
Qing Yue'er memejamkan mata sejenak. Tiba-tiba terlintas sebuah pemikiran di kepalanya. Dia membuka mata dan menatap Mo Jingtian dari tempatnya berada. Rahang tegas Mo Jingtian bisa dia lihat dengan jelas.
“Jingtian, apa kau mengenal Cloud Fairy?” tanya Qing Yue'er.
“Aku bahkan belum bertemu langsung dengannya.”
Qing Yue'er ber-oh pendek. Dia pikir Mo Jingtian mengenal Cloud Fairy karena sebelumnya pria itu pernah membantu memberikan sutra di benua Tongxuan.
“Dia keturunan klan terbesar di ras peri. Jadi aku rasa dia mengetahui di mana ras peri lainnya bersembunyi,” imbuh Mo Jingtian.
“Selain ras peri dan ras iblis, ada ras apa lagi di dunia ini?” Qing Yue'er bertanya lagi.
“Mayat hidup, merfolk, ras naga, manusia dan aku tidak bisa menyebutkan satu-satu.” Mo Jingtian terkekeh yang membuat jantung Qing Yue'er berdebar. Akhirnya dia berdehem dan mengangguk mengerti. Ternyata ada banyak ras yang belum dia ketahui.
Saat itu tiba-tiba Qing Yue'er mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat. Dia segera bangkit dan melihat ada seorang wanita paruh baya yang sepertinya sedang menuju ke arahnya.
Qing Yue'er merasa sedikit panik ketika menyadari dia hanya sendiri dengan seorang pria. Jika wanita itu melihatnya mungkin akan berpikir tentang perilaku tidak bermoral. Akhirnya Qing Yue'er mendorong Mo Jingtian hingga pria itu berbaring di lantai gazebo. Pagar setinggi satu meter membuat keberadaan Mo Jingtian tidak akan terlihat oleh orang lain.
Mo Jingtian tidak tahu harus mengatakan apa. Dia bisa saja menyembunyikannya diri, tetapi apa yang Qing Yue'er lakukan benar-benar menggelikan. Dia ingin mengikuti apa yang sedang gadis itu mainkan.
“Apakah benar kau adalah Nona Qing yang sudah membantu Nona Lin?” tanya wanita paruh baya itu sambil berjalan menuju ke depan gazebo.
Qing Yue'er segera mengangkat tangan dan menggelengkan kepala beberapa kali. “Jangan ke sini! Ya, di sana saja. Maaf, aku merasa sedang tidak nyaman.”
Wanita paruh baya itu tidak mengerti apa yang dimaksud ‘tidak nyaman’ oleh Qing Yue'er. Namun, dia tidak membantah dan menghentikan langkahnya beberapa meter dari gazebo. Wanita bernama Su Yanling itu berkata, “Nona Qing, perkenalkan aku adalah Su Yanling, salah satu guru di sini. Sebelum Nona Lin pergi berkultivasi, dia meninggalkan pesan untuk kami.”
Qing Yue'er mencoba mendengarkan Su Yanling dengan saksama. “Nona Lin mengatakan jika Nona Qing keluar kultivasi lebih awal maka tolong datanglah ke paviliun Bulan Mabuk.”
“Paviliun Bulan Mabuk?” Qing Yue'er bertanya heran. “Di mana itu?”
“Di belakang kediaman Nona Lin. Aku bisa mengantarmu ke sana jika kau mau,” ucap Su Yanling.
Qing Yue'er melirik Mo Jingtian, lalu pura-pura tertawa pada Su Yanling. “Ah, haha. Tidak perlu. Terima kasih atas informasinya. Aku akan pergi ke sana malam ini.”
“Baiklah. Jika butuh bantuan untuk hal-hal lain, kau bisa memberitahuku.” Qing Yue'er mengangguk. Setelah itu Su Yanling melirik ke arah gazebo sebentar. Beberapa saat kemudian barulah dia berbalik pergi.
Napas panjang terhela dari mulut Qing Yue'er. Baru saja merasa lega, tiba-tiba tangannya ditarik dan dia langsung jatuh menimpa Mo Jingtian. Wajahnya memerah ketika pria itu mendekap tubuhnya.
“Jingtian, apa yang kau lakukan?” tanya Qing Yue'er sedikit memprotes.
“Aku? Bukankah aku sedang memeluk kekasihku?”
Qing Yue'er merasa pipinya menjadi panas ketika mendengar jawaban Mo Jingtian. Barusan pria itu mengatakan kalau dia adalah kekasihnya? Tiba-tiba saja Qing Yue'er tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa ... sangat senang.
Mo Jingtian tersenyum geli melihat Qing Yue'er yang menjadi salah tingkah. Akhirnya dia bisa membalas tindakan gadis itu ketika mereka berada di dalam dimensi Persik Surgawi. Dia mencolek dagu Qing Yue'er dan bertanya, “Apa kau tidak mau mengakuinya, hm?”
Tentu saja Qing Yue'er menjadi semakin gugup. “Mengakui ... apa?”
__ADS_1
“Berpura-pura tidak mengerti ya? Bukankah kita ini sepasang kekasih?” Mo Jingtian semakin menggoda Qing Yue'er. Dia senang melihat wajah gadis itu ketika dipenuhi dengan rona merah.
“Jingtian, kamu ... kamu tidak pernah mengatakan apa-apa tentang ini.” Qing Yue'er membuang muka untuk menghindari tatapan Mo Jingtian.
“Kalau begitu katakan, apa aku harus mengaku di sini? Atau haruskah aku berteriak pada dunia bahwa pria bernama Mo Jingtian dan—””
Qing Yue'er segera menggelengkan kepala dengan cepat. “Tidak. Bukan. Maksudku ....”
“Yue'er, tenanglah sedikit.” Mo Jingtian terkekeh. Akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan menghentikan perbuatannya yang sudah membuat gadis itu gugup.
Qing Yue'er merasa sedikit tidak habis pikir. Pria itu sepertinya sengaja ingin menggodanya. Tidak peduli apa, dia tetap merasakan kebahagiaan yang tidak terbatas. Mungkin mereka tidak memiliki banyak waktu untuk bersama, tetapi Qing Yue'er selalu menghargai setiap detik yang berjalan ketika bersama dengan pria itu.
***
Malam hari, Qing Yue'er keluar dari kediamannya seorang diri. Suasana terasa sangat sepi karena kebanyakan penghuni di sana adalah perempuan, sedangkan perempuan tidak akan berkeliaran di malam hari kecuali ada hal penting.
Qing Yue'er belum mengetahui di mana letak paviliun Bulan Mabuk atau letak kediaman Cloud Fairy. Dia mungkin harus menanyakan ini pada seseorang. Beruntunglah dia karena tidak lama setelah itu dia melihat seseorang yang lewat.
“Maaf, bisakah kau memberi tahuku di mana kediaman Nona Lin?” tanya Qing Yue'er.
Wanita yang sebelumnya hanya menunduk akhirnya mengangkat kepala dan menatap Qing Yue'er. Cahaya bulan menyorot wajahnya dan saat itulah identitasnya terungkap. Dia adalah Shen Miao, orang yang sebelumnya berseteru dengan Qing Yue'er. Tidak menyangka ternyata mereka akan bertemu di sana.
“Yo, bukankah ini Nona Qing? Si pendatang baru yang tiba-tiba membuat keributan di Puncak Awan Abadi?” Wajah Shen Miao dipenuhi ketidaksenangan. Gara-gara Qing Yue'er, dia dipermukaan di depan banyak orang. Selain itu dia juga akan segera menerima hukuman dari Nona Lin. Bagaimana mungkin dia bisa menyukai Qing Yue'er?
“Oh, aku bertanya pada orang yang salah,” gumam Qing Yue'er yang tetap didengar Shen Miao.
Qing Yue'er menyipitkan matanya. Setelah itu dia tersenyum, lalu berjalan mendekati Shen Miao. “Hanya orang bodoh yang akan memercayaimu,” bisiknya lembut.
Shen Miao menggertakkan giginya dengan marah. Apalagi melihat Qing Yue'er yang berjalan meninggalkannya dengan senyum tipis yang tersungging. Itu membuatnya semakin merasa jengkel. “Huh! Aku tidak pernah sekali pun membayangkan akan bertemu dengan wanita seperti itu!”
Dengkusan dingin terdengar sebelum akhirnya Shen Miao berjalan pergi dengan emosi yang meledak-ledak. Niat awal untuk pergi menemui gurunya terpaksa harus dibatalkan karena suasana hati yang berubah menjadi buruk.
Qing Yue'er tidak begitu peduli dengan Shen Miao. Wanita itu hanya hama kecil yang mencoba mengganggunya. Dia lebih peduli dengan tujuan awalnya untuk mencari kediaman Cloud Fairy.
“Ying Jun, keluar dan cari tahu di mana tempat itu!” perintah Qing Yue'er. Bagaimanapun juga Puncak Awan Abadi bukanlah tempat yang kecil. Ada banyak bangunan yang tidak dia ketahui fungsinya.
“Baik,” balas Ying Jun.
Cahaya biru melesat ke dalam gelapnya langit malam. Qing Yue'er menunggu selama beberapa saat sampai Ying Jun kembali muncul. Hanya dalam waktu yang singkat dia sudah berhasil menemukan lokasinya. Binatang ilahi memang memiliki kekuatan deteksi yang tidak bisa diremehkan.
“Di mana itu?” tanya Qing Yue'er.
“Kediaman Cloud Fairy ada di puncak bagian barat, tepat di sebelah air terjun yang tidak begitu tinggi.”
Qing Yue'er mengangguk. “Ayo ikut denganku,” ajaknya. Kemudian dia melesat ke arah tujuan diikuti oleh Ying Jun.
Kediaman Cloud Fairy benar-benar berada di dekat sebuah air terjun. Itu tidak setinggi air terjun di kediaman Guru Fang di Dataran Tengah, yang sebelumnya pernah ditinggali oleh Cloud Fairy. Namun, memang ada perasaan dan aura yang tidak jauh berbeda.
__ADS_1
Bangunannya terbuat dari kayu berwarna perak. Jika Qing Yue'er tidak salah, dia mengenali kayu itu yang berasal dari pohon Willow Perak. Itu adalah pohon yang langka. Biasanya bahkan dipakai untuk membuat senjata.
Di depan kediaman tersebut, Luo Nian sedang sibuk dengan pikirannya sendiri ketika tiba-tiba melihat kedatangan Qing Yue'er. Dia segera berdiri dan menyambut kedatangan gadis itu. “Nona Qing, apa kunjunganmu ke sini untuk pergi ke paviliun Bulan Mabuk?”
Qing Yue'er tersenyum dan mengangguk. “Itu benar. Apa kau bisa menunjukkan tempat itu?”
“Oh, tentu.” Luo Nian segera menyetujui. “Tolong ikuti aku.”
Tanpa menunggu lama Qing Yue'er langsung mengikuti Luo Nian dan mereka pun bergerak menuju belakang kediaman. Di belakang sana terdapat sebuah bangunan lain yang hanya terpisah oleh satu petak ladang berbunga.
Jika bangunan untuk kediaman Cloud Fairy dibangun dengan kayu perak, maka bangunan yang satu ini berbeda karena semuanya dibangun dengan kayu berwarna hitam. Benar-benar hitam.
Qing Yue'er tidak tahu Kenapa bangunan itu dinamai Bulan Mabuk. Dia pikir itu tempat yang menyenangkan atau yang dipenuhi dengan gairah hidup. Namun, penampilan luarnya tidak mencerminkan tanda-tanda seperti itu.
Luo Nian membuka pintu dengan kunci khusus. Setelah itu dia mendorongnya hingga terbuka lebar. Dari luar Qing Yue'er bisa melihat cahaya redup di dalam ruangan.
“Nona Qing, silakan masuk. Aku akan menunggu di sini.”
“Terima kasih.” Qing Yue'er mengangguk dan melangkah masuk. Ying Jun yang saat ini hanya berupa phoenix biru kecil bertengger di lengan Qing Yue'er. Dia tidak terlihat menarik perhatian.
Ruangan yang dimasuki Qing Yue'er adalah sebuah tempat yang tidak memiliki banyak perabot. Hampir tidak ada hal menarik di sana. Qing Yue'er melihat ada tangga menuju ruang bawah tanah. Mungkin hal yang ingin ditunjukkan Cloud Fairy ada di bawah sana. Akhirnya dia pun mencoba melangkah turun.
Ketika Qing Yue'er tiba di ruang bawah tanah, dia terkejut melihat Dewa Alkimia sudah diikat dengan belenggu-belenggu yang tebal. Masing-masing ada di tangan, kaki dan leher. Penampilan pria itu sudah tidak terlihat seperti dewa sama sekali. Justru tampak seperti penjahat yang sedang dihukum berat.
Ada rune dan formasi yang mengitari tempat di mana Dewa Alkimia berada. Itu mungkin formasi untuk menjaga agar tidak ada orang yang bisa membebaskan pria itu dengan mudah.
Langkah kaki Qing Yue'er telah membangunkan Dewa Alkimia. Pria itu langsung memelotot penuh kebencian. Semua hal buruk ini berasal dari gadis itu. Seandainya dulu berhasil dibunuh di Bumi maka gadis itu tidak akan mungkin kembali ke dunia ini. Kemudian klan Liu tidak akan hancur, lalu dia tidak akan berakhir di tempat pengap ini.
“Kau memang gadis pembawa sial!” rutuk Dewa Alkimia. Kebencian dan kemarahan tidak bisa disembunyikan sama sekali.
Qing Yue'er tersenyum mengejek. “Kau benar. Aku memang selalu datang membawa kesialan pada orang-orang yang menyinggungku.”
“Cih! Jika penguasa Pengadilan Surgawi mengetahui tindakanmu yang berani menangkap seorang dewa pasti kau tidak akan bisa selamat! Cepat, lepaskan aku! Jika kau melepaskanku dan meminta maaf dengan tulus, maka aku akan mempertimbangkan untuk tidak melaporkanmu!”
Tentu saja kalimat yang dimuntahkan Dewa Alkimia hanya membuat Qing Yue'er terkekeh. “Apa kau pikir tuanmu itu akan peduli pada dewa yang tidak memiliki kemampuan sepertimu?”
“Omong kosong apa yang kau katakan?!” Dewa Alkimia meledak dengan kemarahan. Rasanya benar-benar ingin mencabik-cabik setiap jengkal tubuh Qing Yue'er. Namun, saat ini dia tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk memberi pelajaran pada gadis itu.
“Haiz. Aku datang ke sini bukan untuk berdebat denganmu. Wanita itu pasti ingin memberi tahu sesuatu padaku,” ucap Qing Yue'er sambil bergerak mencari sesuatu. Dia tidak berniat melakukan perdebatan tidak penting dengan Dewa Alkimia.
Sebuah lemari besar berdiri di sisi dinding. Di sana ada banyak sekali botol-botol yang sepertinya merupakan botol anggur atau semacamnya. Mungkin itu alasan kenapa tempat ini disebut Bulan Mabuk.
Di pojok ruangan terdapat kotak yang mencuri perhatian Qing Yue'er. Dia segera memeriksa dan ternyata kotak itu tidak terkunci. Tanpa merasa ragu dia membuka kotak tersebut dan tertarik ketika melihat gulungan sutra yang tidak asing lagi.
Selain dua gulungan sutra, dia juga melihat gulungan kertas yang segera dibuka. Ternyata itu adalah pesan yang ditulis untuknya. Qing Yue'er membacanya sekilas.
“Yue'er, orang yang mengirim gulungan untukku melalui ibumu adalah Di Futian. Jika aku tidak salah seharusnya kau mengenalnya bukan? Jika aku boleh meminta tolong, tolong serahkan Dewa Alkimia padanya. Aku tidak mungkin bisa menyimpan b*jingan itu terlalu lama. Terima kasih. Simpan sutra ini untukmu juga.”
__ADS_1
“Kenapa dia harus membicarakan ini lewat pesan? Aku pikir ada hal apa.” Qing Yue'er merasa heran. Diam-diam dia mengangguk menyetujui apa yang Cloud Fairy inginkan.