
Woosshhh!
Sinar tajam melesat secepat kilat ke arah paman Wuqing. Tapi paman Wuqing segera menghindar kesamping.
Hong Ming mendengus. "Kamu cukup mampu, tapi itu masih belum cukup."
Hong Ming mulai melepaskan serangan lagi. Tinjunya yang menghancurkan meluncur ke arah Paman Wuqing. Seharusnya untuk ukuran anak muda, tinjunya sudah sangat menyebabkan kerusakan.
Paman Wuqing tidak hanya diam. Dia melepaskan serangan balasan. Tinju mereka saling bertubrukan dengan keras. Energi spiritual bertabrakan membuat ruangan bergetar.
Puing-puing mulai berjatuhan ke lantai. Pertarungan di dalam ruangan membuat semuanya berantakan. Wajah mereka mulai bermandikan keringat, tapi masih belum ada hasil yang keluar.
"Tuan Hong, apakah kamu tidak akan berhenti?" Suara paman Wuqing terdengar ditengah pertarungan.
"Tidak sebelum meruntuhkanmu." Hong Ming menjawab dengan tajam. Dia akan menjatuhkan anak muda ini dulu sebelum berhenti.
"Maka biarkan aku yang mengakhirinya!"
Tiba-tiba paman Wuqing mundur kebelakang. Lalu tangannya yang ramping menjulur ke udara. Pedang panjang yang sangat indah muncul ditelapak tangannya. Pedang itu masih berada di dalam sarungnya tapi aura yang sakral sangat terasa terpancar dari pedang itu.
Hong Ming merasakan tekanan dari pedang Paman Wuqing. Dia mengerutkan keningnya. Hatinya menjadi lebih waspada.
Paman Wuqing maju dan menarik pedang dari sarungnya. Dia menebaskan pedangnya dengan cepat kepada Hong Ming. Qi pedang yang menyilaukan melonjak kedepan.
BOOMM!!
Ledakan yang memekakkan telinga terdengar di udara. Itu hanya tebasan ringan, tapi Hong Ming segera dipukul mundur. Dia terjatuh meludahkan seteguk darah.
__ADS_1
Dia terkejut melihat pedang panjang yang ada ditangan anak muda itu. Sepertinya itu adalah harta yang berkualitas tinggi. Bagaimana bisa ada harta berkualitas tinggi di tangan anak itu? Mungkinkah dia memiliki latar yang luar biasa?
Namun dari sudut lain hatinya, dia merasa sangat tergoda. Jika pedang itu jatuh ke tangannya, maka dia akan menjadi orang terkuat di kerajaan ini. Matanya berkilat dengan keserakahan.
Dengan susah payah, dia mencoba berdiri. Dia menatap Paman Wuqing dengan rumit. "Siapa kamu sebenarnya?"
"Tidak penting siapa aku. Kamu hanya perlu berhenti bermain-main dengan keluarga Bai." Paman Wuqing menjawab dengan dingin.
"Aku tahu kamu pasti bukan dari kerajaan Linxiang, apa aku benar?" Hong Ming tiba-tiba terkekeh. "Dan pedang itu terlihat sangat tirani. Itu bukan pedang biasa."
Paman Wuqing menegang lalu dia berteriak, "Berhenti mengucapkan omong kosong!"
Hong Ming tertawa lebar menyadari ketegangannya. Kemudian dia menghilang dari udara kosong. "Aku belum selesai dengan kalian."
Paman Wuqing merasa tidak senang. Sepertinya orang ini masih akan datang lagi lain waktu. Dia harus cepat-cepat meningkatkan kekuatannya.
"Aku baik-baik saja." Paman Wuqing tersenyum. "Kembalilah terlebih dahulu."
"Baik." Bai Yin Xue merasa pamannya akan mengatakan hal yang penting dengan ayahnya.Jadi dia memutuskan untuk keluar dari aula.
Setelah Bai Yin Xue pergi, paman Wuqing dan Bai Su hanya berdiam diri. Mereka bergulat dengan pikiran masing-masing.
Setelah beberapa saat, Bai Su menghela nafas. "Xie Wuqing, kamu tidak bisa mengeluarkan pedang ini dengan sembarangan. Itu akan menarik minat orang lain untuk mengambilnya."
"Tapi jika aku tidak melakukannya, akan terlalu sulit untuk menghadapinya." Xie Wuqing menjawab dengan tidak berdaya.
"Apa dia sekuat itu?" Bai Su terkejut.
__ADS_1
"Kekuatan kita hampir setara. Makanya aku secara paksa mengeluarkan senjata ini." Dia berhenti sebentar lalu melanjutkan. "Tuan Bai, terima kasih banyak telah merawat kami dengan sangat baik. Maaf telah membawamu banyak masalah."
"Tidak masalah. Kalau dulu kakakmu tidak menyelamatkanku mungkin aku sudah mati." Bai Su terkekeh.
"Tidak tahu kapan ini akan segera berakhir. Aku sungguh mengkhawatirkan mereka."
Xie Wuqing merasa sedih. Dia tidak tahu apakah keluarganya baik-baik saja. Sudah sangat lama dia pergi meninggalkan klannya. Saat itu dia hanya membawa pedang ini yang menjadi bagian dari Klan Xie.
"Sebenarnya aku ingin tahu musuh seperti apa yang kalian hadapi." Bai Su berkata dengan tidak peduli, tapi sebenarnya dia sangat ingin tahu.
Xie Wuqing mengepalkan tinjunya lalu berkata, "Jangan bicarakan hal itu."
"Baiklah. Kembalilah, tenangkan dirimu." Bai Su menepuk bahu Xie Wuqing dengan lembut sebelum berjalan pergi.
Keesokan harinya Bai Yin Xue mendatangi pelelangan. Saat dalam perjalanan, dia tidak sengaja bertemu dengan Ji Fan.
"Yin Xue apa kamu akan mengunjungi pelelangan juga?" tanya Ji Fan.
Bai Yin Xue menganggukkan kepalanya.
"Ayo ayo kita pergi bersama." Ji Fan berkata dengan semangat.
Mereka berjalan berdampingan. Jika orang lain melihat, mungkin mereka akan berpikir kalau mereka adalah sepasang kekasih.
Tepat saat mereka tiba di depan pelelangan, wajah yang tidak asing muncul. "Ayoh, apa kamu tidak malu membawa pasangan baru?"
Suara itu datang dengan penuh cemoohan. Tidak peduli siapa yang mendengar, mereka pasti merasakan permusuhan dari nada suaranya.
__ADS_1