
Saat ini Xie Wuqing berjalan mondar-mandir di luar pintu kediaman Qing Yue'er. Dia melakukan itu cukup lama sebelum akhirnya gadis yang ditunggu-tunggu keluar. Qing Yue'er tampak terkejut melihat kehadirannya di sana. “Paman? Bukankah hari ini Paman pergi ke istana Rongyao?”
“Bisakah kau ikut denganku?” tanya Xie Wuqing. Dia merasa sedikit tidak percaya diri jika harus pergi ke sana sendirian.
“Ck. Aku sudah membantu Paman kemarin, apa hari ini aku juga harus?”
“Yue'er, bukankah kita ini saudara?” Xie Wuqing menarik Qing Yue'er agar mengikutinya.
“Baiklah, baiklah. Aku akan ikut ke sana.” Akhirnya Qing Yue'er mengiyakan paksaan itu dan membuat Xie Wuqing tersenyum puas. Pria itu melepaskan tangannya, lalu mereka pun mulai berangkat pergi.
Mereka tiba di istana Rongyao dalam waktu yang cepat. Jarak antara istana Rongyao dengan istana Tianjun memang tidak begitu jauh. Ketika mereka tiba, seorang pelayan langsung mempersilakan masuk.
Ini bukan pertama kalinya Xie Wuqing datang ke istana Rongyao. Sebelumnya dia pernah mengunjungi istana itu untuk mengantarkan pesanan ayahnya pada kepala klan Yuan. Selain itu, dia sendiri memiliki hubungan yang cukup baik dengan Yuan Yichuan, meskipun mereka tidak sering bertemu.
Qing Yue'er mengikuti ke mana pelayan itu membawa mereka. Ternyata tujuannya adalah paviliun yang berada di atas sebuah kolam. Itu kolam yang berisi banyak bunga teratai. Udaranya terasa sangat menyenangkan.
“Tuan dan Nona, silahkan masuk dan tunggu sebentar. Nubi akan memberi tahu Tuan Muda Yuan terlebih dahulu.”
“Baik.”
Xie Wuqing dan Qing Yue'er memasuki paviliun yang didesain tidak begitu besar. Ada banyak ukiran cantik di bagian dindingnya. Mereka melihat set tempat duduk dan akhirnya mendaratkan diri di sana.
Qing Yue'er menatap pamannya dan melihat pria itu yang menjadi gugup. Dia terkekeh pelan. “Paman, jangan gugup seperti itu.”
Xie Wuqing tidak menjawab dan hanya menarik napas panjang, lalu mengembuskan perlahan. Saat itu juga seorang pria muda berjalan memasuki paviliun. Usianya mungkin tidak begitu jauh berbeda dengan Xie Wuqing. Penampilannya tampak cukup berwibawa untuk ukuran pria muda. Dia adalah Yuan Yichuan.
“Ah, Wuqing, kupikir kau tidak akan mau datang ke sini,” kata Yuan Yichuan sebelum benar-benar tiba di depan mereka.
“Kemarin ada sedikit urusan jadi aku baru bisa datang sekarang.” Xie Wuqing memuntahkan kebohongan. Dia tidak mungkin mengakui bahwa kemarin dia memang tidak mau datang ke sini.
Yuan Yichuan tersenyum dan beralih menatap Qing Yue'er. Kecantikan itu masih tampak asing di matanya. Dia kembali menatap Xie Wuqing dan bertanya, “Siapa kiranya Nona Muda ini? Sepertinya aku belum pernah melihatnya.”
__ADS_1
“Ini adalah putri kakak Ying Fei. Kau memang belum pernah melihatnya,” balas Xie Wuqing.
Qing Yue'er menundukkan kepala dan mengangguk pada Yuan Yichuan. Dia memberikan cukup penghormatan, dalam hal sikap tampaknya pria itu berbanding terbalik dengan Gong Lanjiang. Ini menambah poin positif untuk dukungannya pada Paman Wuqing yang ingin mengejar Yuan Xin'er.
“Senang bertemu denganmu, Tuan Muda Yuan.”
Yuan Yichuan tersenyum dan mengembalikan ucapan Qing Yue'er dengan sopan. Kemudian dia mengambil tempat duduk sebelum akhirnya menatap Xie Wuqing dengan lebih serius. “Wuqing, sebenarnya kemarin aku mengundangmu ke sini untuk bertemu dengan seseorang.”
Xie Wuqing merasa jantungnya menjadi berdebar. Dia belum mengatakan apa-apa dan membiarkan Yuan Yichuan melanjutkan. “Itu adalah adikku. Kau pasti pernah mendengarnya, tapi aku yakin kau belum pernah melihatnya.”
Ekspresi wajah Xie Wuqing menjadi kaku. Jangan katakan belum pernah melihatnya karena dia bahkan sudah melihat apa yang seharusnya tidak dia lihat dari Yuan Xin'er. Ini membuatnya merasa sedikit malu.
“Aku sudah memanggil Xin'er ke sini,” pungkas Yuan Yichuan. Kemudian yang sedang dia bicarakan akhirnya datang.
Perempuan muda yang mengenakan pakaian ungu muda berjalan masuk. Wajahnya cukup dingin, seakan enggan membiarkan orang lain mengajaknya bicara. Entah itu sifat aslinya atau hanya karena ada Xie Wuqing di sana.
Qing Yue'er cukup takjub dengan penampilannya. Itu sama seperti bagaimana kemarin dia melihatnya. Yuan Xin'er cantik, tetapi sepertinya tidak begitu dikenal di Celestial. Mungkinkah dia wanita yang tertutup?
Yuan Yichuan segera menarik Yuan Xin'er mendekat. Wanita itu bahkan tidak memandang Xie Wuqing sama sekali. Dia menjadi sedikit malu. “Xin'er, kau harus menyapa Tuan Muda Xie dulu,” tegurnya.
Yuan Xin'er menghela napas. “Kenapa aku harus menyapa pria yang tidak memiliki moral?”
Xie Wuqing merasa tidak enak tentang hal ini. Akhirnya dia membuka mulutnya dan berkata, “Nona Yuan, itu .... Maafkan aku, itu benar-benar tidak sengaja. Namun, kau bisa yakin aku tidak akan pernah memberitahukan ini pada orang lain.”
Yuan Xin'er menatap Xie Wuqing tidak senang. Tidak sengaja katanya? Mustahil seorang pria berkomplot dengan orang lain untuk melihat seorang wanita tanpa ada maksud tertentu. Bisa saja pria itu memang ingin mengintipnya, kan?
Lagi pula kemarin bertepatan dengan waktu ketika dia ingin berendam di bak mandi. Tidak mungkin bisa kebetulan seperti itu. Yuan Xin'er benar-benar merasa kesal.
“Apa yang terjadi? Apa kalian sudah saling mengenal?” tanya Yuan Yichuan yang merasa heran. Dia tidak pernah berpikir jika kedua orang itu pernah bertemu sebelumnya. Dan ini membuatnya sedikit terkejut.
“Tidak,” Yuan Xin'er membantah.
__ADS_1
Yuan Yichuan menatap Xie Wuqing untuk meminta penjelasan lantaran tidak mengerti apa yang sudah terjadi. Namun, yang ditanya hanya terdiam kaku. Akhirnya Yuan Yichuan menatap Qing Yue'er.
“Hais. Biarkan aku menjelaskan.” Qing Yue'er angkat suara. “Sebenarnya kemarin malam ada kesalahpahaman sedikit.”
“Kesalahpahaman apa, Nona? Kita sama-sama perempuan, tapi kenapa ... bukankah kau yang menggunakan kekuatan roh? Jadi kau seorang spritualis dunia?” Yuan Xin'er mengubah ekspresinya menjadi sedikit lebih hangat.
Qing Yue'er mengangguk. “Aku mendengar Pamanku ingin dipertemukan dengan seorang wanita. Jadi aku ingin melihat seperti apa penampilannya. Siapa yang tahu ternyata ....” Dia menggantung ucapannya.
Xie Wuqing terkejut mendengar penjelasan Qing Yue'er. Gadis itu benar-benar memutar kebenaran dan membuat dirinya sendiri yang menanggung ini. Xie Wuqing merasa hatinya menghangat. Keponakannya itu benar-benar melindunginya. Bagaimana dia harus berterima kasih untuk kebaikan itu?
Setelah mendengar penjelasan Qing Yue'er, Yuan Xin'er menjadi lebih lunak. Namun, tetap saja dia tidak ingin bersikap baik pada Xie Wuqing. Lagi pula jika orang yang penasaran adalah Qing Yue'er, kenapa Xie Wuqing harus ikut? Mereka berdua tetap saja melanggar privasi orang lain. Setidaknya itulah yang dia pikirkan.
Dia menatap Xie Wuqing dengan tatapan menyipit. “Jika kau membicarakan masalah ini pada orang lain, aku benar-benar akan memotong lehermu!”
Xie Wuqing bergidik mendengar ancaman Yuan Xin'er. Kenapa wanita itu begitu kejam? Dia bahkan belum menyampaikan perkenalan yang baik, tetapi seakan sudah dilempar jauh-jauh. Meskipun begitu dia tetap ingin meneruskan niat awalnya.
“Aku hanya akan menyimpan ini untuk diriku sendiri,” ucap Xie Wuqing serius. Kemudian dia bertanya, “Apakah ini berarti Nona Muda Yuan sudah memaafkanku?”
“Tidak semudah itu,” ucap Yuan Xin'er. Kemudian dia menatap Qing Yue'er dan berkata, “Aku masih memiliki urusan lain jadi tidak bisa berlama-lama. Jika ada kesempatan, aku ingin mengajakmu membandingkan kekuatan roh kita.”
Qing Yue'er tersenyum senang dan mengangguk. “Baik.”
“Aku pergi sekarang,” Yuan Xin'er berkata pada semua orang.
“Hei!” Yuan Yichuan ingin menahan adiknya, tetapi perempuan itu sudah berjalan keluar. “Haiz. Mungkin hari ini adikku tidak memiliki suasana hati yang baik. Maafkan dia, Wuqing.”
Xie Wuqing menggelengkan kepalanya. “Tidak. Itu memang salahku.” Kemudian dia menjelaskan apa yang sudah terjadi hingga membuat Yuan Xin'er tidak menyukainya.
“Kalau begitu bukankah akan lebih baik jika kalian justru ...,” Yuan Yichuan menggunakan tangannya sebagai kode, “karena kau sudah melihat apa yang seharusnya tidak dilihat.”
Wajah Xie Wuqing menjadi kaku. “Akan sangat beruntung jika aku bisa mendekatinya.”
__ADS_1
“Oh, ayolah. Kau sudah mendapat restu dari orang banyak.” Yuan Yichuan tertawa. Sedangkan Xie Wuqing hanya tersenyum kecil.