Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Menolak Lamaran


__ADS_3

Qing Yue'er dan Xie Wuqing akhirnya kembali setelah selesai dengan urusan mereka. Qing Yue'er merasa senang karena malam ini dia sudah melakukan sesuatu yang cukup besar untuk pamannya. Dia yakin setelah hari ini pria itu pasti akan sibuk memikirkan cara untuk mendekati Yuan Xin'er.


Setelah kembali ke kediaman, Qing Yue'er membenahi catatan mengenai daerah selatan Celestial. Dalam beberapa hari mungkin dia akan berangkat ke sana. Tidak peduli bahkan jika itu tempat yang berbahaya, lagi pula dia sudah biasa menantang bahaya.


Sisa malam ini Qing Yue'er gunakan untuk mengunjungi dimensinya. Sudah lama sejak dia bermain-main di sana. Pohon Persik Surgawi sudah tumbuh lebih tinggi. Bulu Terang dan Bulu Gelap juga menjadi semakin dewasa. Mereka sudah berbicara dengan cukup lancar.


Ketika melihat kedatangan Qing Yue'er, kedua Bulu itu berlari menyambutnya. “Hei! Kalian sudah tumbuh besar. Apa kalian sudah pernah memakan sesuatu yang layak? Kalian ingin makan daging?” tanya Qing Yue'er setelah mengacak bulu mereka.


“Daging? Apa daging sesuatu yang enak dimakan?” tanya Bulu Terang dengan polos. Selama mereka tinggal di dalam dimensi, mereka lebih banyak mengonsumsi air Yin Yang untuk bertahan hidup. Lagi pula tidak ada binatang liar yang tumbuh di sana.


“Tentu saja. Haa, kalian tidak akan bisa melupakan rasa itu,” jawab Qing Yue'er.


“Kalau begitu aku akan mencobanya sekarang,” ucap Bulu Terang. Sedetik kemudian dia menggigit lengannya sendiri hingga membuat Qing Yue'er tercengang.


“Bukan daging itu maksudku!” Qing Yue'er segera menarik lengan Bulu Terang agar menjauh dari mulut. Namun, binatang itu sudah terlanjur menggigit lengannya sendiri. “Muntahkan itu!” perintah Qing Yue'er.


Bulu Terang langsung menurutnya. Kemudian dia menatap Qing Yue'er dengan perasaan bersalah. Mungkin karena baginya dia sudah membuat Qing Yue'er marah dan itu adalah sebuah kesalahan.


“Bodoh sekali kau!” ejek Bulu Gelap yang merasa tidak tahan dengan tindakan bodoh saudaranya.


Qing Yue'er segera memeriksa lengan Bulu Terang yang ternyata sudah berlubang. Dia hanya bisa tersenyum masam. Inikah hasil asuhan Ying Jun? Bagaimana Ying Jun bisa membuat binatang rohnya menjadi bodoh? Ternyata burung itu sama sekali tidak bisa dipercaya untuk membesarkan binatangnya.


“Tidak apa-apa. Aku akan mengobatinya,” kata Qing Yue'er. Kemudian dia pun menggunakan qi spiritualnya untuk menutup luka Bulu Terang. “Apa kau merasa sakit?”


Beruang itu menggeleng. “Tidak, itu tidak sakit.”


Qing Yue'er mengangguk. “Nah. Kalau begitu, kalian tunggu di sini. Aku akan mencari sesuatu yang bisa kalian makan.”


Bulu Gelap dan Bulu Terang mengangguk dan membiarkan Qing Yue'er pergi. Tak selang lama gadis itu kembali membawa satu nampan penuh daging yang diambil diam-diam dari dapur istana. Besok pasti orang-orang dapur akan kebingungan mencari ke mana hilangnya simpanan daging mereka.


Ketika mereka melihat Qing Yue'er datang, mereka segera berseru, “B*jingan kecil sudah datang!”


“....”


Qing Yue'er menatap tajam pada mereka. “Siapa yang mengajari kalian bicara seperti itu?”


Bulu Terang dan Bulu Gelap segera menunjuk pada Ying Jun yang sedang terbaring cukup jauh. Qing Yue'er memutar bola matanya. Lagi-lagi Ying Jun sudah membodohi anak beruang itu. “Kau boleh menggunakan panggilan itu untuk Ying Jun, tapi sama sekali tidak boleh untukku,” ucap Qing Yue'er sambil tersenyum.


Akhirnya Bulu Terang dan Bulu Gelap mengangguk. Mereka berkata lirih, “Jadi itu paman b*jingan kecil.”


Qing Yue'er tertawa puas. Setelah itu dia langsung membakar daging yang dia bawa dengan bumbu seadanya. Padahal kedua beruang itu seharusnya bisa memakan daging mentah. Namun, Qing Yue'er lebih memilih mengolahnya.


Asap mengepul. Aroma daging panggang menyebar ke seluruh dimensi. Ying Jun akhirnya mengendus bau itu dan segera terbangun dari tidurnya. Dia senang melihat apa yang sedang dilakukan Qing Yue'er dan bersiap untuk memintanya. “Apa aku menerima bagianku?” tanya Ying Jun.

__ADS_1


“Paman B*jingan Kecil datang!” Bulu Terang bersorak penuh semangat.


Ying Jun memelotot pada Bulu Terang. “He! Hentikan panggilan itu! Kau yang ....”


“Hais. Bulu Terang, Bulu Gelap, ini untuk kalian,” ucap Qing Yue'er yang langsung memotong makian Ying Jun.


“Aku, bagaimana denganku? Aku ingin bagianku juga!” tuntut Ying Jun yang tidak begitu dipedulikan Qing Yue'er.


“Bagian kepalamu!”


“Oh, ayolah. Aku ingin sesekali makan makanan manusia juga,” rengek Ying Jun di depan Qing Yue'er. Namun, gadis itu hanya memberinya sepotong kecil, bahkan tidak sampai setengah dari bagian Bulu Terang dan Bulu Gelap.


“Sungguh tidak adil,” gumam Ying Jun yang masih bisa terdengar di telinga Qing Yue'er.


“Ying Jun, kau bisa mencari makanan sendiri di luar, tapi beruang-beruang ini tidak bisa,” ucap Qing Yue'er dengan datar. Sebenarnya dia hanya masih kesal pada burung itu.


Akhirnya Ying Jun menutup mulutnya. “Baiklah. Aku masih lebih beruntung daripada Jinlong.”


Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa lagi dan hanya fokus memerhatikan anak-anak beruang yang sedang menikmati daging panggang buatannya. Mereka terlihat menyukai makanan itu. Namun, ini hanya akan dilakukan sesekali. Untuk lain kali mungkin dia akan membiarkan mereka keluar dimensi selama beberapa saat.


***


Ketika pagi datang, Qing Yue'er sudah kembali ke kamarnya. Dia pergi keluar dan tanpa sengaja bertemu dengan Xie Linxi. Perempuan itu langsung menunduk dan tidak berani menatap Qing Yue'er secara langsung. Mungkin dia masih ingat dengan konflik di masa lalu.


Tidak butuh banyak waktu untuk sampai di sana. Di lantai 5 Qing Yue'er melihat ada banyak buku-buku dan gulungan-gulungan yang mungkin berisi teknik bela diri atau pengetahuan lainnya. Namun, dia datang ke sini bukan untuk belajar, melainkan untuk menikmati waktu santainya.


Qing Yue'er berjalan mendekati jendela lebar dan melihat ke luar. Angin sepoi-sepoi meniup rambutnya pelan. Qing Yue'er menikmati pemandangan di luar sana dari ketinggian. Benar-benar kehidupan normal yang dia suka.


Tiba-tiba tatapannya teralihkan ketika mendengar ribut-ribut dari arah bawah. Qing Yue'er melihat ada banyak orang sudah berkumpul di depan pintu gerbang istana Tianjun. Ini membuat dia merasa heran. “Siapa mereka?”


Kedua mata Qing Yue'er disipitkan dan dia melihat rombongan orang asing yang berbaris sambil membawa kotak yang entah berisi apa. Rombongan itu terdiri dari pria dan wanita paruh baya. Kemudian di tempat terdepan, Qing Yue'er melihat orang yang sudah tidak asing lagi baginya.


Itu adalah Gong Lanjiang!


Pria itu duduk di atas kuda dan dengan arogansi yang tinggi menunggu hingga gerbang istana dibuka. Kemudian Gong Lanjiang bersama dengan seorang pria tua lain memimpin rombongan itu masuk ke dalam. Qing Yue'er yang melihat hal ini langsung mengerutkan kening dalam-dalam. Untuk apa pria b*jingan itu datang ke sini?


Sementara di bawah sana, Xie Song dikejutkan dengan kedatangan tamu yang tidak pernah dia duga. Gong Lanjiang yang merupakan calon kepala klan Gong di masa depan, datang bersama wakil kepala istana Meide, Gong Liufeng. Dia benar-benar tidak tahu maksud kedatangan mereka.


“Silakan duduk,” ucap Xie Song. “Ah, aku merasa terkejut dengan kedatangan tamu-tamu terhormat ini.”


Gong Liufeng tersenyum kaku. “Sebenarnya ada alasan penting kenapa kami datang ke sini membawa banyak orang.”


“Paman, jangan bertele-tele,” ucap Gong Lanjiang yang merasa tidak sabar.

__ADS_1


Akhirnya Gong Liufeng berdehem. “Putra Gong kami secara tidak sengaja melihat cucumu di Puncak Awan Abadi. Lanjiang secara langsung mengakui sudah merasa tertarik dan secara tulus ingin menyampaikan niat baiknya.”


Lidah Xie Song mendadak kelu mendengar ucapan Gong Liufeng. Dia tidak pernah menyangka akan ada monster besar yang mendatangi istana Tianjun untuk masalah seperti ini. Pria itu ingin meminang Qing Yue'er. Apa yang harus dia lakukan?


“Bagaimana Ketua Xie?”


Xie Song menghela napas panjang. “Aku merasa terhormat dengan niat itu. Namun, aku tidak bisa memutuskan ini secara pribadi. Mungkinkah kalian berkenan untuk menunggu beberapa hari? Kami akan menyampaikan jawabannya,” Xie Song berkata dengan hati-hati agar tidak menyinggung mereka.


Reputasi buruk Gong Lanjiang sudah menyebar luas. Dia benar-benar tidak ingin cucu satu-satunya berakhir dengan orang seperti itu. Namun, dia tidak bisa menolak begitu saja. Dia harus memikirkan alasannya dengan baik.


“Bagaimana jika aku tidak mau menunggu? Seluruh Celestial sudah tahu tentang keberangkatanku ke sini. Klan Xie tidak mungkin mempermalukan klan Gong, kan?” Gong Lanjiang menatap Xie Song tanpa merasa takut.


Xie Song mengerutkan kening samar. Perasaannya menjadi sedikit tidak senang. Jadi mereka sudah menyebarkan informasi ini pada orang lain tanpa sepengetahuan klan Xie?


“Aku tidak berharap ada penolakan. Ketua Xie, jika kalian menolak niat baik klan Gong maka orang lain juga tidak akan ada yang berani mencoba meminang cucumu. Jika mereka melakukannya maka mereka sama saja sedang menyinggungku.”


Xie Song semakin merasa tertekan. Apa yang dikatakan Gong Lanjiang memang benar, tetapi dia tetap tidak bisa. Dia masih mengharapkan yang terbaik dari yang terbaik. Lagi pula sepertinya gadis itu sudah memiliki hubungan spesial dengan Tuan Muda Jing Tian yang pernah datang dan menginap di sini.


Pada saat Xie Song tidak tahu harus mengatakan apa, tiba-tiba suara lantang datang dari luar. “Jadi kenapa jika tidak ada yang berani meminangku? Gong Lanjiang, jangan kurang ajar. Aku jelas-jelas sudah menolakmu secara langsung.”


Semua orang seketika menoleh pada arah asal suara. Kemudian mereka melihat seorang gadis yang berjalan masuk dengan tatapan dinginnya. Orang yang sebelumnya tidak pernah melihat Qing Yue'er langsung terkejut dengan kecantikannya.


Apakah itu Nona Qing yang sedang diinginkan oleh tuan muda mereka? Pantas saja tuan muda mereka sangat kukuh dengan keinginannya. Lagi pula gadis itu benar-benar luar biasa.


Gong Lanjiang memicingkan mata sebentar. “Nona Qing, kau harus memikirkan ini dengan baik. Akibat atas penolakanmu mungkin tidak akan sederhana.”


“Aku sudah mengatakannya dengan baik. Apa kalian ingin mendengarnya? Baik.” Qing Yue'er mengangguk. “Permintaan maaf, nona ini sungguh tidak bisa menerimanya.”


“Kamu ....” Gong Lanjiang menatap marah pada Qing Yue'er. Ditolak mentah-mentah seperti ini benar-benar sangat memalukan. Apa belum cukup puas kemarin gadis itu mempermalukannya di Puncak Awan Abadi?


“Aku tidak akan mengatakannya untuk beberapa kali. Jadi, silakan kembali. Aku tidak akan mengantar semua orang keluar,” ucap Qing Yue'er tanpa merasa harus berpura-pura. Dia sendiri merasa marah jauh di dalam hati. Pria itu benar-benar memiliki keras kepala yang buruk.


Gong Liufeng menggertakkan giginya marah. Dia datang ke sini dengan penuh percaya diri. Bahkan klan Gong sudah menginformasikan ini pada orang-orang di Celestial agar Xie Song tidak menolak Gong Lanjiang. Namun, gadis itu menghancurkan semuanya dengan begitu mudah.


Bagaimana mungkin klan Gong masih memiliki wajah untuk menghadapi semua orang nanti? Bukankah orang lain akan menertawakan klan mereka?


“Kalian benar-benar membuat keputusan yang salah. Lianjiang, ayo pulang! Jangan katakan apa pun lagi pada mereka!” Gong Liufeng bersetu keras. Dia bangkit dari tempat duduk dan mengibaskan tangannya dengan marah.


Gong Lanjiang mendengkus dingin. Dia sudah tidak memiliki jalan lain yang lebih baik. Awalnya jika gadis itu mau menerimanya, dia akan memanfaatkan itu untuk membalaskan keluhannya kemarin. Dia bisa memperlakukan gadis itu semena-mena untuk kesenangan pribadinya. Namun, semua keinginan itu sudah lenyap. Sekarang hanya ada kebencian dan dendam.


***


Jangan lupa jempol like dan komennya yaa.

__ADS_1


__ADS_2