
Mo Jingtian tersenyum dengan misterius. Ada alasan kenapa phoenix biru tidak mau membuka matanya. Dan ini adalah sesuatu yang ada diluar kendalinya.
"Baiklah karena kamu ingin tahu maka aku akan mengajakmu melihat sendiri." Mo Jingtian meraih tangan Bai Yin Xue dan mereka muncul didalam kamar Bai Yin Xue.
"Kamu.. kenapa kamu datang kesini?" Bai Yin Xue berkata dengan kesal.
Mo Jingtian memutar pandangannya dan mengamati kamar itu. Lalu dia menghirup nafas dalam-dalam. "Ah sudah lama sejak aku muncul di alam fana."
Bai Yin Xue, "..."
'Kamu bertindak begitu misterius.'
"Apa yang ingin kamu tunjukkan padaku?" Bai Yin Xue bertanya dengan tidak sabar. Orang ini terlalu berbelit-belit.
"Bawa aku berjalan-jalan dan kamu akan tahu." Mo Jingtian tidak menjawab secara langsung.
Bai Yin Xue mendengus lalu berjalan keluar. Mo Jingtian mengikuti disampingnya.
Mereka berjalan dikoridor ketika tiba-tiba seorang pelayan jatuh berlutut didepan Mo Jingtian. Pelayan itu masih muda sekitar 20 tahun. Wajahnya sudah memerah, matanya berbinar penuh dengan keinginan.
"Ya dewaaa kamu sungguh tampan. Aahhh aku memujamu." Pelayan itu berkata dengan penuh pemujaan.
Bai Yin Xue "..."
'Apa-apaan ini ?!!'
__ADS_1
Mereka baru akan melangkah ketika segerombol pelayan pria maupun wanita datang dan segera jatuh berlutut. Mereka mengenakan tampang bodoh dengan ekspresi memuja Mo Jingtian.
"Dewa kamu sangat tampan!"
"Ya dewaaa jadikan aku istrimu!"
"Dewaaa aku sudah memiliki istri tapi aku rela memberi hidupku untukmu"
Segala macam kata pujian keluar dari mulut mereka.
Bai Yin Xue "..."
Bai Yin Xue tercengang tidak tahu harus berkata apa. Ini apa yang terjadi?
Phoenix Ying Jun juga berbagi penglihatan yang sama dengan Bai Yin Xue jadi dia tahu apa yang terjadi diluar. Dia merasa tidak berdaya.
Phoenix mendesah pelan. Memangnya kenapa lagi dia tidak berani melihat Mo Jingtian? Inilah alasannya! Dia takut kehilangan kendali dan larut dalam pemujaan. Kemudian dia bergidik ngeri didalam hatinya.
"Kamu, apa yang telah kamu lakukan?" Bai Yin Xue bertanya dengan susah payah. Makhluk apa ini sehingga membuat semua orang tergila-gila?
Mo Jingtian melambaikan tangannya. Kemudian para pelayan yang berlutut kehilamgan kesadarannya. Dia berjalan kembali menuju kamar Bai Yin Xue meninggalkan gadis itu dengan kebingungan. Setelah beberapa saat Bai Yin Xue mengejar Mo Jingtian. Dia benar-benar sudah kehilangan ketenangannya.
Setelah tiba dikamar dia melihat Mo Jingtian berdiri didekat jendela membelakanginya. Kemudian suaranya terdengar perlahan.
"Kamu sudah melihatnya."
__ADS_1
"Jadi ini alasan Ying Jun menutup matanya?" Bai Yin Xue bertanya ragu-ragu.
"Yaa." Mo Jingtian menjawab dengan singkat.
Bai Yin Xue terpana, "Bagaimana itu bisa terjadi?"
Sungguh ini terlalu menakutkan. Jika pria ini berkeliling sebentar saja mungkin dia bisa mengumpulkan manusia untuk menyerang suatu kerajaan kecil.
Mo Jingtian masih diam. Kemudian dia berkata, "ini adalah Pesona Surgawi. Aku mendapatkannya karena suatu kesalahan."
"Orang diluar apa mereka baik-baik saja?" Bai Yin Xue sedikit mencemaskan para pelayan tadi.
"Mereka akan menjadi bodoh untuk beberapa saat." Mo Jingtian membalas.
"Lalu apakah itu berlaku untuk semua orang?" Bai Yin Xue bertanya lagi.
"Aku tidak tahu." Mo Jingtian berkata dengan ketidak berdayaan. Kemudian dia berbalik untuk menatap Bai Yin Xue. Dia mengangkat sudut bibirnya dan berkata perlahan, "tapi kamu jelas tidak."
Bai Yin Xue terdiam. Dia sedikit khawatir berdekatan dengan pria ini, takut kalau dia akan terkena pesonanya. Sebenarnya Mo Jingtian memang memiliki pesona yang menakjubkan baginya. Terutama mata emasnya yang bisa menghanyutkan kedalaman jiwanya. Bahkan dia tidak berani menatap mata itu untuk waktu yang lama.
Bai Yin Xue merasa tertekan. "Bisakah kamu mencegah ini?"
Mo Jingtian tidak menjawab. Dia mengulurkan tangannya diudara lalu muncul sebuah topeng perak ditelapak tangannya. Dia memasang diwajahnya yang halus. Itu hanya menutupi disekitar area matanya tapi seketika tekanan diudara langsung berkurang.
"Ini dapat menekan untuk sementara." Pria itu berkata dengan santai.
__ADS_1
Bai Yin Xue bernafas lega.