
Saat Qing Yue'er sedang terpejam, tiba-tiba dia teringat sesuatu dan segera bertanya, “Jingtian, pertama-tama ke mana aku harus pergi mencari iblis-iblis itu?”
“Sepertinya iblis belum masuk ke wilayah tengah Celestial. Jadi kau harus pergi ke beberapa sisi. Aura terberat ada di selatan,” jawab Mo Jingtian.
“Jadi aku harus pergi ke selatan,” Qing Yue'er bergumam. Dia belum tahu banyak mengenai setiap sudut Celestial. Jadi dia bangkit berdiri lalu berjalan menuju ruang belajar. Di sana ada satu lemari yang berisi banyak gulungan catatan.
Qing Yue'er mencari tentang peta atau informasi mengenai selatan Celestial. Setelah mencari selama beberapa saat akhirnya dia menemukannya. Dengan cepat dia langsung membuka gulungan yang di bagian atasnya terdapat gambar peta, sedangkan bagian bawahnya terdapat beberapa keterangan.
Dalam lukisan itu terdapat banyak area hitam yang mendominasi. Ada satu wilayah hitam yang kelihatannya sangat luas. Di sana tertulis Laut Tulang Darah yang ditulis dengan cukup tebal.
“Jingtian, apa kau akan menceritakan tentang laut ini? Dilihat dari namanya sepertinya ini bukan tempat biasa.”
“Kau memang benar. Laut Tulang Darah adalah lautan yang mendominasi bagian selatan Celestial. Itu tempat yang berbahaya, tak jarang seseorang mati jika pergi ke sana.”
“Memangnya apa yang membuat tempat itu berbahaya? Apa karena ada orang tertentu yang menguasai?” tanya Qing Yue'er.
“Tidak. Itu bukan karena seseorang. Laut Tulang Darah sendiri yang memiliki kekuatan tertentu. Sebelum pergi ke sana ada peraturan alam yang harus diperhatikan. Termasuk kapal seperti apa yang bisa berlayar di sana. Kau akan tahu setelah melihatnya sendiri.”
Qing Yue'er ingin bertanya lebih lanjut ketika tiba-tiba seseorang datang memanggil namanya dari luar jendela. Dia segera meninggalkan itu semua dan berjalan mendekati jendela. Apa yang dilihat oleh matanya sedikit mengherankan.
“Paman, kenapa kau di sini?” tanya Qing Yue'er.
“Aku ingin meminta bantuanmu,” ucap Xie Wuqing. Dia mengendap-endap seperti seorang pencuri.
“Kenapa Paman tidak lewat depan saja?” Qing Yue'er benar-benar tidak mengerti apa yang sedang pria itu pikirkan.
“Ayolah. Ini misi rahasia.”
__ADS_1
“Kalau begitu katakan, apa yang harus aku bantu?”
Xie Wuqing melompat masuk ke dalam ruangan. Dia terkekeh sambil menggaruk kepalanya. “Yue'er, bukankah kamu memiliki kekuatan roh?” tanya Xie Wuqing yang langsung dibalas dengan anggukan Qing Yue'er.
“Kalau begitu bisakah kau membantuku menyelidiki dia?”
Qing Yue'er menatap pamannya sambil menimbang-nimbang. “Dia siapa yang Paman maksud? Yuan Xin'er?”
Xie Wuqing segera mengangguk. Qing Yue'er langsung tertawa terbahak-bahak. “Paman, ini tindakan yang tidak sopan kau tahu? Bagaimana jika dia mengetahui ini dan bukannya itu akan mempermalukanmu?” Dia terkekeh lagi dengan ide pamannya.
“Ada apa dengan tawa itu? Apa kau mengejekku?” Xie Wuqing mendengkus. “Aku hanya ingin tahu seperti apa rupanya. Sejauh ini Yuan Xin'er tidak pernah muncul di depan publik. Coba pikirkan, bukankah ada sesuatu di balik itu? Bagaimana jika dia ternyata ....”
“Sangat jelek?” Qing Yue'er kembali tertawa. Namun, dia memaklumi apa yang dipikirkan pamannya. Bagaimanapun juga pria itu dikelilingi oleh seseorang dengan penampilan yang baik. Qing Yue'er sendiri cantik, Xie Ying Fei pun sama. Bahkan mendiang ibu Xie Wuqing juga seseorang yang berpenampilan baik.
“Baiklah. Aku akan membantu Paman,” ucap Qing Yue'er tanpa banyak berpikir. “Tapi kita tidak mungkin melakukan itu dari sini. Kekuatanku tidak akan cukup. Ayo pergi.”
Xie Wuqing tidak keberatan dan dengan cepat mengangguk setuju. Akhirnya mereka secara diam-diam keluar dari istana Tianjun dan bergerak menuju istana Rongyao. Mereka tidak akan menyusup masuk, melainkan pergi ke sebuah penginapan yang tidak jauh dari sana.
“Bagaimana cara kau melakukan itu?” tanya Xie Wuqing penasaran.
Qing Yue'er segera menggambar sebuah formasi di lantai. Setelah beberapa saat, sebuah lingkaran transparan muncul di sana. “Paman hanya perlu menonton di sini,” ucap Qing Yue'er. Xie Wuqing mengangguk mengerti.
Setelah itu, Qing Yue'er mulai mengedarkan kekuatan rohnya menuju istana Rongyao. Selama beberapa saat dia merasa harus sangat hati-hati agar tidak ada yang merasakan jejak kekuatan rohnya atau dia akan tertangkap basah.
Lingkaran di lantai terus menampilkan gambar yang berubah-ubah. Qing Yue'er harus mencari dengan benar, jangan sampai dia menemukan orang yang salah. Ini membuatnya cukup memakan waktu.
Setelah mendengar dan melihat percakapan beberapa pelayan di sana akhirnya Qing Yue'er berhasil menemukan di mana keberadaan Yuan Xin'er. Lingkaran di lantai menampilkan sebuah kamar dengan cahaya remang. Kemudian gambar terus bergerak hingga menampilkan ranjang yang kosong.
__ADS_1
Xie Wuqing merasa jantungnya berdebar-debar tidak menentu. Dia merasa sedikit tidak sabar tertekan oleh rasa penasaran. Kemudian dia melihat sebuah tirai yang tertutup rapat. Entah tirai apa itu, dia tidak tahu.
Tiba-tiba saja tirai itu terbuka. Seorang wanita dengan dingin menatap jauh dan menembus tepat ke dalam mata Xie Wuqing. Tatapan dingin itu terasa seperti menabrak jantungnya.
Wanita itu tidak mengenakan pakaian yang lengkap, hanya pakaian dalam tipis yang menutup tubuhnya. Kemudian tangan wanita itu dikibaskan sebelum akhirnya kekuatan roh Qing Yue'er terputus.
“....”
Mulut Xie Wuqing menjadi kaku, tidak tahu harus berkata apa. Wanita itu ... wanita itu benar-benar sangat cantik! Dan apa itu tadi? Dia benar-benar tidak bisa membayangkan bahwa dirinya sudah mengintip tubuh seorang wanita.
“Hahaha!” Qing Yue'er tiba-tiba tertawa keras. Dia benar-benar tidak menduga jika wanita itu bisa merasakan kekuatan rohnya. Ini hanya berarti bahwa Yuan Xin'er adalah seorang spiritualis dunia!
“Paman, kau melihatnya kan?” Qing Yue'er mengguncang bahu Xie Wuqing yang masih terdiam.
“Dia Yuan Xin'er?” Xie Wuqing bertanya dengan linglung.
Qing Yue'er terkekeh. “Paman, kau benar-benar harus mengejarnya. Dia bukan wanita biasa seperti yang kau bayangkan!”
Xie Wuqing akhirnya tersadar dan langsung mengangguk setuju. Dia tidak pernah menyangka jika Yuan Xin'er ternyata seorang spiritualis dunia. Jika seperti ini, dia tidak punya alasan untuk menolak. Dia harus mendapatkan Yuan Xin'er!
“Paman, tapi jangan terlalu berharap dulu. Sepertinya dia akan menyimpan masalah ini sebagai dendam pribadi. Kau tahu, seorang wanita yang baik tidak akan senang jika tubuhnya dilihat oleh pria lain.” Qing Yue'er menahan diri agar tidak terkekeh.
“Apa yang kau katakan benar. Lalu, lalu apa yang harus aku lakukan, hah? Apa aku harus meminta maaf? Benar, besok aku akan meminta maaf.” Xie Wuqing menganggukkan kepalanya berkali-kali. Jika dia tahu hal ini akan terjadi maka dia tidak akan pernah meminta Qing Yue'er untuk melakukan acara penerawangan ini.
Qing Yue'er terkekeh sebentar. Dia menepuk punggung pamannya sambil berkata, “Semoga Paman berhasil.”
Xie Wuqing tidak mengatakan apa-apa. Dia masih tidak menyangka jika semua pemikirannya langsung berubah hanya dalam beberapa saat. Hanya karena tatapan Yuan Xin'er yang seakan menerobos ke dalam jantungnya.
__ADS_1
Dia tidak melihatnya secara langsung. Hanya melalui gambar di permukaan lantai berkat formasi Qing Yue'er. Namun, semua ini benar-benar terasa sangat nyata. Untuk kali pertama dalam hidup, dia benar-benar tertarik pada seseorang.
“Yue'er, aku pasti akan berhasil,” ucap Xie Wuqing dengan begitu percaya diri.