Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Tiga Gadis


__ADS_3

Qing Yue'er mengikuti Ding Yuhua hingga tiba di sebuah ruang bawah tanah. Tempat itu memiliki beberapa penjaga yang tampak cukup terlatih. Kemungkinan ini adalah aset yang cukup penting bagi wilayah ini.


Ding Yuhua membawanya sampai di ujung ruangan. Di sana ada kotak kayu yang ukurannya tidak terlalu besar. Ketika dibuka, di dalam kotak itu ada sebuah slip bambu. Ukurannya kecil, di permukannya terdapat tulisan-tulisan yang sangat kecil.


"Kami menemukan teknik ini saat sedang melakukan perburuan ke tanah pemakaman. Berhubung saat itu kompetisi sudah dekat, jadi kami memutuskan untuk menjadikannya sebagai hadiah kompetisi," ucap Ding Yuhua. Dia menyerahkan slip bambu itu pada Qing Yue'er.


Qing Yue'er langsung menerimanya. Dia memeriksa slip bambu itu. Tulisan yang ada di sana merupakan mantra yang masih sangat asing di telinganya. Jika diperhatikan, itu lebih terlihat seperti sutra Buddhisme. Hanya saja auranya terasa berbeda.


'Teknik Lubang Hitam' tertulis sebagai namanya. Qing Yue'er tidak langsung mempelajarinya, sebaliknya dia menyimpan teknik itu di balik lengan bajunya.


"Terima kasih," ucap Qing Yue'er pada Ding Yuhua.


"Kamu layak mendapatkannya." Ding Yuhua terkekeh. Selanjutnya dia membawa Qing Yue'er untuk keluar dari ruangan bawah tanah itu. Mereka tidak bisa berada di sana lama-lama karena masih ada beberapa orang yang menunggu Qing Yue'er.


Ketika tiba di tempat kompetisi yang sebelumnya diadakan, di sana sudah sepi. Hanya ada segelintir orang yang hanya bersantai di sana.


Qing Yue'er menghampiri Jing Ling dan Daoist Black Three. Mereka masih menunggunya untuk rencana perjalanan selanjutnya. Namun sebelum itu, kedua matanya menangkap sosok dingin yang bersiap meninggalkan arena kompetisi.


"Tunggu!" seru Qing Yue'er pada sosok Snow Maiden. Kemudian dia melihat gadis itu yang berhenti untuk menatapnya.


"Ada apa?" tanya Snow Maiden.


Qing Yue'er memperhatikan Snow Maiden dengan hati-hati. Dia ingin mengukur kira-kira kelemahan apa yang dimiliki oleh gadis itu. Setelah beberapa saat akhirnya dia menemukan sesuatu yang cukup menarik.


"Kamu sedang mengkhawatirkan sesuatu?" tanya Qing Yue'er.


Sorot mata Snow Maiden sedikit meredup. "Bukan urusanmu."


Suaranya tetap dingin, seperti ingin mengusir keberadaan Qing Yue'er dengan sikapnya. Sayangnya Qing Yue'er tidak memedulikan hal itu. Dia malah terkekeh sambil menyilangkan lengannya.


"Aku hanya berusaha untuk menjalin pertemanan denganmu. Tidak perlu berpikir seolah-olah aku ini orang yang telah membunuh keluargamu," ucap Qing Yue'er dengan asal.


Namun, ternyata dia malah mengatakan hal yang membuat Snow Maiden semakin dingin. "Tidak ada yang namanya pertemanan," ucapnya.


"Yo, kenapa kamu begitu dingin? Apa aku telah menanyakan sesuatu yang benar? Jadi apa yang sedang kau khawatirkan?" tanya Qing Yue'er lagi. Dia merasa bahwa Snow Maiden memiliki sesuatu yang menjadi beban. Atau itu adalah sesuatu yang sedang dikhawatirkan olehnya.

__ADS_1


Snow Maiden menatap Qing Yue'er tanpa ekspresi. Mungkin baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang terlalu ikut campur dengan urusannya. Padahal sudah jelas kalau mereka tidak memiliki hubungan apa pun. Jangankan hubungan, bahkan mengetahui namanya pun tidak.


Sebenarnya dia cukup terkejut karena Qing Yue'er bisa menebak masalahnya. Dia memang memiliki kekhawatiran yang beberapa hari terakhir sudah melanda hatinya.


Siapa bilang dia adalah gadis yang dingin dan tanpa emosi? Apa yang sebelumnya dipikirkan oleh Qing Yue'er pastilah salah. Meskipun dia memiliki kedinginan, tetapi dia tetaplah manusia biasa, bukan seorang Abadi. Dia hanya berhasil menjaga emosinya tetap tenang, bukan berarti dia tidak memiliki emosi lagi.


"Apa kau bisa membantuku?" tanya Snow Maiden pada akhirnya.


Jika dia selalu menutup diri dari orang lain, saat ini dia merasa sedikit berbeda. Aura yang terpancar dari tubuh Qing Yue'er membuat dia mengatakan sesuatu dengan langsung. Ini memang sesuatu yang baru dia alami. Dia merasa gadis cantik di depannya itu dapat dipercaya olehnya.


"Kamu membutuhkan bantuanku?" Qing Yue'er bertanya dengan takjub. Tidak pernah disangka jika Snow Maiden akan mengatakan hal seperti itu terlebih dahulu. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Ya, tidak ada orang yang bisa dipercaya," ucap Snow Maiden.


"Lalu kenapa kamu percaya padaku?" Qing Yue'er bertanya dengan heran. Jika gadis itu berpikir tidak ada seseorang yang bisa dipercaya, kenapa dia malah meminta bantuan padanya?


"Aku hanya bertaruh. Semoga kamu bisa dipercaya." Snow Maiden berkata masih tanpa fluktuasi emosi.


Qing Yue'er terkekeh. Dia dapat melihat kalau Snow Maiden memang tidak mudah mempercayai orang lain. Terlihat dari bagaimana gadis itu menghindari orang lain, dia benar-benar menjauhkan diri dari interaksi.


"Lalu jika aku bisa membantumu, apa yang akan aku dapatkan?" tanya Qing Yue'er.


Snow Maiden terdiam selama beberapa saat. Setelah itu dia pun berbicara, "Hidupku akan menjadi milikmu."


Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya. Dia sudah tidak memedulikan kehidupannya, yang terpenting sekarang hanyalah bagaimana caranya agar dia bisa menyelesaikan masalahnya tanpa peduli apa akibat yang menantinya di masa depan.


Qing Yue'er tertegun. Sepertinya masalah yang dihadapi Snow Maiden bukanlah sesuatu yang sederhana. Jika tidak, gadis itu tidak mungkin menyerahkan hidupnya begitu saja.


"Kamu bisa menceritakan masalahmu. Aku akan mempertimbangkannya," ucap Qing Yue'er.


Snow Maiden menatap Qing Yue'er dengan hati-hati. Setelah beberapa saat dia mulai menceritakan masalahnya tanpa ragu.


Ternyata Snow Maiden adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana. Dia hanya tinggal dengan ayah dan kakak lelakinya yang lumpuh. Ibunya sudah mati sejak dia masih kecil. Kematian itu tidak begitu wajar, itulah kenapa dia menjadi semakin dingin ketika mendengar Qing Yue'er menyebutkan tentang pembunuhan.


Selama ini dia sudah mencoba mencari tahu tentang identitas si pembunuh. Namun setelah banyak pencarian, dia tidak menemukan hasil apa pun. Di sisi lain dia tiba-tiba menemukan fakta yang cukup mengejutkannya.

__ADS_1


Ternyata ibunya adalah keturunan keluarga yang cukup berpengaruh. Kebenaran ini disembunyikan darinya dengan sangat baik. Akhirnya dia mencoba menggali fakta dari ayahnya. Dan di sanalah dia menemukan kebenaran lain yang mengarahkannya pada pembunuhan ibunya.


Dulu ibunya adalah seseorang yang dicatat untuk mendapatkan banyak warisan keluarga. Hal itu tidak mengantarkan mereka pada kebahagiaan, melainkan justru menyebabkan mereka mendapat permusuhan dari anggota keluarga lainnya.


Karena merasa tidak tahan, akhirnya orangtua Snow Maiden memutuskan untuk pergi dari keluarga besarnya dan memilih untuk hidup dengan sederhana. Namun sepertinya masalah itu tidak pernah berhenti sampai akhirnya jazad ibunya ditemukan sudah tak bernyawa.


Jika itu berakhir sampai di sana, Snow Maiden tidak akan begitu khawatir. Masalahnya adalah sekarang ayah dan kakaknya mendapatkan teror lainnya. Teror itu memiliki kesamaan dengan bagaimana dulu ibunya juga diteror. Kemungkinan besar peneror itu adalah orang yang sama dengan orang yang membunuh ibunya.


Snow Maiden tidak mungkin membiarkan masalah ini begitu saja. Meskipun keluarganya hidup dengan sederhana, itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihilangkan. Dia tidak mungkin membiarkan ayah dan kakak laki-lakinya mengalami nasib yang sama dengan ibunya.


"Jadi kamu ingin aku membantumu mengungkap masalah itu?"


Snow Maiden mengangguk. "Aku tahu ini tidak pantas meminta bantuan pada orang yang tidak dikenal, tapi aku tidak memiliki pilihan lain," ucapnya. Dia telah memutuskan untuk membuang semua topeng teguhnya dan merendahkan diri untuk meminta pertolongan pada Qing Yue'er.


Qing Yue'er menimbang selama beberapa saat. Snow Maiden adalah individu yang cukup berbakat. Jika dia bisa melatihnya dengan baik maka gadis itu bisa dijadikan sebagai rekan yang kuat. Pada saat itu mereka bisa bersatu untuk menjadi mesin pembunuh yang menakutkan.


Menurut apa yang ibunya katakan, dia akan pergi ke klannya yang ada di alam Celestial. Itu adalah alam yang jelas lebih tinggi dari benua Tongxuan ini. Ada baiknya jika dia memiliki banyak rekan, kemungkinan mereka akan memberinya pertolongan jika dia mengalami kesulitan.


Bukankah manusia harus berpikir jauh ke depan?


Selain itu sebenarnya dia pergi melakukan ini dan itu karena dia sedang mencari Cloud Fairies. Jadi dia melakukan hal lain sambil mencari keberadaan Cloud Fairies. Dia tidak mungkin melupakan Qi Rong begitu saja bukan?


Namun, di sisi lain dia juga bingung. Dia sudah memiliki rencana untuk pergi ke Akademi Surgawi, jadi dia harus menjalankan rencana yang mana dulu?


"Aku bisa menolongmu, tetapi aku memiliki sesuatu yang harus dibicarakan dengan Daoist Black Three," ucap Qing Yue'er.


"Tidak perlu. Masalah akademi bukan sesuatu yang mendesak, kamu bisa menolong dia lebih dulu." Tiba-tiba Daoist Black Three berkata dari belakang. Ternyata pria tua itu sudah ada di sana sedari tadi, hanya saja Qing Yue'er tidak menyadarinya.


"Kalau begitu aku bisa langsung pergi denganmu," ucap Qing Yue'er pada Snow Maiden.


"Jangan lupa aku juga ikut dengan kalian." Jing Ling berkata dari kejauhan. Wajahnya terlihat sumringah, sepertinya dia juga tertarik untuk ikut campur dalam masalah orang lain.


Daoist Black Three tidak mengatakan apa-apa lagi. Ketiga gadis itu jika bersatu mungkin akan menciptakan sebuah kekuatan. Masing-masing dari mereka memiliki karakter uniknya tersendiri dan itu akan menjadi begitu menakjubkan.


Dia membelai janggutnya. Baiklah, dia akan mengamati bagaimana pergerakan ketiga gadis itu. Mungkin dia akan membantu menunjukkan sesuatunya jika ada sesuatu yang salah.

__ADS_1


__ADS_2