
Bai Su berbaring di tempat tidur dengan tubuh yang lemas. Dadanya terasa sesak, beberapa kali dia juga terbatuk dengan keras. Sejak beberapa hari terakhir dia merasa tubuhnya menjadi semakin lemah. Dia tidak percaya jika ini semua tidak ada sebabnya.
Saat sedang merenung tiba-tiba dia mendengar suara langkah seseorang. Aroma harum dari saset wewangian tercium dari arah luar ruangan. Dari baunya saja dia sudah bisa mendeteksi siapa yang akan datang.
“Ayah, bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah sudah lebih baik?”
Benar saja itu adalah gadis yang baru saja kembali beberapa hari yang lalu. Gadis yang sebenarnya sudah lama ingin dia jumpai. “Ayah hanya merasa lelah,” ucap Bai Su.
“Ayah, aku datang membawa obat yang sudah diracik oleh seorang alkemis. Minumlah. Setelah itu Ayah bisa kembali beristirahat.”
Bai Su menatap gadis di depannya itu dengan senyum tipis. “Kenapa kamu tidak meraciknya sendiri?”
Gadis itu langsung menggelengkan kepalanya. “Ini adalah obat untuk menyembuhkan penyakit Ayah. Jadi, aku tidak bisa meraciknya dengan sembarangan.”
“Bagaimana mungkin putriku bisa kehilangan kepercayaan diri seperti ini?” Bai Su sedikit terkekeh. “Biar bagaimanapun aku selalu mempercayai kemampuan putriku.”
Gadis yang mengaku sebagai Qing Yue'er itu tersenyum. Namun, sorot matanya justru terasa lebih gelap. Dia menyodorkan semangkuk obat yang sudah dia bawa. “Ayah harus meminumnya sekarang atau ini akan menjadi dingin.”
Bai Su menatap gadis itu dengan ekspresi wajah yang berubah. Keramahannya langsung lenyap. “Ini akan menjadi dingin atau aku akan cepat mati?”
Gadis itu menatap Bai Su dengan wajah terkejut. Sepertinya dia cukup takjub karena Bai Su berhasil menyadari identitasnya. Meskipun begitu dia tidak terlihat cemas atau takut. Dia justru tertawa terbahak-bahak.
“Aku tidak menyangka kamu bisa menebaknya. Ternyata menipumu tidaklah semudah itu,” ucap gadis itu.
Bai Su mendengus. Dia menatap gadis di depannya dengan sorot yang tidak menyenangkan. Awalnya dia masih ragu-ragu. Meskipun sudah lama tidak bertemu dengan Qing Yue'er, tapi dia masih bisa merasakan ikatannya.
Kalaupun sikap Qing Yue'er berubah, seharusnya tidak akan terlalu banyak. Namun, gadis ini memang berbeda. Setiap tingkah laku dan tindakan yang dilakukan selalu terasa asing baginya.
Itulah kenapa dia bertanya kenapa gadis ini tidak meracik obat sendiri. Pada akhirnya gadis itu menjawab dengan alasan yang tidak masuk akal. Qing Yue'er adalah seorang alkemis jenius. Jadi, obat-obatannya pasti akan diracik sendiri. Tidak seperti apa yang dikatakan oleh gadis penipu ini.
“Siapa kamu?” tanya Bai Su menyelidik. Sudah banyak yang menyamar sebagai Qing Yue'er, tapi jujur saja hanya gadis ini yang benar-benar melakukan penyamaran dengan baik. Gadis ini mengetahui banyak hal mengenai Qing Yue'er. Jadi, dia sendiri hampir percaya oleh tipuannya.
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku.”
__ADS_1
Bai Su tertawa mengejek. “Kalau begitu untuk tujuan apa kamu datang ke sini dan melakukan penyamaran? Aku tidak memiliki banyak harta yang mungkin bisa memuaskanmu.”
“Keluarga Bai sendiri adalah sebuah harta,” ucap gadis itu.
“Jadi kamu ingin menguasai keluarga ini?” tanya Bai Su dengan heran. Kemudian dia menggelengkan kepalanya. “Bodoh sekali. Ada banyak tempat yang lebih besar, tapi kenapa kamu memilih keluarga Bai?”
Gadis itu mendengus dingin. “Karena di sinilah tempat asal Qing Yue'er sehingga aku bisa menyamar menjadi dirinya. Jika aku bisa menjadi Qing Yue'er bukankah aku bahkan bisa menguasai tanah kerajaan Linxiang ini? Hahaha ....”
Bai Su menggelengkan kepalanya tidak percaya. Orang ini ternyata memiliki pemikiran yang pintar dalam bermain curang. Memang apa yang dikatakan oleh gadis ini adalah kebenaran. Jika itu adalah Qing Yue'er maka cukup dengan mendatangi Ling Wuji dan kerajaan Linxiang ini akan saja jatuh ke tangannya.
“Benar-benar gadis busuk!” geram Bai Su.
Gadis itu menghentikan tawanya digantikan dengan ekspresi kejamnya. Kemudian tangannya bergerak mencengkeram dagu Bai Su dengan kasar. Sedangkan tangan satunya lagi menyodorkan mangkuk yang berisi racun ke mulut Bai Su.
“Ayah, jadilah baik dan minumlah ini.”
Bai Su hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia ingin menyerang gadis licik ini tapi tidak ada kekuatan yang dia miliki. Jadi dia hanya bisa terus menggeleng untuk menghindari suapan racun itu. Meskipun mungkin ini hanya sia-sia tapi setidaknya dia tidak menjadi orang yang menyerah begitu saja.
Tap, tap, tap.
Kedua mata Bai Su langsung melebar saat melihat siapa yang datang. Wajahnya yang sejak tadi tampak murung dan sedikit cemas, kini berubah menjadi kosong. Apakah ini nyata?
Bruukk!
“A'Qing-mu sudah mati,” ucap Qing Yue'er dengan dingin setelah melemparkan sosok tubuh yang sudah berlumuran darah.
Gadis yang sedang mencengkeram Bai Su langsung menoleh. Apa yang dia lihat pertama kali adalah sosok mayat yang kini sudah terbujur kaku di lantai. Tubuhnya dipenuhi dengan luka sayatan di seluruh tubuhnya.
Dia tidak percaya. A'Qing benar-benar ... mati.
Wajahnya langsung berubah kaku. Akhirnya dia mengangkat kepalanya. Kali ini dia semakin tidak percaya dengan pandangannya sendiri. “Bagaimana mungkin!”
Qing Yue'er mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Dengan tatapan yanng begitu dingin dia menebaskan tangannya seperti sedang menebaskan pedang. Gerakannya begitu cepat dan tiba-tiba.
__ADS_1
Whoossh!
Serangan qi spiritual yang begitu mendadak ini tidak bisa dihindari tepat waktu. Gadis yang menyamar sebagai Qing Yue'er langsung terhempas jauh menghantam tembok. Mangkuk yang ada di tangannya sudah jatuh dengan isi yang tercecer di mana-mana.
“Tidak ada seorang pun yang boleh menggunakan identitasku,” ucap Qing Yue'er dengan dingin. Kepalanya yang sebelumnya tertunduk akhirnya kini terangkat untuk menatap gadis yang terlihat pucat dan ketakutan.
“Tidak mungkin! Bagaimana ... bagaimana kamu bisa kembali sekarang?! Tidak! Kamu pasti palsu! Kamu pasti seorang penipu yang lain!” Gadis penyamar itu menggelengkan kepalanya berkali-kali. Dia tidak percaya kalau Qing Yue'er yang asli ternyata sudah kembali sekarang.
Qing Yue'er berjalan perlahan mendekati gadis penipu itu. Wajah dinginnya membuat gadis itu semakin ketakutan. Bahkan, A'Qing yang dulunya menjadi pelayan kepercayaan Qing Yue'er kini sudah dibunuh, lalu bagaimana dengan dia yang sudah melakukan trik busuk ini?
Kata-kata kematian pun langsung terngiang-ngiang di kepalanya. Dia menggelengkan kepalanya lagi. Tidak! Dia harus mempertahankan perannya. Dia harus kembali membangun kepercayaan Bai Su.
“Kamu pasti penyamar yang lain! Jangan mendekat! Kamu pembunuh! Bagaimana kamu bisa membunuh A'Qing!” teriaknya dengan keras. Tubuhnya menyusut ke belakang untuk menjauhkan diri dari Qing Yue'er yang kini semakin mendekat.
“Ayah, sebelumnya aku hanya bercanda! Aku tidak mungkin membunuhmu karena aku adalah Qing Yue'er yang sebenarnya!”
Bai Su yang masih terkejut kini tidak bisa berkata-kata. Dia hanya menatap Qing Yue'er dengan bingung. Sedangkan Qing Yue'er yang palsu sudah tidak dipedulikan olehnya.
“Yue'er, apa itu kamu?” tanya Bai Su dengan suara yang bergetar.
Qing Yue'er tidak menjawab pertanyaan Bai Su. Sebaliknya dia mengambil sehelai rambut yang sudah terjatuh di bahunya. Dengan suara yang pelan dia bertanya, “Bukankah kamu begitu senang mengaku sebagai Qing Yue'er?”
Gadis yang ditanya itu menatap ketakutan. Dia sudah mengetahui kekejaman Qing Yue'er. Tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Qing Yue'er padanya, tapi itu pasti sesuatu yang menakutkan.
“Jangan mendekat! Pe—pergi dari hadapanku!” teriaknya.
Qing Yue'er mendengus dingin. Tangan kanannya memegang patahan rambut yang barusan dia ambil. Kemudian dalam sekejap dia mengubah patahan rambut itu menjadi beberapa bagian. Dengan jentikan jari patahan-patahan rambut itu melesat ke arah gadis penyamar.
“Tidaakk!” Suara jeritan langsung terdengar ketika patahan rambut yang Qing Yue'er kirim tampak menyusup ke dalam pembuluh darah gadis itu. Patahan rambut itu merangkak naik dan mencabik-cabik pembuluh darahnya dari dalam. Siapa pun harus bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya.
Gadis itu tidak bisa tidak menjerit. Rasa sakit yang dia rasakan sekarang adalah rasa sakit yang belum pernah dia rasakan seumur hidup. Jika dia tahu semua akan berakhir seperti ini mungkin dia tidak akan pernah melakukan penyamaran bodoh itu.
Qing Yue'er menatap datar pada gadis yang kini menjerit dan menggeliat kesakitan. Kekuatan gadis itu sangat lemah. Dia tidak perlu menghabiskan waktunya untuk bertempur dengan gadis seperti itu.
__ADS_1