Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Konflik


__ADS_3

Tanpa menunggu lagi Qing Yue'er melakukan kontrak dengan Taotie. Setelah meneteskan darahnya ke mulut besar Taotie, dia langsung merasakan ikatan yang terjalin dalam benaknya. Perasaannya menjadi lebih nyaman jika seperti ini.


"Aku akan memindahkanmu ke dalam dimensiku, jadi mulai sekarang jangan berpikir untuk melawanku atau ikatan kontrak akan melukaimu," ucap Qing Yue'er di depan Taotie.


"Dimensi? Dimensi seperti apa? Jangan bilang itu adalah dimensi yang sama dengan dia?" Matanya melirik Ying Jun dengan ragu-ragu.


"Tentu saja, memangnya kamu pikir aku memiliki dimensi lain?" Qing Yue'er mengatakannya dengan nada tidak senang.


Seandainya dia bisa membuat dimensi tentu saja dia akan membuat sebanyak-banyaknya. Lalu dia bisa menggunakannya untuk membudidaya tanaman herbal, untuk beternak kambing sebagai makanan Taotie atau untuk menyimpan harta yang dia miliki.


Itu ide yang bagus. Mungkin jika dia bertemu dengan Mo Jingtian, dia akan meminta untuk dibuatkan. Ah tidak, itu benar-benar tidak independen sama sekali. Mungkin dia harus menunggu kuat terlebih dahulu untuk bisa menciptakan sebuah dimensi.


Ying Jun yang mendengar jawaban Qing Yue'er menjadi cemberut. "Tidak, tempat itu tidak bisa dikotori oleh makhluk iblis seperti dia!"


Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Tapi ucapan Ying Jun ada benarnya juga. Dimensi Yin Yang adalah dimensi yang dibuat oleh Mo Jingtian. Jika dia memasukkan Taotie yang merupakan binatang iblis ke tempat itu, apakah pria itu akan mengizinkannya?


Tidak ada pilihan lain. Kalaupun Mo Jingtian tidak mengizinkannya, sepertinya dia tidak akan memarahinya, bukan?


"Bukan masalah. Taotie akan tetap tinggal di sana," ucap Qing Yue'er. "Tapi aku tidak tahu bagaimana memindahkan makhluk besar ini."


Ying Jun sedikit berkedut. Dia tidak rela jika harus berbagi tempat yang sama dengan Taotie, namun tuannya tetap bersikeras untuk melakukannya. Sepertinya dia hanya akan melepaskan masalah ini.


Dia mengepakkan sayap lebarnya dan tubuh Taotie mulai dilapisi cahaya biru yang samar. Setelah itu kepala Taotie yang berukuran sebesar gunung kecil langsung menghilang kedalam udara tipis.

__ADS_1


Qing Yue'er menarik napasnya. Satu urusan telah selesai, sekarang tinggal bagaimana dia harus menyikapi hal-hal kepada para penatua. Sepertinya mereka sedang menunggunya dari luar.


"Ying Jun, kamu bisa kembali sekarang. Aku akan menyelesaikan hal ini," pintanya sambil memapah tubuh leluhur Yin yang tidak sadarkan diri.


Mengikuti apa yang diminta tuannya, Ying Jun akhirnya kembali ke dimensinya. Dia tidak berpikir akan ada sesuatu yang buruk. Namun dia tidak pernah membayangkan apa yang terjadi selanjutnya akan berada di luar prediksinya.


Ketika Qing Yue'er keluar dengan leluhur Yin yang terluka, para penatua justru menjadi waspada terhadapnya. Mereka berpikir, Qing Yu adalah anak yang lemah, bagaimana bisa leluhur mereka terluka namun anak itu baik-baik saja?


Dan sekarang bahkan dia keluar dari lubang pusaran sendirian, dimana orang yang membantunya? Jika dia hanya seorang diri, itu akan sangat mustahil dia bisa selamat, kecuali dia memiliki hubungan tertentu dengan munculnya pusaran.


Qing Yue'er menyadari tatapan permusuhan mereka. Perasaannya menjadi tidak senang. Dia sudah mengamankan Taotie, bahkan pusaran di udara sebentar lagi akan menghilang. Kenapa mereka menatapnya seoalah-olah dia adalah orang yang mencelakai leluhurmya? Benar-benar tidak masuk akal!


"Lepaskan Leluhur Yin! Kamu tidak diizinkan untuk menyentuhnya!" teriak salah satu penatua. Dia adalah orang yang paling menatapnya dengan permusuhan.


Beberapa penatua datang untuk mengambil alih leluhur Yin dari tangannya. Qing Yue'er hanya bisa menyerahkannya.


"Apa yang kalian pikirkan?! Jangan menatap muridku seperti itu! Lihat baik-baik, bahkan pusaran itu semakin menghilang. Jika bukan karena dia, mungkin justru Leluhur yang tidak akan selamat!" Zu Tiankong berkata dengan marah. Bagaimana mungkin dia akan diam saja saat muridnya sedang dituduh seperti itu?


"Zu Tua, bukan seperti itu. Jika ada sesuatu yang berbahaya di dalam pusaran, seharusnya Qing Yu yang akan terluka bukan? Kenapa ini malah sebaliknya, Leluhur yang terluka bukannya dia?"


"Itu benar! Kecuali sesuatu yang berbahaya itu memiliki sebuah hubungan tertentu dengannya. Lagi pula dia hanya sendirian bukan? Memangnya siapa yang telah membantu dia melakukan hal menakjubkan seperti memasuki pusaran?"


"Dan di umurnya yang hanya 15 tahun, siapa yang akan berani memiliki ide seperti itu?"

__ADS_1


Qing Yue'er yang mendengar tuduhan dari para penatua menjadi semakin marah. Perasaan tidak senang yang dia pendam berubah menjadi amarah. "Siapa di usia 15 yang berani melakukan hal seberani itu? Tentu saja itu hanya aku, karena kalian dan murid-murid kalian semua hanya pengecut!!"


"..."


Semua penatua langsung tercengang mendengar perkataan Qing Yue'er. Apa yang bocah itu katakan? Dia berani mengatakan mereka dan murid-muridnya sebagai pengecut? Baru kali ini mereka menemui murid yang mengatakan hal seperti itu. Benar-benar meminta pemukulan!


Namun Zu Tiankong berbeda dari mereka. Dia justru terkekeh mendengar ucapan Qing Yue'er. Hanya ada satu di pikirannya, sepertinya muridnya adalah seorang barbar.


Dia berjalan untuk berdiri di sisi Qing Yue'er. Tujuannya datang ke tempat ini adalah untuk menemukan seorang penerus. Sekarang setelah menunggu selama bertahun-tahun akhirnya dia telah berhasil menemukannya. Jika dia harus memilih maka dia akan berani memilih untuk menentang akademi demi keselamatan muridnya.


"Guru, ini ..." Qing Yue'er ragu dengan tindakan Zu Tiankong.


"Biarkan saja mereka. Ayo kita kembali lebih dulu," ucap Zu Tiankong sambil berjalan pergi. Namun baru saja dia melangkah, dua orang tua sudah berdiri menghalangi langkahnya.


"Zu Tiankong, berhenti melindunginya! Dia sudah jelas-jelas telah bersalah, namun masih berani mengutuk para penatua. Benar-benar tidak bermoral," ucap Tang Huanyu yang disetujui dengan anggukan oleh Chen Hong. Mereka adalah orang yang menghalangi langkah Zu Tiankong.


Namun Zu Tiankong bukannya takut, dia justru semakin menentang mereka. "Lalu bagaimana jika aku tidak mau melakukannya? Kalian penatua utama bukannya menyelidiki dulu apa yang sebenarnya terjadi tapi malah menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan murid kecil sepertinya."


"Sepertinya kamu tidak mau meninggalkannya. Kalau begitu kamu berarti telah memilih untuk menentang keputusan akademi!" Tang Huanyu menunjuk pada Zu Tiankong dengan marah.


Zu Tiankong mengerutkan keningnya. Dia melirik Wang Tianji untuk bertanya apakah yang diucapkan Tang Huanyu itu benar atau tidak. Namun Wang Tianji alih-alih menjawab, dia memilih memalingkan muka untuk menghindari pandangannya.


"Baik, karena kalian memaksaku maka aku terpaksa harus mengatakannya. Aku memilih untuk melindungi Qing Yu!" jawabnya dengan menarik Qing Yue'er ke belakangnya.

__ADS_1


Qing Yue'er menjadi semakin bersalah pada gurunya. Hanya untuk melindunginya, pria tua itu harus menantang para penatua yang sudah lama saling mengenal.


__ADS_2