Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Legenda


__ADS_3

Qing Yue'er tidak tahu bagaimana harus mendeskripsikan perasaannya sekarang. Rasanya seperti ada sesuatu sedang menarik jiwanya keluar, merobeknya dan menggerogotinya hingga rasa sakit yang memuakkan datang dari kedalaman tubuhnya. Dia tidak tahu di mana letak tepatnya, tapi bagaimanapun juga dia harus tetap mempertahankan kesadarannya.


Pada satu titik dia merasa kewalahan dan tubuhnya mulai mengalami perubahan. Tanduk besar yang sangat buruk keluar dari kepalanya. Kuku jarinya juga berubah menjadi cakar tajam. Cahaya biru di dahinya termakan oleh kilatan merah semerah darah.


Mo Jingtian yang melihat ini masih mengawasinya dengan serius. Ini sedikit buruk. Jika sampai Qing Yue'er kalah maka dia mungkin akan kehilangan gadis itu. Meskipun Mo Jingtian tahu risiko ini tapi dia tidak bisa berbuat banyak hal.


Qing Yue'er merasa tubuhnya menjadi sangat panas dan tidak menentu. Tawa kejam tiba-tiba datang di dalam benaknya. “Hahaha, tubuhmu sangat luar biasa. Aku harus mendapatkannya!”


“Aku tidak akan membiarkannya. Pergi dan mati sekarang!” Qing Yue'er balas berteriak di dalam benak. Rasa terbakar dalam jiwanya terasa semakin kuat, tapi dia tidak akan pernah menyerah.


“Kenapa kamu begitu sulit ditaklukkan?”


Qing Yue'er mendengus. “Karena aku yang akan menaklukkanmu!”


Dengan segera dia pun menguatkan tekadnya. Kekuatan yang terasa asing tiba-tiba keluar dari dalam dantiannya. Kekuatan itu membuat kesadarannya semakin kuat dan itu membuat iblis yang ingin menguasai tubuhnya menjadi kewalahan.


“Aku yang akan melenyapkanmu!”


Boomm!


Ledakan yang dahsyat dan tak terduga muncul di sekeliling Qing Yue'er. Gua yang kokoh itu bergetar saat ledakan besar itu terjadi. Air Yin Yang menyembur ke mana-mana.


Belum lagi semua tenang, tiba-tiba ledakan yang lain terjadi. Kali ini bahkan lebih kuat dari sebelumnya dan ledakan itu terjadi persis dari dalam tubuh Qing Yue'er. Hempasan energi yang keluar langsung mengguncang seluruh dimensi.


Meskipun begitu, Qing Yue'er tidak mengalami kerusakan apa pun. Hanya pakaiannya yang hancur dan sedikit demi sedikit mulai jatuh ke dalam air, menyisakan kulitnya yang selembut sutra. Jepit rambutnya terhempas entah ke mana, sehingga rambutnya yang begitu halus harus terurai sepenuhnya.


Tubuhnya yang sudah putih diselimuti oleh pendar cahaya yang sangat lembut sebelum akhirnya cahaya itu menghilang ke langit.


Ying Jun dan beberapa binatang lainnya berkumpul di luar gua. Mereka semua terdiam sambil menunggu dengan harap-harap cemas. Setelah ledakan itu terjadi, mereka pun bisa merasakan kekuatan destruktifnya.


Jika terobosan itu dilakukan di tempat lain mungkin hasilnya akan benar-benar menakutkan. Beruntung Qing Yue'er melakukannya di dalam dimensi yang kuat ini sehingga tidak ada kerusakan yang terjadi.


“Hah, beruntung tidak ada apa-apa yang terjadi di sini.”


“Apa dia berhasil?” tanya Jinlong yang melingkarkan tubuhnya di bawah.


“Tidak ada alasan bagi Qing Yue'er untuk gagal,” ucap Ying Jun dengan yakin.


“Yaya, itu benar.”


“Sisisi ....” Beruang kecil yang sekarang sudah tumbuh sedikit lebih besar ingin ikut berbicara, tapi Ying Jun segera memotongnya.


“Diam kalian Beruang Kecil. Mari kita tunggu saja di sini.”


Sementara itu di dalam kolam, kedua mata Qing Yue'er langsung terbuka lebar. Dia memastikan apakah tubuhnya baik-baik saja atau tidak karena dia juga merasakan perubaan sebelumnya. Namun, ternyata tidak ada sesuatu yang berubah. Tidak ada tanduk atau cakar, itu semua lenyap bersama dengan lenyapnya iblis hati.


Kemudian dia juga memeriksa peringkat kultivasinya. Dia langsung tercengang setelah melihatnya. “Ini .... Apakah ini nyata? Aku benar-benar berhasil?”


“Ya, kamu berhasil melakukannya,” sahut Mo Jingtian dari luar kolam.


Qing Yue'er menelan ludahnya. Dia segera membalikkan tubuhnya lalu bersembunyi di dalam air. Omong kosong, saat ini dia telah kehilangan pakaiannya. Dia lupa ada Mo Jingtian di sana.


“Terima kasih,” ucap Qing Yue'er dengan wajah yang memerah.


Mo Jingtian tidak mengatakan apa-apa. Hanya melihat bagian belakang kepala Qing Yue'er yang mengambang di permukaan kolam. Kemudian dia mendengar gadis itu kembali berkata, “Jika kamu tidak menyadarkanku mungkin aku sudah tertipu oleh iblis itu.”


“Lain kali kamu harus bisa membedakan mana Mo Jingtian asli dan tipuan.”


Qing Yue'er berkedut. Bagaiman dia bisa berpikir sampai di sana? Lagi pula sebelumnya dia sudah merasa cemas terlebih dahulu sehingga tidak memperhatikan apakah itu adegan nyata atau hanya tipuan mata.

__ADS_1


“Ya, ya, ya.” Qing Yue'er hanya bisa menganggukkan kepalanya. Itu tidak menyenangkan jika harus berdebat dengan Mo Jingtian pada saat-saat menggembirakan seperti ini.


Wajahnya berubah menjadi sumringah saat menyadari kalau dia benar-benar sudah menginjak alam surgawi. Ya, dia telah mendobrak alam surgawi yang di benua Tongxuan ini entah ada yang sudah menginjaknya atau tidak.


Jika orang-orang tahu mungkin mereka akan benar-benar tercengang. Bagaimana mungkin ada seorang gadis semuda itu yang berhasil menginjak alam surgawi? Mereka mungkin tidak akan percaya kecuali bisa melihatnya secara langsung.


Qing Yue'er memutar kepalanya menatap Mo Jingtian. “Balikkan badanmu. Aku akan keluar dari kolam.”


“Kenapa aku harus berbalik?” tanya Mo Jingtian dengan ekspresi yang tetap sama.


“Kenapa kamu masih bertanya? Tentu saja karena sekarang aku tidak mengenakan apa pun,” ucap Qing Yue'er bersungut-sungut.


Mo Jingtian tampak terdiam, hanya menatap Qing Yue'er dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Hal itu membuat Qing Yue'er sedikit frustrasi. “Baiklah, aku tidak akan memaksamu.”


Akhirnya dengan cepat Qing Yue'er langsung keluar dari air. Tubuh indahnya melayang di atas kolam dengan posisi yang tetap membelakangi Mo Jingtian. Tangannya terbentang hingga sebuah pakaian mulai muncul dan membalut tubuhnya dengan sempurna.


Setelah selesai, Qing Yue'er baru berbalik. Ternyata Mo Jingtian sedang menunduk dan menatap ke bawah. Qing Yue'er tersenyum tipis, pria itu begitu baik dalam menjaga pandangannya.


Setelah itu dia melakukan pendaratan sambil sibuk menjapit sebagian rambutnya. Kemudian dia pun berkata, “Aku merasa ada sesuatu yang aneh.”


“Apa itu?” tanya Mo Jingtian setelah mengangkat kepalanya.


“Aku rasa aku telah dibantu oleh kekuatan tertentu. Aku curiga itu adalah Anggrek Berkelopak 3 yang berada dalam dantianku. Apa kau tahu apa saja fungsinya?” tanya Qing Yue'er.


Mo Jingtian meneliti keadaan Qing Yue'er hingga memeriksa keadaan dantiannya juga. Setelah itu dia tersenyum. “Jika aku mengatakannya sekarang maka itu tidak akan menyenangkan bukan?”


Mendengar jawaban seperti itu membuat Qing Yue'er mendecakkan lidahnya. “Kenapa kamu begitu mengesalkan? Aku tahu kamu pasti mengetahuinya dengan jelas.”


“Bunga itu hal yang baik, tapi aku tidak akan mengatakannya sekarang.”


Akhirnya Qing Yue'er tidak menuntut jawaban lagi. Setidaknya dia tahu kalau Anggrek Berkelopak 3 itu tidak akan menyebabkan pengaruh buruk untuknya.


Qing Yue'er teringat dengan tipuan iblis itu. Kemudian dia menjadi penasaran dengan satu hal. “Jingtian, apa kejadian seperti itu bisa benar-benar ada?”


“Ketika kamu dihukum dan tidak bisa melawan. Atau saat nyawamu mungkin terancam.” Qing Yue'er segera menggelengkan kepalanya. “Ah, tapi aku tidak yakin, apa kamu bahkan bisa mengalami kematian?”


Mo Jingtian menatap Qing Yue'er dengan serius. “Ada beberapa hal yang berada di luar kendali siapa pun. Jadi, hal apa pun itu pasti tetap akan ada kemungkinannya. Entah aku bisa mati atau tidak, tidak ada yang tahu.”


“Kamu jelas tahu ini, hanya saja kamu tidak ingin mengatakannya padaku,” ucap Qing Yue'er dengan yakin. Namun, dia tidak bertanya lebih lanjut. Dia juga tidak mau mendengarnya.


“Aku akan keluar sekarang. Mungkin sebentar lagi aku juga akan pergi lagi ke Dataran Tengah.”


Mo Jingtian mengangguk. Kemudian dia mengangkat tangannya dan menyapu lembut kening Qing Yue'er. Simbol phoenix yang sudah lama disembunyikan akhinya terungkap sepenuhnya.


“Kamu tidak perlu menyembunyikannya lagi,” ucap Mo Jingtian.


“Apa ini baik-baik saja?”


“Ya, sebagai seseorang yang sudah menginjak alam surgawi, tanah Tongxuan ini bukan lagi tempat yang layak untukmu. Kamu tidak perlu lagi menyembunyikan itu.”


Qing Yue'er mengangguk senang. “Aku mengerti.” Setelah itu dia pun keluar dari dalam dimensinya. Di dalam kamar masih tetap sepi karena dia tidak memperbolehkan siapa pun masuk. Setelah itu, dia langsung keluar dari kamarnya.


Baru saja keluar kamar, tiba-tiba dua orang menariknya bersama-sama. “Ke sini, ke sini. Gurumu ini ingin berbicara beberapa hal denganmu.”


Qing Yue'er menghela napas panjang. Rupanya Guru Su dan Zu Tua sudah menunggunya keluar dari kamar. Setidaknya itulah tebakannya.


“Apa yang ingin Guru tahu?”


“Heheh.” Kedua orang tua itu tersenyum malu. “Jadi, sudah sampai tingkat mana kamu sekarang? Apakah puncak alam langit? Atau bahkan memasuki alam duniawi?”

__ADS_1


“Bagaimana menurut Guru?”


“Itu tidak mustahil jika kamu menginjak alam duniawi. Hanya saja itu terlalu luar biasa,” ucap Zu Tiankong dengan mata penuh kerinduan.


“Kalau begitu anggap saja aku berada di alam itu,” kata Qing Yue'er.


Zu Tua dan Guru Su langsung membelalakkan matanya. “Jadi, kamu benar-benar sudah ada di sana?”


Qing Yue'er tertawa. “Anggap saja aku di sana.”


Zu Tua langsung memukul Qing Yue'er. “Gadis yang cukup menyebalkan!”


Qing Yue'er tertawa lagi. “Kalian orang tua bagaimana bisa memukulku seperti itu?” gerutunya pura-pura marah. “Aku akan pergi kalau begitu.”


“Ke mana lagi?”


“Masih banyak bisnis. Aku tidak bisa berlama-lama,” ucap Qing Yue'er.


Zu Tua dan Guru Su hanya bisa menghela napas. “Baiklah. Kami tidak akan menahanmu pergi.”


“Aku memiliki sesuatu untuk Guru,” ucap Qing Yue'er. Kemudian dia mengambil beberapa harta dan memberikannya pada gurunya. Tentunya itu adalah sesuatu yang menurutnya sudah tidak dia butuhkan atau yang akan lebih berguna jika dia mewariskannya pada orang lain.


Wajah Zu Tua dan Guru Su langsung berubah menjadi sumringah. Sekarang di depannya ada beberapa harta yang tidak bisa dinilai harganya. Bagaimana mungkin mereka tidak merasa terkejut dan senang?


“Apa kamu benar-benar memberikannya pada kami?” tanya Guru Su untuk memastikannya lagi.


Qing Yue'er mengangguk. “Untuk tongkat rotan ini, aku akan memberikannya pada Guru Su, sedangkan pedang ini, aku akan memberikannya pada Guru Zu”


Kemudian dia juga mengeluarkan dua buku yang tidak begitu tebal. Itu adalah beberapa salinan dari resep pil milik Dewa Alkemis dan salinan dari buku teknik formasi kekuatan roh yang dia dapatkan dari manusia mumi. Memang tidak semuanya, tapi itu merupakan sesuatu yang benar-benar berharga bagi mereka semua.


“Teknik dan resep ini, aku tidak akan menyebutkan untuk siapa tepatnya. Itu akan lebih baik jika kerabat-kerabatku dan orang lain bisa mempelajarinya,” ucap Qing Yue'er dengan tulus.


Kedua orang tua itu langsung memeriksanya. Mereka yang masih belum selesai terkejut kembali dibuat terkejut lagi. “Surga, bagaimana bisa ada teknik sebagus ini?!”


“Ini benar-benar harus dipelajari! Aku harus mencoba membuat pil ini.” Guru Su menatap Qing Yue'er dengan tatapan rumitnya. “Ah, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku sangat berterima kasih untuk ini semua. Dan aku pasti akan mengajarkannya pada orang lain.”


Zu Tua menganggukkan kepalanya. “Aku pasti akan mempelajari semuanya dan meneruskannya pada murid yang lain juga. Mungkin sangat sulit untuk mencari spiritualis dunia, tapi aku akan melakukannya. Terima kasih banyak.”


Qing Yue'er tersenyum. “Ini bukan apa-apa. Aku merasa senang sekarang.” Kemudian dia membungkuk sebanyak tiga kali pada kedua gurunya itu. Ini adalah perpisahan yang sebenarnya. Tidak ada yang tahu apakah mereka bisa bertemu lagi atau tidak.


“Aku akan menemui yang lain juga sekarang,” ucap Qing Yue'er yang diangguki oleh kedua gurunya. Setelah itu dia pun pergi menemui anggota keluarga Bai dan memberikan harta yang lainnya. Yang paling penting adalah teknik-teknik bela diri yang selama ini sudah didapatkan sepanjang perjalanannya.


“Apa ini tidak berlebihan?” tanya Bai Su. Meskipun dia merasa terkejut dengan perubahan Qing Yue'er setelah keluar dari meditasi pintu tertutup, tapi dia tidak bertanya banyak hal.


“Tidak. Itu bagus jika kalian semua mempelajarinya Namun, untuk teknik bela diri ini, aku tidak ingin teknik ini keluar dari kediaman Bai. Tempatkan itu di tempat yang aman.”


Bai Su mengangguk mengerti. Dia pasti akan mengingat pesan Qing Yue'er. Kemudian dia melihat gadis itu yang melukis sebuah formasi di lantai. Setelah selesai, gadis itu berkata, “Jika ada seseorang yang ingin menghancurkan kediaman Bai maka Ayah hanya perlu mengaktifkan formasi ini.”


Qing Yue'er memberi tahu caranya dengan baik. Setelah semua orang paham, Qing Yue'er beralih menatap Bai Fu'er dan Ji Fan. “Aku harap kalian akan menjadi pasangan yang selamanya saling melengkapi dan berbahagia. Jika di masa depan aku kembali, maka itu akan menjadi hari di mana aku bisa berbahagia juga.”


Kedua mata Bai Fu'er menjadi berkaca-kaca. Dia mencoba memahami bagaimana perjuangan Qing Yue'er selama ini. Pasti bukan hanya satu atau dua kali dia dihadapkan dengan bahaya. Suatu saat gadis itu pasti akan menemui kebahagiaannya sendiri.


“Berhati-hatilah,” ucap Bai Fu'er dengan pelan.


“Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Maaf jika aku tidak bisa tinggal lebih lama di sini.”


Bai Su mengangguk mengerti. Pada dasarnya Qing Yue'er memang bukan milik keluarganya. Jadi, dia tidak bisa mencegah gadis itu pergi. “Berhati-hatilah.”


Qing Yue'er mengangguk. Kemudian dia membungkuk hormat pada semua orang. Setelah itu barulah dia pergi meninggalkan kediaman Bai.

__ADS_1


Sebelum benar-benar meninggalkan kerajaan Linxiang, dia melemparkan array tersembunyi di beberapa titik. Itu adalah array yang akan melindungi kerajaan ini jika sewaktu-waktu ada seseorang yang ingin menghancurkannya.


Qing Yue'er pergi dengan bahagia. Dia tidak tahu jika di tahun-tahun yang akan datang, namanya akan menjadi sebuah legenda di seluruh tanah kerajaan Linxiang.. Mungkin bukan hanya tanah kerajaan Linxiang, tapi juga legenda di seluruh benua Tongxuan.


__ADS_2