Cewek Intern Dan Duda Keren

Cewek Intern Dan Duda Keren
Bab 137 Kembali ke Kamar


__ADS_3

“Mas Arya…. “, panggil Dinda setengah berbisik ke telinga Arya yang masih tertidur lelap memegangnya erat.


Dinda mencolek - colek lengan kekar Arya, mengelus pipinya, dan menggoyang - goyangkan ujung bahunya agar pria itu terbangun. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi dan Dinda harus segera kembali ke kamar hotelnya.


“Mas Arya…. Bangun…”, panggil Dinda lagi sambil terus berusaha dari cengkeraman pelukannya yang erat. Kalau pria itu tidak memeluknya, dia sudah bisa keluar dari kamar sejak tadi. Tetapi, pria ini memegangnya dengan sangat erat.


“Mas Arya… kalau memang kedinginan, kenapa harus buka baju dan malah memelukku erat seperti ini? Harusnya dia memakai bajunya saja.”, Dinda sudah putus asa. Agar tidak terlalu mencurigakan, dia harus kembali pagi - pagi. Tapi Arya sepertinya sedang tidak ingin bekerja sama.


Usaha terakhir yang dia lakukan adalah mencubit pipi pria itu. Namun, usaha itu juga gagal karena Arya hanya bergeming sebentar lalu kembali ke posisinya semula.


“Dia tidur jam berapa sih, kenapa sulit sekali dibangunkan.”, kata Dinda menghela nafasnya berat.


“Hm..”, akhirnya terdengar suara dari pria itu meski pelan dan serak.


“Mas Arya sudah bangun? Mas… Ayooo… dibuka pelukannya. Aku mau keluar.”, kata Dinda setengah merengek.


“Mau kemana?”, tanya Arya dengan suara baritonnya yang berat.


Dia mulai merenggangkan pelukannya tetapi belum melepaskan Dinda sepennuhnya. Arya berusaha membuka matanya dan melirik ke arah Dinda. Ia kemudian mencium pipi gadis itu lembut sebelum akhirnya melepaskan Dinda dari jeratan pelukannya.


“Harus sepagi ini, ya?”, tanya Arya.


“Ya, masa aku harus keluar disaat yang lain juga mulai keluar? Mas Arya mau jadi anterin aku atau engga nih?”, tanya Dinda.


Untuk saat ini, setelah apa yang dia alami tadi malam, Dinda sudah benar - benar tidak berani berkeliaran di hotel ini sendirian. Pengalaman tadi malam sudah cukup mengajarkannya.


“Hm.”, jawab Arya sambil mengucek - ngucek matanya.


“Ya sudah pakai hijabnya sana. Aku begini saja.”, ujar Arya sudah menurunkan kakinya dari atas ranjang.


“Begini? Telanjang dada begini?”, tanya Dinda memastikan.


“Memangnya kenapa?”, tanya Arya heran.


“Pakai bajunya mas Arya.. masa mas Arya mau berkeliaran tanpa baju begitu?”, ujar Dinda.


“Kenapa? Kamu takut aku diculik tante - tante ya?”


“Ih.. sana kalau mau sama tante - tante.”


“Beneran nih?”

__ADS_1


“Mas Aryaaaaaa..”, kata Dinda setengah berteriak. Sedangkan Arya hanya tertawa melihat reaksi gadis itu.


“Mas Arya tunggu sebentar, aku ganti baju dulu. Mas Arya juga sekalian pakai kaosnya.”, kata Dinda yang sudah mengambil bajunya semalam dan hendak menggantinya. Kebetulan, Dinda hanya mengenakan kemeja Arya saja.


“Yah.. mas Arya.. baju aku mana?”, tanya Dinda saat mencari - cari baju yang dia letakkan di kamar mandi.


“Ada disitu.”, kata Arya sedikit ragu.


“Ada celananya aja, tapi bajunya kok ga ada?”


“Hm?”, Arya berpura - pura tidak tahu.


“Hukkkk… kenapa bisa basah begini? Mas Arya, ya?”, tanya Dinda setelah menemukan bajunya ditumpukan baju kotor Arya yang sudah setengah basah.


“Engga… kenapa bisa disitu, ya?”, tanyanya pura - pura.


Dinda melayangkan tatapan penuh arti pada suaminya itu.


“Udah.. bawahan dan hijabnya kan masih ada tuh, tidak basah. Kemejanya kamu pakai dulu saja.”, kata Arya memberikan solusi seolah seakan semua terdengar simpel.


Dinda tidak punya pilihan lain. Lagian tidak masalah jika dia mengenakan kemeja Arya. Toh kemeja putih yang seolah terlihat seperti kemeja oversize wanita. Tanpa membuang banyak waktu lagi, Dinda segera menggantinya. Dia harus kembali sebelum semua orang keluar kamar di saat yang hampir bersamaan.


“Ngapain ditutup sih, ganti disini aja.”, kata Arya memberikan komentar saat Dinda mendorongnya keluar kamar mandi dan menutup pintunya.


*******


“Mas Arya jauhan sedikit.”, kata Dinda saat mereka sudah berjalan di lorong penghubung antara gedung kamar hotel Arya dan Dinda.


“Ya ampun, siapa sih yang akan jalan - jalan shubuh - shubuh begini?”, kata Arya.


Tak lama setelah dia mengatakan hal itu, ada sepasang pria dan wanita yang berjalan dari arah berlawanan. Dinda sudah terkejut dan bersiap - siap menyembunyikan wajahnya karena Arya berada di jarak yang berdekatan dengan Dinda.


Namun, setelah ditelisik lagi, ternyata pria dan wanita itu bukan karyawan satu perusahaan dengan mereka. Dinda menghela nafasnya.


“Tuh kan, ada yang lewat.”, kata Dinda langsung mengomentari statement Arya barusan.


“Yahh.. itukan hanya kebetulan saja.”, jawab Arya santai.


Sejujurnya matanya masih mengantuk karena dia baru tidur sekitar 2-3 jam yang lalu karena ada dokumen yang harus dia selesaikan dan submit secepatnya.


“Mas Arya, kita turun lift sampai ke satu lantai di atas kamar aku, ya. Nanti dari situ, kita turun tangga darurat aja. Trus aku kembali ke kamar, mas Arya liatin dari belakang aja ya, jangan ikut ke depan kamar.”, terang Dinda memberikan briefing seputar strategi mereka.

__ADS_1


“Sounds to be a good plan! Detail sekali.”, kata Arya tersenyum. Sebenarnya dia sedang menyindir atau sarkas pada Dinda. Seperti biasanya, gadis itu tidak menyadarinya.


“Hati - hati Din, turunnya. Aku pegangin aja sini.”, kata Arya khawatir melihat istrinya turun tangga.


“Gapapa, mas. Justru aku takut jatuh kalau dipegang. Gapapa kok.”, kata Dinda menenangkan. Dia tahu Arya mungkin khawatir karena dia sedang hamil.


“Besok - besok di kantor atau dimanapun, usahakan jangan naik tangga, ya. Atau kita sementara di apartemen dulu supaya kamu di rumah gak perlu naik turun tangga? Atau kita pindah ke kamar bawah aja deh.”


“Dinda tersenyum. Kalau sesekali gapapa, kok mas Arya. Dokternya juga bilang gapapa. Kalau terlalu sering atau nanti saat sudah hamil tua, baru.”, kata Dinda tersenyum.


Dirinya yang membayangkan nanti hamil tua membuatnya tersenyum senang.


“Oke. mas Arya tunggu disini ya.”, kata Dinda saat mereka sudah keluar dari tangga darurat yang berada di lantai kamar hotel Dinda.


“Dari sini mana keliatan. Aku lihat sampai pinggir area situ ya. Kalau kamu sudah masuk, baru aku kembali.”, kata Arya mendorong pinggang belakang Dinda pelan agar gadis itu berjalan ke depan.


Dinda terus berjalan menuju depan kamarnya sementara Arya melihat dari ujung koridor. Kira - kira, ada sekitar 10 menit sampai Delina membukakan pintu.


“Hai Din..kamu tidur dimana? Sampai shubuh begini baru balik. Aku kan bilang ambil kunci di resepsionis saja.”, kata Delina sambil menguap. Dinda memberikan kode dengan jempolnya sesaat sebelum masuk ke dalam kamar.


Kode itu untuk memberitahu Arya bahwa dia sudah masuk kamar dan Arya bisa kembali ke kamarnya sendiri dan beristirahat.


Delina, gadis itu sepertinya masih bermimpi dalam tidurnya. Buktinya, setelah membukakan pintu untuk Dinda, dia kembali ke kasurnya dan tidur. Sepertinya dia juga melewatkan malam yang panjang kemarin sampai kelelahan begini.


Dinda bisa menghela nafas lega karena setidaknya belum ada yang menginterogasinya.


Suci? Dinda tidak melihat Suci berada di kamar itu. Mungkin saja dia kembali ke kamar miliknya sendiri. Dinda juga masih sedikit mengantuk. Setelah menunaikan kewajibannya, dia memutuskan untuk kembali merebahkan badannya di kasur. Sebelum itu, Dinda meminum vitaminnya dulu karena kemarin malam belum sempat meminumnya.


EPILOGUE 


Arya kembali ke kamarnya dan menemukan kehampaan disana karena Dinda tidak ada. Dia langsung menghela nafasnya.


‘Hah.. sejak kapan aku begini? Kenapa absensi gadis itu sangat berpengaruh dalam hidupku sekarang? Padahal kami juga akan bertemu kembali di rumah. Kenapa sekarang aku tak ingin jauh meski hanya sebentar?’, pikir Arya dalam hati.


‘Kalau Ibas tahu aku begini, dia pasti akan dengan senang hati menggodaku.’


Ting tong. Ponsel Arya berbunyi pertanda ada pesan yang masuk.


Dari: Istriku


Mas, aku sudah di dalam kamar. Delina langsung tidur dan dia tidak sadar kalau aku kembali shubuh - shubuh.

__ADS_1


Arya tersenyum membaca chat dari Dinda.


“Hm.. gadis ini. Dia seperti sedang berpacaran saat SMA saja. Lucu sekali.”, kata Arya sambil memandangi kembali wallpaper yang ada di layar ponsel pribadinya.


__ADS_2