Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Keberadaan Tinggi


__ADS_3

Di malam hari, Qing Yue'er duduk berdiam diri. Pikirannya melayang memikirkan apa lagi yang harus dia lakukan. Kuil Nushen baru akan dibuka dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan saat ini dia belum memiliki rencana secara pasti untuk menghabiskan waktunya.


Apakah dia mungkin menutup diri? Atau pergi ke tempat-tempat di sekitar puncak Beifeng Xue?


Qing Yue'er merasa sedikit bimbang. Dia menatap ke kejauhan lalu berhenti di hutan yang ada di bawah mengelilingi puncak Beifeng. Hutan itu sepertinya masih jarang dijamah manusia. Apa dia harus datang ke sana untuk melihat-lihat?


Sebenarnya kekuatannya sudah merupakan hal yang menakutkan. Bahkan dia sudah setara dengan kepala akademi Surgawi, Niu Longhao. Jika mereka tahu pasti mereka akan merasa tidak percaya.


Untuk seseorang yang sudah sampai pada tingkat seperti itu, menerobos lagi adalah sesuatu yang sulit. Membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat melakukannya. Apalagi jika tidak dibantu dengan harta apa pun. Mungkin itu akan mustahil.


Namun, tentu saja itu hanya berlaku di benua Tongxuan. Beda alam maka beda pula rata-rata tingkat kekuatannya. Jika di benua ini level puncak alam duniawi merupakan hal yang menakutkan, maka di alam lain mungkin itu hanya sepele.


Qing Yue'er menghela napasnya. Akhirnya dia lebih memilih untuk pergi ke dalam dimensinya. Dia akan memikirkan rencana lebih lanjut di sana.


***


Di tempat yang begitu jauh, sebuah cahaya emas melesat memasuki perairan yang dingin dan tenang. Kedatangan cahaya itu sangat tidak terduga tanpa menimbulkan riak apa pun. Hal itu membuat penguasa perairan abadi di sana merasa heran.


Sosok berjubah putih yang samar duduk di atas tempatnya sendiri. Dia membuka kedua matanya secara tiba-tiba setelah merasa ada sesuatu yang menerobos masuk ke wilayahnya.


Sorot matanya sedikit meredup setelah melihat siapa yang muncul di hadapannya. Dia tidak menyangka orang yang satu ini memiliki minat untuk mendatanginya. Sudah sangat lama sejak terakhir kali mereka bertemu.


“Ada apa? Haruskah aku memanggilmu Di Futian?”


“Di Moxie, kau tahu aku membenci nama itu.”


Di Moxie berdiri. Dia sedikit tersenyum. “Kenapa kamu datang ke sini? Apa akhirnya kamu lelah dengan apa yang sudah kamu lakukan?”


Mo Jingtian menatap Di Moxie dengan tatapan datarnya. “Tidak dan tidak akan pernah. Aku hanya ingin memastikan sesuatu. Mungkin di antara yang lain hanya kamu yang bisa kupercaya,” katanya.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu pastikan?” tanya Di Moxie.


“Apakah Xie Ying Fei pernah menemuimu?”


Di Moxie langsung terkejut setelah mendengar pertanyaan Mo Jingtian ini. Apakah dia datang menemuinya hanya untuk menanyakan tentang ... Xie Ying Fei? Bukankah itu adalah wanita yang dulu pernah menemuinya? Genius dari klan Xie. Untuk apa Mo Jingtian menanyakan tentang Xie Ying Fei?


Di Moxie menjadi sedikit curiga. Dia menatap Mo Jingtian dengan sedikit menyelidik. “Tidak biasanya kamu ingin tahu dengan seseorang. Apakah kamu tertarik dengannya?”


Dia menatap Mo Jingtian dari atas ke bawah. Dia tidak mungkin bisa menebak jalan pikiran pria ini, tidak akan pernah bisa. Jadi dia pun mencoba memberinya nasihat sebagai yang lebih tua. “Jingtian, aku yakin kamu tahu siapa wanita itu dan seperti apa riwayatnya. Kamu tidak boleh menyukainya.”


Mo Jingtian menjadi semakin datar. “Apa aku terlihat seperti aku menyukainya?”


Ekspresi dalam wajah Di Moxie menjadi rumit. Daripada dia salah menebak dan salah berbicara, lebih baik dia tidak mengatakan apa-apa. Meskipun kehidupannya tinggi dan memiliki derajat di atas banyak hal, tetapi semuanya tidak semudah itu.


“Dia memang pernah menemuiku satu kali. Aku tidak menyangka dia akan begitu frustrasi dengan masalah klannya. Namun, menurut penglihatanku, seseorang akan datang menyelamatkannya. Kau tahu? Itu seseorang yang sangat samar.”


Di Moxie menatap Mo Jingtian tidak mengerti. “Apa yang kamu ketahui? Orang yang akan menyelamatkan klan Xie?” Dia semakin tidak mengerti dengan apa rencana pria ini.


“Seseorang seperti kita harus berhati-hati pada manusia. Kau tahu ini, Jingtian.” Di Moxie memberi peringatan.


“Kenapa? Bukankah kita semua awalnya adalah manusia?” Mo Jingtian mengejek. Ini hal yang tidak disukai olehnya. Mungkin ada perbedaan antara golongan manusia dengan lainnya. Namun, dia tidak menyukai peraturan yang mengikatnya.


Di Moxie menatap Mo Jingtian dengan serius. “Apakah telah terjadi suatu kesalahan selama proses pengangkatanmu? Kenapa kamu tidak sejalan dengan alam?”


“Sejalan dengan alam ya ....” Mo Jingtian bergumam. “Jika aku mau, mungkin aku bisa membuat alam sendiri. Kenapa aku harus sejalan?”


“Hais.” Di Moxie menghela napasnya. Dia tidak ingin memberikan nasihat lagi. Surga memiliki takdirnya sendiri. Mereka hanya menjadi perantara. Lagi pula Mo Jingtian ini memang sudah meninggalkan peraturan sejak lama.


Memang sedikit gila, pria itu ingin melepaskan belenggu dan setatusnya sendiri. Dia tidak tahu apakah itu sudah berhasil atau belum. Namun, dilihat dari sikapnya sepertinya pria itu sudah merasa bebas.

__ADS_1


“Jika kamu ingin masuk ke dalam konflik dua klan itu, jangan sampai diketahui oleh yang lainnya. Itu akan lebih banyak menyusahkanmu,” ucap Di Moxie pada akhirnya. “Aku tidak mengetahui apa pun dan tidak akan memberitahu pada siapa pun juga.”


“Aku tahu. Aku tidak akan ikut campur. Mungkin hanya untuk membimbing seseorang.”


“Siapa?” Di Moxie menjadi ingin tahu.


“Seseorang yang sebelumnya kamu sebutkan akan menolong klan Xie.” Mo Jingtian menatap Di Moxie. “Penguasa perairan abadi, Di Moxie, hari ini kamu tidak kedatangan tamu. Tidak ada Mo Jingtian di sini, tidak ada siapa pun yang sudah menemuimu.”


“Aku tahu. Jangan memikirkan apa pun,” kata Di Moxie. Setelah itu dia melihat Mo Jingtian yang berbalik pergi sebelum akhirnya benar-benar menghilang.


Di Moxie kembali duduk seperti semula. Dia memikirkan apa yang baru saja dibicarakan. Manusia memiliki derajat di bawah para dewa. Ini hal yang mutlak dalam kehidupannya. Namun, dewa di sini juga bukan sesuatu yang bisa menguasai seluruh semesta. Surga dan hukum alam masih berperan penting.


Di dunia ini dewa diharuskan sejalan dengan surga dan hukum alam. Jika tidak maka mereka akan mengalami yang namanya karma. Atau seperti hukuman dari surga.


Ada beberapa yang melanggar hal ini. Mereka akan menerima balasan tersendiri. Itu adalah sesuatu yang menakutkan. Keberadaan dewa memang selalu di atas makhluk lainnya, tetapi mereka masih belum bisa melampaui kuasa surgawi.


Apakah ada yang mungkin bisa melampauinya?


Tidak ada yang pernah tahu. Memikirkan hal semacam ini tidak akan pernah membuahkan hasil. Terlalu tinggi dan sulit untuk dimengerti bahkan oleh keberadaan sepertinya. Akan tetapi, jika harus menjawab siapa yang paling sering mencoba melanggar hukum alam, itu pasti adalah ... Mo Jingtian.


***


Aku harus mengingatkan, ini hanya cerita fiksi. Jika kedepannya aku menambahkan bagaimana peliknya dewa atau yang bersangkutan dengan itu, semua hanya hasil imajinasi.


Aku tahu kalian sangat cerdas, tunggu bab selanjutnya, ya. Aku rasa arc 1 akan segera berakhir 😊


Jangan lupa like, komen dan juga vote, ya.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2