
Jing Ling menghela napasnya dengan kasar. Sudah seharian dia mencari Qing Yue'er hampir ke seluruh kota namun masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan gadis itu. Ke manakah gerangan dia pergi?
Saat dia sedang kebingungan tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang membuatnya tertarik.
Di depan sebuah kediaman besar, ada banyak kerumunan manusia yang saling bergosip. Mereka semua seperti sedang membicaran sesuatu yang sangat menarik.
Bagian depan gerbang kediaman ada barisan yang terdiri dari pelayan pria dan wanita. Lalu ada tandu yang masih belum diangkat dari tanah.
Samar-samar Jing Ling mendengar kalau ini adalah kediaman keluarga Jiang. Dia juga mendengar kalau putri dari keluarga Jiang yang bernama Jiang Yini akan diasingkan ke daerah lain.
Jing Ling pernah mendengar kalau tujuan Qing Yue'er pergi ke kota ini adalah untuk menemui klan Jiang. Namun gadis itu tidak menceritakan apa urusannya.
Sekarang dia tertarik dengan apa yang terjadi. Mengingat seberapa berbakatnya Qing Yue'er, saat ini pasti dia tidak dalam keadaan terancam. Mungkin lebih baik sekarang dia mencari tahu apa yang sedang terjadi di klan Jiang ini.
"Pak Tua, kenapa di sini sangat ramai?" tanya Jing Ling pada seorang pria tua yang sedang berbincang dengan rekannya.
"Aih, apa kau tidak tahu? Putri Jiang Yini akan dipindahkan ke wilayah lain."
"Hanya itu? Kenapa masalah seperti ini saja membuat orang lain begitu heboh?" tanya Jing Ling yang masih tidak mengerti.
Pria tua itu menatap Jing Ling dengan cemoohan. Bagaimana ada orang yang begitu tertinggal informasi?
"Apa kau pendatang baru? Kenapa masalah besar seperti ini masih tidak diketahui?" tanya dia.
Jing Ling terkekeh sambil menggaruk kepalanya. "Itu benar. Aku adalah pendatang baru, jadi apa kau mau memberitahuku?"
Pria tua itu akhirnya menceritakan apa yang sedang terjadi. Ternyata Jiang Yini yang mengalami kelumpuhan akan diasingkan ke wilayah terpencil secara sepihak. Sebagai putri tersayang Jiang Shu, tentu saja dia memiliki banyak pengaruh meskipun umurnya masih muda.
__ADS_1
Ada beberapa orang yang memihaknya dan menentang untuk mengasingkan Jiang Yini. Kepala Klan tidak bisa dipilih dengan sembarangan. Selain itu meskipun Jiang Yini lumpuh, dia tidak akan menyebabkan kekacauan. Rasanya tidak adil jika harus diasingkan seperti itu.
Pada dasarnya ini adalah konflik perebutan harta dan kekuasaan. Namun mendengar tentang nasib Jiang Yini, Jing Ling merasa sedikit kasihan.
Jiang Yini adalah korban dari ketamakan pamannya sendiri. Seandainya Jing Ling yang berada di posisi seperti itu pasti dia sudah terbang dengan kemarahan.
"Cepat bawa dia pergi sekarang!" teriak pria paruh baya yang tak lain adalah Jiang Luo. Dia memerintahkan bawahannya untuk mengangkut Jiang Yini pergi.
"Tidak ada yang akan pergi dari sini. Jiang Luo, jangan berpikir karena kamu memegang benda itu lalu kamu bertindak dengan kurang ajar!" teriak orang lain dengan lantang. Dia adalah Jiang Yu, salah satu orang yang memiliki kepribadian lurus.
Jiang Yu tidak memihak siapa pun. Dia hanya akan bertindak sesuai kebenaran. Menurutnya, seluruh anggota keluarga tidak berhak untuk mengasingkan keturunan klan Jiang tanpa alasan yang kuat.
Jiang Yini hanya lumpuh, bukan memiliki penyakit menular yang membayakan. Untuk apa dia diasingkan?
Dalam hal ini Jiang Yu tahu, pasti Jiang Luo telah memiliki sesuatu yang direncanakan. Dan itu pasti bukan hal yang baik.
Sebagai seseorang yang sudah memiliki dukungan dari anggota klan lainnya tentu saja dia merasa percaya diri. Tidak ada yang akan bisa menggoyahkan posisinya saat ini.
"Jangan terlalu senang dulu. Kamu harus melewatiku sebelum bisa membuang Jiang Yini!" Jiang Yu berteriak dengan keras. Dia tetap kukuh untuk menolak membiarkan Jiang Luo menang.
"Apa kau pikir kau bisa mengalahkan ayahku? Jika bisa maka biarkan Jiang Yini yang datang mengalahkanku di sini!" sahut seorang pria muda yang berdiri di samping Jiang Luo. Ternyata itu adalah Jiang Xuan, putra satu-satunya Jiang Luo.
Semua orang yang mendengar teriakan Jiang Xuan hanya bisa menggelengkan kepala. Kenapa anak itu sangat tidak masuk akal? Dengan kelumpuhan yang diderita, apa dia pikir Jiang Yini akan bisa melawannya?
"Bodoh! Kenapa ada orang bodoh seperti dia di dunia ini?" Jing Ling merasa tidak tahan menyaksikan ini. Dia keluar dari kerumunan dan datang mendekati Jiang Yu. Sekarang dia berdiri untuk memihak kelompok Jiang Yu.
"Siapa kamu? Berani sekali mengatakan putraku bodoh." Jiang Luo berkata dengan tidak senang.
__ADS_1
"Kau tak perlu mengetahui siapa identitasku. Sekarang kau hanya perlu untuk mempertimbangkan segalanya," ucap Jing Ling.
"Cih, kamu berkata seolah memiliki kekuatan untuk menekanku." Jiang Xuan berdecih. Dia mencemooh Jing Ling yang sekarang memiliki penampilan lusuh. Meskipun wajahnya cantik namun jika penampilannya tidak memadai maka Jiang Xuan tidak akan tertarik.
"Nona, sepertinya tidak baik jika kamu masuk ke dalam konflik keluarga kami." Jiang Yu berkata dengan sopan pada Jing Ling. Dia sangat menghargai gadis itu karena mau berada di pihaknya.
"Tidak tidak. Temanku memiliki urusan dengan klan Jiang. Sayangnya aku tidak tahu ke mana dia pergi," ucap Jing Ling.
Jiang Xuan tidak senang mendengar pembicaraan antara Jiang Yu dengan Jing Ling. Dia menyilangkan tangannya, matanya menatap Jing Ling dengan ejekan.
"Kamu, datang ke sini dan biarkan aku menguji kekuatanmu," ucap Jiang Xuan.
Jing Ling mengangkat kedua alisnya. Ketika dia berniat untuk menjawab, sebuah suara lain datang dari arah belakang, membuat dia langsung mengurungkan niatnya.
"Bagaimana jika kamu yang berduel dengan Jiang Yini? Apakah jika dia menang kalian akan mengurungkan niat untuk membuangnya?" Qing Yue'er berkata sambil berjalan mendekati kelompok Jiang Yu.
"Omong kosong! Bahkan jika langit runtuh, gadis yang lumpuh sepertinya mustahil untuk melawanku," ucap Jiang Xuan dengan percaya diri.
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini," ucap Qing Yue'er dengan santai.
Kedatangan dan ucapannya yang berani telah membuat semua orang memusatkan perhatian padanya. Apakah gadis muda sepertinya juga akan mengatakan lelucon?
***
Note :
Part ini terdapat banyak nama Jiang, semoga kalian tidak bingung.
__ADS_1