Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Naga Lainnya


__ADS_3

Setelah kejadian monster itu, kebanyakan murid sudah pergi arah barat. Meskipun mereka sudah tidak dapat melihat monster yang tinggi menjulang, mereka masih takut untuk kembali. Bagaimanapun juga mereka tidak yakin apakah monster itu sudah dibunuh atau belum. Daripada menanggung risiko, mereka lebih memutuskan untuk bermain aman.


Hal itu cukup membuat Qing Yue'er merasa senang. Kelompoknya bisa dengan leluasa bergerak di daerah yang lain. Sekarang mereka berempat pergi ke arah timur laut. Dengan pengalaman yang sudah dialami membuat mereka menjadi lebih berhati-hati. Jalanan di sana terasa lebih baik dari sebelumnya. Mungkin karena wilayah yang mereka lalui lebih datar dari yang lain.


Mereka berjalan cukup jauh sampai matahari mulai turun. Namun, ternyata belum ada binatang roh yang layak untuk Jing Ling maupun Ming Yuxia. Kebanyakan itu hanya binatang roh kelas rendah yang tidak memiliki masa depan yang cukup. Bahkan jika itu dibesarkan, mereka hanya akan menjadi beban saja.


"Kita mungkin beristirahat dulu. Seharian ini kita sudah bekerja keras. Kita masih memiliki waktu sampai besok," ucap Luo Qingqi. Sebenarnya dia merasa kasihan pada teman-temannya. Mereka lebih muda darinya dan baru datang di akademi belum lama. Mereka belum menelan banyak pelatihan fisik, mungkin ini sudah membuat mereka merasa lelah.


Qing Yue'er hanya mengangguk saja. Sebenarnya dia tidak mempermasalahkan apa pun, tapi dia juga melihat Jing Ling dan Ming Yuxia yang terlihat letih. Apalagi mereka juga sudah berlarian menghadapi monster. Lebih baik mereka menunda perjalanan dulu.


"Tidak apa-apa. Kita harus mencari tempat yang nyaman untuk bermalam," ucap Qing Yue'er. Setelah itu mereka pun tiba di tanah datar yang memiliki lebih sedikit pohon. Itu tempat yang cukup nyaman, apalagi itu tidak jauh dari sumber air yang memudahkan mereka.


Sementara yang lain bersantai, Qing Yue'er berjalan-jalan di sekitar untuk melihat-lihat keadaan. Tidak ada hal yang begitu menarik perhatiannya. Kemudian tidak jauh darinya ada sebuah batu besar yang terletak di bawah pohon. Dia pun ke sana untuk bersantai juga. Setelah beberapa saat, dia teringat bunga Kelabu yang masih dia simpan. Akhirnya dia mengambilnya untuk disempurnakan.


Bunga kelabu itu sekarang memiliki warna putih yang sangat cantik. Sungguh bertolak belakang dengan warna hitam sebelumnya. Ini juga bisa disamakan seperti manusia. Sesuatu yang terlihat buruk tidak berarti akan selamanya buruk, mereka juga bisa berubah menjadi sesuatu yang indah. Atau, sesuatu yang terlihat buruk ternyata memiliki sisi tersembunyi lain yang bertolak belakang.


"Aku akan menyempurnakan ini sekarang," gumam Qing Yue'er. Setelah itu dia pun mulai memfokuskan energinya. Kekuatan roh dari bunga Kelabu mulai mengalir ke dalam tubuhnya sebelum berakhir di otak. Ya, pusat kekuatan roh memang berada di otak, tidak seperti qi spiritual.


Itu memakan waktu yang lama. Bahkan sampai senja mulai turun dia masih belum selesai. Ketika malam datang akhirnya dia menemui tanda-tanda terobosan. Kekuatan rohnya melonjak mendobrak dinding penghalang lain. Awalnya itu tidak mudah, tapi dia mencobanya hingga berkali-kali.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya dinding penghalang pun mulai retak. Qing Yue'er menjadi lebih bersemangat. Dia melakukannya lagi dan lagi sampai akhirnya dinding itu benar-benar runtuh. Pada saat itulah gelombang kekuatan roh langsung memasuki otaknya.


Qing Yue'er membuka kedua matanya yang berkilat-kilat dengan warna kehijauan. Dia mencoba mengeluarkan api roh dan itu telah berubah menjadi warna hijau. Akhirnya dia telah melakukan terobosan kekuatan roh ke level hijau. Dengan perasaan yang senang, dia pun kembali untuk menemui teman-temannya. Mereka mungkin akan mencarinya jika dia tidak segera kembali.

__ADS_1


"Aku bagian ini, kamu tidak boleh memakannya."


"Biarkan Xinyu mendapatkan bagiannya juga."


Samar-samar Qing Yue'er mendengar Jing Ling yang berbicara dengan keras. Kemudian dia juga mencium bau sesuatu yang membuatnya merasa ingin memakannya. Ya, sebenarnya dia tidak begitu lapar, tapi setelah mencium bau ikan bakar dia pun ingin merasakannya juga.


"Xinyu, akhirnya kamu kembali. Cepat makan ini selagi masih hangat," ucap Luo Qingqi sambil memberikan satu ekor ikan bakar. Dengan senang hati Qing Yue'er pun menerimanya. Sebelum dia memakannya, tiba-tiba satu ekor ikan bakar lain sudah tiba di depan wajahnya.


"Ini, buat kamu," ucap Ming Yuxia. "Terima kasih sudah merawat kami."


Qing Yue'er merasa hatinya menghangat. Meskipun Ming Yuxia adalah sosok yang dingin dan pendiam, tapi dia tetap memiliki kasih sayang untuk mereka. Gadis itu hanya tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaannya dengan baik.


"Baik, aku menerimanya." Qing Yue'er mengambil ikan itu dan memakannya juga. Setelah itu malam mereka dipenuhi dengan gurauan dan candaan. Sampai akhirnya hari menjadi larut, mereka pun memilih untuk sibuk sendiri-sendiri. Luo Qingqi memutuskan untuk berkultivasi, sedangkan Jing Ling lebih suka untuk tidur.


Saat ini dia melihat Bulu Terang dan Bulu Gelap sedang meringkuk di atas alas rumput. Dia mendekati kedua binatang itu dan mereka seperti baru saja melihat seorang malaikat. Dengan cara yang lucu, mereka langsung berlari untuk memeluk kedua kaki Qing Yue'er.


"Aiya, apa kalian begitu menantikan kedatanganku?" Qing Yue'er menggoyang-goyangkan kakinya, tapi beruang-beruang kecil itu tidak memedulikannya.


"Dia terlalu manja." Mo Jingtian berkata dengan datar. Dia bersandar pada dinding kolam. Rambut putihnya kini sudah basah oleh air. Sepertinya pria itu baru saja melakukan meditasi di dalam air Yin Yang.


"Jangan membohongiku. Dia terlihat ketakutan saat melihatmu," ucap Qing Yue'er dengan penuh selidik. Mo Jingtian tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya tersenyum tipis padanya.


Qing Yue'er akhirnya mengelus anak-anak beruang. "Ayo pergi ke luar gua, jangan pedulikan dia." Dia membiarkan beruang kecil itu mengikutinya dari belakang. Sesekali beruang itu akan melirik Mo Jingtian dengan takut-takut, seolah mengatakan kalau dia sudah bertemu dengan penyelamatnya dan Mo Jingtian tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi pada mereka.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Mo Jingtian mendengus. Seharusnya dia yang diajak pergi, bukan beruang-beruang ingusan itu. Dia melihat ke mana Qing Yue'er pergi dan tidak berniat untuk mengikutinya. Diam-diam dia terkekeh sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam air.


Qing Yue'er berjalan keluar gua. Dia melihat Ying Jun kecil yang saat ini sedang terlelap di luar gua. Kemudian dia mencari-cari keberadaan Jinlong. Namun, setelah menoleh ke kanan dan kiri dia tidak melihat sosok emasnya.


"Ying Jun, apa kamu melihat Jinlong?" tanya Qing Yue'er.


Ying Jun menguap. "Cari saja di sekitar Willow Salju. Dia ada di sana."


Akhirnya Qing Yue'er pun mencari keberadaan Willow Salju. Dia ingat pernah melihat pohon Willow di sini, tapi dia sedikit lupa tepatnya di mana. Akhirnya dia berputar beberapa kali sebelum akhirnya menemukannya.


Namun, setelah dia sampai di sana, bibirnya sedikit berkedut. Naga emas yang awalnya terlihat begitu mengesankan itu kini sudah terlihat berantakan. Aura keagungannya seolah lenyap begitu saja. Hal yang mengejutkan bukanlah itu, melainkan ada binatang lain yang membuatnya benar-benar tertegun.


Seekor naga lain yang berwarna hitam sedang berhadap-hadapan dengan Jinlong. Naga itu memiliki aura yang lebih ganas dan kejam. Ukurannya mungkin tidak begitu besar, tapi siapa pun pasti akan menciut jika dihadapkan dengannya.


Qing Yue'er merasa takjub saat pertama melihatnya, tapi beberapa saat kemudian dia mengerutkan kening. Dia bisa merasakan jika naga hitam itu sedang mengintimidasi Jinlong. "Siapa kamu? Kenapa kamu ada di sini?"


Naga hitam itu langsung menatap Qing Yue'er. Mata hitam legamnya menatapnya dengan cara yang berbeda. "Kenapa aku ada di sini? Tentu saja aku sedang menjalankan tugas dari tuanku."


Bibir Qing Yue'er mengerut. Dia bisa mengerti jika tuan yang dimaksud oleh naga itu pasti adalah Mo Jingtian. Dia menjadi heran, kenapa pria itu melakukan hal konyol seperti ini? "Pergi pergi! Katakan pada tuanmu itu untuk tidak membuat masalah atau aku tidak mau menemuinya lagi!" seru Qing Yue'er untuk mengusir naga itu.


Kedua mata naga hitam itu langsung berkedip. Ini adalah kabar buruk untuk tuannya, dia harus memberi tahu! Dalam sekejap dia langsung pergi melesat jauh menuju gua. Sedangkan Qing Yue'er hanya bisa tersenyum masam. "Aiyaa, Jinlong, jangan berdekatan dengan pria itu. Akan lebih baik jika kamu berteman saja dengan Ying Jun."


Perasaan Jinlong hanya bisa menjadi masam. Dia tidak menyangka kalau ternyata pria yang tinggal di dalam gua itu akan begitu menakutkan. Beruntung dia tidak mendapatkan sesuatu yang serius, atau mungkin naga hitam yang kejam itu bisa saja menyiksanya dengan cakar-cakar yang jauh lebih tajam darinya.

__ADS_1


__ADS_2