
Qing Yue'er mengamati keadaannya yang kini menjadi transparan. Ekspresinya penuh dengan tanda tanya dan kebingungan. Sebelumnya rasa sakit itu benar-benar tidak tertahankan dan kesadarannya terus menerus ditarik. Dia tidak bisa melakukan pertahanan lebih jauh dan seperti inilah hasilnya.
Bukan hanya kesadarannya saja yang ditarik, tetapi jiwanya pun ikut keluar. Ini benar-benar hal yang tidak pernah Qing Yue'er bayangkan. Apakah ini bisa disebut sebagai kematian? Rasanya sedikit aneh untuknya.
Terlepas dari kebingungannya, semua rasa sakit itu benar-benar hilang. Dia justru merasa lebih nyaman sekarang. Namun, bagaimanapun juga dia tetap merasa ngeri ketika melihat tubuh fisiknya yang sudah tergeletak tanpa nyawa. Dia yakin, siapa pun yang melihat jasadnya sendiri tepat di depan mata pasti akan merasakan hal yang sama dengannya.
“Aku tidak tahu itu akan bereaksi sekarang,” ucap Mo Jingtian. Sepertinya dia sudah tidak secemas sebelumnya.
“Maksudmu? Anggrek Salju itu?” tanya Qing Yue'er.
Mo Jingtian mengangguk. “Kemarilah. Kamu harus melihat ini.”
Qing Yue'er pun langsung berjalan mendekat. Dia bisa melihat tubuh fisiknya yang sangat pucat, serta penampilannya yang sangat berantakan. Ada jejak darah di bibirnya, mungkin karena sebelumnya dia tanpa sadar sudah menggigit bibirnya untuk menahan sakit. Ada juga memar akibat benturan di dahinya.
“Apa kamu juga berpikir kalau aku sangat jelek? Lihat! Bagaimana tubuh ini bisa begitu berantakan?!” seru Qing Yue'er sambil menunjuk pada tubuh fisiknya sendiri. Dia tidak percaya ternyata dia bisa mengubah penampilannya menjadi seburuk itu.
__ADS_1
Jika Yin Jun mendengar ucapan Qing Yue'er pasti dia akan menangis. Bagaimana mungkin ada gadis seperti itu di dunia ini? Di saat-saat seperti ini bisa-bisanya Qing Yue'er masih memikirkan tentang penampilan?
Meskipun penampilan tubuh fisik Qing Yue'er memang berantakan, tetapi siapa yang berani menyebut itu jelek? Bahkan dalam keadaan buruk seperti itu, pucat dan penuh bekas benturan, orang lain masih bisa melihat penampilan cantiknya.
Mo Jingtian tidak bisa tidak menahan senyum. Namun dia tidak mengatakan apa-apa tentang itu. Sekarang dia hanya akan menunjukkan beberapa hal pada Qing Yue'er.
Tangannya bergerak menuju dantian Qing Yue'er, lalu menekannya lagi. Sebuah bola cahaya yang bersinar cukup terang tiba-tiba keluar dari dalam dantian. Mo Jingtian segera menangkapnya ke dalam genggaman.
“Apa itu?” tanya Qing Yue'er.
Mo Jingtian mendekati Qing Yue'er, lalu menunjukkan tangan kanannya yang masih tertutup. Secara perlahan dia membuka telapak tangannya, ini membuat Qing Yue'er menjadi penasaran.
“Ini .... Bagaimana Anggrek Salju ini bisa keluar?” tanya Qing Yue'er dengan heran. Apakah mungkin Anggrek Salju itu hanya mau menurut pada Mo Jingtian?
“Itu karena salah satu kekuatannya sudah diaktifkan. Bukankah kamu melihat jika salah satu kelopaknya sudah layu?”
__ADS_1
Qing Yue'er mengangguk. Anggrek itu memiliki tiga kelopak dan memang benar, salah satu kelopaknya sudah layu. Jadi kekuatan apa yang sudah diaktifkan?
Mengabaikan kebingungan dalam pikiran Qing Yue'er, Mo Jingtian berbalik sambil membawa Anggrek Salju itu menuju tubuh fisik yang masih tergeletak di tanah. Dia mengulurkan tangan satunya yang kosong, lalu cahaya emas tampak menyelimuti tubuh Qing Yue'er. Dalam sekejap luka di tubuh itu langsung dipulihkan.
Qing Yue'er berjalan mendekati tubuhnya dan menatap Mo Jingtian dengan tatapan yang rumit. Dia masih tidak mengerti dengan maksud semua ini.
Sebelum sempat bertanya, tiba-tiba Mo Jingtian menatapnya dengan lembut. “Kamu bisa masuk kembali ke dalam tubuhmu.”
“Benarkah? Jadi aku tidak mati?” tanya Qing Yue'er untuk memastikan kebenaran.
“Tidak. Ini justru hal yang baik untukmu. Kemampuan untuk meninggalkan raga bisa digunakan untuk melarikan diri atau mengelabui musuh. Selama musuh tidak mengetahui keberadaan jiwamu maka mereka pasti berpikir kalau kamu sudah mati,” terang Mo Jingtian.
Mendengar ini membuat Qing Yue'er berdecak kagum. Jadi seperti itu. Benar apa yang dikatakan Mo Jingtian. Jika dia berada dalam keadaan berbahaya maka melarikan diri bukanlah pilihan yang buruk. Bukan hanya itu, melepaskan diri dari raga juga bisa membantunya menyelinap atau bisa juga untuk hal penting lainnya. Yang pasti ini adalah kemampuan yang luar biasa.
“Itu semua berkat anggrek ini?” tanya Qing Yue'er dengan takjub.
__ADS_1
Mo Jingtian mengangguk. “Tentunya bukan hanya itu yang bisa dilakukan oleh anggrek ini. Bagaimanapun juga harta ini akan membawa lebih banyak keuntungan.”
Qing Yue'er percaya itu. Pantas saja saat itu di puncak Beifeng Xue, angsa putih dari jelmaan Anggrek Salju bersikap begitu arogan di depannya. Angsa itu juga sempat mengatakan bahwa tidak ada harta yang lebih berharga dari dia. Di masa depan dia pasti akan mencoba mencari tahu lebih banyak tentang itu.