Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Mei Yiran


__ADS_3

Qing Yue'er berkali-kali memeriksa keadaan ibu Xiao Hai dengan teliti. Setelah beberapa saat barulah dia menemukan sebuah kejanggalan. Ya, fisik ibu Xiao Hai baik-baik saja, tidak ada penyakit atau apa pun. Hal ini terlalu aneh. Jika fisiknya sehat seharusnya wanita itu baik-baik saja.


Ada hal lain yang terlintas di otaknya. Fisik mungkin sehat, tapi jika jiwanya memiliki masalah maka itu merupakan sesuatu yang merepotkan. Fisik mungkin penting, tapi jiwa bahkan jauh lebih penting.


Jiwa mengendalikan kekuatan hidup seseorang, termasuk kesadaran dan nyawa manusia. Jika jiwa mengalami luka atau bermasalah, kehidupan seseorang tentu saja akan terancam. Ini mungkin sesuatu yang belum Qing Yue'er pahami dengan baik, tapi dia tahu bahwa masalah ini tidak bisa dianggap sepele.


Oh, tolong jangan samakan dengan ilmu psikologi yang ada di dunia modern. Jiwa di dunia ini bukanlah sesuatu tentang gangguan kepribadian manusia. Ini jelas berbeda.


"Hahaha. Apa sekarang kamu akhirnya mengalami kebingungan?" tanya Ying Jun dari dalam benaknya. Dia tertawa dengan keras karena baru kali ini dia melihat pemiliknya merasa kebingungan.


"Apa yang lucu?!" ketus Qing Yue'er. Dia merasa sedikit sakit kepala.


"Aku rasa memang ada sesuatu yang salah dengan jiwanya. Dan itu mungkin ada sangkutannya dengan suara sitar," ucap Ying Jun dengan serius setelah menghentikan tawanya.


Qing Yue'er mengangguk. Sejak awal dia memang merasa ada sesuatu yang salah dengan suara sitar itu. Dia memang tidak merasakan pengaruh apa pun, tapi orang lain merasakannya.


Seperti yang telah dia saksikan sebelumnya. Ketika petikan sitar itu berbunyi, hampir setiap warga yang mendengarkan tampak sangat tenang dan damai. Mereka seperti merasakan kenyamanan di dalam hatinya.


Anehnya, dia tidak merasakannya. Dia tidak mendapatkan pengaruh apa pun. Apa mungkin dia yang salah? Sepertinya dia harus mencari tahu lebih banyak.


"Lalu bagaimana aku harus membangunkannya? Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya." Qing Yue'er meratap.


"Bodoh. Kamu masih memiliki Formula Dewa Alkimia, mungkin di sana tertulis sesuatu mengenai kekuatan jiwa." Ying Jun berkata dengan nada ejekan. Kemana citra tinggi yang biasa gadis itu tunjukkan? Sekarang dia bahkan terlihat seperti kura-kura bodoh.


Mata Qing Yue'er langsung berbinar. Benar, dia memiliki buku tebal itu. Seharusnya di sana ada catatan tentang kekuatan jiwa 'kan?


Qing Yue'er melirik Xiao Hai yang sedang menunggu pemeriksaan ibunya. Akhirnya dia hanya meminumkan air Yin Yang kepada ibu Xiao Hai. Dia tidak berharap banyak, setidaknya perlakuannya akan sedikit membuat Xiao Hai merasa tenang.


"Aku sudah memberikan obat untuk ibumu, tapi sepertinya dia tidak bisa bangun sekarang. Aku mungkin membutuhkan obat lain. Em, tapi kamu jangan khawatir, aku pasti akan menyembuhkannya," ucap Qing Yue'er sambil mengacak puncak kepala Xiao Hai.

__ADS_1


"Kakak Xinyu, aku percaya padamu tapi bagaimana aku harus membalas kebaikanmu?" tanya Xiao Hai dengan polos.


"Bagaimana kamu harus membalas?" Qing Yue'er pura-pura berpikir keras. "Mungkin kamu hanya perlu memberikanku sebatang manisan buah," jawabnya asal.


Sebenarnya dia melakukan hal seperti ini hanya karena dia mau melakukannya. Bukan karena mengharapkan hadiah, bukan pula karena rasa iba atau kasihan. Sekarang dia melakukan sesuatu hanya berdasarkan keinginan hatinya saja.


"Kakak Xinyu juga menyukai manisan buah? Wah, ibuku pandai membuatnya! Bagaimana kalau memintanya ketika dia sudah sembuh?!" Xiao Hai tampak antusias.


"Itu ide yang bagus. Baiklah Xiao Hai, sekarang pergilah tidur," ucap Qing Yue'er yang dibalas dengan anggukan oleh Xiao Hai.


***


Sementara itu, seorang pria paruh baya sedang mengamati Mei Yiran dari tempat duduknya. Tatapan matanya tidak bisa diartikan. Sepertinya dia juga sedang berpikir tentang sesuatu.


Mei Yiran tidak merasa gugup atau pun canggung. Dia terlihat acuh tak acuh. Tangannya yang ramping mengambil cangkir teh dan membawanya ke mulut. Dia menghirup aroma teh yang menguar ke udara.


"Teh musim penghujan memang sesuatu yang baik," ucapnya sebelum menyesap teh di tangannya.


"Sesuatu yang ingin dibicarakan ... apa itu?" tanya Mei Yiran.


Sudah hampir lima belas menit dia duduk di sana, tapi Zhao Kaiming belum mengutarakan apa maksudnya. Jika bukan karena pria tua itu adalah orang yang berpengaruh di kota Nan Zheng, maka dia tidak akan mau duduk berdiam diri di sana.


"Aku hanya merasa ada sesuatu yang salah. Bukankah begitu?" tanya Zhao Kaiming dengan seringaian.


Mei Yiran sedikit tertegun, tapi itu hanya sebentar sebelum kemudian tersenyum samar. "Jadi?"


"Buat kesepakatan." Zhao Zirui yang sejak tadi hanya terdiam, kini mengeluarkan suaranya. Dia mendekat ke arah wanita yang mengenakan sutra merah jambu itu.


"Kesepakatan?" Mei Yiran bergumam.

__ADS_1


"Ya, aku membutuhkan rekan untuk kultivasi ganda. Bagaimana menurutmu?" tanya Zhao Zirui.


Mei Yiran menatap pria muda yang berdiri tidak jauh darinya dengan tatapan sulit diartikan. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya, namun sorot matanya sedikit meredup.


Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya dia bangkit dari duduknya. Langkah kakinya masih tetap anggun seperti sebelumnya. Dia berjalan mendekati Zhao Zirui dengan senyum yang tersungging.


Zhao Zirui terpesona melihat senyum manis Mei Yiran. Dia merasa sangat yakin jika perempuan itu pasti akan menerima tawarannya. Terutama karena dia adalah tuan muda terkemuka di kota ini.


"Tuan Muda Zhao ...." Mei Yiran mengulurkan tangannya untuk membelai dagu Zhao Zirui. Hal itu membuat pria itu terpana, namun apa yang selanjutnya keluar dari mulut Mei Yiran membuat dia merasa tercengang.


"Aku pikir kamu terlalu merendahkan seorang Mei Yiran," ucap Mei Yiran setengah berbisik. Tanpa memperhatikan ekspresi Zhao Zirui, dia pergi melenggang meninggalkan pasangan ayah dan anak yang saat ini sedang terkejut.


"Dia menolakku?" gumam Zhao Zirui yang seakan tidak percaya. Setelah sekian tahun dia hidup, baru kali ini dia mendapatkan penolakan dari seorang wanita. Bagaimana mungkin dia tidak terkejut?


'Sial!' rutuknya dalam hati.


Zhao Kaiming membelai janggutnya. Dia tidak mengerti kenapa Mei Yiran tidak tertarik dengan penawaran ini. Putranya tentu saja bukan seseorang yang remeh, tapi kenapa wanita itu sama sekali tidak tertarik dengannya?


Soal kekayaan, tidak perlu diragukan lagi. Keluarga mereka adalah pemiliki bisnis besar di kota Nan Zheng. Tentu saja mereka orang yang kaya dan terhormat. Sepertinya Mei Yiran memang bukan orang yang mudah untuk dihadapi.


Mei Yiran berjalan meninggalkan kediaman Zhao. Dia mencemooh ketika mengingat kepercayaan diri dari kedua anak dan ayah itu. Meskipun keluarga Zhao memang terpandang, tapi itu tidak cukup untuk menaklukkannya.


Bahkan jika mereka mengetahui rahasia tentangnya, dia sama sekali tidak terganggu. Hanya kota Nan Zheng, kota yang masih kalah jauh dengan kota Fuli, sepertinya bukan masalah besar untuknya. Dia masih akan melakukan hal-hal dengan tangannya sendiri.


***


Halo, reader yang masih setia membaca cerita ini dari awal maupun para pendatang baru!


Aku ingin menyapa kalian.

__ADS_1


Jangan lupa asupan energi dan terus jaga kesehatan yaa, biar bisa bacain cerita ini sampai tamat ^_^


__ADS_2