnya, dia bisa merasakan pori-porinya yang mulai terbuka dan menyebabkan asap itu masuk kedalam tubuhnya.


Qing Yue'er merasa tidak senang. Sebelumnya dia sudah sangat berhati-hati namun masih tetap saja ceroboh. Mungkinkah hal merepotkan ini memang bersembunyi dengan begitu baik?


Organnya menjadi tidak nyaman. Sepertinya racun itu mulai bereaksi di dalam tubuhnya. Dengan sentakan lengan bajunya, botol porselen putih melayang di depannya. Dia langsung meminum air Yin Yang sampai habis.


"Hehe, hanya racun seperti ini tidak cukup untuk mengujiku!" Qing Yue'er mencemooh.


Dengan air suci Yin Yang di tangannya, racun rendahan semacam ini sama sekali tidak ada artinya. Begitu racun memasuki tubuhnya, energi Yin dan Yang akan menetralkan racun dengan cepat.


Jika dia bisa, bahkan sebuah racun dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya terobosan. Sayangnya dia masih belum mampu melakukan hal seperti itu.


Qing Yue'er menyandarkan tangannya tepat pada wajah sebuah patung kayu yang berdiri di sudut ruangan. Senyum iblisnya menyembang di bibirnya yang tipis. Dia merasa puas bisa memiliki harta langka yang sangat berguna.


Tiba-tiba sebuah suara mekanisme yang diaktifkan terdengar di telinganya. Suara itu terdengar beruntun dari setiap sudut ruangan.


Qing Yue'er mengerutkan alisnya dalam-dalam. Setelah itu dia melihat tangannya sendiri yang disandarkan ke wajah patung kayu. Senyum puasnya langsung diganti dengan senyum miris.


"Sial! Jadi tanganku yang sangat bodoh?!"


*woossh wossh wosshh


Tiga patung humanoid melesat cepat ke arah Qing Yue'er. Masing-masing dari mereka membawa pedang kayu di tangannya.


"Pedang kayu? Apa kamu bercanda?!"


Qing Yue'er menertawakan patung-patung itu yang hanya berbekal sebuah pedang kayu. Namun semakin dia melihatnya semakin aneh pula perasaannya.


Patung kayu, pedang kayu, dan di masing-masing patung memiliki jepit rambut yang tertancap di kepalanya. Jepit rambut itu terbuat dari perak yang berkilauan.


Saat dia ingin berpikir lebih lanjut, salah satu patung kayu melemparkan pedangnya kepadanya. Dengan sekilas Qing Yue'er mencondongkan tubuhnya ke samping dan pedang itu lewat begitu saja.


*boomm

__ADS_1


Pupil mata Qing Yue'er menyusut ketika dia melihat ledakan yang dihasilkan dari tabrakan pedang ke dinding batu. Kekuatan mereka sepertinya tidak bisa diremehkan.


"Sepertinya aku harus berlatih dengan kalian."


Semakin dia memikirkannya, dia menjadi semakin tidak sabar. Ini adalah sebuah ujian yang menguntungkan!


Dengan langkah yang mantap, Qing Yue'er mulai mengayunkan tangannya dan memulai pertarungan dengan tangan kosong. Aura dari puncak alam bumi segera menyebar di seluruh ruangan.


Kali ini lawannya tidak bisa diremehkan. Bahkan saat tinjunya menabrak dada patung, Qing Yue'er bisa merasakan rasa nyeri yang menyengat di lengannya. Hatinya tidak bisa berhenti terkejut, kenapa kayu bisa menjadi sekuat itu?


"Biarkan aku mengalahkanmu!" teriak Qing Yue'er. Tinjunya mulai berubah dengan kecepatan yang tidak terlihat.


"Teknik Tinju Bayangan!"


*banngg!!


***


Di dalam ruangan yang tenang, Sikong Yuan sedang menunduk di hadapan leluhur Yin Hu. Dia baru saja menyampaikan apa yang telah terjadi di dalam aula pertemuan para penatua.


"Heh, itu hal yang bagus jika Long Ye dan Wang Tianji kembali menjalin hubungan yang baik," ucap leluhur Yin Hu.


"Lalu apa hadiah yang di dapatkan oleh Qing Yu?"


"Dia diperbolehkan memasuki Weaponry Hall dan bebas memilih senjata apapun," jawab Sikong Yuan.


Mata rubuh leluhur Yin Hu tertutup ketika mendengar ucapan Sikong Yuan. Dia segera memeriksa apa yang sedang terjadi di Weaponry Hall. Bagaimanapun juga, dia tidak boleh membiarkan anak itu celaka.


Namun hatinya tersentak ketika merasakan pertarungan Qing Yue'er dengan patung-patung kayu. Dia tidak pernah menyangka anak itu akan mencapai hal seperti itu. Matanya langsung terbuka dengan pupil yang menyusut.


"Dia telah mengaktifkan patung pelindung leluhur," ucapnya dengan tidak percaya.


Sikong Yuan yang mendengar langsung tercengang. Untuk bisa mengaktifkan patung pelindung leluhur, berarti anak itu memang cukup tidak bermoral.


"Sepertinya dia benar-benar anak yang sulit," ucap Sikong Yuan.

__ADS_1


Leluhur Yin Hu menggelengkan kepalanya. "Tapi bukan itu masalahnya. Jika dia tidak bisa menghadapi patung itu, maka ...."


"Sikong Tua, cepat pergi selamatkan dia!"


__ADS_2