
Mo Jingtian diam sambil terus menatap Qing Yue’er. Dia telah diseret menuju kediaman Niu Longhao karena gadis itu tidak ingin dia ditinggal sendirian dan membunuh seseorang lagi. Jadi, sekarang dia hanya diam dan menikmati keindahan di sampingnya.
Qing Yue’er di sisi lain mencoba mengabaikan pria itu. Dia tetap melanjutkan pembicaraan mengenai lubang-lubang iblis dengan Niu Longhao. Kepala akademi itu lebih paham mengenai seluk beluk wilayah Tongxuan daripada yang dia ketahui.
“Xinyu, dari peta yang kau tunjukkan padaku, wilayah yang paling sulit adalah bagian barat ini.” Niu Longhao menunjuk ke titik merah di Tongxuan Barat. “Ada gunung api yang sering mengalami erupsi di sini. Sedikit pertempuran saja akan membuat gunung api ini terpengaruh.”
“Apa itu gunung api yang besar?”
“Ya. Jika itu meledak, sebagian besar Tongxuan Barat akan hancur,” kata Niu Longhao dengan serius. “Jika kau ingin menutup lubang iblis yang dibuka di sana, kau tidak boleh membuat pertempuran yang berarti.”
Qing Yue’er mengerutkan keningnya. Tiba-tiba Mo Jingtian berkata, “Orang-orang di sana sudah menjadi makanan iblis. Itu tidak masalah jika meledak.”
Niu Longhao terkejut mendengar itu. “Meskipun sudah tidak ada yang tinggal di sana, akan lebih baik jika Tongxuan Barat tetap utuh bukan?”
“Kepala akademi benar.” Qing Yue’er memicingkan matanya pada Mo Jingtian. “Aku tidak mengizinkanmu berbicara!”
Mo Jingtian menahan senyum. Dia menopang wajahnya sambil menatap gadis itu. “Baiklah.”
Qing Yue’er terbatuk. Dia menatap Niu Longhao dengan serius. “Jadi ini sudah diputuskan. Aku akan memulainya besok. Tapi aku hanya akan menutup lubang-lubang iblis itu.”
“Itu tidak masalah. Biarkan kami yang mengatasi iblis-iblis yang berkeliaran di rumah-rumah penduduk. Kami sudah sangat bersyukur karena kau mau membantu mengatasi lubang-lubang iblis itu.”
Niu Ren yang juga ada di sana mengangguk setuju dengan ayahnya. “Benar. Jika lubang itu tidak ditutup dan disegel, seberapa pun banyaknya pasukan yang kami kumpulkan, iblis-iblis tidak akan pernah habis datang dari dunia bawah. Terima kasih banyak.”
Qing Yue’er tersenyum. “Itu adalah apa yang harus aku lakukan.”
Tiba-tiba Niu Longhao bertanya, “Omong-omong, apa yang barusan terjadi? Suara ledakan itu ….”
Qing Yue’er berdeham. Dia ragu-ragu untuk mengatakannya. Bagaimana jika orang-orang di sini tidak menerima kematian Chi Yuntian dan Dongfang Gu? Mereka mungkin akan memusuhi Mo Jingtian.
Namun, jika kematian kedua penatua itu tidak segera diberitahukan, itu juga bukan hal yang benar. Sejak dulu orang mati selalu dihormati. Ini akan menjadi penghinaan jika tidak ada upacara kematian yang dilakukan oleh seorang pun.
“Itu adalah kesalahan yang tidak disengaja,” ucap Qing Yue’er dengan lirih.
__ADS_1
“Kesalahan apa itu sehingga bisa menyebabkan ledakan sekuat itu?”
“Mungkin akan lebih baik jika kau memeriksanya sendiri.” Mo Jingtian berkata dengan santai.
Niu Longhao menjadi penasaran, tetapi ragu untuk segera memeriksanya. Dia menatap Qing Yue’er dan gadis itu mengangguk setuju dengan Mo Jingtian.
Akhirnya pria tua itu mengangguk. “Baiklah. Ayo biarkan aku melihat itu.”
Dia hendak berjalan keluar ruangan ketika suara Qing Yue’er menginterupsinya. “Kepala Akademi, tapi aku harus memberitahumu satu hal.”
“Apa itu?”
“Mm. Jangan terkejut. Itu sungguh bukan salah Mo Jingtian. Orang ini tidak akan berulah jika orang lain tidak membuat masalah,” ucap Qing Yue’er dengan hati-hati.
Niu Longhao mengerutkan keningnya dengan skeptis. Dia menjadi semakin penasaran dengan apa yang sudah terjadi. Dia segera pergi, diikuti oleh Niu Ren yang juga penasaran. Mereka yakin ledakan itu bukan ledakan biasa dan mungkin juga telah menarik perhatian banyak orang.
Dalam sekejap, mereka tiba di halaman belakang kediaman Qing Yue’er. Di sana mereka melihat Han Qiong yang sedang berdiri dalam diam. Pria tua itu tampak terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“Guru Han, kenapa kau begitu terkejut?” Niu Longhao bertanya. Dia lalu memerhatikan situasi di sana. Dan hasilnya dia menjadi sama terkejutnya dengan Han Qiong. Mulutnya terbuka lebar.
“Itu Chi Yuntian dan Dongfang Gu. Lihat ini.” Han Qiong mengambil potongan kain yang terkoyak. Di sana terdapat sulaman nama keluarga mereka yang sangat kecil.
“Bagaimana mereka bisa mati?”
Niu Ren menjadi sangat terkejut. Dia pikir ledakan itu timbul karena pertempuran, karena dua kekuatan yang saling bertabrakan. Namun, bukan itu. Ledakan itu terjadi karena tubuh seseorang memang meledak hingga hancur. Itu adalah kematian tak bersisa yang kejam.
Akhirnya sekarang Niu Ren dan Niu Longhao mengerti dengan kata-kata Qing Yue’er. Gadis itu meminta mereka agar tidak terkejut karena Chi Yuntian dan Dongfang Gu telah dibunuh dengan cara itu. Namun, bagaimana mungkin mereka tidak terkejut?
“Siapa yang melakukan ini? Apakah itu Xinyu? Tapi bukankah dia bersama dengan kalian?” Han Qiong bertanya dengan bingung. Dia belum mengetahui kebenarannya.
“Bukan gadis itu.” Niu Longhao menggeleng sambil menghela napas. “Itu adalah Tuan Muda Mo.”
“Apa?” Han Qiong kembali dibuat terkejut. Ekspresinya langsung berubah menjadi jengkel. “Lihat! Kupikir gadis itu sudah cukup kejam. Ternyata dia memiliki pasangan yang tidak jauh berbeda. Bukankah mereka hanya akan menjadi semakin tidak terkendali?!”
__ADS_1
“Itu mengherankan. Pria itu tidak terlihat seperti memiliki kekuatan. Mungkinkah aku telah salah menilai?” Niu Ren bertanya sambil mengelus dagunya. Penilaiannya terhadap Mo Jingtian mulai mengalami perubahan.
“Lupakan saja. Lebih baik kita mengurus kematian Chi Yuntian dan Dongfang Gu terlebih dahulu.”
Niu Longhao segera memerintahkan putranya untuk memberitahu para penatua lain mengenai kabar ini. Sementara itu dia membantu Han Qiong mengurus sisa-sisa tubuh kedua penatua yang sudah hancur.
Malam ini semua orang sibuk dengan berbagai urusan. Beberapa penatua mengadakan upacara untuk kematian Chi Yuntian dan Dongfang Gu. Sebagian sisanya sedang mempersiapkan pasukan untuk membasmi iblis-iblis.
Qing Yue’er sendiri tidak ingin diganggu. Dia melakukan meditasi semalam penuh. Ketika matahari pagi muncul, dia akhirnya meninggalkan Akademi Surgawi secara diam-diam dengan Mo Jingtian. Mereka tidak akan mencarinya karena Niu Longhao sudah mengetahui tentang rencananya.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Tongxuan Selatan. Qing Yue’er tidak begitu akrab dengan daerah itu. Namun, Mo Jingtian mengetahuinya. Pria itu hampir mengetahui setiap tempat di benua Tongxuan.
Pedang terbang yang dinaiki Qing Yue’er dan Mo Jingtian berhenti di atas sebuah sungai panjang. Dari atas sana mereka bisa melihat pinggiran sungai yang kotor dan tercemari oleh tulang-tulang dan sisa tubuh manusia. Air yang mengalir berwarna merah pekat karena tercampur dengan darah.
Qing Yue’er yang melihat itu langsung mengerutkan kening. “Berapa banyak manusia-manusia yang sudah menjadi makanan iblis? Ini terlalu banyak.”
“Ini memang harus segera diakhiri.” Mo Jingtian menatap ke bawah dengan dingin. “Lubang iblis itu tidak akan jauh dari sini. Terus ke selatan.”
Tanpa menunggu lagi Qing Yue’er segera menggerakkan pedang terbangnya ke selatan. Mo Jingtian ada di belakangnya. Dengan kultivasinya yang disegel, pria itu tidak bisa terbang, jadi dia harus membawanya.
Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya mulai melihat iblis-iblis yang bekerliaran. Wujud mereka masih belum sempurna, belum menjadi seperti manusia. Itu artinya mereka hanya iblis-iblis kelas rendah.
Qing Yue’er menyapukan tangannya dalam sekali gerakan. Bunyi ledakan berturut-turut langsung terdengar. Tempat-tempat di mana iblis itu berada telah meledak hingga melemparkan makhluk-makhluk jelek itu ke segala arah.
Suara teriakan dan geraman langsung menggema. Qing Yue’er tidak memedulikan itu dan kembali melakukan hal yang sama. Sepanjang jalan, dia terus menciptakan ledakan di berbagai tempat. Beruntungnya daerah ini merupakan hutan yang tidak dihuni manusia. Jadi, dia tidak perlu khawatir dengan apa pun.
Mo Jingtian di belakang hanya tersenyum sebagai pengamat. Dia cukup puas dengan kekuatan Qing Yue’er. Namun, sebelum kembali ke Celestial, dia berharap gadis itu sudah memasuki level roh perak agar bisa menjangkau kehendak surga.
“Itu ada depan,” kata Mo Jingtian kemudian.
Tak jauh dari posisi mereka sekarang, ada sebuah lubang di tanah yang cukup besar. Diameternya mencapai 9 kaki. Samar-samar ada cahaya merah di dalamnya dan juga suara-suara sorakan liar dari iblis-iblis di dalam.
Senyum dingin muncul di bibir Qing Yue’er. “Menjadi dewa kematian mungkin bukan hal yang mudah. Namun, menjadi dewa kematian bagi iblis-iblis itu sama sekali bukan hal yang sulit.”
__ADS_1
Setelah itu, pedang terbangnya langsung melesat secepat kilat menuju lubang iblis itu.