Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Masalah di asrama


__ADS_3

Qing Yue'er memasuki asrama yang sudah disediakan. Satu kamar hanya dihuni oleh satu murid. Qing Yue'er setuju dengan ini. Itu akan membuatnya lebih bebas bergerak.


Saat ini Qing Yue'er baru saja membereskan kamarnya ketika dia mendengar suara sayup-sayup dari luar.


"Cih tempat kumuh seperti ini. Aku bahkan tidak bisa menemukan tempat tidur."


Qing Yue'er mengabaikannya. Dia duduk dengan malas di tempat tidur.


*brakkk!


Pintu kamarnya di tendang dengan paksa dari luar. Seorang pemuda yang kira-kira berusia 2 tahun lebih tua darinya berdiri dengan angkuh di ambang pintu. Pria itu melihat seisi kamar yang lumayan rapi, kemudian dia mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Hey kamu! Pergi dari sini, aku akan tinggal disini." Pria itu berkata dengan arogan.


Qing Yue'er langsung paham, ini adalah contoh lain dari tuan muda arogan.


Diam-diam Qing Yue'er menghela nafas. Dia hanya ingin bertindak rendah hati. Dia tidak ingin mengambil banyak masalah. Tapi kenapa itu begitu sulit? Selalu saja ada yang datang membuat masalah dengannya.


"Bagaimana jika aku tidak mau?" Jawaban Qing Yue'er sangat tenang.


"Kamu berani di depan tuan muda ini?! Apa kamu tahu siapa aku?" Pemuda itu mulai tersulut emosinya.


"Aku tidak tahu." Qing Yue'er mengangkat bahunya. Dia benar-benar tidak mengenal pemuda itu.


Pemuda itu merasa jengkel. Dia adalah Feng Yuan, seorang tuan muda dari klan besar Feng. Siapa yang tidak mengenalnya?!


Bahkan raja kerajaan Xirei tidak berani mengabaikannya. Tapi pria kecil itu berani tidak mempedulikannya!?


"Aku adalah Feng Yuan. Aku adalah tuan muda dari klan besar Feng. Apa kamu tidak tahu?!"


"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak tahu? Apa otakmu tidak bisa mencerna bahasa manusia? Atau otakmu memang sangat bodoh?"


Qing Yue'er mengatakan apa adanya. Ingat, dia tidak menyukai kebohongan.


"Kamu..!"

__ADS_1


Feng Yuan hampir tersedak. Dari mana datangnya udik ini? Bagaimana orang ini bisa begitu berani?


"Aku apa? Pergi pergi, ini adalah kamarku. Kamu harus mencari kamar lain." Qing Yue'er melambaikan tangannya untuk mengusir lalat itu.


Feng Yuan menggertakkan giginya dengan kemarahan. Orang ini sangat berani di depannya, dia harus memberinya pelajaran!


"Karena kamu seperti ini jangan salahkan aku karena kejam!"


Feng Yuan segera mengeluarkan aura dari level 5 alam bumi. Dia bergerak cepat dan mengarahkan tendangan ke perut Qing Yue'er.


Qing Yue'er mengerutkan kening. Tapi dia tidak bisa mundur.


*woosshh


Qing Yue'er tidak mundur, dia pergi ke depan sebagai gantinya. Dengan satu kaki menyentuh tanah, tubuhnya tiba-tiba berputar dan dia pergi ke samping seperti angin.


Feng Yuan terkejut. Dia telah merasakan aura Qing Yue'er. Bagaimana level 4 alam bumi bisa menghindari serangannya dengan mudah? Itu tidak masuk akal!


Feng Yuan tiba-tiba kehilangan wajahnya. Bagaimana dia bisa membiarkan orang kecil yang hanya berada di level 4 bermain-main dengannya?


Feng Yuan saat ini menggunakan teknik beladiri, membuat Qing Yue'er sedikit cemberut. Dia tidak bisa menghindarinya.


Qing Yue'er menggertakkan giginya dan menuangkan qi spiritual di punggungnya. Dia membalikkan badannya dan menerima serangan itu secara paksa.


*bom bom bom


Rasa sakit muncul di punggungnya saat tiga telapak tangan menabrak punggungnya. Tapi itu sama sekali tidak menyebabkan luka dalam, karena qi spiritual melindungi punggungnya.


Qing Yue'er diam-diam menyeringai sebelum menggigit bibirnya sendiri dengan kuat sampai darahnya mengalir. Dia sengaja melemparkan dirinya ke tanah sehingga terlihat seperti dia terluka parah.


"Apa yang terjadi!!"


Suara teriakan terdengar dari luar. Seorang tetua masuk kedalam kamar Qing Yue'er. Dia melihat keadaan Qing Yue'er yang 'terluka parah.'


"Kamu melukainya?" Tetua itu mengerutkan kening dan menatap Feng Yuan tidak suka.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku melukainya?" Feng Yuan menjawab tetua itu dengan berani.


"Kamu bertindak begitu sombong didepanku? Heh, aku tidak peduli dari mana asalmu tapi kakekmu ini, Sikong Yuan selalu bertindak adil!"


Tanpa basa-basi, tetua itu segera menjentikkan telapak tangannya dan Feng Yuan langsung di lemparkan keluar. Tubuhnya menabrak pohon willow. Dia meludahkan seteguk darah segar.


"Kamu..!"


Feng Yuan hendak berteriak tapi mengingat tetua itu adalah penjaga asrama putra, dia tidak berani melawannya lebih jauh.


"Apa? Kamu tidak terima dengan perlakuanku? Datang dan serang aku jika kamu berani!" Sikong Yuan berteriak di ambang pintu.


Feng Yuan hanya bisa tersenyum kecut sebelum bangkit untuk pergi.


"Yoh si kecil, apa kamu baik-baik saja?" Sikong Yuan mendekati Qing Yue'er.


"Ini bukan luka serius. Penatua, terima kasih telah membantuku." Qing Yue'er sedikit membungkuk.


"He he itu bukan masalah. Murid baru selalu seperti ini, bertindak arogan semaunya. Apa dia pikir ini masih di rumahnya sendiri?"


Qing Yue'er hanya tersenyum.


"Oh siapa namamu? Kamu terlihat sangat kecil."


"...."


"Murid ini dipanggil Qing Yu."


Sikong Yuan menganggukkan kepalanya. "Oh Qing Yu. Baiklah, aku sudah selesai. Jika ada makhluk lain seperti anak itu, kamu bisa melaporkannya padaku."


"Baik."


Kemudian Sikong Yuan pergi.


Qing Yue'er menyeka darah yang ada di bibirnya. Dia sedikit terkekeh. Dari awal dia sudah bisa merasakan aura kuat yang mendekati kamarnya. Dia bertaruh kalau orang itu pasti akan membelanya. Ternyata dia tidak salah.

__ADS_1


__ADS_2