Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kedatangan


__ADS_3

"Tuan, aku mencium sesuatu yang tidak normal dari tubuh si tua itu." Suara Ying Jun bergema di benak Qing Yue'er.


"Tidak normal? Apa itu?" gumam Qing Yue'er.


Dia sudah menduga jika Ouyang Feng pasti bukan orang yang sederhana. Walaupun auranya tampak kuat, tapi itu sedikit berbeda dari orang lain. Mungkin ada sedikit energi yang berat di dalamnya.


Qing Yue'er tidak terlalu yakin. Tapi sejak Ying Jun mengatakannya, dia menemukan semuanya terasa tidak benar. Jika dia diberi kesempatan, mungkin dia akan menyelidiki tentang orang itu.


Saat dia sedang termenung, tiba-tiba dia merasakan penindasan yang datang dari atas. Tubuhnya seperti ditimpa oleh gunung besar. Hal itu membuatnya hampir tidak bisa berdiri dengan kokoh.


Ouyang Feng menyeringai menatap remaja yang saat ini sedang memucat menahan penindasannya. Saat ini dia telah merubah rencananya. Dia tidak ingin menyiksa Qing Yue'er, tapi dia ingin anak itu menerima penghinaan dengan berlutut kepadanya.


Dia merasa sangat marah pada anak nakal itu. Sejak awal siapa yang berani meragukannya atau bertindak tidak sopan kepadanya? Mungkin hanya orang bodoh seperti dia yang akan melakukannya.


"Anak muda, tidak ada gunanya kamu menahannya. Kamu hanya perlu bersujud kepadaku dan menyerahkan benda jahat yang ada ditanganmu. Setelah itu aku pasti akan memaafkanmu."


Qing Yue'er mendecih. "Jangan pernah berharap!"


Penindasan yang menyelimutinya menjadi semakin kuat. Dia menggertakkan giginya untuk menjaga berat tubuhnya. Bagaimanapun juga dia tidak akan sudi untuk bersujud kepada orang lain.


Kedua ahli alkimia menyaksikan Qing Yue'er dengan senyum mencemooh. Murid arogan seperti dia pantas mendapatkan hukuman untuk pelajaran. Jika tidak seperti itu, dia akan menjadi semakin tidak tahu diri.


Tawa Ouyang Feng bergema di udara. Murid lain yang mendengar tawa itu hanya bisa menggigil ketakutan. Mereka menatap Qing Yue'er dengan tatapan iba namun juga mencemooh.


"Siapa murid itu? Apa itu murid baru?"


"Sepertinya begitu. Memangnya siapa yang akan berani menyinggung Tetua Ouyang?"


"Aihh ... anak bodoh lainnya."


"Dia benar-benar menabrak tiang besi."


Bisikan-bisikan terdengar dari murid lain yang menyaksikan kejadian itu. Mereka sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun mereka tidak ikut campur dengan masalah seperti ini. Hal ini justru menjadi tontonan yang menyegarkan mata.


"Bagaimana Qing Yu? Kamu akan menyerahkannya atau tidak?" tanya Ouyang Feng. Dia masih sabar menunggu sampai anak itu mau memberikan hartanya dengan sukarela.

__ADS_1


Qing Yue'er hanya tertawa mencemooh orang tua itu. Walaupun kepalanya terasa memberat, dia masih memaksa untuk berdiri dengan tegak. Mulutnya mengeluarkan darah, namun dia segera menelannya kembali.


'Sial!'


"Melihatmu yang keras kepala seperti ini, pasti gurumu orang yang sombong!" Dia mencemooh. Kemudian penindasannya semakin diperkuat.


Qing Yue'er merasa semakin tidak senang. Walaupun Guru Su tidak banyak membantunya, orang itu sudah bersedia mengajari ilmu. Orang lain tentu saja tidak boleh menghinanya. Namun dia mencoba menahan amarahnya jika tidak ingin tubuhnya meledak dengan kekuatan yang dia sendiri tidak tahu.


"Siapa yang kamu bilang sombong?!! Katakan sekali lagi!"


Tiba-tiba suara yang menggetarkan hati menggema di udara. Sosok penatua berjenggot putih muncul di depan Qing Yue'er. Tangannya melambai dan panindasan dari Tetua Ouyang langsung menghilang begitu saja.


Qing Yue'er menatap orang itu. Setelah mengamatinya, dia merasa terkejut. Orang tua itu ternyata penatua di sekolah ini?


"He he kita bertemu lagi." Orang tua itu menepuk pundak Qing Yue'er.


Qing Yue'er tersenyum padanya. "Zu Tua, bagaimana kamu bisa ada di sini?"


Orang itu adalah Old Zu yang pernah dia temui di kerajaan Linxiang. Orang yang tidak sengaja membantunya mencapai terobosan dan juga yang memperlihatkan formasi roh padanya untuk pertama kali.


"Tentu saja aku ada di sini. Aku adalah penatua tamu di akademi ini," jawab Zu Tiankong.


Murid lain yang melihat keakraban mereka berdua menjadi terdiam. Apakah ini serius? Bagaimana mungkin Penatua Zu yang terkenal sangat arogan bisa bergaul akrab dengan murid rendahan seperti itu?


Siapapun di akademi pasti mengetahui sikap Penatua Zu yang sangat semena-mena. Bahkan murid-muridnya sendiri sangat sering dihina olehnya. Dia sering mencemooh muridnya sendiri karena begitu bodoh.


Tapi lihat sekarang! Junior itu memanggilnya Zu Tua dan dia sama sekali tidak marah? Atau mungkin bocah itu adalah anak haramnya yang terbuang?


"Mereka memiliki sikap yang mirip."


"Benar. Mereka sangat arogan."


"Jika seperti ini, semuanya masuk akal. Anak itu sama sekali tidak takut dengan Tetua Ouyang. Itu pasti karena ayahnya, Penatua Zu ada di sini, jadi dia tidk takut menyinggung tetua lain."


Bisikan-bisikan terdengar dari murid yang menonton pertunjukan ini. Mereka menebak-nebak tentang hubungan antara Qing Yue'er dengan Zu Tiankong.

__ADS_1


Mendengar bisikan mereka yang melenceng dari kebenaran, Qing Yue'er merasa ingin memuntahkan darah. Omong kosong! Anak haram pantatmu! Dia bahkan hanya bertemu dengan Old Zu satu kali dan itu adalah suatu kebetulan.


Ouyang Feng yang melihat interaksi antara mereka berdua menjadi terkejut. Apakah anak nakal itu memiliki hubungan dengan Zu Tiankong? Jika seperti itu maka dia tidak bisa menyentuhnya.


Mulutnya menjadi cemberut. Walaupun dia cukup ditakuti, tapi Zu Tiankong bahkan lebih menakutkan lagi. Jika dia bersikeras untuk menyinggungnya, mungkin dia akan menghadapi bencana yang tidak terduga.


"Feng Tua, apa kamu masih ingin melanjutkan aksimu?" tanya Zu Tiankong dengan asal. Dia sama sekali tidak takut dengan orang ini.


Ouyang Feng menggertakkan giginya. Mau tidak mau dia harus menunduk di hadapan orang ini. Dengan sangat paksa dia menangkupkan kedua tangannya. "Maafkan orang ini. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung Penatua Zu."


Zu Tiankong mendengus. "Minta maaf bukan padaku, tapi Qing Yu."


Ouyang Feng tertegun mendengan ucapan Zu Tiankong. Dia harus meminta maaf pada **** kecil itu? Bagaimana mungkin!


"Penatua Zu, aku hanya khawatir dengan benda jahat yang ada di tangannya. Aku tidak bermaksud untuk menyakitinya," ucapnya.


Qing Yue'er tersenyum miring melihat Tetua Ouyang yang sedang merasa tertekan. Kemudian dia mengambil botol air Embun Jade dari lengan bajunya. "Tetua Ouyang, apakah harta jahat yang kamu maksud adalah ini?"


Ouyang Feng mengerutkan kening. Dia tidak berharap jika Qing Yue'er akan secara terang-terangan menunjukkan hartanya. Dalam prediksinya karena anak itu sudah keras kepala untuk menolak menyerahkan harta itu kepadanya, seharusnya dia juga tidak akan menunjukkannya di depan umum. Tapi kenapa dia menjadi begitu terbuka?


Ini tidak akan berhasil. Dia menyebutnya harta jahat hanya untuk membuat orang lain tidak mendeteksi keinginannya untuk mengambil alih harta itu. Jika anak itu menyerahkan harta yang sebenarnya, niatnya pasti akan terbuka di depan umum.


Tidak peduli apa, dia harus memeriksa apa benda itu sendiri. Tanganny hendak menerima botol Embun Jade ketika Zu Tiankong menyambarnya.


"Biarkan aku yang memeriksa." Dia menuangkan qi spiritual kedalam botol porselen. Matanya terpejam sesaat sebelum terbuka lagi.


"Omong kosong! Bagaimana hal baik seperti ini bisa disebut harta jahat?" Zu Tiankong merasa sangat marah. Orang ini menuduh Qing Yue'er menggunakan harta jahat hanya karena dia ingin mengambil harta ini untuk dirinya sendiri.


Dia meludah ke tanah dan memandang Ouyang Feng dengan hina. "Menjijikkan! Di akademi ternama seperti ini kenapa ada penatua yang sangat tidak tahu malu sepertimu?!"


Ouyang Feng tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak pernah menduga jika Zu Tiankong akan datang ke tempat ini, bahkan secara kebetulan memiliki hubungan yang akrab dengan **** kecil itu. Jika dia tahu akan seperti ini, maka dia tidak akan berani untuk mengusik anak itu.


'Sial!' Dia hanya bisa merutuki ketidakberuntungannya.


Melihat bagaimana ekspresi Tetua Ouyang yang menggelap, Qing Yue'er terkekeh dengan pelan. Dia juga terkejut dengan kedatangan Zu Tiankong. Tapi karena ada orang yang bisa membantunya, dia harus memanfaatkan kesempatan dengan baik bukan?

__ADS_1


__ADS_2