Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Perebutan Tongkat Rotan


__ADS_3

Qing Yue'er hanya bisa tersenyum masam. Dia tidak berharap jika Jing Ling akan begitu menganggapnya tinggi, padahal dia sendiri ingin mencoba mengukur bagaimana kemampuan Jing Ling. Namun ternyata gadis itu menghindarinya.


Baiklah, dia hanya bisa mencoba memakluminya. Jika dia berada di posisi Jing Ling mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama.


Ding Yuhua berdehem. Akhirnya dia kembali berpikir rasional. Meskipun kepergian Jing Ling sedikit disesalkan, dia tidak mengatakan apa-apa tentang itu. Sebaliknya dia kembali bertanya siapa yang akan menantang Qing Yue'er.


"Siapa yang akan melawannya?!" seru Ding Yuhua. Dia sendiri merasa penasaran siapakah orang yang akan melawan Qing Yue'er.


Banyak orang yang langsung berbisik-bisik. Mereka sedang mempertimbangkan apakah mereka harus turun untuk melawan Qing Yue'er atau tidak. Kebanyakan mereka yang berdiskusi adalah orang-orang paruh baya yang kurang begitu percaya diri.


"Apa kau pikir dia sangat kuat?"


"Bagaimana aku bisa tahu? Bukankah gadis sebelumnya merasa enggan melawannya? Itu berarti gadis ini memang lebih kuat."


"Tapi itu belum terbukti. Bagaimana kalau mereka hanya memiliki selisih sedikit?"


"Apa-apaan kau ini? Jika kau ingin melawannya maka cepatlah turun! Jangan berbicara seolah-olah aku yang pengecut dan tidak mau turun."


"Aku tidak mengatakan seperti itu."


"Diam! Kalian berdua terlalu berisik!"


Kedua orang yang ternyata sedang berdebat pun langsung terdiam. Mereka melihat ke sekeliling dan ternyata banyak orang yang sedang memperhatikan mereka.


Qing Yue'er yang mendengar perdebatan itu pun langsung menoleh. "Apa kalian berminat melawanku?" Sebelum mereka sempat menolak, Qing Yue'er langsung menambahkan, "Kalian berdua datang sekalian, aku tidak keberatan."


Dua orang yang awalnya ingin menolak akhirnya saling melirik. Setelah membuat isyarat dengan mata akhirnya mereka berdua mengangguk. Dengan dua orang yang maju secara bersamaan, ada kemungkinan mereka bisa menang. Siapa yang akan menyia-nyiakan kesempatan seperti ini?


Namun, di sisi lain ada juga orang-orang yang malah merasa tidak senang. Mereka melihat Qing Yue'er dengan penuh ejekan. Menurut mereka sikap Qing Yue'er terlalu angkuh, melawan dua orang sekaligus. Apakah dia pikir dia begitu hebat?


"Biarkan saja. Jika dia kalah maka cukup tertawakan dengan keras."


"Benar, siapa juga yang menyuruhnya angkuh."


Meskipun Qing Yue'er banyak mendengar pro dan kontra, dia tidak begitu memedulikannya. Dia hidup untuk dirinya sendiri, tidak ada urusan untuk menyenangkan orang lain. Selain itu dia tidak mau menyia-nyiakan emosi hanya untuk orang-orang yang tidak menyukainya. Masih banyak hal penting yang sedang menunggunya di depan.


Dia meretakkan buku-buku jarinya, serta memutar lehernya. Dia seperti orang normal yang sedang melakukan pemanasan.


Jing Ling mendecakkan lidahnya dengan heran. Dia tidak mengerti kenapa kadang-kadang Qing Yue'er bersikap dengan barbar. Seharusnya gadis cantik seperti dia bersikap lebih tenang dan anggun, bukan seperti sekarang ini.


Namun itu memang sudah menjadi ciri khasnya. Ada saatnya Qing Yue'er menjadi periang dan tidak tahu malu, ada saatnya dia menjadi begitu anggun dan berkharisma. Lalu ada pula saatnya gadis itu menjadi begitu dingin dan menakutkan.


Jika dipikir-pikir sikap Qing Yue'er begitu kompleks yang tidak semua gadis bisa seperti itu. Menurut Jing Ling, itu adalah pesona tersendiri. Selain itu ada beberapa kelebihannya. Salah satunya adalah, mempermudah penyamaran.

__ADS_1


Jika Qing Yue'er menyamar pasti semuanya akan terlihat alami. Dia bisa membalik sikapnya menjadi sangat bertolak belakang dalam satu waktu. Itu karena dia memang memiliki sifat yang kompleks. Dan itu adalah sesuatu yang menakjubkan.


Daoist Black Three mengamati Qing Yue'er dengan saksama. Dia tidak langsung turun karena dia ingin melihat seberapa tinggi kemampuan Qing Yue'er terlebih dahulu. Dia tidak mungkin menyia-nyiakan waktunya jika itu hanya untuk seseorang yang lemah.


"Pak Tua, apa pendapatmu tentang temanku yang satu ini?" tanya Jing Ling tiba-tiba.


"Hmm." Daoist Black Three bergumam sambil membelai janggutnya. "Aku tidak ingin banyak bicara. Lihat saja nanti."


Jing Ling hanya mengangkat kedua bahunya. Dia sendiri tidak bisa menebak pikiran orang tua itu. Atau mungkin orang ini hanya pengamat saja, entahlah.


Setelah Qing Yue'er selesai pemanasan, dia hanya berdiam diri. Ternyata dia berniat untuk menunggu pihak lawan melayangkan serangan terlebih dahulu. Dan itu berhasil membuat kedua lawannya menjadi senang hati.


Mereka berdua mengambil pedang masing-masing dan mulai menebaskannya ke arah Qing Yue'er. Aura dari level 5 alam langit langsung terpancar dari tubuh masing-masing.


Qing Yue'er yang berada di level 8 tentunya tidak merasa cemas. Kedua pedang yang melayang ke arahnya hanya dia tendang dengan sedikit tenaga dan itu langsung membuat pedang-pedang itu terlepas dari genggaman sang pemilik.


Kedua pedang itu terlempar jauh ke belakang, menyisakan pemiliknya yang hanya bisa tercengang. Tangan mereka bahkan masih tergantung di udara, sama sekali tidak bisa merespon dengan cepat.


Hal itu membuat Qing Yue'er tersenyum senang. Dia langsung melayangkan kakinya dan mendaratkan tendangan di masing-masing tubuh lawannya.


Kedua orang itu langsung terlempar ke belakang. Bahkan rasa terkejutnya belum selesai, ternyata gadis itu sudah menendangnya begitu saja. Bukankah ini terlalu ....


Banyak pasang mata yang membulat. Mereka tercengang dengan bagaimana mudahnya Qing Yue'er menyelesaikan pertandingan ini. Bahkan ini hanya menghabiskan waktu yang begitu singkat. Sungguh terlalu mengejutkan.


Bahkan dua orang yang berada di level 5 alam langit bisa begitu mudah dikalahkan, lalu seberapa tinggi tingkat kekuatan gadis berjubah putih itu? Seharusnya itu melebihi level 6 alam langit.


Diam-diam Ding Yuhua merasa hormat. Anak muda jenius seperti itu ada kemungkinan berasal dari kekuatan yang berpengaruh di wilayah ini. Mungkin dia sama sekali tidak boleh menyinggungnya, atau dia tidak akan berakhir dengan baik.


Kedua orang yang telah dikalahkan oleh Qing Yue'er langsung berdiri mengambil pedangnya. Mereka sudah tidak berminat untuk melawan Qing Yue'er lagi. Bahkan dengan menyerang secara bersamaan tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menang.


Beruntung mereka tidak melawan sendirian, atau itu hanya akan berakhir lebih menyedihkan. Dengan ini mereka sudah menyimpulkan bahwa Qing Yue'er memang lebih kuat dari Jing Ling.


"Kamu memang luar biasa," ucap kedua orang itu.


Qing Yue'er hanya menggosok hidungnya dengan kaku. Setelah melihat kedua orang itu pergi, dia pun melihat ke sekeliling. "Adakah yang ingin melawanku lagi?"


Whoossh!


Seseorang bergerak cepat masuk ke arena. Setelah melihat orang itu, banyak orang-orang yang merubah ekspresinya. Mereka merasa ini akan menjadi luar biasa.


"Ini Daoist Black Three! Bagaimana dia bisa memilih untuk masuk sekarang?"


"Aku juga tidak tahu, tapi ini benar-benar mengejutkan!"

__ADS_1


"Apa orang tua itu tidak sedang menggertak anak muda? Bagaimana gadis itu akan menghadapi orang tua itu?"


Sebuah diskusi langsung meledak. Mereka semua tahu kalau Daoist Black Three hanya akan muncul ketika pertandingan hendak berakhir. Namun kali ini dia benar-benar muncul lebih awal, dan herannya itu adalah untuk menantang generasi muda! Apakah orang tua itu masih waras?


Lain halnya dengan mereka, Jing Ling menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Jadi orang tua itu adalah Daoist Black Three? Bukankah sejak tadi aku tidak memberikan sopan santun sama sekali?"


Jing Ling merasa terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka kalau orang yang sempat berbincang dengannya ternyata adalah Daoist Black Three, orang yang dipandang dengan cukup terhormat di wilayah ini.


"Heheh, aku ingin melihat bagaimana mereka akan saling bertempur." Jing Ling terkekeh, dia benar-benar menantikan saat-saat itu.


Qing Yue'er yang sudah mengantisipasi kemunculan Daoist Black Three hanya menyunggingkan senyum kecil. Sesuai kesepakatan, mereka memang akan berebut tongkat rotan lebih lanjut. Dan sekarang adalah saatnya untuk melaksanakan aksi itu.


Dia terkekeh dan mulai menyiapkan kuda-kuda. Mungkin ini baru pertandingan yang sebenarnya. Sedangkan yang sebelumnya hanyalah pemanasan baginya.


Daoist Black Three memikul tongkat rotannya. Sesekali dia akan menepuk bahunya dengan tongkat itu. Dia seperti sedang memijat bahunya sendiri. Namun ternyata wajahnya tidak begitu santai. Dia juga merasa hati-hati setelah melihat kemampuan Qing Yue'er.


"Gadis, aku ingin melihat bagaimana kamu akan merebut tongkat ini," ucap orang tua itu.


Qing Yue'er terkekeh. "Pak Tua, jangan khawatir. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat dan tanpa noda darah."


"Bagus bagus." Daoist Black Three terkekeh. Dia mulai menyiapkan ancang-ancangnya.


Sedangkan Qing Yue'er, dia mulai bergerak dengan kecepatan angin menuju Daoist Black Three. Kecepatannya begitu tinggi hingga membuat debu-debu di bawah kakinya mengepul untuk mengotori udara.


Wosshh woosshh!


Daoist Black Three menggeser posisinya. Aura dari puncak alam langit pun langsung terpancar dari tubuhnya. Kekuatannya memang lebih tinggi satu tingkat dari Qing Yue'er, tetapi tetap saja dia tidak boleh ceroboh.


Qing Yue'er tidak menyangka kalau orang tua itu hanya satu tingkat di atasnya. Ternyata orang tua itu belum menginjak alam duniawi. Hatinya langsung bersorak dengan gembira. Sepertinya itu tidak akan terlalu sulit jika dia berniat untuk mengambil tongkat rotan itu.


Tangan Qing Yue'er berkali-kali mencari kesempatan untuk mengambil tongkat rotan. Namun Daoist Black Three juga dengan gesit menjauhkan tongkatnya dari jangkauan tangannya.


Whoossh whoossh.


Banyak orang yang akhirnya mengerti. Ternyata kedua orang itu bukan sedang menyerang, melainkan sedang memperebutkan tongkat. Jadi masalah itu belum selesai?


Orang-orang langsung menggelengkan kepala. Apakah orang-orang kuat selalu melakukan hal-hal yang eksentrik? Bahkan tongkat rotan pun diperebutkan seperti itu?


Qing Yue'er tidak tahu apa yang ada dalam pikiran orang lain. Saat ini dia sedang mengedarkan kekuatan rohnya untuk mendeteksi arah gerakan Daoist Black Three. Hal itu benar-benar membuat prediksinya begitu efektif. Bahkan orang tua itu merasa heran. Bagaimana gadis itu bisa mengetahui arah gerakannya dengan benar?


***


Jangan lupa vote, like dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2