Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Ying Jun yang Menderita


__ADS_3

Setelah Bai Yin Xue menyelesaikan bisnisnya dia kembali ke rumah. Ayahnya sudah menunggu sejak lama. Sesampainya di rumah, dia langsung disambut oleh Bai Su dan membawanya untuk makan siang bersama.


Di meja makan sudah ada makanan banyak. Nyonya Bai dan Bai Fu'er juga duduk di sana. Wajah mereka terlihat cemberut. Paman Wuqing juga bergabung dengan mereka.


Bai Yin Xue tersenyum pada pamannya dan mengabaikan dua orang lainnya. Kemudian matanya fokus pada makanan yang terlihat masih hangat. Diam-diam menelan ludahnya karena lapar.


"Sangat jarang untuk makan siang bersama." Bai Yin Xue menuturkan pendapatnya.


Bai Su terkekeh. "Ya, aku mempunyai hal penting untuk dibahas."


"Hal penting apa yang membuatmu mengumpulkan kita semua?" Nyonya Bai bertanya dengan tidak sabar.


Bai Yin Xue dengan santai menyumpit makanan dari mangkuknya dan memasukkan ke mulutnya. Dia siap mendengarkan hal penting yang akan dikatakan Bai Su sambil mengunyah makanannya.


"Dasar tidak tahu sopan santun." Bai Fu'er mencibir sambil melirik cara makan Bai Yin Xue.


Bai Yin Xue melirik orang yang baru saja berbicara. Dia berhenti makan dan mulai menusuk-nusuk udang yang ada di mangkuk dengan sadis. Udang itu hancur dan tidak berbentuk lagi.


"Memang, hanya sesuatu yang mati yang tidak akan mengomentari hidupku." Bai Yin Xue berkata dengan kejam.


Bai Fu'er mendengar ucapan Bai Yin Xue dan melihat udang yang direduksi menjadi bubur. Diam-diam dia bergidik ngeri dan menelan ludahnya. Apa maksud kalimat itu? Apa hanya jika aku mati aku tidak akan mengomentarinya? Atau dia akan membunuhku sehingga aku tidak akan mengomentari hidupnya?


Bai Yin Xue membuang udang itu dan kembali makan dengan riang.


Bai Su melihat kejadian itu dan terbatuk. "Satu bulan lagi Akademi Xinfeng akan menyambut siswa baru. Bagaimana pendapat kalian tentang datang belajar di sana?"


Bai Yin Xue menatap Bai Su dengan penuh pertanyaan. "Akademi Xinfeng?"


"Bahkan Akademi Xinfeng tidak tahu. Memalukan!" Nyonya Bai mencibir.


Bai Su tidak ingin ada adu mulut. Dia memasukkan makanan ke dalam mangkuk istrinya. "Makanlah, jangan membuat keributan."


Nyonya Bai akhirnya diam memakan makanannya.


Xie Wuqing menyela, "Keponakanku tidak tahu mengenai Akademi Xinfeng? Itu adalah akademi besar yang terletak di perbatasan kerajaan Linxiang dan kerajaan Xirei. Kamu bisa memilih cabang pelajaran sesuai kemauanmu sendiri."


Bai Yin Xue mengangguk mengerti. Dia berpikir akan bagus jika dia bisa meningkatkan ilmu dan pengetahuannya. "Lalu, Paman, apa kamu akan pergi juga?"


Bai Yin Xue bertanya dengan mata berkedip. Dia juga ingin pamannya pergi dengannya sehingga tidak perlu duduk di sini sepanjang hari. Bukankah itu membosankan?

__ADS_1


"Ya, Wuqing akan pergi. Tapi sebelumnya kamu dan Fu'er harus pergi untuk kompetisi yang akan diadakan seminggu lagi." Bai Su mengerti apa yang dipikirkan gadis itu.


Kompetisi Dou Qi diadakan di kerajaan Linxiang setiap satu tahun sekali. Peserta yang mengikuti kompetisi ini terdiri dari anggota generasi muda dibawah 30 tahun. Tahun lalu Bai Yin Xue yang asli tidak mengikuti kompetisi ini karena kekuatannya tidak mencapai standar.


"Itu hebat! Oh benar, tentang kompetisi itu aku hampir melupakannya." Bai Yin Xue berkata dengan senang.


Bai Fu'er mendengus. "Bahkan jika kamu ingat kamu masih akan kalah dariku."


Bai Yin Xue akhirnya kehilangan kesabarannya menghadapi orang ini. "Itu belum pasti. Bagaimana kalau kita bertanding setelah ini?"


Bai Su menjadi cemas. Bai Yin Xue jelas jauh lebih kuat dari Bai Fu'er. Dia tidak ingin mereka berseteru. Bai Su menyela mereka. "Aih, jangan bertengkar. Makan ayo makan, jangan membuat keributan."


Paman Wuqing hanya menepuk dahinya menghadapi hal ini. Mereka memang tidak bisa didamaikan.


"Apa Paman juga memasuki kompetisi?" Bai Yin Xue bertanya dengan asal.


Paman Wuqing langsung mengetuk sumpitnya di dahi gadis itu. Jika dia ikut kompetisi bukankah yang lain hanya tahi lalat di depannya?


"Aww!" Bai Yin Xue menggosok kepalanya, "Kenapa paman memukulku?"


Bai Su tertawa. "Dia dilarang ikut kompetisi. Generasi muda lainnya hanya akan menunduk malu di depannya."


Saat mereka selesai makan Bai Yin Xue kembali ke kamarnya. Dia bersandar di tempat tidur untuk sekedar bersantai. Lalu dia mengingat sesuatu dan memanggil phoenix untuk keluar.


"Ying Jun keluarlah. Kamu mungkin bosan disana."


Phoenix menyetujui dan segera muncul di hadapan Bai Yin Xue. Dia bertanya denga menggoda. "Apa Nona merindukanku?"


Bai Yin Xue meraih tubuh kecil phoenix dan meletakkan di telapak tangannya.


"Mungkin begitu. Apakah kamu ingin aku menciummu?" Bai Yin Xue menjawab dengan raut wajah yang serius.


Phoenix itu segera mnggelengkan kepalanya. "Oh, tidak tidak. Aku hanya bercanda."


Bai Yin Xue mengabaikan phoenix itu. Dia memiliki sesuatu yang penting untuk ditanyakan pada Ying Jun. Saat itu Ying Jun pernah mengatakan bahwa kultivasinya sudah mencapai roh perak. Tapi karena suatu alasan, kultivasinya menurun.


"Diamlah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu." Bai Yin Xue menghentikan omong kosongnya.


"Apa itu?" Ying Jun menjadi lebih serius.

__ADS_1


"Kamu pernah mengatakan kultivasimu sudah mencapai roh perak. Lalu sekarang ada di mana tingkat kultivasimu?"


"Alam duniawi tingkat pertama." Ying Jun menjawab dengan singkat.


"Bagaimana bisa menurun hampir setengahnya?!" Bai Yin Xue terkejut.


Ying Jun merasa enggan untuk menjelaskan. Tapi melihat Bai Yin Xue yang ingin tahu dia mencoba menjelaskan dengan singkat.


Saat itu dia sedang berkeliaran mencari sumber daya untuk meningkatkan kultivasinya. Dia mencari di setiap sudut bumi. Setelah beberapa saat dia menemukan lembah yang memiliki banyak energi spiritual. Tanpa ragu-ragu dia memasuki lembah itu.


Awalnya itu sangat tenang tidak ada siapa pun. Tapi saat dia semakin masuk ke dalam, suhu udara di sekitarnya naik sedikit demi sedikit. Ying Jun tidak berpikir itu berbahaya. Dia adalah binatang ilahi yang telah menginjak roh perak dan sangat kuat jika dibandingkan dengan binatang lain. Dia masih bertekad masuk.


Setelah mencapai dasar jurang, dia melihat api merah berkobar dengan ganas. Ketika dia melihat lebih dekat pupilnya menyusut. Sepasang Vermillion sedang melakukan kultivasi ganda. Ying Jun takut mengganggu jadi dia terpaksa mundur. Tapi itu sudah terlambat. Momentum Ying Jun terlalu kuat sehingga sesi kultivasi Vermillion itu terpengaruh dan melukai Vermillion betina.


Vermillion jantan sangat marah dengan pengganggu itu sehingga dia menyerang Ying Jun. Kultivasi mereka sama yaitu alam roh perak. Tapi elemen mereka sangat bertentangan. Vermillion memiliki atribut api sedangkan Blue Phoenix memiliki atribut air.


Mereka bertarung dengan intens dalam jangka waktu yang lama sampai akhirnya dia dikalahkan dengan menyedihkan. Ying Jun mengalami cedera internal sangat parah dan mati-matian untuk melarikan diri.


Saat itu pemiliki Vermillion telah lama mengamati pertempuran. Orang itu tidak memusuhi Ying Jun tapi malah menolongnya. Ying Jun sangat berterima kasih padanya sehingga menawarkan aura Blue Phoenix padanya. Aura Blue Phoenix bisa meningkatkan kultivasi bagi orang-orang tertentu.


Ying Jun dibuatkan ruang dimensi oleh orang itu untuk memulihkan diri. Sedikit demi sedikit cederanya pulih tapi kultivasinya masih belum kembali seperti semula.


Bai Yin Xue mendengarkan dengan serius. Dia tidak pernah berpikir Ying Jun memiliki pengalaman seperti itu. Hanya karena ketidaksengajaan dia direduksi menjadi seperti ini.


"Ying Jun sudah berapa lama sejak itu terjadi?" Bai Yin Xue bertanya.


"Itu mungkin 100 tahun yang lalu."


Bai Yin Xue mengangkat alisnya. "Itu sudah lama tapi kenapa kultivasimu masih belum pulih?"


"Aku tidak tahu. Tapi karena sekarang aku terikat kontrak denganmu maka hanya kamu yang bisa menolongku. Huhuuu, Nona, kamu harus segera menjadi kuat sehingga aku bisa naik lagi." Ying Jun menangis dengan keras.


Bai Yin Xue tercengang mendengar tangisan Ying Jun. Hey, jangan menangis! Perhatikan citramu!


"Kamu adalah binatang ilahi. Bagaimana kamu bisa cengeng seperti ini?"


Ying Jun masih menangis penuh keluhan, seolah-olah dia telah begitu menderita. Akhirnya Bai Yin Xue mendengkus. "Baiklah, baiklah. Bagaimana aku bisa menolongmu?"


Ying Jun menghentikan tangisannya seketika. "Em, tidak banyak. Kamu hanya perlu terus meningkatkan kultivasimu maka secara otomatis kultivasiku juga akan meningkat."

__ADS_1


Jadi seperti itu. Bai Yin Xue menganggukkan kepalanya. Kemudian dia bertanya lagi. "Aku ingin tahu, siapa pemilik dua Vermillion itu?"


__ADS_2