
Saat ini Qing Yue'er mengikuti Jiang Yini masuk melewati gerbang yang runtuh. Dia bisa melihat gua yang terletak tidak begitu jauh. Gua itu memiliki pintu yang tertutup dengan batu.
Jiang Yu mendahului kelompok Qing Yue'er dan bergerak lebih dulu mendekati gua batu tersebut. Setelah tiba di sana dia menggerakkan tangannya utuk menyentuh pintu batu. Dengan gerakan rumit, dia mulai mengukir formasi di pintu itu.
Beruntung dia adalah orang yang cukup berpengalaman. Selain memiliki hubungan yang baik dengan Jiang Shu, dia juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan klan. Jadi dia mengetahui hal-hal lebih banyak dari orang lain.
Formasi yang dibentuk oleh Jiang Yu mengeluarkan cahaya emas yang sangat cantik. Namun itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum kembali memudar. Setelah itu pintu batu yang tertutup rapat langsung bergetar dan bergeser ke samping dengan perlahan.
Qing Yue'er tiba di depan pintu masuk gua. Energi spiritual yang padat bisa dia rasakan dengan sangat jelas. Dia menjadi tidak sabar. Sepertinya ini akan menyenangkan jika dia bisa menyerap energi spiritual dengan maksimal.
"Ketika masuk ke dalam, kalian harus melangkah dengan hati-hati. Ada banyak mekanisme tersembunyi yang mungkin berbahaya," ucap Jiang Yini.
Sebenarnya dia sendiri baru beberapa kali masuk ke tempat ini. Dulu dia selalu mengikuti ayahnya, jadi dia tidak takut akan mengambil langkah yang salah.
"Biarkan aku yang memimpin." Jiang Yu berkata. Dia tidak mau sesuatu terjadi pada gadis-gadis muda itu.
Akhirnya mereka kembali meneruskan langkah masuk ke dalam. Meskipun Jiang Yini mengatakan kalau tempat ini memiliki banyak mekanisme, Qing Yue'er tidak berpikir seperti itu.
Dia telah mengedarkan kekuatan rohnya untuk memeriksa lebih jauh. Memang dia menemukan mekanisme yang tersembunyi, namun jumlahnya hanya ada beberapa.
Jawabannya hanya ada dua. Mungkin karena jumlah mekanismenya memang sedikit atau justru sebaliknya mekanisme itu disembunyikan dengan sangat baik. Bagaimana pun juga dia harus tetap berhati-hati.
Gua yang mereka masuki tidak memiliki kerlap-kerlip indah apa pun. Hanya ada batuan dingin yang tak pernah disentuh manusia. Pada dindingnya terdapat lentera yang akan otomatis menyala jika ada seseorang yang lewat.
__ADS_1
Dengan begitu perjalanan mereka terasa lebih mudah. Tidak perlu waktu yang lama sebelum mereka mencapai tempat tujuan. Genangan air yang tampak tenang bisa dilihat dari jauh. Di permukan airnya terdapat gemerlap cahaya yang merupakan perwujudan dari energi spiritual.
Danau Kunpeng ini adalah tempat turun-temurun yang diwariskan oleh leluhur terdahulu klan Jiang. Tempat itu menghasilkan energi spiritual yang diakumulasikan dalam waktu tertentu.
Biasanya Danau Kunpeng dibuka dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun sekali. Semakin lama ditutup maka energi spiritual di sana akan semakin kuat. Namun terlalu lama juga akan berbahaya karena tidak semua orang bisa menahan gelombang spiritual yang berlimpah.
Untuk menyerap energi spiritual, seseorang harus menyelam ke dalam danau itu. Namun tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah. Danau Kunpeng memiliki tekanan yang besar. Seseorang tidak bisa terlalu lama berada di sana atau tubuh mereka akan hancur.
Qing Yue'er mengamati air danau dengan takjub. Meskipun ini jelas lebih rendah daripada kolam Yin Yang namun tetap ada manfaat yang diperoleh.
"Ya, ini adalah Danau Kunpeng yang mungkin sudah pernah didengar oleh siapa pun. Aku akan mempersilahkan Nona Muda sekalian untuk masuk ke dalam dan mendapatkan energi spiritual yang ada di sana," ucap Jiang Yini dengan sopan.
Qing Yue'er mengangguk dengan puas. Dia memberi koda pada Jing Ling agar segera melakukannya tanpa rasa sungkan. Sedangkan Jing Ling memahaminya dengan baik. Tanpa menunggu lama mereka akhirnya mulai memasuki air danau.
Baru saja dia akan menutup mata tiba-tiba sebuah cahaya terang yang membutakan mata datang dari arah depan. Qing Yue'er tentu saja langsung menutup mata menggunakan tangannya.
Tidak selang lama tiba-tiba tubuhnya terasa melayang di udara. Jantung Qing Yue'er langsung berdetak dengan cepat. Di membuka matanya dengan waspada. Kemudian apa yang dilihat di depan matanya benar-benar membuatnya tertegun.
Bagaimana dia bisa kembali ke hutan bambu misterius?
Itu benar. Apa yang ada di depannya saat ini adalah hamparan hijau pohon-pohon bambu yang tinggi. Tidak asing, ini adalah hutan bambu yang sama dengan yang dia temui di bawah Akademi Xinfeng. Dia masih ingat dengan jelas pondok bobrok yang ada di sana.
Lalu bagaimana dia bisa ada disana? Apa ini mimpi?
__ADS_1
"Apa kamu merasa bingung?" tanya seseorang dari arah belakang.
Kewaspadaan Qing Yue'er langsung ditingkatkan beberapa kali. Dengan cepat dia pun berbalik untuk melihat siapa orang yang telah membawanya ke sini.
Saat itulah dia melihat seorang wanita yang berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu mengenakan jubah putih, rambut hitamnya tampak begitu panjang.
Aura yang tersebar dalam tubuhnya terasa sangat suci. Hal itu membuatnya merasakan penghormatan yang alami. Wanita itu benar-benar terlihat seperti seorang abadi.
Pikiran Qing Yue'er langsung kacau. Seperti ada emosi tertentu yang terselubung di dalam hatinya, namun dia sendiri tidak tahu apa itu. Bukan marah, bukan pula sedih. Ini sangat aneh.
Memikirkan di mana dia saat ini dan apa sangkut pautnya dengan manusia mumi, Qing Yue'er merasa hatinya bergetar. Mungkinkah?
"Aku tahu kamu pasti bertanya-tanya siapa aku," ucap wanita asing itu. Suaranya terdengar begitu halus. Benar-benar cocok dengan penampilannya yang cantik dan anggun.
Qing Yue'er tidak menjawab. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Yang jelas dia memiliki satu tebakan yang begitu berani.
"Kamu sudah tumbuh begitu banyak." Wanita itu tersenyum lembut pada Qing Yue'er. Saat melihat senyum itu entah kenapa Qing Yue'er merasa kebahagiaan di sudut hatinya.
Tidak salah lagi!
"Kamu adalah seorang ibu dari gadis yang bernama Bai Yin Xue." Qing Yue'er berkata dengan suara yang bergetar. Tiba-tiba dia ingin berlari dari perasaan rumit ini, namun itu tidak bisa dia lakukan. Ada banyak hal yang dia ingin ketahui, setidaknya dia harus menemukan jawabannya.
"Kamu salah." Wanita itu berkata dengan senyum kecil. Air mukanya masih tidak berubah, tenang seperti sebelumnya. Melihat wajahnya saja akan membuat orang lain merasa damai.
__ADS_1
Jawaban yang keluar tentu saja membuat Qing Yue'er tertegun. Apa tebakannya salah? Lalu siapa wanita ini?