Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Rencana Niu Ren


__ADS_3

Pada hari berikutnya murid-murid mulai mengembalikan token yang digunakan sebagai penanda jumlah murid. Panitia penyelenggara akan menghitung token yang terkumpul dan dari sanalah mereka mengetahui berapa murid yang mungkin tidak kembali ke akademi, entah itu karena kematian atau sesuatu yang lain. Jika seseorang kehilangan token maka mereka harus memberikan catatan khusus dan akan dihitung.


Qing Yue'er berjalan dengan Luo Qingqi untuk mengembalikan token. Pada saat itu beberapa orang duduk di kursi khusus, mereka adalah panitia yang membantu masalah ini. Kedua gadis itu berjalan dan berhenti di depan meja. Kebetulan di sana tidak begitu ramai, hanya segelintir murid yang mungkin baru saja mengembalikan token.


"Apa kelompok kalian baik-baik saja? Maksudku ... tidak ada yang mengalami kecelakaan atau sesuatu," tanya pria yang ada di sana.


"Semua baik-baik saja, Senior," kata Luo Qingqi, "terima kasih sudah memperhatikan kami."


"Aih ...." Orang itu nampak menghela napas. "Banyak sekali murid yang hilang kali ini. Mungkin di perburuan selanjutnya kami harus banyak menyiapkan segala sesuatunya."


Qing Yue'er menganggukkan kepala setuju. Hutan liar seperti itu sangat pantas jika banyak memakan korban. Banyak binatang yang tidak pernah terduga sebelumnya. Memangnya siapa yang akan tahu segala isinya? Itu sudah wajar jika banyak murid yang akhirnya mengalami kecelakaan bahkan mungkin kematian.


"Berapa banyak?" tanya Luo Qingqi yang merasa penasaran.


"Masih belum yakin, tapi ini memang tidak sedikit. Nanti pasti kalian akan segera tahu setelah dihitung lagi."


Qing Yue'er diam-diam mengangguk. "Baiklah. Kalau begitu terima kasih, kami akan kembali." Setelah itu dia dan Luo Qingqi pun pergi dari sana. Dalam perjalanan kembali mereka bertemu dengan murid-murid yang lain.


Murid-murid itu terkejut ketika melihat Qing Yue'er dan Luo Qingqi. Tentu saja mereka tahu tentang naga yang telah ditaklukkan oleh Qing Yue'er. Dan bertemu dengan orang macam itu adalah sesuatu yang menurut mereka bisa dibanggakan pada teman-teman yang lain.


"Bukankah ini Xinyu? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini," ucap seorang murid perempuan dengan antusias. Usianya mungkin tidak jauh berbeda dari Qing Yue'er.


"Apa ada sesuatu?" Qing Yue'er bertanya.


"Tidak, tidak ada sesuatu." Murid perempuan itu tampak menggeleng dan tersenyum dengan canggung. Namun, setelah beberapa saat dia nampak mengingat sesuatu yang menarik. "Ah, tapi aku baru mendengar suatu hal. Katanya ada beberapa orang yang akan melakukan uji binatang roh."


"Uji binatang roh?" Qing Yue'er menaikkan sudut alisnya. "Siapa? Maksudmu guru di sini?"


Murid perempuan itu mengangguk. "Ya, guru di sini yang akan melakukannya."


"Baiklah, terima kasih untuk informasinya," ucap Qing Yue'er sambil menepuk bahu murid tersebut.


"Tidak masalah sama sekali. Aku senang jika ini membantumu." Murid itu berkata dengan cepat. Sepertinya dia seorang pengagum Qing Yue'er, tapi itu juga belum tentu. Mungkin saja dia adalah seseorang yang akan memeluk paha orang yang lebih unggul?


Qing Yue'er tidak begitu memedulikannya. Dia sedikit tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanannya dengan Luo Qingqi. "Apa orang-orang di sini begitu ingin tahu apa yang didapatkan oleh murid-murid sehingga mereka harus melakukan uji binatang roh?"

__ADS_1


Luo Qingqi tertegun. "Aku tidak tahu. Menurut apa yang aku dengar tidak ada hal seperti ini sebelumnya."


"Lalu," Qing Yue'er berkedip, "apa mereka ingin tahu tentang sesuatu?"


Qing Yue'er dan Luo Qingqi saling memandang sejenak. Kemudian secara bersamaan mereka pun berkata, "Ini bukan hal yang baik."


"Bagaimana dengan ularmu?" tanya Qing Yue'er. "Apa orang lain sudah melihatnya?"


"Aku tidak yakin. Bagaimana jika seseorang pernah melihatnya?" Luo Qingqi menjadi cemas.


"Tidak ... jangan khawatir. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan." Qing Yue'er menenangkan temannya. Untuk saat ini dia sudah yakin kalau seseorang sudah menemukan tentang kematian Ling Suyao dan kawan-kawannya. Ya, mereka bisa saja sudah menemukan abu itu dan mengetahui kemungkinan-kemungkinannya.


Dia tersenyum samar. Seperti yang dia katakan, ada hal yang bisa dia lakukan. Siapa yang tidak mengetahui kekayaannya? Ya, dia memiliki sesuatu yang bisa menggantikan ular itu untuk sementara. Hanya saja, dia tidak begitu yakin apakah seseorang pernah melihat binatang roh Luo Qingqi atau tidak.


"Seharusnya binatang yang memiliki serangan api tidak hanya milikku bukan?" Luo Qingqi bertanya dengan penuh harap.


"Yah, seharusnya seperti itu." Qing Yue'er menyetujui pemikiran Luo Qingqi. Di akademi yang muridnya tidak hanya seratus dua ratus, seharusnya ada binatang roh lain yang memiliki serangan api. Namun, tetap saja ada hal yang mengganjal. Beberapa orang pasti tahu tentang konfrontasi di antara kelompoknya dengan Ling Suyao. Ya, itu terjadi di gerbang sekolah, sesaat sebelum mereka pergi ke kota Ding.


"Aku hanya ingin memberimu pilihan," ucap Qing Yue'er.


"Pilihan?"


Luo Qingqi menatap bingung. Dia mengikuti Qing Yue'er masuk dan menutup pintu rapat-rapat. "Mengganti dengan yang lain? Maksudmu?"


Qing Yue'er tersenyum. Kemudian dia mengeluarkan dua ekor beruang kecil miliknya. Bulu Terang dan Bulu Gelap dipeluk dengan hangat oleh Qing Yue'er.


Melihat hal itu membuat Luo Qingqi menjadi heran. Menurut sepengetahuannya Qing Yue'er hanya memiliki dua binatang illahi. Namun, ternyata dia juga masih meremehkan gadis itu. Ternyata ada binatang lain, yaitu dua beruang ini. Ya, itu benar-benar menakjubkan. Ternyata itu saja tidak cukup, gadis itu masih memiliki yang lainnya.


"Bagaimana? Aku hanya akan membiarkanmu memilih," ucap Qing Yue'er untuk menghentikan lamunan Luo Qingqi.


"Aku tidak tahu." Luo Qingqi merasa bimbang.


"Kalau begitu mari kita bertaruh dengan pertukaran ini. Jika orang lain pernah melihat binatang roh milikmu maka itu hanya berarti kita tidak dalam keberuntungan," ucap Qing Yue'er. Dia tahu jika orang lain pernah melihat ular putih milik Luo Qingqi maka mereka akan curiga pada gadis itu. Logikanya jika Luo Qingqi tidak merasa takut atau bersalah gadis itu tidak akan menukar binatangnya.


Namun, itu tidak terlalu sederhana. Bagaimanapun juga Ling Suyao dan Luo Qingqi atau lebih tepatnya dengan kelompoknya, pernah mengalami gesekan di depan akademi. Belum lagi, siapa yang tidak tahu tentang permusuhan mereka dengan Lan Ying? Surga, siapa pun akan curiga bahwa yang membunuh Lan Ying adalah binatang roh Luo Qingqi jika ular itu ditampilkan di depan umum.

__ADS_1


Luo Qingqi berpikir dalam-dalam. Dia juga memikirkan hal yang sama dengan Qing Yue'er. "Xinyu, tapi apa ini semua memang ada hubungannya dengan kematian Ling Suyao?"


Qing Yue'er tertawa. "Kenapa kamu harus menanyakan ini? Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada uji binatang roh?"


"Kamu benar." Luo Qingqi mengangguk. "Ini pasti hanya akal-akalan mereka saja."


"Itu bukan hal yang sulit untuk dibayangkan. Mungkin hanya ini yang bisa mereka lakukan untuk menyelidikinya." Qing Yue'er berkata dengan tenang. "Bulu Gelap, Bulu Terang, kamu harus menyapanya. Mulai sekarang kamu akan bersama dengan dia untuk sementara." Dia mendorong beruang-beruangnya menuju Luo Qingqi.


Beruang itu sangat menurut. Mereka berdua langsung berlarian menuju Luo Qingqi dan mencoba untuk memeluk kakinya. Tentu saja Luo Qingqi merasa takjub. Ternyata beruang itu begitu lucu dan menggemaskan. Dia memandang Qing Yue'er dengan heran. Tidak ada yang tahu kenapa gadis berpakaian putih itu bisa begitu tenang. Ya, seharusnya dia sendiri juga tidak perlu mencemaskan sesuatu.


Akhirnya itu sudah diputuskan. Mereka akan menggunakan kedua beruang Qing Yue'er untuk menyembunyikan ular putih. Seharusnya ini satu-satunya jalan yang memungkinkan.


***


Di tempat lain, seseorang sedang duduk bersama dengan orang lain. Dia adalah guru He Jin, sedangkan yang satunya lagi adalah seorang pria yang berusia mungkin 25 tahun atau lebih. Seharusnya pria itu memiliki wajah yang tegas dan terlihat berwibawa. Namun, senyum miring yang tersungging di bibirnya telah membuat segalanya lenyap.


"Guru He, apa semua sudah disiarkan?" tanya pria itu.


"Tuan Muda Niu, seperti yang telah ditentukan. Uji binatang roh akan dilakukan besok," ucap He Jin. Dia menyesap teh yang masih mengepul dan mengharumkan ruangan.


"Bagus, aku tidak mungkin membiarkan Suyao mati dengan sia-sia bukan? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Niu Ren.


"Tidak. Jika aku berada dalam posisimu maka aku juga akan melakukan hal yang sama."


"Ya." Niu Ren menuangkan teh ke dalam cangkirnya. "Aku harap ini manusiawi."


He Jin tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia juga dalam keadaan yang tidak baik. Tentu saja dia akan menyetujui apa yang hendak dilakukan oleh Niu Ren. Lagipula siapa yang akan membantah pria itu? Tidak banyak yang akan berani melakukannya. Cukup bagus karena pria itu menyukai muridnya. Bukan cukup, lebih tepatnya sangat bagus.


"Guru He, aku dengar seseorang menaklukkan seekor naga," ucap Niu Ren. Dia mendengar berita ini dari banyak orang dan belum mencari tahu kebenarannya.


"Ya, itu adalah seorang gadis." He Jin menatap Nie Ren dengan sedikit gelisah. "Dia sangat cantik, aku harap kamu tidak akan mengindahkannya."


Niu Ren tersenyum kecil. Dia cukup tertarik ketika mendengar bahwa orang yang menaklukkan seekor naga adalah seorang gadis. Namun, tidak ada banyak ekspresi di wajahnya. Sebenarnya dia orang yang cukup tenang. "Jangan khawatir. Berapa banyak wanita cantik yang pernah aku temui? Pada akhirnya aku hanya menyukai Suyao."


He Jin merasa lega. "Itu bagus kalau begitu."

__ADS_1


"Baiklah, aku harus bertemu dengan ayah. Beliau harus sudah menungguku." Niu Ren berkata dengan santai sebelum akhirnya menghilang ke dalam udara kosong.


He Jin tersenyum kecut. Sekarang posisinya menjadi terancam sejak kematian Ling Suyao. Namun, tidak ada banyak hal yang bisa dia lakukan. Mungkin dia hanya bisa berharap semoga saja Niu Ren tidak akan melupakan keberadaannya.


__ADS_2