Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Rahasia Tersembunyi


__ADS_3

Orang yang sempat bertanya adalah salah satu saudara Chao Xing yang bernama Chao Yan. Meskipun Ming Yuxia adalah keturunan Chao Xing, tetapi Ming An telah menyembunyikan keberadaan Ming Yuxia dengan begitu baik. Itulah kenapa orang-orang keluarga Chao tidak dapat mengenali Ming Yuxia.


Chao Yan mendengus dengan dingin. Dia bersiap untuk melepaskan serangan, tapi Qing Yue'er segera menghentikannya. "Tunggu!"


"Apa? Apa sekarang kalian ingin menarik diri?" tanya Chao Yan disertai ejekan yang sangat jelas. Dalam pikirannya, dia menganggap gadis-gadis itu hanya sedang membuat onar. Memangnya siapa anak-anak muda yang berani mengganggu keluarga mereka di pagi buta seperti sakarang?


Qing Yue'er terkekeh. Dia masih belum marah dengan sikap Chao Yan terhadapnya. "Tidak ada yang akan menarik diri, kedatangan kami ke sini adalah untuk mencari seseorang."


"Siapa yang kau cari? Dan untuk urusan apa?" Chao Yan bertanya penuh selidik.


"Kalian pasti tahu siapa Chao Xing," ucap Qing Yue'er secara langsung. Dia tidak akan menggunakan intrik dan sebagainya. Menurutnya akan terlalu melelahkan jika mereka menghabiskan terlalu banyak omong kosong.


Mendengar Qing Yue'er menyebut nama Chao Xing membuat semua orang meradang. Wajah mereka yang sudah gelap menjadi lebih gelap lagi. "Siapa kalian sebenarnya? Kenapa kalian menanyakan tentang Chao Xing?"


Hanya ada segelintir orang yang akan ikut campur mengenai masalah Chao Xing. Itu adalah sesuatu yang jarang ditanyakan oleh orang awam. Lalu sekarang gadis-gadis ini datang untuk mengungkit masalah itu. Apa mereka tidak tahu akibatnya?


"Itu tidak penting. Aku ingin mencari siapa yang sudah membunuhnya," ucap Qing Yue'er.


Tawa Chao Yan langsung meledak seketika. "Kenapa aku harus memberitahumu tentang masalah itu? Anak muda, jangan naif dan berpikir kami akan memberitahu pada kalian."


Ming Yuxia mendengus dengan dingin. Dia ingin berbicara tapi Qing Yue'er mengangkat tangan kanannya untuk menghentikannya. Meskipun dia tidak tahu rencana Qing Yue'er tetapi dia masih tetap menurutinya.


"Kenapa kalian harus memberitahu ... tentu saja karena aku ada di sini." Qing Yue'er berkata dengan enteng.


Chao Yan dan yang lainnya langsung tertawa lagi. Mereka tidak menyangka akan ada seseorang yang memiliki kepercayaan diri setinggi itu. Entah itu percaya diri atau malah tidak tahu malu.


"Memangnya kenapa jika kamu ada di sini? Bahkan jika jumlah kalian ada tiga, itu tidak akan memberi pengaruh apa pun untuk kami." Seseorang berkata dengan nada mengejek. Dia berpikir bahwa seorang anak yang bahkan belum menginjak usia 20 tahun, kekacauan apa yang bisa dibuat?


"Gadis, kamu terlalu arogan. Tidak ada ruang bagimu untuk tetap di sini!" Chao Yan berkata dengan dingin. Setelah itu dia langsung mengungkap kultivasinya yang ternyata berada di level 7 alam langit. Dengan percaya diri dia sengaja menggunakan auranya untuk menekan Qing Yue'er.


Namun, siapa yang bisa menekan Qing Yue'er hanya dengan modal aura selemah itu? Akhirnya Qing Yue'er tidak tahan untuk mengejek Chao Yan. "Apa kamu pikir kamu bisa menekanku hanya dengan kultivasi lemahmu?"


Chao Yan langsung dipenuhi oleh amarah. Beraninya gadis muda seperti itu merendahkan kekuatannya! Akhirnya dia bergerak cepat untuk melepaskan serangan tunggal pada Qing Yue'er.


"Rasakan ini!"


Boom!

__ADS_1


Suara ledakan bergema di seluruh udara. Tanah dibawah kaki mereka langsung bergetar. Satu sosok melesat saat dilemparkan jauh ke belakang. Ketika memperhatikan siapa itu, semua orang langsung tercengang.


Orang yang terlempar jauh dengan sudut mulut penuh darah bukanlah gadis muda seperti yang diharapkan. Melainkan Chao Yan yang sederhananya sudah dipandang kuat bagi keluarga Chao. Bagaimana ini mungkin?


Tentu hasil seperti ini bukan sesuatu yang diharapkan. Semua orang benar-benar terkejut dengan terbaliknya keadaan. Gadis yang mereka pikir akan langsung dikalahkan malah sekarang berdiri di depan sambil bersedekap santai. Apakah dunia ini masih waras?


Ketika mereka semua sedang bergulat dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba aura yang begitu dingin dan tajam datang untuk menyelimuti hati mereka. Aura itu datang dari gadis yang sebelumnya sempat diremehkan oleh mereka.


"Ini ...."


Semua keluarga Chao yang sudah berkumpul langsung menatap Qing Yue'er dengan ngeri. Mereka yang awalnya sangat merendahkan keberadaan Qing Yue'er menjadi diam seketika. Memangnya siapa yang akan tahu kalau ternyata gadis itu bisa terlihat begitu menakutkan?


"Nona, siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu memutuskan untuk datang membuat kerusuhan di sini?" Akhirnya orang tertua yang ada di sana bertanya dengan hati-hati. Dia benar-benar tidak mau meremehkan gadis itu. Mungkin hanya dia yang bisa berpikir lebih rasional.


Qing Yue'er menatap datar pada semua orang. "Kenapa kalian masih memberikan teror pada keluarga Ming? Bukankah membunuh Chao Xing sudah lebih dari cukup?"


Keluarga Chao langsung terdiam. Mereka saling melirik untuk mendiskusikan sesuatu. Mereka merasa ragu untuk menjelaskan, terutama karena yakin jika Qing Yue'er pastilah musuh bagi mereka. Apalagi ini menyangkut tentang Chao Xing dan Ming An.


"Apa kalian masih tidak ingin menjawab?" Qing Yue'er bertanya dengan dingin. Suhu udara yang sudah rendah menjadi semakin rendah dibawah tekanan auranya.


"Nona ... ini adalah rahasia keluarga kami, bagaimana kami bisa memberitahu masalah ini kepada orang asing?" Orang tertua itu kembali berbicara.


"Apa?! Dia anak perempuan Chao Xing?!"


"Untuk apa dia datang ke sini? Apa dia sedang mencari kematian?"


Semua orang langsung terkejut ketika mengetahui hal ini. Namun banyak juga yang merasa senang, akhirnya musuh mereka datang ke keluarga ini. Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk memaksa Ming An datang ke keluarga Chao?


"Hahah, jadi kamu adalah putri dari b*jingan Ming An?!" Chao Yan yang masih belum merasa kapok pun kembali berseru. Sebenarnya orang yang paling dia benci adalah Ming An bukan Chao Xing.


"Jangan menyebut nama ayahku seperti itu!" Ming Yuxia berkata dengan dingin. Ayahnya adalah seseorang yang paling dia hargai. Dia akan marah jika ada orang lain yang merendahkan ayahnya.


"Kenapa? Ayahmu adalah seseorang yang memiliki hati paling mengerikan. Dia pantas direndahkan, cih!" Chao Yan meludah di tanah. Sorot matanya benar-benar penuh dengan kebencian.


Qing Yue'er yang mendengar hal ini kembali mengerutkan kening. Dia memperhatikan wajah semua orang yang tidak jauh berbeda dari Chao Yan. Mereka seakan mencemooh Ming An sedemikian rupa. Hal itu benar-benar membuat Qing Yue'er menemukan pertanyaan lain.


Pertama adalah, kenapa keluarga Chao masih terus melakukan teror hingga saat ini? Seharusnya mereka sudah puas dengan membuat Chao Xing terbunuh. Apa sebenci itu mereka pada Ming An dan keluarganya?

__ADS_1


Kedua, jika memang mereka begitu membenci Ming An dan anak-anaknya, kenapa mereka tidak langsung membunuh mereka? Sebaliknya mereka hanya melakukan teror sampai berkali-kali. Padahal jika mereka ingin membunuh Ming An itu adalah sesuatu yang begitu mudah, mengingat pria itu sudah tidak berkultivasi.


Dan yang terakhir adalah kenapa sekarang mereka seolah begitu merendahkan Ming An? Mungkinkah Ming An memiliki kesalahan yang membuat mereka begitu membencinya?


Tiga pertanyaan ini terus bergulat di otak Qing Yue'er. Semakin dia memikirkannya maka semakin banyak pula dia merasa ada sesuatu yang janggal. Sepertinya dia harus menggali lebih dalam lagi. Masalah ini tidak sesederhana apa yang dia pikirkan.


Jing Ling menyadari perubahan ekspresi pada wajah Qing Yue'er. Akhirnya dia mendekat dan berbisik untuk bertanya, "Apa ada sesuatu yang salah?"


"Tahan amarah Ming Yuxia. Aku merasa ada sesuatu yang janggal. Sepertinya ada hal yang belum diungkapkan," lirih Qing Yue'er. Akhirnya Jing Ling mengangguk. Dia bersiap untuk mencegah agar Ming Yuxia tidak segera melepaskan amarahnya.


"Apa kalian tidak ingin mengatakan kebenarannya?" Qing Yue'er bertanya sekali lagi. Kali ini dia terlihat lebih santai. Benar-benar berseberangan dengan kedinginan yang sebelumnya dia tampilkan.


Chao Yan ingin membuka mulutnya untuk kembali mengutuk, tetapi tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki dari arah belakang. Langkah kaki itu terdengar lebih tenang dan teratur.


Semua orang menoleh dan saat itu juga mereka melihat seorang pria paruh baya yang berjalan sambil melipat tangannya di belakang tubuh. Wajahnya meskipun terdapat amarah, tetapi dia masih berusaha untuk tetap tenang.


Ketika melihat pria itu, semua orang langsung berusaha menahan amarah. Mereka sebaik mungkin tetap menunjukkan sisi ramahnya.


Pria yang tak lain bernama Chao Long itu merupakan kepala keluarga Chao di generasi ini. Dia memeriksa Qing Yue'er dan dua lainnya secara bergantian. Mungkin karena dia merupakan kepala keluarga jadi auranya terasa lebih tenang dari orang lain.


"Jadi kamu adalah putri Chao Xing?" tanya Chao Long pada Ming Yuxia. Nadanya tidak mengandung permusuhan apa pun. Sedangkan gadis yang ditanya hanya mendengus sebagai jawaban.


Chao Long tidak mempermasalahkan sikap Ming Yuxia. Dia bisa mengerti bagaimana gadis itu mungkin begitu membenci keluarga Chao. Namun itu adalah sesuatu yang tidak begitu diharapkannya.


Ada begitu banyak hal yang belum selesai, ada pula kesalahpahaman yang terjadi. Dia yang menyandang jabatan sebagai kepala keluarga tidak bisa bersikap semena-mena. Memang tidak bisa dipungkiri jika keluarganya telah melakukan kesalahan, tetapi ada hal lain juga yang membuat masalah itu terus berlanjut hingga saat ini.


"Bukankah kalian ingin tahu, kenapa setelah Chao Xing mati kami masih mengejar Ming An?" Chao Long bertanya sekali lagi.


Qing Yue'er yang mendapati sikap tenang Chao Long pun mengangguk. Dia lebih senang menghadapi orang yang berkepala dingin seperti itu. "Benar, bukankah kamu seharusnya memberikan alasan yang bagus?"


Chao Long mengangguk. Mungkin sekarang adalah saat yang tepat baginya untuk menjadikan masalah ini lebih jelas. Jika dia tetap menyimpan masalah ini mungkin hanya keluarganya yang dipandang salah oleh orang lain. Padahal Ming An juga memiliki kesalahan yang tidak lebih baik.


***


Jangan lupa vote, like dan komen ya.


Bagi yang memiliki instagram boleh juga follow author @fairylychee

__ADS_1


Trima kasih.


__ADS_2