Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Mengubah Resep


__ADS_3

Niu Ren yang melihat senyum dingin Qing Yue'er hanya bisa tersenyum canggung. Sesaat kemudian dia mendengar gadis itu yang berbicara padanya. "Tuan Muda Niu, apa kamu juga menikmati pertunjukannya?" Niu Ren tidak tahu bagaimana harus menanggapi pertanyaan itu. Akhirnya dia pun maju untuk mendekat.


Pada saat itu dia melewati banyak murid-murid yang menatap miris pada He Jin. Orang tua itu sudah termakan oleh gelombang api naga. Tubuhnya pun menghitam, tapi ternyata orang itu masih belum mati. Memang untuk membunuh ahli alam duniawi tidak akan semudah itu.


He Jin berlutut tertatih-tatih ingin berdiri. Saat melihat Niu Ren dia merasa seperti telah melihat cahaya. Tangannya menggapai-gapai dan dengan suara yang serak dia pun berkata, "Niu Ren, kamu harus menolongku! Dia orang yang membunuh Ling Suyao!"


Sayangnya Niu Ren bahkan tidak memandangnya sama sekali. Pria itu berlalu pergi begitu saja untuk mendekati Qing Yue'er. Harapan yang dipegang erat oleh He Jin langsung musnah. Dan saat itu pula naga emas menyemburkan api lain padanya. Kali ini dia benar-benar diubah menjadi daging panggang tanpa bisa melakukan perlawanan.


Murid-murid yang sedang menonton hanya bisa menelan ludah. Bahkan tahap alam duniawi dapat dikalahkan tanpa Qing Yue'er harus bersusah payah. Itu berarti mereka tidak boleh menyinggung gadis itu atau bahkan kerabatnya sekalipun.


Meskipun itu bukan dengan tangan Qing Yue'er sendiri, tapi seseorang harus tahu kalau hasilnya sama-sama berbahaya. Sejujurnya mereka hanya tidak tahu bagaimana Qing Yue'er mengalahkan Ling Suyao, mematahkan tulang rusuknya dan juga lehernya. Jika mereka tahu maka penilaiannya akan lebih tinggi lagi. Mereka mungkin akan melihat bagaimana gadis itu bisa begitu tanpa ampun.


Semua orang hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Sekarang karena He Jin sudah mati sepertinya pertunjukan juga sudah selesai. Jadi mereka mulai membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing.


"Nona Xinyu memang tidak dapat ditebak," ucap Niu Ren setelah tiba di dekat Qing Yue'er.


Qing Yue'er hanya tersenyum samar. Dia melihat He Jin yang akhirnya telah hancur menjadi tumpukan abu. Dia sendiri menoleh untuk menatap Niu Ren dan bertanya, "Bukankah seseorang harus menyatukan abu itu dengan milik Ling Suyao?"


Niu Ren hanya bisa mengangguk sebagai persetujuan. Qing Yue'er melanjutkan. "Kalau begitu aku akan merepotkanmu, Tuan Muda Niu." Setelah mengatakan itu dan menatap sekilas, dia pun membiarkan Jinlong kembali ke dalam dimensi. Dia berjongkok untuk mengamati beruang kecil miliknya.


"Bagaimana dengan belati itu? Mungkinkah Tuan Muda Niu sudah menemukan pelakunya?" tanya Qing Yue'er sambil memberikan pengobatan untuk beruangnya. Meskipun itu hanya luka ringan tapi dia tidak menyukainya. Dia sungguh menyayangi Bulu Terang dan Bulu Gelap miliknya.


Niu Ren berdehem. "Aku sudah mencarinya. Dan orang itu juga sudah ditemukan."


"Siapa itu?" Qing Yue'er mendongak untuk menatap Niu Ren. "Aku rasa bukan orang asing."


"Itu memang benar." Niu Ren mengangguk. "Gu Xingren."


Qing Yue'er telah menyelesaikan perawatan beruangnya. Kemudian dia juga membiarkan keduanya kembali ke dalam dimensi. Setelah itu dia pun berdiri. "Jadi itu memang dia."


Niu Ren menatap Qing Yue'er dengan heran. Sepertinya gadis itu tidak terkejut sama sekali, apa mungkin karena dia sudah mengetahuinya? Niu Ren pun bertanya, "Kamu sudah mengetahuinya?"


"Tidak. Aku hanya menebak," ucap Qing Yue'er. Sebenarnya dia memang sudah mencurigai Gu Xingren dari awal. Orang yang menyerangnya jelas-jelas memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya, tapi kenapa orang itu tidak langsung membunuhnya saja? Itu pasti ada alasannya. Dan setelah dipikir-pikir Qing Yue'er sudah mendapatkan kemungkinan-kemungkinannya.


Penyerangan itu terjadi di kota Ding ketika dia sudah memiliki kontrak dengan naga. Orang yang menyerangnya pasti sedang mengincar naga itu. Kenapa tidak membunuh Qing Yue'er? Jawanannya sangat mudah, itu karena hanya Qing Yue'er yang tahu di mana keberadaan naga miliknya.


Selain itu, orang tersebut juga tidak berani menyerang secara terang-terangan karena Qing Yue'er bisa sewaktu-waktu menggunakan naganya untuk menyerang balik pada orang tersebut. Pada saat itu siapa yang akan menang dan kalah pasti sudah bisa ditentukan.


Hanya Gu Xingren yang dari awal sudah menginginkan naga emas itu. Orang lain mungkin menginginkannya, tapi hanya Gu Xingren yang memiliki tekad kuat. Itu bisa dilihat dari sorot matanya ketika baru mengetahui bahwa naga itu sudah kontrak dengan Qing Yue'er.


Niu Ren berdecak kagum. "Hanya menebak tapi itu adalah sebuah kebenaran. Kamu memang luar biasa," pujinya.


Qing Yue'er menghela napas. "Bagaimana aku harus menghadapi Gu Xingren itu? Apa dia sudah tahu jika sebenarnya dia sudah ditemukan?"

__ADS_1


"Itu tidak mungkin." Niu Ren menggelengkan kepalanya dengan yakin. "Aku melakukan pencarian dengan hati-hati. Di tidak akan tahu."


Qing Yue'er menatap ke langit. Saat itu akhirnya matahari telah tenggelam dengan sempurna. Langit kemerahan sudah diganti dengan kegelapan yang mulai bertabur bintang. Orang bilang kegelapan adalah sesuatu yang menakutkan, tapi mereka tidak sadar bahwa ada hal-hal indah yang hanya akan terlihat di bawah kegelapan.


Setelah beberapa saat dia memanglingkan wajahnya. "Kirimkan abu-abu itu pada Gu Xingren. Katakan bahwa itu adalah sebuah salam dariku."


Niu Ren hanya bisa menyetujuinya. Dia bahkan sudah lupa bahwa dirinya sendiri memiliki jabatan yang lebih tinggi dari Qing Yue'er. Ya, dia adalah pewaris di sini sedangkan gadis itu hanya seorang murid. Namun, kenyataannya kekuatan mereka memang terbalik.


Sebenarnya dia salut dengan bagaimana Qing Yue'er menangani hal-hal. Gadis itu tidak memiliki keraguan dalam menyikapi sesuatu. Seperti bagaimana dia dengan berani membunuh He Jin. Dan sekarang, Qing Yue'er juga sangat cerdas dengan bagaimana cara menyikapi Gu Xingren. Gadis itu ingin dia memberikan abu He Jin sebagai peringatan tersirat pada Gu Xingren. Ini adalah cara yang efisien.


"Ngomong-ngomong aku sudah membunuh guru dan murid di sini," ucap Qing Yue'er. Dia menatap Niu Ren. "Kamu tidak berniat memberiku hukuman?"


Niu Ren terkekeh. Diam-diam dia meringis di hatinya. Apa gadis itu sedang bercanda? Siapa yang akan berani memberi hukuman pada iblis sepertinya? Qing Yue'er tidak menyebabkan masalah lain saja sudah merupakan keuntungan baginya.


"Tidak ada, lagipula sejak awal kamu hanya melakukan pembelaan. Bukankah begitu?"


Qing Yue'er mengangguk dengan senang. "Ya, kamu cukup pintar juga. Ah, kalau begitu mari kita sudahi di sini. Aku akan pergi sekarang." Tanpa melakukan salam, dia pergi begitu saja meninggalkan Niu Ren sendirian. Orang-orang yang lain memang sudah pergi semuanya.


Niu Ren melihat sosok Qing Yue'er yang menghilang dari pandangan matanya. Kemudian dia memanggil seseorang untuk datang mengumpulkan abu He Jin. Sejak ayahnya memberikan beban padanya, mungkin baru kali ini dia menemukan kejadian yang begitu mengejutkannya.


Dari dulu kebanyakan masalah yang datang adalah tentang penyerangan sekolah lain atau sesuatu tentang konflik antara sekolah dan sekte. Namun, kali ini adalah masalah yang ditimbulkan oleh murid dan guru. Jadi ini memang hanya konflik internal. Akan tetapi, baginya ini sangat menarik.


"Tuan Muda, di mana abu ini akan disimpan?" tanya bawahannya.


"Ikutlah denganku, kita akan memberikannya pada Gu Xingren," ucap Niu Ren. Setelah itu mereka pun pergi dari sana dan bergerak menuju kediaman Gu Xingren. Tidak ada yang tahu apakah ini akan menghasilkan konflik lain atau tidak.


***


Tentang masalah Gu Xingren, Qing Yue'er tidak mengetahuinya dengan pasti. Namun, sejak malam itu dia tidak pernah melihat atau mendengar kabar apa pun tentang orang tua itu. Mungkin Gu Xingren pun banyak memikirkan hal-hal. Untuk memilih jalan permusuhan dengan Qing Yue'er sepertinya tidak tepat untuknya.


Semuanya membuat Qing Yue'er merasa damai. Dia banyak menghabiskan waktunya untuk pelatihan dan juga pelatihan. Ya, masih tidak ada sesuatu yang cukup menarik perhatiannya. Namun terlalu lama seperti ini juga membuatnya merasa bosan. Dia sudah terbiasa hidup diiringi dengan naik turunnya emosi, jika terlalu damai maka itu membuatnya merasa datar dan membosankan.


Sejak tadi dia sudah berbaring di tempat tidur. "Apa yang harus aku lakukan?" Dia akan bertanya seperti itu pada dirinya sendiri, lalu menghela napas dengan kasar dan kembali melontarkan pertanyaan yang sama. Dia mengulanginya hingga beberapa kali sampai tiba-tiba pintu kamar terbuka.


Luo Qingqi masuk dengan banyak gulungan di tangannya. Dia tampak kesulitan sebelum akhirnya menjatuhkan gulungan-gulungan itu ke atas meja. "Benar-benar menyusahkan," gerutunya.


"Apa itu?" tanya Qing Yue'er.


"Catatan mengenai obat dan racun. Aku harus membantu Peng Liang untuk melakukan pengecekan." Luo Qingqi berbicara dengan nada penuh keluhan. Setelah itu dia menggulung lengan bajunya dengan kasar dan mulai bersiap untuk mengerjakan tugasnya.


"Ada apa denganmu? Kenapa kamu terlihat begitu gelisah?" Luo Qingqi bertanya sambil menyiapkan tinta dan kuas.


"Apa yang harus aku lakukan?" Qing Yue'er mengulangi pertanyaan dan melemparkannya pada Luo Qingqi.

__ADS_1


"Jadi kamu bosan? Bagaimana dengan membantuku?" Luo Qingqi bertanya dengan penuh harap. Sebenarnya dia hanya iseng, tapi siapa yang tahu kalau Qing Yue'er benar-benar berlari ke arahnya. Gadis itu duduk dan langsung mengambil sebuah gulungan.


"Kamu benar-benar ingin membantuku?" tanya Luo Qingqi dengan takjub.


"Tidak." Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. Dia telah memikirkan sesuatu yang hampir dia lupakan. Kemudian dia membuka semua gulungan dan langsung memporak-porandakan semuanya.


"...."


Luo Qingqi hanya bisa meletakkan kuasnya kembali. Dia ingin melihat apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh Qing Yue'er. Saat ini tingkah lakunya benar-benar tidak seperti biasanya. Ini terlalu mencurigakan.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Luo Qingqi.


Qing Yue'er tidak menjawabnya. Dia membuka semua gulungan dan membacanya hanya dalam selintas. Mulutnya berkomat-kamit, mungkin karena membaca tulisan dengan terlalu fokus.


"Racun ... racun ... aku akhirnya menemukannya!" Qing Yue'er berseru dengan tiba-tiba. Dia menatap Luo Qingqi dengan wajah berseri-seri. Kekusutannya sudah hilang begitu saja.


"Kamu mencari racikan racun?" Luo Qingqi bertanya dengan heran. Dia tidak tahu kalau gadis itu ternyata tertarik dengan hal yang semacam ini juga.


"Tidak, aku tidak sedang mencarinya," ucap Qing Yue'er dengan bangga.


"Lalu?"


"Aku menciptakannya." Qing Yue'er meraup semua gulungan yang dibuat berantakan dan meletakkannya kembali di depan Luo Qingqi. "Racun yang tercatat di sini masih kurang berbahaya. Maksudku, itu tidak akan berguna untuk orang-orang alam duniawi dan di atasnya."


Luo Qingqi masih tidak percaya. "Lalu bagaimana kamu bisa menciptakannya? Hanya dengan membaca sekilas?"


Qing Yue'er mengangguk. "Ya, mereka sangat mudah dilihat dan sangat mudah ditebak. Jadi aku membaca semuanya dan akan menggabungkannya menjadi satu resep racikan yang sama sekali baru."


"Bagaimana mungkin?" Luo Qingqi terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Qing Yue'er. Hanya membaca selintas dan gadis itu sudah dapat menilai seberapa tingkat bahayanya? Bukankah ini terlalu ... menakjubkan?


Biasanya orang harus melakukan praktik terlebih dahulu untuk mengetahui hasil dari sebuah resep. Namun, gadis di depannya ini hanya membaca saja dan semuanya sudah langsung diketahui? "Xinyu, kamu harus memperlihatkan padaku."


Qing Yue'er mengambil kuas dan gulungan kosong yang dibawa oleh Luo Qingqi. Kemudian dia mulai menuliskan sesuatu sambil sesekali berpikir. Dia tidak tahu kenapa dia juga bisa memahaminya dengan cepat. Dia hanya perlu membaca dan dia sudah dapat memprediksi hasil akhir resep tersebut.


Setelah semua resep dibaca, ternyata dia merasa kurang puas karena resep racun itu memiliki masing-masing kelemahan. Jadi dia telah memodifikasi resep itu dan menggabungkannya menjadi resep lain yang sama sekali baru.


Beberapa saat kemudian dia selesai menulis dan menunjukkannya pada Luo Qingqi. Gadis itu pun langsung memeriksa dengan teliti. Saat dia sedang membaca kadang alisnya akan berkerut, kadang juga akan mengangguk-angguk. Ketika sudah selesai baru dia menatap Qing Yue'er sesaat. Tiba-tiba dia bertepuk tangan dengan keras.


"Hebat! Aku belum pernah melihat resep ini. Aku rasa aku harus melihat hasilnya nanti." Luo Qingqi berkata dengan kagum.


Qing Yue'er hanya terkekeh. Dia masih ingat dengan lebah beracun yang ditangkap saat perburuan binatang roh. Lebah itu sudah tidak memiliki sumber racun lagi sejak bunga Kelabu sudah dikonsumsi olehnya. Jika lebah itu dibiarkan tanpa mendapat asupan racun maka itu akan menjadi sia-sia.


Jadi, berhubung sekarang dia sedang merasa bosan, lebih baik dia memanfaatkan waktunya untuk membuat racun yang bisa diserap oleh lebah. Lalu di masa depan jika lebah-lebah itu menyerang manusia maka manusia tersebut akan mati oleh racun buatannya. Qing Yue'er tersenyum senang. Sepertinya dia harus mencari bahan dan segera membuat racun itu.

__ADS_1


***


Jangan lupa vote, like dan komen, ya.


__ADS_2