Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kebenaran


__ADS_3

Di tempat suram yang dipenuhi dengan api membara, Mo Jingtian berdiri memegang pedang panjang yang kini sudah berlumuran darah. Ekspresi yang biasanya dingin kini menjadi jauh lebih dingin.


Tempat panas berapi yang lebih mirip seperti neraka itu seolah menjadi tidak berarti di depannya. Udara panas yang menyengat telah lenyap di bawah aura dinginnya.


Tidak jauh dari tempatnya berdiri, seorang pria dengan pakaian serba hitam sedang terduduk sambil memegang dadanya yang kesakitan. Di antara kedua alisnya terdapat manik bulat yang berwarna hitam kelam. Jika benda itu bergerak-gerak maka akan lebih terlihat seperti mata.


"Bahkan jika kau membunuhku, aku masih tidak akan tunduk kepadamu!" teriak pria asing itu.


"Hong Jing, aku tidak akan memaksamu. Percayalah kau akan hidup lebih mengenaskan dari apa pun," ucap Mo Jingtian dengan dingin. Pedang di tangannya dijentikkan dan mengeluarkan cahaya terang yang terasa dingin.


Pedang itu bergerak dengan arah memutar sebelum berakhir menusuk manik yang ada di dahi pria asing berpakaian hitam itu. Jeritan yang tak tertahankan langsung bergema di tempat berapi ini.


"Sebagai harta yang tak seharusnya hidup, kamu memang memiliki tekad yang kuat. Namun itu tidak akan berarti selama kamu masih angkuh di hadapanku!"


Wossh wossh wossh


Mo Jingtian bergerak secepat kilat untuk mendekati cermin merah yang tergelat di tanah. Cermin merah atau lebih sering dipanggil Hong Jing adalah sebuah harta yang telah merubah wujudnya menjadi manusia.


Sikapnya yang kejam dan angkuh telah membuat kekacauan di berbagai tempat, termasuk mencoba untuk memasuki konflik antara klan Xie dengan klan Liu. Itu adalah hal yang membuat Mo Jingtian merasa tidak senang.


Tangan Mo Jingtian membentuk segel kecil di atas cermin itu sebelum menenggelamkan ke dalamnya. Cermin merah itu langsung bergetar keras. Jika diperhatikan dengan teliti maka akan ada suara raungan kesakitan dari dalam cermin tersebut.


Mo Jingtian mengangkat kepalanya dan memandang kosong ke kejauhan. Mungkin dia bisa melakukan banyak hal untuk membantu, namun itu bukan sesuatu yang akan membuat Qing Yue'er merasa senang. Jadi sekarang dia hanya akan mengulurkan tangan jika sesuatu tumbuh menjadi lebih tak terkendali.

__ADS_1


***


Di hutan bambu, Xie Ying Fei berjalan mendekati Qing Yue'er. Dia bisa merasakan gelombang tertentu di kedalaman hatinya. Benar, ini adalah Qing Yue'er. Putri yang sudah belasan tahun ia tinggalkan.


"Bukan Bai Yin Xue, melainkan Qing Yue'er," ucapnya.


Wajah Qing Yue'er menjadi rumit. Ada banyak tebakan yang berkeliaran di otaknya. Namun dia tidak mau berpikir terlalu keras. Dia ingin mendengar lebih banyak tentang maksud dari ucapan orang yang ada di depannya.


"Ini sangat rumit. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu," ucap Xie Ying Fei. Dia memiliki kasih sayang, namun sebagai seseorang yang telah hidup dalam jangka waktu yang lama dia tidak perlu menunjukkannya.


"Aku ingin mengetahui kebenarannya," ucap Qing Yue'er dengan mantap.


Xie Ying Fei tersenyum samar. Melihat Qing Yue'er membuat dia mengingat tentang suaminya. Mereka memiliki beberapa kemiripan.


Qing Yu'er tertegun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Apakah wanita itu tahu kalau dia bukan pemilik asli tubuh ini? Tapi bagaimana mungkin?


Xie Ying Fei menghela napas. Mungkin sudah saatnya untuk memberitahu anak itu tentang kebenarannya. Dia tidak mau menyimpan masalah ini terlalu lama sedangkan dia sendiri tidak tahu sampai kapan dia akan hidup.


Banyak hal yang mungkin tidak bisa dia lakukan. Kehidupannya sangat terbatas. Mungkin hanya Qing Yue'er yang bisa memulihkan semuanya. Hanya dia satu-satu harapannya.


"Kamu datang dari tempat jauh yang bernama bumi. Apa aku benar?" tanya Xie Ying Fei.


Deg!

__ADS_1


Jantung Qing Yue'er seakan berhenti berdetak. Orang ini terlalu menakutkan. Bagaimana dia bisa mengetahui tentang asalnya? Dan bagaimana dia bisa tahu tentang planet bumi?


Mungkin akan sulit bagi seseorang untuk dapat mengetahui latar belakang jiwanya. Namun orang ini sudah mengetahuinya dengan mudah!


"Yue'er, ini mungkin akan terdengar mengejutkan, tapi aku harus memberitahu kepadamu," ucap Xie Ying Fei. Dia hanya melihat Qing Yue'er yang masih menatapnya dengan keingintahuan.


"Kamu dan Bai Yin Xue adalah orang yang sama sekali berbeda. Kamu tidak terlahir di bumi, melainkan di sini, di dunia yang keras ini."


Xie Ying Fei menatap Qing Yue'er penuh arti. Sedangkan Qing Yue'er merasa semakin bingung. Selama ini dia hanya tahu kalau dia berasal dari bumi, siapa yang akan berpikir sejauh itu?


"Ayahmu ... dialah yang memindahkan jiwamu, menukarnya dengan gadis bumi yang memiliki kesamaan nama denganmu. Dalam pertukaran itu, gadis tersebut menggantikan ragamu yang ada di dunia ini. Sedangkan jiwamu memasuki raganya yang ada di bumi. Apa kau memahaminya?"


Qing Yue'er tersentak. Dia langsung melangkah mundur. Itu tidak mungkin. Bahkan jika dia mengalami perjalanan waktu ke dunia ini bukan berarti dia juga berasal dari tempat ini 'kan? Kenapa ini sangat sulit diterima oleh akal sehatnya?


Jadi apa yang sebenarnya terjadi adalah ... ya, itu adalah pertukaran jiwa. Melintasi ruang dan waktu. Namun apa tujuannya? Seandainya dulu ketika di bumi dia tidak mengalami konsletting bukankah dia akan tetap berada di bumi selamanya?


Selain itu bagaimana dengan jiwa Bai Yin Xue sekarang? Apakah dia sudah kembali ke bumi atau malah sudah benar-benar mati?


Hati Qing Yue'er bergetar. Ini mungkin jawaban yang dia cari, tetapi ini sedikit sulit diterima oleh akal sehatnya. Dia memandang Xie Ying Fei dengan ekpsresi rumit. Entah itu karena dia tidak percaya atau karena dia tidak mau mempercayai.


"Lalu kenapa ada hal seperti ini? Apa tujuannya?" tanya Qing Yue'er. Dia mencoba untuk tenang dan berpikiran logis.


"Belum saatnya kamu mengetahui tentang ini. Yue'er, jalan satu-satunya untuk memantaskan diri adalah dengan menjadi kuat. Kamu masih terlalu lemah. Jangankan Pengadilan Surgawi yang begitu sakral, bahkan alam Celestial akan membunuhmu dengan mata tertutup."

__ADS_1


Xie Ying Fei memiliki ekspresi yang cukup keras. Dia tidak mau membuat Qing Yue'er tetap berlarian di tempat rendahan seperti ini. Tujuannya adalah Pengadilan Surgawi, tempat yang jauh lebih tinggi dari Celestial. Dan satu-satunya cara untuk datang ke tempat itu adalah dengan cara menjadi Goddess!


__ADS_2