
Setelah mengatakan beberapa patah kata pada Jinlong, Qing Yue'er pun pergi kembali ke dalam gua. Namun, sebelum masuk dia menitipkan beruang kecilnya pada Ying Jun. Anak kecil itu sepertinya lebih bisa diandalkan daripada Mo Jingtian. "Ying Jun, bantu aku mengurus mereka. Aku tidak mungkin setiap hari keluar masuk ke dalam dimensi untuk memeriksa keadaannya."
Ying Jun mengangguk. "Aku bisa melakukannya, tapi bukankah aku harus mendapatkan sesuatu yang lebih istimewa?"
"Jadi, apa yang kamu inginkan?" tanya Qung Yue'er.
"Mungkin sesuatu yang bisa membantu meningkatkan kekuatanku." Ying Jun berkata dengan mata penuh harap. Bagaimanapun juga dia sudah lama belum melakukan terobosan lagi. Itu karena dia tidak begitu banyak mendapat kebebasan. Dia tidak bisa pergi keluar untuk mencari sumber daya.
Qing Yue'er membelai dagunya. Setelah beberapa saat akhirnya dia pun mengangguk. "Aku akan memberikannya jika aku telah mendapatkan sesuatu yang layak." Dia menyerahkan Bulu terang dan Bulu Gelap pada Ying Jun. "Kamu harus merawatnya dengan baik. Itu akan lebih baik jika pria itu tidak mengintimidasi kalian."
Ying Jun tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya bisa menghela napas dengan pelan. Sebenarnya dia tahu apa yang sedang dilakukan oleh naga hitam milik Mo Jingtian. Mereka bukan sedang mengintimidasinya, melainkan sedang melatih Jinlong. Hanya saja naga hitam itu terlalu kejam yang justru membuat Jinlong merasa takut.
Setelah itu, Qing Yue'er masuk ke dalam gua. Dia melihat Mo Jingtian yang saat ini sudah menunggunya. Naga hitam yang sebelumnya masuk sudah tidak ada di sana. "Bukankah kamu harus memberikan sebuah penjelasan?"
"Apa yang ingin kamu tahu?" tanya Mo Jingtian. Dia duduk di atas sebuah kursi batu. Jika dilihat dari jauh, pria itu nampak seperti lukisan hidup.
"Naga hitam itu ... kenapa kamu menyuruhnya untuk menggertak Jinlong?"
"Dia menggertaknya? Aku tidak tahu. Sepertinya aku harus menghukumnya nanti." Mo Jingtian berkata dengan acuh tak acuh. Tidak ada perubahan ekspresi dalam wajahnya.
"Tidak tahu malu! Kamu bahkan berpura-pura tidak bersalah, tapi lupakan saja. Aku tidak harus marah hanya karena hal seperti ini." Qing Yue'er mengibaskan lengan bajunya. "Aku akan pergi sekarang. Ingat, jangan menggertak binatang-binatang itu." Dia berniat untuk pergi tapi ketika dia ingin keluar rasanya seperti ada penghalang tertentu yang membuatnya tidak bisa keluar dari dimensi ini.
"Apa kamu akan pergi secepat itu? Tidakkah kamu ingin duduk di sini sebentar untuk menemaniku?" Suara Mo Jingtian terdengar pelan.
Qing Yue'er menatap datar. "Jadi sekarang kamu juga ingin menggertakku?"
__ADS_1
"Ya, bagaimana dengan itu?"
"...."
Qing Yue'er berlari dengan cepat mendekati Mo Jingtian. Dia menggertakkan giginya dan tinjunya terkepal erat. Dengan kuat dia pun meninju Mo Jingtian tanpa ragu-ragu. "Aku masih kesal! Jadi kamu sudah tahu aku menghadapi monster itu tapi kamu hanya diam menontonnya?!"
Mo Jingtian tersenyum tipis. Dia hanya cukup menggunakan telapak tangannya untuk menepis serangan Qing Yue'er. "Bukankah kamu yang tidak ingin mengandalkan orang lain?"
Qing Yue'er tidak begitu peduli. Sekarang dia malah menemukan minat untuk bertempur melawan Mo Jingtian. Dia mulai melakukan gerakannya dengan serius dan akan menggunakan pria itu untuk bahan pelatihannya sendiri. Sedangkan Mo Jingtian hanya membiarkan gadis itu melakukan sesukanya. Dia juga bisa mengerti apa yang sedang dipikirkan olehnya.
"Turunkan kultivasimu! Bagaimana kalau kita bertempur dengan adil?" Qing Yue'er menaikturunkan kedua alisnya.
"Baik." Mo Jingtian menurutinya. Dia langsung menurunkan kultivasinya menjadi level 1 alam duniawi. Seseorang memang bisa memalsukan kultivasi menjadi lebih rendah sesuai kemauan mereka. Sekarang kedua orang itu berada dalam ranah yang sama.
Whossh whooshh!
Mo Jingtian tidak ingin memanjakan gadis itu. Dia menggunakan bola api kecil yang jumlahnya tidak sedikit dan melemparkannya ke arah Qing Yue'er. Dia melemparnya dengan kecepatan kilat serta urutan yang bertubi-tubi.
Bbzzz!
Bola api masuk ke dalam lubang hitam ketika Qing Yue'er menggunakan teknik Lubang Hitam miliknya. Setiap kali bola api menyerang, dia selalu menciptakan lubang hitam yang lain lalu bola api itu akan lenyap begitu saja. Sayangnya hal tu membuatnya lebih banyak menguras energi. Sepertinya dia harus memikirkan cara lain.
Dia meluncur ke depan dan menggunakan serangan langsung. Kaki dan tangannya melakukan tinju serta tendangan dengan cepat dan mantap. Namun, meskipun Mo Jingtian sudah menurunkan kultivasinya ternyata tetap saja itu sangat sulit untuk dikalahkan. Kedua orang itu melakukan pertempuran hingga membuat bagian gua itu bergetar.
Ying Jun yang ada di luar gua pun mengerutkan keningnya. Dia bisa merasakan fluktuasi energi dari kedalaman gua. Apakah kedua orang itu sedang bertempur? Dia mendecakkan lidahnya dengan kesal. "Bulu Terang, Bulu Gelap, kalian pikir kenapa mereka harus saling bertempur?"
__ADS_1
Kedua beruang yang ditanyai oleh Ying Jun hanya menatap dengan tidak mengerti. Akhirnya Ying Jun pun mengembuskan napas. "Biarkan saja, lakukan sesuka mereka. Hanya saja semoga gua ini tidak dirobohkan oleh mereka."
Sementara itu Mo Jingtian menatap Qing Yue'er dengan puas. Gadis itu sudah memiliki kekuatan yang melebihi standar level 1 alam duniawi biasa. Seharusnya dia akan memiliki keunggulan jika bertempur dengan orang lain. Dia tersenyum di sela pertempuran mereka.
Dulu pertama kali mereka bertemu, Qing Yue'er begitu lemah dan tidak berdaya. Namun, dalam sekejap mata waktu sudah banyak berlalu. Gadis lemah itu sudah tumbuh menjadi perempuan yang kuat dan tangguh. Tentunya dia merasa senang karena sudah menyaksikan bagaimana gadis itu tumbuh.
Seringaian muncul di bibir Qing Yue'er. Dia melihat lawannya itu yang sepertinya sedang tenggelam dalam pikiran. Dia mengambil kesempatan itu untuk melepaskan serangan telapak tangan menuju dada Mo Jingtian. Serangannya begitu cepat.
Whoosshh!
Namun, dia salah. Ternyata pria itu sama sekali tidak lengah. Ketika dia melemparkan serangan telapak tangan, Mo Jingtian menghindar dengan cepat.
"Aiyaa!"
Qing Yue'er jatuh ke bawah. Dia memegangi pinggangnya yang seperti baru saja dihantam oleh palu godam. Dia tidak menyangka kalau dalam lamunan pun Mo Jingtian masih sempat melihat kelemahannya. Pria itu menyerang kelemahan dalam gerakannya.
"Apa aku memukulmu terlalu keras?" Mo Jingtian segera memeriksa keadaan Qing Yue'er. Ternyata pinggang bagian belakangnya mengalami cedera yang cukup parah. Cedera itu menyebabkan gadis itu tidak bisa bergerak.
"Kamu ...." Qing Yue'er tidak tahu harus mengatakan apa. Serangan itu benar-benar menyakitkan. Kultivasi Mo Jingtian sudah setara dengannya, tapi kekuatan fisiknya jauh lebih kuat dan itu membuat serangannya begitu menakutkan. Jika dia sendiri tidak memiliki kekuatan fisik yang cukup untuk bertahan mungkin dia akan segera patah tulang.
Diam-diam dia menjadi semakin kagum. Dia ingin belajar banyak darinya. Dia ingin menjadi luar biasa kuat sepertinya. Namun, dia juga sadar bahwa itu pasti membutuhkan banyak pelatihan dan pelatihan. Pasti pria itu juga sudah banyak melakukan pengorbanan hanya untuk mencapai apa yang sekarang dia pegang.
Mo Jingtian segera menyalurkan energinya untuk memulihkan cedera Qing Yue'er. Dia mengutuk dirinya sendiri karena tidak berhati-hati dan berakhir melukai gadisnya. Diam-diam dia telah merasa bersalah. Mungkin lain kali dia harus bisa mengontrol kekuatannya dengan baik.
"Tidak apa-apa," ucap Qing Yue'er yang sudah merasa lebih baik. Dia sudah bisa bergerak lagi. Tangannya menghentikan suntikan energi spiritual dari telapak tangan Mo Jingtian. Senyum manis terulas di atas bibirnya. "Aku sudah baik-baik saja."
__ADS_1