
Setelah masuk ke dalam perairan nyatanya apa yang terpampang di depan mata bukanlah wilayah yang penuh dengan air. Melainkan lorong panjang dengan lebar 2 hingga 3 meter yang diapit oleh dinding air di setiap sisinya. Ini benar-benar tidak sesuai dengan bayangan Qing Yue'er.
Di lorong itu seseorang tidak perlu bersusah payah untuk menggunakan teknik pernapasan dalam air. Mereka tetap bisa bernapas dengan bebas. Dari dalam lorong, mereka bisa melihat ke luar lorong yang merupakan lautan asli.
Jing Ling merasa begitu takjub dengan hal ini. Akhirnya dia pun menjulurkan tangannya berniat untuk memegang dinding air itu. Namun, sebelum dia benar-benar bisa menyentuhnya, seorang guru langsung menghentikan tindakannya.
“Jangan menyentuhnya!”
Sontak tangan Jing Ling berhenti di udara. “Kenapa?” tanya dia.
Guru itu tidak langsung menjawab melainkan mengulurkan pedangnya ke dalam dinding air itu. Kemudian apa yang terjadi benar-benar mengejutkan. Pedang itu langsung berubah menjadi air sebelum akhirnya menyatu dengan dinding.
Qing Yue'er terkejut melihat keajaiban ini. Bagaimana itu bisa mengerikan? Baru terjun ke jalan tetapi sudah disuguhi dengan hal yang mematikan seperti ini. Jika seseorang tidak mengetahuinya mungkin mereka akan menyentuh dinding lorong dan berakhir lenyap menyatu dengan dinding.
“Kalian harus berhati-hati. Jangan sampai menyentuhnya,” ucap Niu Longhao memperingatkan semua orang. Dia sepertinya lupa untuk memberi tahu masalah ini pada mereka.
Akhirnya mereka sedikit merapat dan mulai meluncur semakin turun ke bawah. Yang lebih mengejutkan ternyata lorong itu tidak lurus ke bawah tetapi berkelok-kelok dengan rumitnya. Itu membuat mereka harus lebih berhati-hati lagi.
Selama perjalanan itu mereka banyak bertemu dengan beberapa orang. Namun, karena mereka berasal dari akademi ternama jadi tidak ada yang berani membuat masalah. Mungkin ini adalah keuntungan yang didapatkan oleh seseorang yang bergabung dengan kekuatan besar.
Perjalanan di dalam lorong itu memakan waktu yang cukup lama. Ketika mereka hampir tiba di bagian akhir lorong dan tiba di dasar laut, tiba-tiba ada suara ledakan di depan. Sontak mereka menghentikan gerakan mereka.
Qing Yue'er tidak bisa memastikan apa yang sedang terjadi. Dia segera maju ke depan untuk memeriksanya bersama dengan Niu Longhao. Sedangkan beberapa orang lainnya tetap menunggu di sana.
Sebenarnya yang ikut dalam perjalanan ini tidak semua murid dari akademi Surgawi. Lebih seperti beberapa guru dan murid terkemuka saja. Meskipun begitu, mereka tetap tidak bisa bertindak sembarangan.
Qing Yue'er, kepala akademi dan Han Qiong maju untuk melihat apa yang sedang terjadi. Setelah melewati satu kelokan akhirnya mereka melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Itu tidak lain adalah pertikaian antara dua orang. Rupanya mereka adalah orang dari Tongxuan Selatan. Pertempuran mereka sepertinya cukup besar, tapi berhubung ini bukan tempat yang biasa jadi tidak ada reruntuhan apa pun.
Ketika mereka melihat kedatangan Niu Longhao, kedua orang itu langsung menghentikan pertempuran. Tentu saja terkejut karena kedatangan orang besar seperti Niu Longhao.
“Kepala Akademi Niu, apa kami sudah mengganggumu? Maaf jika kami menyebabkan kekacauan,” ucap seseorang yang mengenakan jubah abu-abu terang.
Berbeda dengannya, orang lain yang mengenakan pakaian hitam justru menatap Niu Longhao dengan pandangan yang sinis. “Kepala Akademi Surgawi, Niu Longhao, silakan melanjutkan perjalananmu. Jangan pedulikan urusan kami.”
Qing Yue'er sedikit terkejut. Setelah lama dia mengenal Niu Longhao mungkin baru kali ini dia melihat ada seseorang yang tidak menghormati orang tua itu. Kebanyakan kultivator pasti akan berusaha untuk menjalin hubungan yang baik, tapi orang ini sepertinya tidak begitu.
Niu Longhao tidak tersinggung. Dia tersenyum dan berkata, “Aku tidak akan ikut campur. Namun, ada baiknya jika kalian melakukan pertempuran setelah keluar dari lorong ini. Bagaimanapun juga pasti akan mengganggu orang lain yang hendak lewat.”
__ADS_1
Han Qiong mengangguk setuju. Lagi pula lorong ini tidak begitu luas. Seseorang mungkin harus menunggu pertempuran selesai sebelum bisa kembali melanjutkan perjalanan.
“Kami membawa kelompok dan akan melewati lorong ini. Jadi bisakah kalian melanjutkan pertempuran nanti saja di luar?” tanya Han Qiong. Sebenarnya dia sedikit tidak senang. Namun, dia tidak bisa impulsif.
Orang berpakaian hitam itu mendengus. Dia menatap Niu Longhao dan Han Qiong dengan tatapan mengejek. “Apa yang membuat kalian berpikir aku akan berhenti? Apa karena kalian adalah seseorang dari akademi Surgawi?” Kemudian dia tertawa. “Ingat, kalian bahkan masih terlunta-lunta membangun ulang akademi.”
“Gu Hai! Jangan mengatakan omong kosong!” Pria yang berpakaian abu-abu terang itu berseru. Namanya adalah Gu Mao, sedangkan orang yang berpakaian hitam ini adalah Gu Hai. Mereka berdua merupakan saudara dari klan Gu di wilayah Tongxuan Selatan.
“Gu Mao, apa yang aku katakan adalah kebenaran. Bukankah begitu?" Gu Hai bertanya. Meskipun dia berselisih dengan Gu Mao, rupanya dia lebih tidak menyukai pihak luar yang mengganggu pertempurannya.
Gu Mao seperti sulit mengatakan iya atau tidak. Kabar tentang meledaknya akademi Surgawi memang sudah banyak didengar. Mereka juga mendengar jika akademi sudah melakukan pembangunan ulang yang pastinya memakan banyak waktu dan biaya.
Meskipun begitu dia tetap tidak bisa terang-terangan mengatakan hal seperti itu. Bagaimana jika Niu Longhao tersinggung dan malah berniat untuk membunuh mereka berdua?
Sebenarnya yang tersinggung bukannya Niu Longhao atau Han Qiong, melainkan Qing Yue'er. Dia adalah orang yang sudah menyebabkan ledakan. Meskipun orang-orang tidak menyalahkannya, tetapi dia merasa tidak nyaman dengan hal itu. Dia menjadi tidak senang jika ada orang yang mencemooh akademi hanya karena alasan ini.
Qing Yue'er mendengus. “Jadi karena akademi Surgawi sudah meledak lalu kamu merasa baik-baik saja untuk mencemooh?”
Gu Hai menatap Qing Yue'er dengan mata mengejek. “Gadis, untuk apa kamu ikut berbicara? Sepertinya jawabannya sudah jelas bukan? Lagi pula yang meledakkan akademi pasti memiliki alasan tertentu. Apa itu? Mungkin sebuah dendam pribadi.” Dia kembali tertawa mengejek.
Niu Longhao langsung melirik Qing Yue'er. Apakah gadis itu merasa marah? Dia sangat tahu kronologi terjadinya ledakan. Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan dendam pribadi. Gu Hai ini sudah mengatakan hal yang salah, apakah Qing Yue'er akan melakukan sesuatu padanya?
Sementara itu Han Qiong malah terkekeh. Dia membelai jenggotnya dengan santai. Dia akan melihat bagaimana Qing Yue'er akan menyikapi orang bernama Gu Hai ini. Akan menyenangkan jika dia bisa melihat Qing Yue'er memukul orang yang bodoh seperti Gu Hai. Pria itu pasti tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Gu Mao menatap Gu Hai. Dia tidak ingin menyinggung orang-orang ini. Meskipun akademi Surgawi sudah runtuh tetapi kekuatan mereka sama sekali tidak hilang. Mereka berdua pasti hanya akan menderita jika melawannya. Apalagi klan Gu mereka tidak akan mungkin mau menolong jika terjadi perselisihan dengan akademi Surgawi.
“Gu Hai, ayo pergi sekarang. Jangan membuat masalah dengan orang lain. Bukankah kamu sangat ingin bertarung denganku? Lakukan setelah keluar dari tempat ini," ucap Gu Mao lirih.
Sayangnya Gu Hai sudah telanjur tertarik pada Qing Yue'er. Dia malah tertawa dan kembali mengeluarkan suaranya. “Siapa yang sedang aku ajak bicara? Kamu, paling-paling hanya murid dari akademi yang sudah bobrok itu, 'kan?”
“Bagus. Kamu memang benar, tapi tidakkah kamu tahu siapa orang yang sudah meledakkan akademi?" Qing Yue'er bertanya lagi.
Gu Hai sedikit terdiam. Dia memang belum mengetahuinya dengan pasti. Dia hanya mendengar jika dulu ada seseorang yang datang untuk merampas naga dari salah satu murid akademi. Kemudian mereka bertempur dengan hebat. Dia berpikir, pasti ledakan itu diciptakan oleh pertempuran yang hebat itu. Mungkin dari seseorang yang datang untuk merampas naga.
Qing Yue'er tersenyum mengejek. “Tidak tahu, ya? Jadi biarkan aku memberi tahu kebenarannya.” Dia tersenyum sesaat. “Aku adalah orang yang sudah menyebabkan ledakan itu. Apa kamu mengerti sekarang?”
Mendengar penuturan ini membuat Gu Hai terbelalak tidak percaya. “Tidak mungkin!”
“Bukankah kamu mengatakan bahwa aku melakukannya karena dendam pribadi?” Qing Yue'er mengejek, “Bodoh!”
__ADS_1
“Gu Hai! Cepat minta maaf pada mereka!” Gu Mao berseru dan sedikit mendorong Gu Hai untuk segera meminta maaf.
“Aku masih tidak memercayainya,” gumam Gu Hai. Dia adalah seseorang yang membutuhkan bukti, bukan hanya sebuah omong kosong. Lagi pula jika gadis itu memang orang yang menyebabkan ledakan, kenapa Niu Longhao masih memperlakukannya dengan baik?
“Baik, biarkan kamu melihat kebenarannya.” Qing Yue'er menyeringai. Setelah itu sebuah cahaya emas tampak melesat keluar dari dahi Qing Yue'er. Cahaya itu langsung berubah wujud menjadi seekor naga emas yang ukurannya tidak begitu besar. Binatang itu memang bisa mengubah ukuran sesuai dengan kemauannya, sama seperti Ying Jun.
Seketika Gu Hai dan Gu Mao langsung membelalakkan matanya. Mereka menjadi bergetar ketika melihat seekor binatang ilahi muncul di depan mereka.
“Tidak mungkin!”
Qing Yue'er semakin tersenyum. Akhirnya dia pun melambaikan tangannya dengan cepat. Pada saat itu naga emas langsung meluncur cepat ke arah Gu Hai.
“Tidak!”
Blaaarr!
Gu Hai langsung terdorong jauh hingga menabrak dinding lorong. Tentu saja pria itu tidak akan mungkin bisa selamat. Tubuhnya langsung meleleh dan berubah menjadi air sebelum akhirnya menyatu dengan dinding.
Gu Mao yang melihat bagaimana Gu Hai berakhir, akhirnya menjadi takut. Dia langsung berlutut di udara dengan tubuh yang bergetar. “Tolong ampuni aku, biarkan aku pergi.”
Qing Yue'er tersenyum. “Pergilah. Katakan pada keluarga kalian bahwa aku telah membunuh Gu Hai. Jika mereka berani maka datanglah padaku.”
Gu Mao langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak berani mengadukan masalah ini. Klannya tidak akan mungkin peduli. Daripada menjadi bahan ejekan lebih baik dia pura-pura tidak tahu. “Aku, aku tidak akan mengatakannya.”
“Itu juga bagus," ucap Qing Yue'er. Kemudian dia melambaikan tangannya dan naga emasnya langsung masuk ke dalam dimensinya lagi. Setelah itu dia pun melihat Gu Mao yang langsung pergi melarikan diri.
“Haih.” Han Qiong menghela napasnya. “Di mana-mana selalu ada orang seperti itu.”
Niu Longhao mengangguk setuju. “Itu memang benar. Kalau begitu lupakan saja. Mari kita melanjutkan perjalanan.”
Qing Yue'er mengangguk kemudian mereka memanggil kelompok yang berada di belakang. Setelah itu mereka semua kembali meneruskan perjalanan yang tersisa sedikit lagi.
Sebenarnya Qing Yue'er merasa sedikit heran. Di lorong-lorong bagian akhir ini ada beragam aura yang tertinggal pada dinding lorong. Sepertinya ada banyak orang yang sudah mati di sana. Mungkin ini adalah bentuk persaingan untuk mengurangi jumlah pemburu harta.
Beberapa saat kemudian akhirnya Qing Yue'er sampai di bibir lorong. Ketika dia hendak keluar tiba-tiba sebuah cahaya perak melesat dari arah belakang dengan kecepatan yang menakutkan. Awalnya dia pikir seseorang sedang menyerangnya. Namun, ternyata itu bukan sebuah serangan, lebih tepatnya seorang kultivator.
Qing Yue'er menjadi heran. Ternyata ada orang yang memiliki kecepatan seperti itu. Dia menggelengkan kepalanya sambil berdecak kagum. Kemudian dia pun meluncur keluar dari lorong.
Pada saat itu dia langsung dihadapkan pada sebuah bangunan yang sangat besar. Bangunan itu memiliki bentuk yang tidak berbeda jauh dengan kuil-kuil pada umumnya. Di bagian depan terdapat plakat bertuliskan kata Nushen yang sebenarnya memiliki arti Dewi.
__ADS_1
Ketika pertama kali melihat kuil ini, Qing Yue'er merasakan perasaan hormat yang sangat alami. Apalagi dia bisa merasakan aura sakral dari bangunan besar ini.
Jika dia diminta untuk mendeskripsikan, maka dia akan mengatakan bahwa ini adalah tempat yang tidak boleh dikotori oleh siapa pun. Tidak menyangka ternyata di sinilah tempatnya banyak harta disimpan. Sulit untuk memastikannya terhindar dari sifat keji dan tamak manusia.