Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Aura Menakutkan


__ADS_3

Kelompok yang baru saja datang terdiri dari lima orang. Selain Mei Yiran, Mei Xin dan Du Xun, sisanya adalah dua orang pria paruh baya yang memiliki aura berbeda.


Yang satu mengenakan pakaian gelap dengan wajah yang dingin dan menyeramkan. Dilihat dari auranya yang gelap, dia terlihat seperti seorang penganut ilmu jahat. Sedangkan pria paruh baya yang satunya lagi mengenakan pakaian polos berbahan satin yang halus. Wajahnya tegas dan nampak berwibawa.


Meskipun mereka memiliki perbedaan dalam penampilan, tetapi mereka sama-sama menatap Qing Yue'er dengan ketidaksenangan. Terutama pria paruh baya yang mengenakan pakaian satin. Sorot matanya begitu tajam saag melihat QingYue'er serta Jing Ling dan Qi Rong.


"Pindah!" seru pria paruh baya yang berwajah penuh wibawa itu.


Qing Yue'er terkekeh mendengar seruan itu. Tidak ada alasan baginya untuk pindah dari tempatnya duduk. Dia sudah merasa nyaman di sana. "Kenapa aku harus pindah?" tanya Qing Yue'er.


"Kamu masih bertanya kenapa?!" Pria itu menggertakkan giginya. Dia merasakan penghinaan dari apa yang sedang Qing Yue'er lakukan. Amarahnya ingin meledak ketika melihat wajah gadis itu yang nampak begitu santai seolah tidak ada kesalahan yang diperbuat.


"Jauhi batu itu! Kamu benar-benar menghina kerajaanku!"


"...."


Du Xun hanya bisa tersenyum kaku. Dia ingin mengutuk kebodohan Qing Yue'er. Kenapa gadis itu begitu sembrono? Jangan bilang kalau dia telah mengambil keputusan yang salah karena sudah memercayai gadis seperti itu.


Qing Yue'er sungguh tidak mengerti arah pembicaraan ini. Kenapa sekarang malah membicarakan batu? Maksudnya batu yang sedang dia duduki?


Dengan segera Qing Yue'er pun mengintip batu yang sedang didudukinya. Ternyata di sana ada sebuah tulisan yang diukir dengan apiknya. Itu adalah tulisan 'Tugu Peringatan' yang begitu anggun.


"...."


Qing Yue'er langsung berdiri menjauh sambil terkekeh. Dia benar-benar tidak tahu kalau batu yang didudukinya adalah tugu peringatan yang mungkin memiliki arti penting bagi kerajaan. Pantas saja pria itu begitu marah ketika melihatnya duduk di sana.

__ADS_1


Jing Ling dan Qi Rong mengikuti gerakan Qing Yue'er. Mereka juga tidak menyadari bahwa apa yang saat ini diduduki adalah sebuah tugu peringatan. Mereka merasa ini lucu sekaligus mendebarkan.


"Yo, aku benar-benar tidak mengetahuinya," ucap Qing Yue'er. Namun tetap saja dia tidak menunjukkan fluktuasi emosi apa pun di wajahnya.


Pria paruh baya itu mendengus. Baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang begitu tidak masuk akal. Dia mencuri sitar, bukannya pergi menjauh dari kerajaan malah meminta untuk bertemu dengannya. Selain itu dia bahkan dengan beraninya duduk di atas tugu peringatan. Mengingatnya saja sudah membuat emosinya naik.


"Ayah, Guru Besar Heng, gadis ini tak lain adalah orang yang sudah mengacaukan pekerjaanku di kota Nan Zheng." Tiba-tiba Mei Yiran berkata untuk menyela ketegangan yang ada.


Raja Song, atau pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Mei Yiran, merasa semakin membenci Qing Yue'er. Gadis itu ternyata sudah menargetkan sitar dari awal. Bagaimana bisa ada orang seperti itu?


Namun dia adalah seorang raja. Jadi tindakannya pun tidak akan sembarangan. Dia tidak bertindak berdasarkan emosi semata. Paling tidak dia harus memastikan dulu seberapa tinggi kekuatan gadis itu.


Guru Besar Heng Yuan yang sejak tadi hanya diam akhirnya mendengus dengan dingin. Dia menyedekapkan tangannya dan menatap Qing Yue'er dengan mata yang tajam. Di sini dia adalah orang yang bahkan dihormati oleh Raja Song. Dia berhak melakukan apa pun untuk siapa saja yang mengacaukan rencana mereka.


"Di mana sitar itu?" tanya Heng Yuan tanpa berbasa-basi. Sepertinya dia adalah orang yang cukup langsung.


Tentu saja sikapnya yang seperti itu membuat kelompok itu semakin tidak menyukai Qing Yue'er. Mereka adalah orang paling dihormati di kerajaan Xirei, tetapi orang ini bahkan sama sekali tidak memberi salam pertemuan? Memang, ini sudah tidak mungkin bisa ditolerir lagi.


Heng Yuan menyipitkan matanya. Aura dari tubuhnya langsung keluar dan menyebar untuk menekan Qing Yue'er dan dua temannya. Dia tidak percaya gadis seperti Qing Yue'er akan tetap berani di hadapannya. Mungkin dia harus mengeluarkan dominasinya agar gadis itu merasa gentar.


Mei Yiran dan Mei Xin tersenyum mengejek. Dia yakin jika Guru Besar Heng Yuan mau turun tangan secara langsung maka gadis sembrono itu akan langsung dibungkam. Mungkin gadis itu akan bertekuk lutut untuk memohon pengampunan. Setelah itu maka sitar mereka akan dikembalikan begitu saja.


Sayangnya, pikiran semua orang salah. Meskipun Jing Ling dan Qi Rong memang merasa takut, tetapi Qing Yue'er tidak merasa demikian. Dia tetap terlihat santai di bawah tekanan Heng Yuan. Bahkan Jing Ling dan Qi Rong tidak merasakan apa pun.


"...."

__ADS_1


Heng Yuan merasa ini tidak benar. Dia langsung menambahkan tekanan sampai batasnya. Kali ini dia yakin kalau kelompok anak muda itu akan langsung berlutut di depannya.


"...."


Akan tetapi tidak ada perubahan apa pun yang terjadi. Bahkan gadis itu semakin tersenyum lebar padanya. Senyum itu seakan menyiratkan ejekan yang tidak diucapkan secara langsung.


Api amarah langsung merasuk ke hati Heng Yuan. Dia menatap Qing Yue'er dengan wajah mengeras. Baru kali ini dia mendapat penghinaan dari generasi muda. Tidak, dia tidak akan membiarkannya.


Raja Song mengerutkan keningnya. Dia merasa ini sedikit aneh. Kenapa gadis asing itu masih tetap tenang, sedangkan Heng Yuan merasa gelisah? Kenapa situasi terasa begitu terbalik?


"Hahaha ...."


Akhirnya tawa Qing Yue'er terlepas begitu saja. Dia tertawa terbahak-bahak, tetapi semakin lama tawa itu berubah menjadi tawa yang dingin. Saat itulah dia mengungkap kultivasinya. Auranya yang begitu gelap dan tajam langsung terpancar dari tubuhnya.


Siapa pun yang ada di sana langsung merasa dingin di punggung masing-masing. Tidak terkecuali Jing Ling dan Qi Rong. Kedua orang itu menatap Qing Yue'er dengan ekspresi yang rumit. Apakah ini gadis yang sama dengan yang mereka kenal?


Jing Ling merasa tubuhnya dingin. Dia hanya berpisah dengan Qing Yue'er selama satu minggu atau lebih. Namun kenapa perubahan gadis itu begitu drastis? Jadi ke manakah dia pergi selama waktu itu? Itu pasti tidak mudah baginya untuk bisa mendapatkan kekuatan dalam waktu yang singkat.


Kelompok Heng Yuan merasa tubuh mereka semakin menggigil. Aura yang terpancar dari tubuh Qing Yue'er begitu tajam dan dingin. Selain itu ada sensasi kejam dari tubuhnya juga. Surga, jadi siapa gadis itu sebenarnya?


"Apa ada yang ingin mengambil sitar dariku?" tanya Qing Yue'er dengan dingin. Dia sudah merasa muak melihat orang-orang ini.


Wajah Semua orang seperti membeku begitu saja. Mereka tidak ada yang mengatakan satu kalimat pun. Semuanya seolah telah berada di bawah kendali Qing Yue'er.


"Bagus." Qing Yue'er berkata dengan puas. Tidak sia-sia dia menggertak orang-orang ini menggunakan auranya. Mungkin ini adalah salah satu keuntungannya.

__ADS_1


Semuanya sama sekali tidak berlebihan. Aura yang Qing Yue'er miliki memang hasil dari penempaan di Jurang Iblis. Dia sudah melewati banyak rasa sakit dan sisi berbahaya dari tempat itu. Semua perjuangan dan rasa sakitnya tidak sia-sia.


__ADS_2