Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Perubahan Xie Ying Fei


__ADS_3

Setelah mencari beberapa saat tetapi tidak menemukan hasil apa pun akhirnya Qing Yue'er menyerah. Dia tidak tahu di mana Mo Jingtian dan hanya bisa berharap jika tidak ada hal buruk yang terjadi padanya.


Pria itu sudah terbiasa pergi dan menghilang. Bukankah itu adalah hal biasa? Kenapa sekarang dia merasa tidak tenang? Mungkin karena cincin cahaya di tangannya.


Qing Yue'er tertawa sumbang. Akhirnya dia berbalik dan pergi meninggalkan dimensi Mo Jingtian. Setelah kembali ke kamar dia melihat ibunya ada di sana. Wanita itu menatapnya dengan penasaran. “Apa kamu menemukannya?”


“Tidak.” Qing Yue'er menggelengkan kepalanya.


“Kamu mencemaskannya,” ucap Xie Ying Fei yang merupakan sebuah pernyataan. Dia berdiri di tepi jendela sambil melihat ke luar. Semilir angin menerbangkan beberapa rambutnya. “Siapa dia? Apa identitasnya?”


Qing Yue'er merasa lidahnya menjadi kelu. “Bukankah Ibu sudah tahu? Namanya adalah Jing Tian.”


“Kau tahu maksudku, Qing Yue'er.” Tiba-tiba nada bicara Xie Ying Fei berubah menjadi lebih tajam.


Kali ini Qing Yue'er tidak tahu harus menjawab apa. Dia paham maksud pertanyaan ibunya. Wanita itu ingin tahu apakah Mo Jingtian itu seorang manusia atau sesuatu yang lain.


“Kenapa Ibu menanyakan ini? Bagaimana jika dia adalah manusia? Bagaimana jika dia dewa atau bahkan iblis?” tanya Qing Yue'er.


“Jika dia adalah manusia maka kamu harus meninggalkannya. Jika dia dewa maka kamu juga harus meninggalkannya, meskipun mungkin hanya sementara. Jika dia iblis maka kamu harus membunuhnya,” ucap Xie Ying Fei dengan nada yang tegas. Dia masih belum menatap Qing Yue'er.


“Aku tidak memiliki pilihan bukan? Pada akhirnya Ibu hanya ingin aku meninggalkannya.” Qing Yue'er berkata dengan lirih.


Xie Ying Fei berbalik menatap Qing Yue'er dengan serius. “Kamu harus tahu, jalanmu masih jauh. Aku tidak ingin seseorang menghambatmu.”


Qing Yue'er merasa sedikit kecewa dengan sikap ibunya. Sejujurnya dia tahu apa yang harus dia lakukan dan apa yang tidak boleh dia lakukan. Kenapa ibunya bersikap seolah-olah dia akan jatuh hanya karena Mo Jingtian?


Justru pria itu yang banyak menolongnya. Bahkan, dia tidak tahu bagaimana jadinya jika dia tidak memiliki Mo Jingtian. Dia memang tidak bergantung pada pria itu, tapi dia tidak bisa mengabaikan apa yang sudah dilakukan oleh Mo Jingtian untuknya.


“Sebenarnya aku tidak benar-benar tahu kenapa cincin di tanganmu itu menyala,” ucap Xie Ying Fei sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


“Apa maksud Ibu?” tanya Qing Yue'er tidak mengerti.


“Maaf, aku tidak bermaksud berbohong. Aku hanya ingin memastikan perasaanmu padanya. Aku tahu kamu sudah menyembunyikannya. Sekarang semuanya sudah jelas. Kamu menyukai pria itu dan mungkin itu lebih dari sekadar rasa suka.”


Qing Yue'er menatap ibunya tidak percaya. Dia benar-benar tidak menyangka. Jadi, ibunya sudah membohonginya hanya karena ingin mengetahui hubungannya dengan Mo Jingtian?


“Kenapa?” Qing Yue'er melangkah mundur. Sekarang dia benar-benar kecewa. Tidak tahukah kalau itu sungguh membuatnya cemas? Maksudnya, Mo Jingtian benar-benar menghilang. Jadi, dia pikir apa yang ibunya katakan adalah kebenaran.


“Tidak semua orang memiliki motif yang baik. Kamu harus tahu ini, Qing Yue'er.” Xie Ying Fei berkata dengan kejam. Mungkin baru kali ini dia berbicara pada Qing Yue'er dengan cara seperti itu.


“Aku tahu, sangat tahu. Tapi bukan seperti ini caranya. Kenapa Ibu harus mengatakan apa yang tidak Ibu ketahui?” Qing Yue'er mengusap wajahnya dengan kasar. Dia merasa sudah dipermainkan. Apakah dia berlebihan?


“Hanya dengan ini aku mendapat jawabannya. Bahkan, seperti ini pun kamu masih belum mengatakan semuanya padaku,” ucap Xie Ying Fei dengan nada datar. Sungguh, dia tidak ingin Qing Yue'er mengalami masalah hanya karena seorang pria yang dia tidak tahu identitasnya.


Seperti yang dia katakan sebelumnya. Entah itu manusia, dewa atau iblis, dia tidak ingin Qing Yue'er terlalu larut dalam hubungan antara pria dan wanita. Baiklah, awalnya dia tidak begitu menganggap ini dengan serius. Namun, barusan dia sudah memikirkan semuanya.


Dia melihat cincin di tangan Qing Yue'er. Sebenarnya dia tidak begitu tahu juga tentang itu. Tidak tahu kenapa cincin itu bisa menyala atau hal-hal yang terkait dengan cincin tersebut. Semua yang dia katakan sebenarnya hanya untuk memastikan hubungan Qing Yue'er dan perasaannya pada pria bernama Jing Tian itu.


Xie Ying Fei menatap Qing Yue'er dengan sorot mata yang cukup dingin. “Aku tidak ingin siapa pun menghambatmu. Aku tidak ingin fokusmu teralihkan pada orang lain.”


Qing Yue'er merasa sedikit tidak senang. Kenapa ibunya tiba-tiba berubah seperti ini? Kemarin wanita itu baik-baik saja dengan kedekatannya bersama Mo Jingtian. Bahkan, saat mereka berdua pergi meninggalkan ruangan karena Xie Mao, Xie Ying Fei tidak banyak memberikan respons. Namun, sekarang?


“Aku tidak tahu kenapa Ibu menjadi seperti ini,” ucap Qing Yue'er.


“Karena sekarang kamu benar-benar terbukti sudah mencintai seseorang dan menjalin hubungan dengannya. Sekarang biarkan aku bertanya. Jika dia dan ayahmu berada dalam situasi berbahaya, siapa yang akan kamu pilih?”


Qing Yue'er tidak bisa menjawab. Jika ayahnya dan Mo Jingtian sama-sama berada dalam situasi yang berbahaya, siapa dulu yang akan dia selamatkan?


“Kamu tidak bisa menjawab, 'kan?” tanya Xie Ying Fei.

__ADS_1


Qing Yue'er mengepalkan telapak tangannya. Tanpa mengatakan apa-apa dia langsung berlari pergi meninggalkan istana Tianjun. Dia benar-benar merasa buruk sekarang.


Xie Ying Fei ingin berteriak, tapi dia manahannya. Mungkin kali ini dia memang benar-benar egois. Gadis itu pasti marah padanya. Dia menarik napasnya perlahan. Kemudian dia menepuk tangannya satu kali.


Tiba-tiba dua sosok muncul dari udara kosong. Itu adalah dua orang wanita yang sama-sama mengenakan pakaian putih. Mereka langsung membungkuk hormat padanya.


“Nyonya, apakah ada yang bisa kami bantu?”


Xie Ying Fei kembali menatap ke luar jendela. Kemudian dia memerintah, “Cari tahu siapa identitas asli Jing Tian. Aku tidak ingin pria itu mencampuri kehidupan putriku. Hati-hati, aku merasa dia mengerti masalah tentang Yexuan. Kita tidak tahu apakah dia seorang teman atau musuh.”


“Baik.” Kedua bawahan wanita itu langsung mengangguk. Kemudian tanpa mengatakan apa-apa lagi mereka bedua langsung menghilang begitu saja.


***


Sementara itu Qing Yue'er pergi meninggalkan istana Tianjun. Sesungguhnya dia masih memikirkan keberadaan Mo Jingtian. Dia tidak ingin memikirkan apa yang ibunya katakan. Semuanya ternyata tidak sesederhana kelihatannya. Ibunya terlalu tidak bisa ditebak.


Dia bergerak tanpa tujuan hingga berakhir ke tempat-tempat di sekitar Pulau Langit. Saat dia sedang bingung tiba-tiba seseorang muncul tak jauh darinya. Itu adalah pria tua dengan dua kendi arak yang tergantung di ujung tongkatnya.


Pria tua itu tersenyum sambil mengamatinya dari atas ke bawah. “Jadi, apakah kamu putri satu-satunya Xie Ying Fei?”


Qing Yue'er mengerutkan keningnya. “Siapa kamu?”


“Aku?” pria tua itu menggosok hidungnya sambil terkekeh. “Mungkin kamu bisa memanggilku paman.”


“Paman? Aku tidak bisa percaya seseorang dengan mudah,” ucap Qing Yue'er. Lagi pula orang ini tiba-tiba datang di hadapannya dan mengaku sebagai pamannya. Bagaimana bisa semudah itu dia percaya?


Pria tua itu kembali terkekeh. “Tidak apa-apa, lagi pula itu sikap yang baik untuk tidak mudah percaya pada orang lain.”


Qing Yue'er tidak menjawab lagi sampai pria itu bertanya, “Gadis, bagaimana kamu bisa membuat Taotie menurutimu? Apakah kamu yang membebasknnya?”

__ADS_1


Bagaimana dia bia mengetahui Taotie? Qing Yue'er menjadi lebih berhati-hati. Orang ini terlalu aneh baginya


Pria tua bernama Duan Mu itu menatap Qing Yue'er dengan penasaran. Sejujurnya dialah yang melihat keberadaan Qing Yue'er saat berada di Pulau Langit. Ya, dia melihat gadis itu menyuruh Taotie untuk melahap Pulau Langit milik klan Liu. Itu membuatnya merasa tertarik.


__ADS_2