Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Tuan Pengadilan Surgawi


__ADS_3

Gunung Salju Abadi adalah pegunungan bersalju yang terdiri dari beberapa puncak, lembah dan jurang yang sangat terjal. Permukaannya banyak terdapat gerigi yang tercipta dari es dan salju. Hampir sepanjang waktu badai salju terjadi di tempat itu. Suhunya yang jauh di bawah batas normal akan menyiksa bahkan melukai siapa pun yang tinggal di sana.


Sosok Di Feng Xi muncul dari array pintu masuk Gunung Salju Abadi bersama dengan Dewa Alkimia. Menurut peraturan Pengadilan Surgawi, Dewa Alkimia harus dihukum selama 150 tahun pengurungan dalam hitungan waktu gunung bersalju ini.


Gunung Salju Abadi berada di dimensi lain dan memiliki hitungan waktu yang lebih panjang dari dunia pada umumnya. Waktu 150 tahun hampir sama dengan 300 tahun di dunia normal. Ini akan menjadi hukuman yang cukup berat untuk seorang dewa.


“Di Feng Xi, tidakkah kau ingin menguranginya? Aku tidak akan melakukan hal seperti ini lagi,” ucap Dewa Alkimia yang mulai merasa kedinginan. Padahal dia yakin tempat pengurungannya bukan di sini, pasti akan menjadi tempat dengan titik paling dingin. Dia tidak ingin menderita hal semacam itu.


“Di Chang Mo, aku tidak bisa melakukan hal istimewa seperti itu. Jika tuan mengetahuinya maka aku akan mendapat hukuman.” Di Feng Xi menjaga suaranya agar terdengar lirih. Dia tidak ingin sosok yang disebutkan itu mendengar ucapannya.


Dewa Alkimia mengembuskan napas panjang. Ada sedikit keputusasaan. Beberapa kali dia pernah melihat dewa yang keluar dari Gunung Salju Abadi. Kebanyakan dari mereka akan membungkam mulut, tidak mau mengatakan apa yang terjadi di dalam. Namun pastinya tidak mungkin ada hukuman dewa yang terasa mudah.


“Kalau begitu aku tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Dewa Alkimia pasrah. “Bawa aku ke sana.”


Di Feng Xi baru saja hendak mengantar Dewa Alkimia menuju tempat hukuman ketika tiba-tiba melihat cahaya putih yang melesat dan berhenti di depan mereka. Cahaya putih itu membungkus sosok yang tidak terlihat dengan jelas. Melihat kedatangan itu membuat Di Feng Xi dan Dewa Alkimia segera membungkuk hormat.


“Tuan ....”


“Di Feng Xi, pergilah. Aku ingin bertanya beberapa hal pada Dewa Alkimia.” Sosok bercahaya itu memberikan perintah.


“Tuan, ini ....” Di Feng Xi merasa ragu.


“Aku yang akan memberikan hukuman untuknya.”

__ADS_1


Setelah mendengar ini Di Feng Xi tidak berani mengatakan apa-apa. Sosok yang dihadapinya adalah tuan dari Pengadilan Surgawi, satu-satunya dewa yang kedudukannya berada di atas para dewa lainnya. Melawannya hanya akan menyebabkan malapetaka.


Akhirnya Di Feng Xi membungkuk sejenak dan langsung pergi meninggalkan Gunung Salju Abadi. Dia tidak bisa mempertanyakan kedatangan tuannya meskipun sebenarnya ini hal yang cukup langka. Mungkin memang ada hal penting yang ingin dibicarakan dengan Dewa Alkimia.


Sementara itu Dewa Alkimia merasa lututnya menjadi lemas. Dia segera berlutut pada sosok agung di hadapannya. “Tuan, aku telah bersalah. Aku berjanji tidak akan melakukan perbuatan ini lagi!” Dia membenturkan dahinya beberapa kali untuk meminta permohonan.


“Liu Chang Mo, kenapa kamu pergi ke Bumi waktu itu?”


Jantung Dewa Alkimia seakan berhenti. Sebelumnya dia tidak pernah membayangkan suatu saat akan menerima pertanyaan seperti ini dari tuannya. Belasan tahun yang lalu dia memang pergi ke dunia lain, lebih tepatnya sebuah wilayah yang dikenal sebagai Bumi.


“Apa kau pikir aku tidak akan mengetahuinya?” tanya sosok itu lagi. Suaranya tidak terdengar menakutkan, tidak pula kasar atau mengandung kemarahan. Namun entah kenapa itu membuat Dewa Alkimia merasa takut.


“Aku .... Sebenarnya aku ingin melihat-lihat bagaimana keadaan tempat itu,” jawab Dewa Alkimia dengan gugup.


Dewa Alkimia segera bersujud lagi. Dengan takut-takut dia menjawab, “Tuan, maafkan aku. Saat itu aku dibutakan oleh kebencian dan berniat untuk membunuh keturunan Qing Yexuan. Maafkan aku!”


Sosok dalam cahaya terdiam sesaat. Setelah itu dia pun berkata, “Sayangnya kamu tidak berhasil, lalu hari ini kamu berniat untuk melanjutkan hal yang sempat tertunda.”


“Tidak, itu tidak benar! Aku hanya ingin menghukumnya karena gadis itu sudah melepaskan Taotie. Bukankah itu sama dengan menentang Pengadilan Surgawi? Tuan, tolong biarkan aku menghukumnya ....”


Suara desauan angin memecah ketegangan yang terjadi. Dewa Alkimia menahan napasnya, seakan-akan dia akan mati jika dia sampai mengembuskan napas. Saat ini dia masih berlutut dan tidak berani mengangkat kepalanya.


“Kamu sungguh memiliki keberanian. Bertindak tanpa persetujuan Pengadilan Surgawi.” Sosok itu berkata dengan suara yang halus.

__ADS_1


Dewa Alkimia tidak berani menjawab lagi. Kali ini sepertinya dia benar-benar akan terjun ke dalam jurang kematiannya. Rasa putus asa semakin banyak menyelimuti hatinya.


“Siapa saja yang kau lihat di sana?”


“Xie Ying Fei dan ... Di Futian. Itu dia!” jawab Dewa Alkimia dengan cepat.


“Oh? Dia ada di sana?” Diam-diam sosok bercahaya itu menarik sudut bibirnya. “Di Futian, Mo Jingtian ...,” gumamnya yang kemudian terdiam selama beberapa saat. Sepertinya da hal yang sedang dipikirkan.


“Apa kau ingin terbebas dari hukuman, Liu Chang Mo?”


Kedua mata Dewa Alkimia langsung melebar. Dia tidak tahu apa tujuan tuannya bertanya seperti itu. Namun tanpa merasa ragu dia langsung mengangguk. “Tuan, aku ingin terbebas. Aku akan melakukan apa pun yang tuan inginkan jika itu bisa membebaskanku dari hukuman,” ucap Dewa Alkimia dengan tegas.


Sosok bercahaya itu tampak memutar tubuhnya hingga membelakangi Dewa Alkimia. “Kalau begitu ... pergi temui Di Feng Xuan. Kau akan tahu apa yang harus dilakukan.”


Dewa Alkimia langsung mengangkat kepala menatap sosok itu. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar. Apakah ini merupakan sebuah hak istimewa dari tuan Pengadilan Surgawi? Dia benar-benar dibebaskan dari hukuman.


“Terima kasih, Tuan. Aku akan segera menemui Di Feng Xuan!” Perasaan Dewa Alkimia menjadi penuh kebahagiaan. Tidak peduli apa, dia pasti akan melakukan apa yang ditugaskan untuknya.


“Di Chang Mo, kau harus ingat, ini adalah misi rahasia langsung dari tuan Pengadilan Surgawi.”


Dewa Alkimia langsung mengangguk mengerti. Itu berarti dia harus bersembunyi dan tidak membiarkan dewa lain mengetahui kebebasannya. Sekarang dia menjadi semakin penasaran tentang apa yang akan menjadi tugasnya.


Sosok bercahaya itu tidak mengatakan apa-apa lagi. Hanya dengan kedipan mata dia sudah menghilang dari sana. Dewa Alkimia yang menyaksikan kepergian itu akhirnya bisa bernapas lega. Ketegangan itu lenyap digantikan dengan antisipasi yang tinggi.

__ADS_1


“Hahaha ....”


__ADS_2