Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Perkembangan Lebih Lanjut


__ADS_3

Penginapan yang awalnya damai seketika berubah menjadi kacau. Seorang gadis tiba-tiba mendatangi sekelompok orang dari keluarga Chen yang merupakan salah satu keluarga terkemuka di Tongxuan Utara. Tanpa bertele-tele dia memukul mereka semua hingga menjadi babak belur.


Semua orang menjadi terheran-heran. Siapa gadis itu? Dari mana asalnya? Kenapa bisa begitu sembrono memukul seseorang tanpa mengatakan alasan atau penyebabnya?


“Aku tidak memercayai mataku sendiri. Apa anak muda zaman sekarang sudah berubah begitu banyak?” celetuk seorang pria tua yang melihat kejadian itu.


“Aku tidak tahu juga. Aku rasa dia hanya gadis gila,” timpal yang lain.


Mereka masih tidak mengerti kenapa Qing Yue'er tiba-tiba membuat kekacauan seperti ini. Jika dilihat sepertinya keluarga Chen tidak mengenalnya dan gadis itu juga bukan melakukan pemukulan itu untuk sebuah dendam atau kebencian.


Tentu saja tujuan Qing Yue'er memukul kelompok keluarga Chen itu bukan untuk membalaskan keluhan Chen Kuang. Jika Chen Kuang ingin membalaskan rasa sakitnya maka dia harus melakukan dengan tangannya sendiri.


“Gadis busuk! Apa-apaan kamu ini, heh?! Kenapa kamu memukul kami semua?” teriak Chen Yao, seorang pria dewasa yang sudah dibuat benjol oleh Qing Yue'er. Dia benar-benar dibuat seperti orang bodoh di sana. Tiba-tiba dipukul tanpa tahu apa sebabnya dan tanpa mengenal pelakunya. Bagaimana dia tidak merasa kesal?


“Kamu benar-benar tidak tahu malu! Memangnya apa yang sudah aku lakukan hingga kamu memukulku seperti ini, heh?!” Orang yang lainnya juga ikut berseru dengan marah. “Apa orang tuamu tidak pernah mengajarimu untuk bersikap hormat pada yang lebih tua?!” sambungnya.


Qing Yue'er langsung mengerutkan keningnya. “Apa yang kalian tahu? Diajari atau tidak, memangnya apa urusannya dengan kalian?” Dia mendengus. Kemudian pandangannya beralih pada Chen Kuang yang hanya bisa memucat melihat kejadian ini.


“Chen Kuang, kemarilah,” panggil Qing Yue'er.


Chen Yao yang mendengar nama Chen Kuang disebut akhirnya langsung mencari sosok tersebut. Setelah menemukan pemuda itu, dia pun menjadi semakin marah. Dia berteriak dan memaki, “Jadi kamu kabur dari kediaman hanya untuk mencari bala bantuan?! Heh, memang bocah sialan!”


Chen Kuang menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. Sungguh, aku tidak tahu kalau aku bisa bertemu kalian di sini.” Dia mencoba menyangkal tuduhan Chen Yao.


“Bagaimanapun kamu menyangkal, kami tidak akan memercayaimu! Cepat, katakan pada gadis gila ini untuk meminta maaf!” teriak Chen Wuji. Dia menatap Chen Kuang dengan penuh tuntutan. Menurutnya Chen Kuang ini pasti akan menurut.


Chen Kuang tidak tahu harus berbuat apa. Jujur saja dia merasa marah pada mereka. Namun, selama ini dia tidak pernah memiliki keberanian untuk membalasnya. Mereka adalah saudara yang buruk, yang sering mengucilkan dan memperlakukannya dengan tidak adil. Sayangnya dia terlalu pengecut untuk memberontak.


Dia ingin melangkah maju tapi keraguan menahan langkah kakinya. Alhasil dia hanya berdiam diri melihat kejadian ini. Hanya berperan sebagai penonton.


Qing Yue'er mengembuskan napasnya tanpa daya. “Aiya, aku bilang kemarilah!”


Chen Kuang meringis. Setelah beberapa saat akhirnya dia pun memberanikan diri untuk mendekat pada mereka. Ada rasa puas tersendiri saat melihat saudara-saudaranya itu merasa marah atas pemukulan yang sudah dilakukan oleh Qing Yue'er. Namun, dia tidak berani menunjukkannya.


Saat dia baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba dia mendengar Chen Yao berteriak, “Berhenti di sana! Chen Kuang, jika kamu berani menuruti gadis gila ini, jangan pernah berpikir untuk kembali lagi ke rumah Chen!”


Tentu saja Chen Kuang langsung menghentikan langkahnya. Apakah dia benar-benar akan meninggalkan keluarga Chen-nya? Bagaimana jika nanti .... Pikirannya menjadi bimbang.


“Chen Kuang, apa yang kamu tunggu? Jangan takut, bukankah kamu merasa marah pada mereka? Kamu adalah seorang pria, jangan biarkan orang lain memperlakukanmu dengan semena-mena. Seorang pria harus memiliki harga diri yang dijunjung tinggi,” ucap Qing Yue'er panjang.


Dia benar-benar tidak menyangka ternyata Chen Kuang ini memiliki pemikiran yang sangat naif. Apa dia pikir dengan menuruti perkataan Chen Yao lalu dia akan bisa hidup bahagia di keluarga Chen tanpa gangguan mereka? Itu tidak mungkin.


“Chen Kuang! Cepat katakan padanya untuk menghentikan ini semua!” teriak Chen Wuji. Namun, baru saja dia berteriak seperti itu, tiba-tiba kepalan tangan datang menghantam tepat di hidungnya. Seketika darah merah langsung mengalir dari lubang hidungnya.


Kemarahan langsung merambat ke dalam hatinya. “Aku akan membunuhmu!”


“Arrgh!”

__ADS_1


Qing Yue'er menyeringai. “Hanya sebatas ini kemampuanmu dan kamu berkata ingin membunuhku? Benar-benar tidak tahu seberapa kemampuan dirimu sendiri,” cemoohnya.


Chen Wuji yang sudah dibuat berlutut secara paksa benar-benar merasa geram. Dia sungguh merasa malu karena diperlakukan seperti ini di depan banyak orang. Bagaimanapun juga selama ini dia sudah hidup dengan bersusah payah membangun reputasi. Setelah ini berakhir, pasti namanya akan menjadi buruk.


Bukan hanya dia yang merasa seperti itu, Chen Yao dan orang yang berada di kelompok itu pasti merasakan hal yang sama. Mereka sangat marah, tetapi mereka juga tidak bisa melawan gadis gila ini. Jadi harapan satu-satunya adalah anak itu, Chen Kuang.


Mereka semua menatap Chen Kuang. “Saudaraku, ah, katakanlah padanya untuk berhenti. Kami pasti tidak akan pernah mengulangi kejadian-kejadian yang sudah lalu. Tidakkah kamu merasa kasihan pada kami?”


Chen Kuang menarik napasnya. Dia menatap Qing Yue'er dan kelompok keluarga Chen secara bergantian. Setelah beberapa saat akhirnya dia sudah memutuskan. Kakinya mulai melangkah mendekati mereka.


Sementara itu Qing Yue'er ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Chen Kuang. Jika dia ingin membebaskan orang-orang ini maka dia memang terlalu bodoh. Dan dia tidak akan menghabiskan waktunya untuk membantu orang-orang bodoh.


“Apa yang kamu ingin aku lakukan?” tanya Chen Kuang pada Qing Yue'er.


Seketika wajah setiap orang dalam kelompok keluarga Chen langsung tercengang. Mereka tidak menyangka Chen Kuang ini akan memilih gadis itu daripada saudara-saudaranya sendiri. Apakah sekarang mereka yang akan jatuh ke dalam penderitaan?


Qing Yue'er akhirnya mengangguk puas. Dia menyeringai dan berkata, “Apa kamu sudah melihat bagaimana aku memukul mereka? Itu mudah, cobalah untuk melakukannya seperti itu.”


“....”


Chen Kuang bertindak seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Perasaan sumringah dan penuh semangat tiba-tiba merayap ke dalam hatinya. Sepertinya dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Rasanya benar-benar ajaib. Mungkin secara tidak sadar jiwa pemberontaknya mulai muncul untuk membalaskan semuanya.


Dia mengepalkan telapak tangannya dan menatap kelompok keluarga Chen dengan cara yang berbeda. Ada sinar kemarahan, kebencian dan juga kemenangan dalam matanya. Sekarang dia terlihat lebih berani dan tidak mudah digertak.


“Bukankah kalian begitu senang menggartak seorang Chen Kuang?” Dia bertanya dengan suara yang pelan. “Benar apa kata Nona Xinyu. Seorang pria harus memiliki harga diri yang dijunjung tinggi.”


“Chen Kuang! Beraninya kamu—”


Sebelum mereka bisa bereaksi, Chen Kuang sudah bergerak untuk memberikan pemukulan pada mereka semua. Qing Yue'er tersenyum melihatnya. Kemudian dia berkata, “Ya, bagus. Seperti itu. Kamu harus mengerti di mana letak titik yang paling bagus untuk memukul orang. Benar di sana ....”


“....”


Orang-orang yang melihatnya menjadi tertegun. Luar biasa, gadis itu malah memberikan arahan dan petunjuk pada Chen Kuang tentang bagaimana memukul orang. Siapa yang akan menyangka ini akan terjadi.


Chen Kuang mungkin lemah, tapi tubuh orang-orang dalam kelompok keluarga Chen itu sudah dikunci oleh Qing Yue'er. Jadi mereka tidak bisa bergerak untuk melawan. Seperti yang Qing Yue'er inginkan, membuat Chen Kuang ini membalas keluhannya dengan tangannya sendiri. Dia hanya membuka jalan untuk membantunya.


“Berhenti! Aku mohon berhenti memukulku. Aku tahu aku salah. Chen Kuang, aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk lagi.”


“Itu benar, itu benar. Jadilah baik, aku tahu kamu adalah pria yang penuh belas kasih.”


“Sekarang kamu bisa kembali ke kediaman tanpa rasa takut. Kami benar-benar tidak akan seperti itu lagi.”


Mereka mulai membujuk Chen Kuang untuk berhenti memukul lagi. Mungkin mereka benar-benar merasa tidak tahan lagi. Jadi harga diri yang tinggi langsung diturunkan untuk memohon kepada Chen Kuang.


Sementara itu Chen Kuang menghentikan aksinya. Kemarahan yang dipendam jauh-jauh hari akhirnya sudah bisa dilampiaskan. Sekarang perasaannya benar-benar sudah puas hanya dengan seperti ini. Dia tidak akan membunuh mereka semua karena merasa mereka memiliki ikatan keluarga. Sebenarnya dia memang seorang pria yang mudah memaafkan.


Chen Kuang menatap Qing Yue'er dengan penuh terima kasih. “Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih. Jika tidak ada Nona, mungkin ini tidak akan pernah bisa berakhir,” ucapnya dengan tulus.

__ADS_1


“Hanya seperti itu, ya?” Qing Yue'er menatap kelompok yang sudah dibuat babak belur itu dengan mata memicing. “Baiklah. Aku hanya ingin kamu tahu, seseorang harus bisa melawan ketika orang lain menindas. Jangan malah pergi melarikan diri, apa kamu tahu sekarang?”


Chen Kuang mengangguk. “Aku tahu.” Dia tidak banyak bicara tetapi dia benar-benar takjub dengan semangat yang dibangkitkan. Dia senang bertemu dengan Qing Yue'er dan sangat berterima kasih dengan hal yang sudah diajarkan olehnya.


“Kalau begitu, baguslah.” Qing Yue'er mengangguk-anggukkan kepalanya. “Sekarang terserah apa kamu masih ingin pergi denganku atau membantu mereka semua.”


Chen Kuang sepertinya sudah mengambil keputusan sejak lama. Jadi dia segera menjawab tanpa ragu. “Sepertinya sudah cukup sampai di sini aku merepotkanmu. Aku akan membantu mereka dan mungkin akan kembali ke kediaman.”


Dia sangat tahu kemampuannya sendiri. Jika dia memutuskan untuk terus mengikuti Qing Yue'er, maka dia hanya akan berakhir menjadi beban. Dia tidak mau seperti itu. Lagi pula sepertinya orang-orang ini tidak akan mengulangi kesalahannya.


“Aku tidak keberatan, tapi sebelum itu aku perlu memastikan apakah mereka benar-benar sudah jera atau tidak,” ucap Qing Yue'er yang langsung dibalas dengan gelengan mereka.


“Kami tidak akan melakukannya lagi, aku bisa berjanji padamu.”


“Benar, aku tidak akan melakukannya lagi.”


Qing Yue'er menatap mereka dengan datar. Kemudian dia menjentikkan jarinya. Sebuah cahaya yang menyilaukan muncul melesat masuk ke dalam tubuh mereka semua. “Jika kamu mengingkari ucapan kalian maka aku akan memastikan sebuah kematian pada kalian.”


Mereka langsung bergidik ngeri. Di masing-masing dantian mereka terdapat satu titik cahaya yang sebelumnya tidak pernah ada. Hal itu membuat mereka menjadi takut. Siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi jika mereka melakukan kesalahan lagi. Mungkin dantian mereka akan meledak pada saat itu juga.


Akhirnya mereka hanya bisa mengangguk dengan takut-takut. Tidak ada yang berani mengatakan apa pun.


Qing Yue'er mengangguk-anggukkan kepalanya dengan puas. Setalah itu dia beralih menatap Chen Kuang. Dia tersenyum sedikit dan berkata, “Aku pergi sekarang.”


Chen Kuang mengangguk dan membungkuk pada Qing Yue'er. “Terima kasih untuk bantuannya.”


“Bukan apa-apa.” Qing Yue'er akhirnya berbalik dan melanjutkan langkahnya masuk ke penginapan. Ada kepuasan tersendiri setelah bisa memberikan pemukulan pada mereka semua. Biarkan mereka menerima pelajaran itu.


***


Qing Yue'er memesan sebuah kamar. Setelah mendapatkannya, dia langsung masuk dan mengunci pintunya. Dia tidak melakukan apa pun kecuali pergi ke dalam dimensi. Saat ini dia harus melihat bagaimana perkembangan biji aneh yang dia tanam. Tak lupa juga dia langsung membawa air Yin Yang untuk memupukinya


Sebuah tanaman dengan bentuk aneh dan memiliki tinggi setengah tubuh Qing Yue'er sudah tumbuh di dalam pot tanah liat yang berlumut. Daunnya memiliki bentuk yang kecil dan tampak menyirip. Ada cahaya lembut yang melapisi seluruh bagian tanaman itu.


Qing Yue'er merasa senang. Akhirnya setelah berbulan-bulan dia berusaha menanamnya, biji itu benar-benar tumbuh. Dia tidak tahu apakah ini termasuk pertumbuhan yang cepat atau sebaliknya sangat lambat. Hal yang penting adalah tanaman itu akhirnya tumbuh.


Dia mengamati sebentar. Sepertinya itu adalah tanaman berkayu, tapi tidak sepenuhnya berkayu juga. Dia juga belum pernah melihatnya. Ini memang tanaman yang aneh. Setiap hari dia sudah mencoba mengidentifikasi mulai dari berkecambah sampai akhirnya sudah tumbuh seperti sekarang. Dan dia belum mengetahui apa pun tentang itu.


Meskipun begitu, dia bisa yakin jika tanaman itu menghasilkan buah, pasti itu bukan buah yang biasa. Dia berharap semoga tanaman ini memiliki manfaat yang besar untuknya suatu hari nanti.


Qing Yue'er menemukan bahwa pot tanah liat ini sepertinya tidak bisa menampung tanaman lebih lama lagi. Akhirnya dia menggunakan caranya sendiri untuk memecahkan pot tersebut. Ini akan membebaskannya jika sewaktu-waktu tanaman itu bisa tumbuh lebih besar lagi.


Setelah itu, tak lupa dia menuangkan air Yin Yang ke tanaman itu. Kali ini setelah air itu disiramkan semuanya langsung terserap dan lenyap seolah Qing Yue'er tidak pernah menyiramkan apa pun di sana.


Itu benar-benar mengherankan. Qing Yue'er menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dengan heran dia pun bertanya, “Apa sekarang kamu sudah semakin rakus? Ingin meminta lebih banyak lagi?”


Daun-daun itu tiba-tiba bergerak seperti baru saja tertiup angin. Padahal seseorang harus tahu di dalam dimensi ini tidak ada angin yang mungkin tertiup. Apakah tanaman itu sedang menunjukkan respons terhadap pertanyaan Qing Yue'er?

__ADS_1


“....”


Qing Yue'er tidak bisa berkata-kata. Dia sedikit tidak percaya, tetapi juga menjadi semakin tidak sabar. Dia semakin penasaran bagaimana pertumbuhan tanaman itu selanjutnya. Baiklah, dia akan menunggu lebih lama lagi. Mungkin akan ada kejutan di masa depan. Dia pun berlari kembali untuk mengambil air Yin Yang lebih banyak.


__ADS_2