Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Memeras Informasi


__ADS_3

Qing Yue'er membantu memeriksa luka di bahu Jing Ling. Itu adalah luka sayatan. Beruntung Jing Ling memiliki teknik untuk meyumbat aliran darah sehingga dia tidak terlalu banyak kehilangan darah.


Setelah merawat lukanya, Jing Ling mendekat ke arah dua orang yang sudah berlumuran darah. Dia memeriksa keadaan mereka yang masih ada sisa napas terakhir. Kemudian dia sedikit memberi suntikan qi spiritual untuk menyadarkan mereka.


Qing Yue'er hanya menyaksikan perbuatan Jing Ling dari tempat duduknya. Dia tahu bahwa orang-orang itu bisa mereka gunakan untuk memeras informasi. Jadi sebelumnya dia tidak terburu-buru membunuhnya. Saat ini dia akan melihat pertunjukan yang dilakukan Jing Ling.


Dua pria yang tergeletak itu akhirnya membuka mata. Mereka melirik Jing Ling dan menatap Qing Yue'er penuh kebencian. Jika bukan karena gadis itu pasti mereka tidak akan berakhir seperti ini.


Dan sekarang mereka akhirnya tahu kalau Jing Ling dan Qing Yue'er ternyata berada dalam kelompok yang sama. Sayangnya akting Qing Yue'er terlalu bagus, meskipun sebelumnya mereka sudah mendeteksi kejanggalan tapi tetap saja akhirnya mereka yang berakhir menderita.


"Teman, apa kau mau menceritakan siapa tuanmu itu dan untuk apa dia datang ke sini?" tanya Jing Ling yang masih tampak normal.


Pria berjubah merah itu mendecih dan menatap Jing Ling penuh cemoohan. "Bahkan jika kulitku terkelupas, aku tidak akan pernah memberitahumu."


"Benarkah? Kalau begitu aku harus mencoba apakah kata-katamu benar atau tidak," ucap Jing Ling dengan enteng. Dia mengambil belati yang sebelumnya digunakan untuk mengancam Qing Yue'er.


Setelah itu apa yang terdengar di kamar itu hanyalah suara-suara teriakan yang bergema. Orang lain yang mendengarnya pasti akan bergidik ngeri. Bahkan dari suaranya saja mereka bisa merasakan seberapa menyakitkannya itu.


"Aahhh! Percuma hahaha! Percuma kau melakukan ini, aku tidak akan pernah mengatakan apapun," teriak pria berjubah merah.


"Aku tidak percaya," ucap Jing Ling. Lalu dia mulai menyiksa orang-orang itu lagi.


Qing Yue'er merasa telinganya mulai berdenyut karena mendengar teriakan yang tak kunjung berhenti. Akhirnya dia tidak tahan lagi dan bangkit mendekati mereka.


Dia bisa melihat lantai kayu yang dialiri darah merah. Senyuman pun tersungging di bibirnya. "Bukankah kalian tidak akan mengatakan apa pun?"


Dia hanya mendengar decihan yang keluar dari mulut kedua pria itu. "Bagus. Aku ingin melihat seberapa tahan kalian menghadapi jarumku."


Wooshh! Woossh!


Puluhan jarum perak meluncur cepat dari tangan Qing Yue'er dan memasuki pembuluh darah kedua pria yang saat ini hanya menatap horor padanya.


"Aahhh!"


Jarum yang dikirim Qing Yue'er bukanlah jarum biasa. Itu karena dia telah membubuhinya jauh-jauh hari menggunakan racun. Meskipun itu bukan racun mematikan namun setiap inci pembuluh darah yang dilewatinya akan terasa panas terbakar.

__ADS_1


Setiap jarum berkeliaran dengan bebas di dalam pembuluh darah. Bayangkan saja, seberapa kecil ukuran pembuluh darah manusia? Dan jalur sempit itu dilewati oleh jarum beracun dengan bebas. Bukankah itu sangat menyakitkan?


"B*jingan! Aahh!"


"Ayo katakan, aku pasti akan melepaskan rasa sakitmu," ucap Qing Yue'er.


Jing Ling hanya menatap Qing Yue'er dengan takjub. Dia tidak menyangka ternyata gadis itu juga pandai menyiksa orang. Beruntung sebelumnya dia tidak benar-benar membuat Qing Yue'er marah, atau dia tidak tahu akan berakhir seperti apa.


"Aku ... tidak akan mengatakannya!" teriak pria berjubah merah dengan napas yang tersendat.


Qing Yue'er tidak marah. Dia hanya menyaksikan mereka dengan tangan bersedekap. Dia akan menunggu sampai mereka menyerah.


"Aku ... aku yang akan mengatakannya."


Kali ini giliran pria berpakaian hitam yang berbicara. Mungkin dia sudah tidak bisa menahannya. Rasa sakit seperti itu, siapa yang akan bisa bertahan? Lebih baik mati dari pada harus menerima siksaan panjang seperti ini.


"B*jingan! Jangan pernah mengatakannya!" Pria berjubah merah meneriaki kawannya. Dia benci pengkhianatan, itulah kenapa dia masih bersikeras mempertahankan pendiriannya.


"Aku tidak peduli. Bagaimanapun juga aku pasti akan mati!"


Qing Yue'er merasa puas. Tanpa banyak bicara dia menggerakkan jarum pada tubuh pria berjubah merah menuju jantung. Saat itu juga pria itu langsung menjerit dengan mata yang membulat. Detik selanjutnya tidak ada lagi napas yang terembus.


Tanpa basa-basi lagi dia langsung membuka mulutnya. "Sebenarnya aku tidak tahu terlalu banyak. Aku hanya tahu bahwa Nona Mei Yiran menggunakan sitarnya untuk menyerap kekuatan jiwa dari orang-orang yang mendengarkannya," ucap He Jiu.


Qing Yue'er mengangkat alisnya. Jawaban ini tidak jauh-jauh dari perkiraannya. Dia memang sudah memikirkannya dengan saksama dan itu memang berhubungan dengan kekuatan jiwa.


"Apa ada orang lain yang membantunya?" tanya Qing Yue'er.


"Aku tidak tahu secara pasti, tapi dia memiliki asal usul yang misterius di kota Fuli."


Qing Yue'er dan Jing Ling saling menatap. Mereka yakin bahwa Mei Yiran pasti bukan seseorang yang sederhana. Pasti ada sesuatu di balik kemisteriusan wanita itu.


"Lalu tujuan apa yang dia inginkan?" tanya Jing Ling.


Tanpa ragu He Jiu menjawab, "Aku hanya tahu jika dia mengumpulkan kekuatan jiwa ke dalam satu tempat. Mungkin dia akan menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan atau sesuatu."

__ADS_1


Qing Yue'er menghela napasnya. Informasi ini tidak terlalu spesifik. Dia ingin menanyakan banyak hal tapi He Jiu tidak mengetahui banyak hal. Sepertinya pria itu hanya bawahan kecil Mei Yiran.


"Aku ... bisakah kau membunuhku? Aku pasti tidak akan bisa hidup dengan baik setelah ini," pinta He Jiu setelah dia selesai memberikan semua informasi yang dia tahu.


Mendengar permintaan itu Qing Yue'er dan Jing Ling merasa terkejut. Akan tetapi mereka bisa mengerti. Jika Mei Yiran tahu bahwa He Jiu membocorkan masalahnya pasti dia tidak akan membiarkannya hidup. Seperti yang He Jiu katakan sebelumnya, bagaimanapun juga dia pasti akan mati.


"Aku bisa membiarkanmu hidup," ucap Jing Ling. "Jadilah baik dan pergi ke keluarga Jing. Aku bisa menjamin keselamatanmu jika kau tidak akan berhubungan lagi dengan rubah Mei Yiran."


He Jiu tertegun mendengar penawaran Jing Ling. Awalnya dia berpikir kedua gadis ini adalah orang yang kejam dan tak berperasaan. Ternyata tidak seperti itu, mereka bahkan memberinya kesempatan untuk hidup.


Jika membandingkan dengan Mei Yiran, tentu saja mereka adalah orang yang berbeda. Mei Yiran mungkin terlihat ramah dan berbudi luhur, tapi manusia tidak bisa menilai seseorang dari penampilan luarnya saja.


"Baik. Aku pasti akan mengabdikan diri pada keluarga Jing."


***


Setelah menyelesaikan masalah He Jiu, Jing Ling akhirnya menyuruhnya untuk pergi setelah memberikan beberapa perawatan ringan. Dia berdiri mengamati satu mayat yang masih tergolek di lantai.


"Aku akan mengurus orang ini," ucapnya.


Qing Yue'er menggeleng. "Biarkan aku mengurusnya sendiri."


Ya, ketika melihat mayat dia akan teringat pada Taotie. Makhluk itu benar-benar tempat pembuangan yang baik.


"Baiklah. Xinyu, sebelumnya maafkan sikapku yang kasar. Aku juga ingin berterima kasih karena kau sudah membantuku," lanjutnya.


Qing Yue'er terkekeh. "Tidak masalah. Sebenarnya aku membantumu karena aku memang ingin mendapatkan informasi darimu."


"Informasi?"


"Ya. Sebelumnya aku sudah berpikir untuk menyelidiki Mei Yiran," ucap Qing Yue'er.


Jing Ling memeriksa Qing Yue'er dari atas ke bawah. Dia nampak berpikir beberapa saat. "Kamu pasti pendatang baru bukan? Aku tidak mengerti kenapa kamu memilih untuk memusuhinya, apa mungkin dia telah menyinggungmu?"


"Tidak. Aku lebih penasaran dengan orang di belakang Mei Yiran. Sepertinya akan ada sesuatu yang lebih menarik." Qing Yue'er berkata dengan santai.

__ADS_1


"Ya, kamu memang benar. Saat itu mungkin kita bisa bekerja sama," ucap Jing Ling. "Baiklah, kalau begitu aku harus pulang sekarang. Jika ayahku tahu kalau aku telah membuat masalah, pasti dia tidak akan segan memukulku."


Qing Yue'er hanya tersenyum. Dia melihat Jing Ling yang pergi sambil melambaikan tangan. "Ya. Kita akan bekerja sama."


__ADS_2