Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Di Balik Vortex


__ADS_3

Malam ini suasana terasa normal seperti biasa. Namun berbeda dengan perasaan Qing Yue'er yang tidak normal. Antara gugup, penasaran dan antusias yang menjadi satu.


Sosok rampingnya berdiri di bawah temaram cahaya bulan purnama. Tangannya tergantung memegang jepit rambut perak dengan erat.


Di sampingnya, Ying Jun kecil berdiri sambil menyilangkan tangan. Mulutnya yang mungil kadang-kadang akan bergerak tanpa suara. Tidak ada yang tahu apa maksud dari tindakannya.


"Kita harus memulainya, 'kan?"


Qing Yue'er melirik dengan hati-hati ke arah Ying Jun. Sudah setengah jam sejak dia menjadi konyol seperti ini.


"Cih, kenapa kamu masih bertanya? Kamu yang telah menundanya sejak tadi!" Ying Jun memutar matanya dengan malas.


"Apa? Aku menundanya?"


Sudut mulutnya sedikit berkedut. Seharusnya anak kecil itu tidak langsung mengatakannya seperti ini. Ya, walaupun dia yang telah menundanya.


Memang benar setiap kali dia akan menggunakan formasi roh untuk membuka pusaran, dia akan menghentikannya di tengah jalan. Dan itu terjadi berkali-kali yang membuat Ying Jun harus bergumam dengan cemberut.


"Ini adalah tantangan. Aku sedikit gugup." Qing Yue'er berkata dengan malu-malu.


Siapa yang tidak akan gugup ketika mengerjakan sesuatu yang berbahaya seperti itu? Tentu saja dia juga merasakannya, namun dia tidak akan berbalik pergi pada keputusannya. Benar-benar bukan tipenya.


"Gadis bodoh, lihat ke atas, belakang, samping!" Ying Jun berkata dengan datar. Tangannya menunjuk ke segala arah.


Qing Yue'er memutar kepala untuk memeriksanya. Setelah itu, dia hanya bisa tersenyum canggung. Beberapa aray pemandek jarak ada di sana. Aray itu dibuat oleh Zu Tiankong untuk sewaktu-waktu jika dia perlu melarikan diri. Bahkan di sekitar mereka sudah ada banyak formasi perlindungan yang disediakan.


"Kemarikan! Kamu terlalu lambat!"


Ying Jun menengadahkan tangannya meminta jepit rambut Qing Yue'er. Namun gadis itu tidak memberikannya tapi sebaliknya menggenggam dengan erat.


"Aku akan melakukannya sendiri," ucapnya dengan mata yang bersinar penuh tekad. Kali ini dia tidak bisa terus menunda atau sampai tahun kapan pun dia tidak akan bisa melakukannya.


Setelah itu dia melayangkan empat jepit rambut perak di udara. Tangannya membentuk segel tangan yang rumit. Segel ini adalah hal yang baru dia pelajari dari Zu Tiankong secara mendadak. Namun kali ini tidak ada keraguan sama sekali dalam matanya.


Cahaya merah keluar dari segel tangannya dan menyelimuti empat jepit rambut perak yang melayang di udara. Setelah segel tangan diselesaikan, tidak ada reaksi apapun. Hal itu membuat kedua alis Qing Yue'er dirajut bersamaan.


"Apakah tidak berhasil?" gumamnya.


Namun saat dia akan menyentuh jepit rambut, ledakan cahaya merah datang dengan tiba-tiba yang membuatnya terkejut.

__ADS_1


Ying Jun mengamati cahaya merah yang menyebar di udara kosong dengan hati-hati. Tampak sebuah titik hitam kecil seukuran kacang polong yang muncul di tengah-tengah cahaya. Ketika diperhatikan lebih jauh, titik itu semakin lama menjadi semakin besar.


"Mundur kebelakang. Itu mulai terbuka." Ying Jun berkata dengan serius, memperingatkan Qing Yue'er untuk mundur.


Saat lubang hitam menjadi semakin besar, pusaran itu benar-benar muncul kembali. Hanya dalam waktu beberapa menit saja pusaran telah tumbuh menjadi lebih besar.


Ying Jun menajamkan inderanya untuk menelisik lebih jauh. Matanya terpejam saat pikirannya mencoba terhubung dengan pusaran misterius. Tidak tahu apa yang terjadi, tapi kali ini dia benar-benar merasa tidak boleh ceroboh.


Qing Yue'er mengamati tindakan Ying Jun dengan serius. Dia melihat anak itu yang mengerutkan kening dalam-dalam. Bahkan wajahnya sedikit menggelap pada detik selanjutnya. Mungkinkah ada sesuatu yang salah?


"Sialan! Kita harus masuk ke dalam!" ucap Ying Jun dengan suara kemarahan. Dia menarik Qing Yue'er untuk mengikutinya di belakang.


"Hey, apa yang terjadi? Apa kamu tahu apa yang ada dibalik hal ini?" tanya Qing Yue'er dengan bingung. Dari apa yang dia perhatikan, sepertinya Ying Jun memahami apa yang telah terjadi.


"Kamu akan tahu setelah ini."


Setelah mendengar jawaban itu, Qing Yue'er merasakan pandangannya yang menggelap. Tubuhnya dibawa berputar-putar di udara kosong selama beberapa kali. Hal itu benar-benar membuat perutnya merasa mual.


Beberapa saat kemudian dia merasakan pijakan di kakinya. Qing Yue'er segera berjongkok sambil memegang perutnya. Isi perutnya benar-benar dimuntahkan semua. Dia bahkan tidak sempat mengamati lingkungan dimana dia berada.


"Oogghh!!"


Qing Yue'er mengabaikan ucapan Ying Jun. Dia mencoba untuk fokus dengan apa yang dilihat oleh matanya sendiri. Kakinya berpijak di atas lempengan batu. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut.


Saat ini udara yang ada di bawah kakinya benar-benar kosong. Hitam tanpa apapun selain lempengan batu yang dia pakai untuk pijakan. Ketika dia menatap ke depan dan kejauhan, ternyata memang hanya ada udara kosong yang hitam pekat tanpa cahaya.


Apakah ini sebuah dimensi?


Qing Yue'er menolehkan kepalanya ke samping untuk memeriksa keadaan Ying Jun. Ternyata anak itu juga dalam posisi yang sama.


"Ying Jun, ini-"


"Ssstt! Lihat ke belakang," ucap Ying Jun dengan lirih.


Qing Yue'er berdiri dengan hati-hati. Jika dia sampai jatuh dari lempengan batu mungkin nyawanya tidak akan bisa selamat. Lagipula tidak ada yang tahu hal apa yang ada di bawah sana.


Setelah berdiri, dia segera berbalik ke belakang. Saat itu juga pupil matanya langsung menyusut. Jantungnya berdegup cepat dengan ngeri. Di balik kegelapan ruang yang kosong ini, ternyata ada satu hal besar yang menghuninya.


Sebuah kepala dengan ukuran sebesar gunung kecil terlihat digantung di udara kosong. Kepala itu bukan seperti kepala manusia, namun lebih seperti binatang monster yang memiliki taring panjang. Mulutnya sangat besar hampir memenuhi setengah dari wajahnya.

__ADS_1


Di belakang kepala, tidak ada hal yang bisa dilihat oleh matanya. Tidak ada tubuh besar yang menakutkan atau kerangka apapun. Itu hanya kepala saja tanpa tubuh yang melekat di kepalanya.


"Ha ha ha apakah kamu yang telah membuka pusaran itu?"


Monster itu membuka matanya dan tertawa dengan keras. Gema tawanya membuat Qing Yue'er harus menutup telinga. Benar-benar menulikan pendengaran seseorang.


"Taotie ..."


Qing Yue'er bergumam dengan tidak percaya. Taotie adalah binatang iblis yang terkenal karena keserakahannya. Dia bisa memakan apa saja semaunya sendiri. Bahkan setelah memakan begitu banyak hal-hal, dia masih tidak akan pernah merasa kenyang.


Konon hal apa pun yang telah dimakan oleh Taotie akan memasuki ruang dimensi lain. Itu karena dia tidak memiliki tubuh utuh, hanya sebatas kepala saja. Hal inilah yang akan membuatnya merasa kelaparan sepanjang waktu.


"Oh, kamu mengenaliku?" Suara Taotie kembali terdengar di ruangan kosong ini.


Qing Yue'er tidak menjawab dan melirik Ying Jun yang saat ini hanya memasang wajah tanpa ekspresi. Setelah beberapa saat barulah anak itu menghela napas.


"Taotie, apa kamu mengenaliku?"


Ying Jun berjalan mendekati Taotie. Setiap langkah yang dia ambil akan menciptakan lempengan batu sebagai pijakan. Saat ini dia benar-benar terlihat seperti sesepuh yang sedang menjalankan aksinya.


Taotie menyipitkan matanya. Dia mengamati anak kecil yang terlihat sangat berani untuk mendekatinya. Dia segera menajamkan inderanya untuk mengidentifikasi makhluk yang ada di depannya ini.


"Kamu ...."


Dia sedikit ragu saat merasakan aura milik Ying Jun. Aura illahi yang sangat dia benci namun juga dia takuti.


"Bagaimana kamu bisa ada di sini?" Taotie bertanya dengan tidak yakin. Seharusnya seekor binatang illahi tidak akan turun ke alam rendahan semacam ini.


"Ah, tapi kenapa tubuhmu menjadi sangat kecil? Aku rasa seharusnya seekor burung sepertimu akan memiliki fisik yang tampan ataupun cantik," ucapnya mengejek Ying Jun.


Ying Jun hanya menatapnya dengan datar. Setelah beberapa saat, dia baru mengeluarkan ejekan sebagai balasan.


"Jadi di tempat ini kamu dihukum? Sungguh kasihan. Tidak bisa merasakan kebebasan apa pun, tidak bisa memakan apa pun lagi, tidak bisa bertemu dengan rekan-rekanmu. Ck, sangat menyedihkan."


Saat Ying Jun mengatakan tentang makanan, Taotie langsung menatapnya dengan marah. Bagaimana mungkin dia tidak marah? Ucapan Ying Jun benar-benar telah menyentuh titik tersakitnya. Selama ini dia hidup terkurung seperti ini dalam kelaparan. Dia tidak bisa bergerak ataupun melarikan diri.


Bertahun-tahun yang lalu, dia merasa sangat senang saat bisa menciptakan sebuah pusaran untuk menarik hal-hal dari luar. Namun setelah dia memakan apa pun yang tersedot pusaran, dia masih tidak bisa merasakan kenyang.


Lebih jengkelnya lagi, dia menemukan beberapa manusia yang bekerja sama untuk mencoba menutup pusarannya. Dalam fisik yang terbatas seperti itu, dia tidak bisa melawan kekuatan manusia-manusia tersebut.

__ADS_1


Akhirnya dengan sakit hati dia menutup pesta makannya dengan memakan manusia-manusia itu. Manusia yang telah membuatnya menjadi kelaparan sampai sejauh ini.


__ADS_2