Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Mendekati Kepergian


__ADS_3

Malam ini seperti yang telah Qing Yue'er rencanakan. Duduk bersila di atas tempat tidur dengan setumpuk batu roh di hadapannya. Dia telah menyiapkan segalanya dengan baik. Meskipun dia sudah bisa dikatakan kuat di usia seperti itu namun semuanya masih tidak cukup.


Tanpa menunggu lebih lama dia mulai menyerap energi spiritual dari tumpukan batu roh. Aliran energi spiritual bergerak masuk melalui meridian dan berakhir masuk ke dantiannya yang telah terasa kering.


Batu roh yang telah kehilangan energi spiritual akan melebur menjadi debu. Demikianlah apa yang tetjadi saat ini, sedikit demi sedikit Qing Yue'er mulai menyerap batu roh hingga kering.


Dalam kurun waktu yang singkat, setengah batu roh sudah berubah menjadi tumpukan debu. Qing Yue'er merasakan dantiannya yang hampir penuh. Diam-diam dia merasa senang dan mempercepat penyerapannya.


Boomm!!


Setelah beberapa saat dia mendengar suara ledakan di kepalanya. Matanya langsung terbuka dengan kilatan kesenangan. Akhirnya dia berhasil menerobos ke level 2 alam langit!


Jika dipikir-pikir ini terlalu mudah untuknya. Selama ada harta untuk meningkatkan kultivasi maka dia akan mudah melakukan terobosan. Sebenarnya tidak semua orang memiliki keistimewaan seperti itu. Ini berarti dia masuk ke dalam tubuh yang cukup menguntungkan.


Qing Yue'er melihat batu roh yang tersisa. Ternyata masih ada sisa kira-kira sepertiganya. Dia akan menyimpan sebagai cadangan di masa depan.


***


Keesokan harinya Qing Yue'er bangun lebih awal dan bersiap pergi untuk menemui Bai Fu'er. Saat ini dia masih tinggal di asrama yang lama. Sebenarnya dia dibolehkan untuk pindah ke asrama putri, namun hanya ada sedikit waktu yang tersisa. Sepertinya tidak akan memberikan perubahan apa pun bahkan jika dia pindah.


Ketika Qing Yue'er sampai di depan asrama Bai Fu'er, dia melihat Ji Fan dan Qi Rong ada di sana. Sepertinya mereka juga sedang melihat kondisi Bai Fu'er.


"Aku dengar kamu akan pergi. Kemana?" tanya Bai Fu'er langsung setelah melihat kedatangan adiknya.


Qing Yue'er tidak langsung menjawab. Dia duduk di bangku kayu yang kebetulan ada di sana, lalu mengamati ketiga orang yang sedang menanti jawaban darinya. Bibirnya terangkat menjadi senyum manis.


Sudah berapa lama dia mengenal orang-orang ini? Dia bahkan tidak mengingatnya dengan baik. Mereka sudah bersama selama berbulan-bulan, tapi sebentar lagi harus berpisah. Mungkin itu bukan waktu yang lama, namun tetap saja dia merasa sentimental.


"Aku akan pergi ke Jiang klan, setelah itu aku akan memiliki jalan sendiri," jawab Qing Yue'er dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"Apa itu lama? Kami pasti akan merindukanmu," ucap Qi Rong. Baru kali ini dia mengatakan sesuatu dengan sangat serius atau lebih tepatnya mengakui apa yang dia pikirkan. Memang pemalas itu seringkali akan bersikap masa bodoh dengan hal-hal disekitarnya.


"Itu benar, aku pikir kita masih bisa melakukan perjalanan bersama." Ji Fan ikut menimpali.


"Kalian harus bisa jaga diri. Di masa depan aku tidak ingin pulang disambut dengan peti mati kalian," ucap Qing Yue'er dengan nada bicara yang tidak berubah. Bagaimana pun juga dia tetap terlihat tenang.


"Apa yang kamu bicarakan? Tentu saja kita semua akan baik-baik saja." Bai Fu'er berkata dengan keras. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini.


Hanya mengingat bagaimana dia pernah mencoba mencelakai saudaranya itu. Dulu dia sangat membencinya hingga ke tulang-tulang, tapi setelah banyak bergaul dengannya dia telah menemukan hal yang berbeda. Qing Yue'er atau yang dulu dikenal sebagai Bai Yin Xue ternyata tidak seburuk itu.


Masih ingat saat dia menggertaknya namun Qing Yue'er hanya akan menerimanya begitu saja. Pengecut. Itu adalah apa yang ada di otaknya. Meskipun gadis itu pengecut di depannya anehnya dia sering membuat keributan-keributan yang tidak bisa dimengerti orang lain.


Ya, itulah kenapa orang-orang mengatakan bahwa Qing Yue'er tidak berguna. Gadis itu hanya tahu bagaimana menghambur-hamburkan uang. Membeli barang-barang mahal yang tidak memiliki fungsi.


Menyebalkannya gadis itu sangat malas berkultivasi. Dia berhenti di level 3 alam mortal tanpa kemajuan. Kadang Bai Su bahkan sampai kewalahan dengan sikapnya yang tidak terbaca.


Bai Fu'er menghela napas. Semuanya adalah masa lalu. Dia bahkan sudah tidak ingat lagi sejak kapan Qing Yue'er telah berubah menjadi individu yang sama sekali berbeda. Jika dulu adalah sia-sia, maka sekarang Qing Yue'er bisa digolongkan sebagai jenius yang hanya muncul sekali dalam 1000 tahun.


"Lupakan lupakan. Bagaimana jika sebagai tanda perpisahan, aku akan memasak makanan untukmu?" tanya Ji Fan dengan antusias. Sudah lama dia tidak mencoba memasak sejak memasuki akademi.


"Bagaimana kamu bisa menawarkan keahlian konyolmu itu?" Qi Rong berkata dengan sinis.


"Biarkan aku saja. Aku tidak ingin kamu meracuni orang lain," ucap Bai Fu'er yang langsung direspon dengan protesan dari Ji Fan.


"Tidak bisa. Kamu harus beristirahat. Aku akan mengerjakannya bersama Qi Rong. Biarkan para gadis-gadis menunggu di sini dengan anggun."


Bibir Qi Rong mencibir ketika mendengar perkataan Ji Fan. Dia memasak? Dengan Ji Fan? Oh, sungguh tidak bisa diandalkan. Jangan bicarakan tentang kemampuan idiot Ji Fan, bahkan dirinya sendiri tidak terlalu bisa memasak.


Sayangnya sebelum dia diberi kesempatan untuk menolak, Ji Fan sudah menariknya untuk pergi. Akhirnya dia hanya bisa membiarkan semuanya berjalan begitu saja.

__ADS_1


Setelah kedua lelaki itu pergi, hanya ada Qing Yue'er dan Bai Fu'er yang tersisa. Kedua gadis itu membicarakan banyak hal yang mungkin selama ini telah mereka lewatkan. Termasuk bagaimana hal kemarin terjadi.


"Maafkan aku karena datang terlambat," ucap Qing Yue'er.


Bai Fu'er terkekeh. Apa yang harus disalahkan? Dia tidak akan menyalahkan apa pun, entah itu orang lain atau pun keadaan. Semuanya sudah terjadi. Dia bahkan harus bersyukur karena Qing Yue'er tetap datang menolongnya meskipun gadis itu sangat tahu siapa yang ditargetkan oleh musuh.


Jika Qing Yue'er tidak peduli padanya, pasti gadis itu tidak akan datang. Memangnya siapa yang akan dengan gamblangnya masuk ke perangkap musuh? Bahkan jika mau, Qing Yue'er bisa saja hanya berdiam diri menunggu kematian saudarinya. Akan tetapi Qing Yue'er tidak seperti itu. Bai Fu'er harus mengakui bahwa Qing Yue'er memang terlalu berani.


"Kenapa kamu meminta maaf? Aku yang harus berterimakasih karena kamu telah berusaha menolongku," ucapnya dengan hangat.


Qing Yue'er menatap Bai Fu'er dengan senyum yang tersungging. Awalnya dia sempat khawatir dengan keadaan gadis itu mengenai kejadian kemarin. Namun sepertinya dia tidak perlu berpikir berlebihan. Bai Fu'er dalam kondisi yang baik.


"Kita adalah saudara," ucapnya dengan pelan.


***


Di atas tebing curam yang tak berdasar, seorang pria dengan jubah semerah darah tampak berdiri dengan tangan di belakang. Rambut putihnya yang panjang menari ketika tertiup angin. Sungguh terlihat seperti makhluk surgawi yang keluar dari sebuah lukisan.


Pria itu merasakan sesuatu yang membuncah dalam hatinya. Seolah meronta untuk dikeluarkan. Apalagi ketika mengingat gadis yang telah lama tidak dia jumpai. Ya, mungkin dia merindukan gadis kecilnya.


"Tuan, untuk sementara kita tidak memiliki masalah lain," ucap seseorang dari belakang.


Tiba-tiba tangan Mo Jingtian memegang dadanya dengan erat. Ekspresinya tidak pernah berubah, masih datar seperti sebelumnya. Dia hanya menatap ke kejauhan dengan sorot mata yang meredup.


"Tuan, apa kamu-"


"Pergi. Biarkan aku sendiri," ucap Mo Jiangtian memotong perkataan bawahannya.


Orang yang menjadi bawahannya hanya mengangguk sebelum membungkuk dan berlalu pergi. Jika tuannya sudah memerintah maka dia tidak berani untuk membantahnya.

__ADS_1


Mo Jingtian menutup kedua matanya dan bergumam dengan pelan. "Ini akan lama."


__ADS_2