
Hari-hari ini berlalu dengan damai. Tidak ada masalah penting yang muncul. Setiap malam Bai Yin Xue akan berkultivasi hingga pagi. Siang harinya dia akan mengunjungi Guru Su untuk belajar alkimia.
Setelah malam itu, Mo Jingtian pergi memiliki urusannya sendiri. Sebelum pergi dia membisikkan kalimat singkat yang membuat dia merasa tenang. "Aku akan kembali lagi."
Mereka tidak membicarakannya tapi diam-diam menikmati perasaan masing-masing.
Saat ini Bai Yin Xue sedang berlatih dengan Guru Su. Kemampuan meracik pilnya sudah maju tapi setiap mencoba membuat pil baru dia selalu gagal satu kali sebelum berhasil. Sepertinya apa yang dikatakan Ying Jun memang benar. Tangannya sendiri yang memiliki kelainan.
Ji Fan berlari memasuki halaman belakang sambil menyeret seorang pemuda di tangannya. Wajah dan auranya terlihat sangat gembira seperti baru mendapat hujan pai.
Beberapa hari terakhir dia memang sengaja menemui Qi Rong untuk mengajaknya bertemu dengan Bai Yin Xue, tapi Qi Rong memiliki semacam penyakit kemalasan yang menempel pada dirinya.
Setiap kali Ji Fan datang kerumahnya, Qi Rong pasti sedang tidur atau hanya berbaring dengan malas di halaman. Kali ini akhirnya dia bisa menyeret si pemalas ke tempat ini untuk menemui Bai Yin Xue.
"Oy! Lepaskan tanganku! Apa kamu tidak berpikir untuk menghemat sedikit nafas dengan berlarian kesana kemari?" Qi Rong berkata dengan jengkel. Dia paling tidak senang diajak untuk menyia-nyiakan energi seperti ini.
Ji Fan mengabaikan ocehan pemalas itu. Sebagai gantinya dia melambai pada gadis yang dengan tenang duduk di depan Guru Su.
"Yin Xue, lihat siapa yang aku bawa!" Dia mulai berteriak.
Bai Yin Xue mengalihkan pandangannya ke arah suara. Dia melihat Ji Fan yang sedang terengah-engah. Tangannya memegang tangan seorang pemuda yang cukup tampan. Pemuda itu menampilkan senyum malas yang menggantung di bibirnya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu membawa pemalas itu ke sini?" Guru Su menggerutu pada Ji Fan.
"Ya benar. Aku juga sebenarnya tidak ingin ke sini. Sungguh membuang-buang tenaga. Lihat jika setiap langkah akan menghabiskan 5% energi, berapa banyak yang harus aku habiskan untuk perjalanan dari rumah ke sini?" Qi Rong ikut menggerutu.
"Cih, kamu sangat perhitungan. Aku akan memberimu makanan untuk mengembalikan energimu, bagaimana?" Ji Fan menaik turunkan alisnya.
"Siapa yang kamu pikir akan memakan kotoran yang kamu masak?!" Qi Rong berteriak jijik pada Ji Fan.
Bai Yin Xue merasa telinganya mulai berdenyut pengang. Akhirnya dia angkat bicara. "Bisakah kalian berhenti bicara?"
Ji Fan tersenyum malu lalu mulai mengenalkan Qi Rong pada Bai Yin Xue. Gadis itu menanggapi dengan ramah. Diam-diam berpikir dalam hatinya, 'kenapa aku dipertemukan dengan orang-orang aneh?'
***
Dia bergegas mencari di sekeliling untuk mencari ayahnya. Entah kenapa dia merasa telah terjadi sesuatu yang buruk. Dia tiba di aula tempat biasanya orang-orang berkumpul. Di sana ruangan sudah sangat berantakan.
Bai Yin Xue merasa hatinya tenggelam. Tanpa menunggu lagi dia berlari mencari pamannya. Tidak ada. Mereka semua pergi entah kebmana. Dia semakin berkeringat dingin. Apa yang terjadi?
Saat dia berkeliling dia mendengar teriakan dari samping. Bai Fu'er dan Nyonya Bai sedang mengutuk tidak jelas. Bai Yin Xue segera mendekat. Mereka pasti mengetahui sesuatu.
"Ini semua gara-gara dia! ****** itu membuat keluarga ini menemui bencana!" Bai Fu'er berkata dengan marah.
__ADS_1
Bai Yin Xue berlari mendekat. "Apa yang terjadi?" Dia bertanya dengan cemas.
Bai Fu'er melihat Bai Yin Xue seperti melihat musuh sehidup semati. Dia menerjang ke arah Bai Yin Xue dan mendorongnya dengan keras.
"Ini semua gara-gara kamu menyinggung Tuan Hong! Apa kamu tahu siapa dia hah? Apa kamu tahu latar belakangnya ?!" Bai Fu'er berteriak penuh kebencian.
"Apa yang terjadi?!" Bai Yin Xue merasa semakin tidak nyaman.
"Kamu masih bertanya apa yang terjadi? Apa lagi? Ayah dan pamanmu dibawa pergi ke kerajaan! Sekte Hujan Darah berdiri kokoh di belakang Tuan Hong. Kamu pikir dengan latar belakang kejam seperti itu dia mau melepaskan ayahmu?!" Nyonya Bai ikut berteriak. Matanya sembab setelah menangis.
Mendengar ini Bai Yin Xue mengepalkan tinjunya dengan erat sampai tanpa sadar darah menetes dari telapak tangannya yang tertembus oleh kukunya sendiri. Matanya menggelap dengan kedinginan. Dia berteriak di dalam hatinya, "Kalian merayu kematian!"
Bai Yin Xue berlari keluar sambil berteriak dalam benaknya, "Ying Jun, keluar! Bawa aku ke istana kerajaan!"
"Apa yang akan kamu lakukan? Kamu tidak bisa menampilkanku keluar!" Phoenix memprotes.
"Aku tidak peduli lagi. Cepat aku tidak mempunyai banyak waktu!"
Setelah itu sinar biru melesat keluar dari dahinya. Phoenix biru muncul di depannya menawarkan tumpangan. Bai Yin Xue tidak menunggu lagi, dia segera naik ke punggungan.
Awalnya dia tidak berpikir untuk mengekspos phoenix secepat ini. Tapi keadaan terlalu memaksanya. Dia tidak ingin sesuatu terjadi dengan ayah dan pamannya. Dia tidak peduli lagi apakah itu Sekte Hujan Darah atau bahkan jika Dewa yang menghalangi jalannya, dia akan tetap membunuh Dewa!
__ADS_1
Phoenix terbang di cakrawala. Para penduduk yang melihatnya dari bawah segera menjadi terkagum-kagum. Itu Phoenix yang legendaris!
Mereka bersorak dari bawah membuat darah Bai Yin Xue semakin mendidih. Dia akan segera menumpahkan darah di mana dia akan mendarat.