Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Serangan Misterius


__ADS_3

Qing Yue'er dan kelompoknya keluar dari hutan Baihu tanpa mengalami kesulitan apa pun. Mereka bertemu dengan beberapa murid lain yang kebanyakan tidak berani membuat masalah dengan Qing Yue'er. Tentu saja itu karena mereka masih ingat dengan naga emas yang sudah dikontrak oleh gadis itu. Mungkin hanya orang bodoh yang akan membuat masalah dengannya.


Ketika hari sudah sore akhirnya Qing Yue'er dan kelompoknya tiba di kota Ding. Mereka akan bermalam di sana dan melakukan perjalanan kembali ke akademi keesokan harinya. Setelah memilih penginapan akhirnya mereka memesan dua kamar. Seperti biasa Qing Yue'er akan menempati kamar sendirian.


Sebelum gelap dia telah memesan santapan makan malam dan itu tiba dalam waktu yang cepat. Seorang pria paruh baya mengantarkan makan malam padanya. Bahkan ada tambahan sebotol anggur di sana. "Nona, kami memberi bonus hari ini. Jadi kau tak perlu membayarnya."


"Terima kasih," ucap Qing Yue'er. Pelayan itu pun pergi keluar dari kamar.


Qing Yue'er membuka tutup botol dan mengendus baunya. Ada aroma yang berbeda dari anggur itu. Bibirnya tertarik menjadi sebuah senyum. Kemudian dia meminumnya sebanyak beberapa teguk. Rasanya tidak begitu berbeda dan tidak ada yang spesial. Namun, dia menantikan apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah itu dia pun menikmati makan malamnya sendirian. Ahli alam duniawi mungkin tidak harus makan atau pun tidur, tapi dia masih belum bisa melepaskan kebiasaan itu. Rasanya masih aneh, mungkin karena dia masih belum merasa terbiasa. Setelah makan malam selesai dia pergi melihat ke luar jendela.


Di luar langit sudah gelap. Hanya ada beberapa orang saja yang masih berkeliaran. Sebenarnya kota ini bukanlah kota besar karena letaknya jauh lebih terpencil dan terlalu dekat dengan hutan Baihu. Jadi suasana malam tidak akan seindah atau seramai kota yang biasa Qing Yue'er singgahi.


Qing Yue'er menutup jendela dan membaringkan dirinya di tempat tidur. Napasnya terdengar pelan dan teratur layaknya bagaimana orang tertidur pada umumnya.


Ketika masuk tengah malam, sebuah bayangan hitam berkelebat di dalam kamar Qing Yue'er. Tudung pada jubah hitamnya menutup rambut dan menyembunyikan sebagian wajahnya. Dia menengok pada botol anggur yang sudah terbuka dan kehilangan isinya. Bibirnya ditarik membentuk seringaian dingin.


Dia bergerak menuju ranjang di mana gadis yang dia incar itu sedang berbaring. Dengan langkah perlahan dia mengangkat tangannya dan mengambil sebuah pisau belati di tangan kanannya. Ketika sudah tiba di dekat ranjang, dia mengacungkan pisaunya tepat di atas dantian Qing Yue'er. Dengan gerakan yang cepat dia pun melancarkan aksinya.


Whoosshh!


Kedua mata yang terpejam langsung terbuka. Tangan kanan Qing Yue'er bergerak untuk menepis serangan yang di arahkan pada dantiannya. Gerakannya tidak kalah cepat dan terlalu tiba-tiba, hingga membuat si penyerang yang memiliki penjagaan lengah menjadi terkejut. Belati di tangannya langsung terlempar ke lantai dan dia pun dipukul mundur oleh serangan telapak tangan yang lain.


Whossh!

__ADS_1


Qing Yue'er melemparkan serangan berupa qi spiritual sebelum orang itu bisa bereaksi. Namun, ternyata serangannya bisa dihindari dengan gesit dan mudah. Orang misterius itu menggunakan tangan kosong untuk menepis serangannya. Sebelum Qing Yue'er bisa melakukan serangan yang lain, orang itu segera berlari keluar kamar. Ternyata dia menggagalkan rencananya sendiri.


Dengan cepat Qing Yue'er segera bergerak untuk mengejarnya, tapi orang itu ternyata memiliki kecepatan yang lebih tinggi darinya. Dia telah kehilangan jejak begitu saja. Bahkan setelah dia menggunakan kekuatan rohnya untuk mencari tahu, dia masih tidak menemukan apa pun.


"Siapa dia?" Qing Yue'er bergumam di sela langkah kakinya. Sepertinya dia tidak memiliki masalah dengan seseorang? Jika dilihat dari kecepatan dan bagaimana orang itu menepis serangannya, sepertinya kekuatan orang tersebut lebih tinggi darinya. Akan tetapi jika dia memang lebih kuat darinya kenapa orang itu lebih memilih pergi?


Qing Yue'er kembali ke kamar. Sebenarnya dia tahu hal ini akan terjadi, terutama setelah mendapatkan anggur gratis. Dia mencium bau serbuk yang digunakan untuk menghilangkan kesadaran seseorang. Dari sana dia tahu pasti ada seseorang yang sudah merencanakan sesuatu untuknya. Namun, dia tetap meminumnya dan dengan kekuatan roh dia mampu menetralisir efek bubuk itu.


Dia berpura-pura tidur untuk memancing musuhnya keluar. Dan ternyata benar, seseorang memang datang untuk melukainya. Akan tetapi ini terlalu abstrak. Dia belum melakukan apa pun dan mereka bahkan tidak melakukan pertempuran tapi orang itu sudah memilih untuk pergi.


Qing Yue'er menutup pintu kamar dan menguncinya dengan baik. Kemudian dia melihat pisau belati yang ada di lantai. Sepertinya orang itu lupa membawanya. Dia tersenyum senang dan mengambil pisau itu. Dengan hati-hati dia memeriksanya untuk melihat apakah ada petunjuk yang tertinggal. Sayangnya dia tidak menemukan sesuatu yang spesial. Akhirnya dia hanya melempar pisau itu ke sembarang arah.


Sekarang dia tidak bisa tidur. Apa yang dia lakukan hanya berkultivasi hingga pagi. Ketika dia membuka mata, hari sudah kembali terang. Suara cicitan burung membuat suasana lebih manusiawi. Dia pun pergi bersiap-siap untuk kembali melakukan perjalanan panjang.


Jing Ling dan Ming Yuxia sudah bangun. Mereka juga pergi untuk mempersiapkan diri masing-masing. Setelah matahari sedikit naik akhirnya mereka pun memulai perjalanan kembali.


***


Akademi masih sepi ketika kelompok Qing Yue'er datang. Mereka melakukan perjalanan selama kurang lebih tiga hari dan sekarang adalah sore hari. Hanya ada beberapa orang yang sepertinya juga baru pulang dari perjalanan. Mereka tengah memperbincangkan sesuatu yang cukup menarik perhatian Qing Yue'er.


"Aku dengar guru He mencari-cari kakak senior Ling," ucap seseorang.


"Memangnya kenapa? Itu adalah hal wajar jika seorang guru mencemaskan muridnya," sahut yang lainnya.


"Kamu tidak tahu ini. Sebenarnya banyak orang yang tidak melihat keberadaan senior Ling. Bahkan ketika naga itu muncul bukankah dia juga tidak terlihat?"

__ADS_1


"Jadi, maksudmu apa ada sesuatu yang mungkin terjadi padanya?"


"Aku tidak mengatakan seperti itu, tapi wajah guru He memang mengatakannya. Siapa yang akan tahu kebenarannya?" Murid itu mengendikkan bahunya. "Jika memang sesuatu terjadi pada senior Ling, maka itu akan menjadi berita yang panas."


"Itu benar, bagaimanapun juga seseorang sangat menyukainya. Meskipun orang itu tidak menampilkan diri di depan umum."


Qing Yue'er hanya melewati mereka dengan wajah yang biasa saja. Dia tidak memikirkan hal-hal, tapi orang lain tidak berpikiran sama sepertinya. Luo Qingqi dan dua gadis lainnya menatap Qing Yue'er dengan sorot mata tertentu. Mereka sebenarnya sedikit meresahkan hal ini.


"Jangan memikirkan hal-hal. Bukankah aku orang yang pintar?"


"...."


"Jadi, tenang saja. Tidak akan ada sesuatu yang terjadi," ucap Qing Yue'er dengan tenang.


Luo Qingqi menghela napasnya. Dia tahu gadis ini adalah seseorang yang luar biasa. Namun, itu juga tidak mustahil jika banyak orang yang ingin menghancurkannya. Terlebih lagi seperti yang murid-murid itu katakan, ada seseorang yang menyukai Ling Suyao. Jika orang itu tahu siapa yang membunuh wanita itu mungkin dia akan melakukan sesuatu.


Mengingat Qing Yue'er memiliki dua ekor binatang illahi, dia mungkin tidak akan mudah untuk dikalahkan. Namun, bagaimana jika musuhnya juga memiliki dominasi yang setara?


Luo Qingqi membuang pikirannya. Bagaimanapun juga jejak pembunuhan sudah dihapuskan. Kemungkinan untuk ditemukan sangatlah sedikit. Dia menepuk pundak Qing Yue'er dengan lembut. "Terima kasih sudah membawa kami bersama. Keberuntunganmu sudah mempengaruhi kami dalam menemukan binatang roh."


"Kenapa kamu mengatakan itu adalah keberuntungan? Itu seperti kamu tidak menghargai usahamu untuk memenangkan ular api," ucap Qing Yue'er.


"Bukan seperti itu. Aku hanya ragu apakah aku masih akan mendapatkannya meskipun tidak pergi bersamamu?" Luo Qingqi tersenyum.


Jing Ling dan Ming Yuxia mengangguk. Jika mereka tidak pergi bersama dengan Qing Yue'er mungkin mereka tidak akan mendapatkan binatang roh yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Jadi bagaimanapun juga mereka tetap berterima kasih.

__ADS_1


"Kita sudah bekerja keras. Ayo kembali. Sudah saatnya untuk bersantai."


__ADS_2