Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Rencana Gavino


__ADS_3

Sampai di rumah sakit, gerombolan Alano segera mendapatkan perawatan medis. Karena luka-luka mereka juga cukup serius. Bahkan, ada yang sampai retak pada tulang kering di kakinya.


'Gila! Ini benar-benar tidak bisa dipercaya.'


Madalena membatin dengan kebingungan, dan tidak percaya begitu saja. Dengan apa yang tadi dia lihat.


Dia tidak pernah menyangka jika, Gavino yang selama ini tampak lemah dan tidak bisa melawan mereka, dengan mudahnya melakukan semuanya. Dan itu juga sendirian. Tanpa ada teman yang membantunya.


'Apa benar Gavino punya ilmu sihir, sama seperti yang dikatakan oleh Alano juga?' batin Madalena bertanya tentang keadaan yang tadi dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Bukan melalui cerita dan berita dari orang lain.


'Tapi mana ada sihir di dunia modern seperti ini? Itu hanya ilusi. Dan mungkin, Gavino ada yang membantunya. Tapi sebagai bayangan. Sama seperti ninja gitu.'


Madalena terus bermonolog sendiri. Karena semua yang dia lihat tadi, memang tidak masuk akal menurutnya.


"Maaf. Ini karena apa ya? Kecelakaan atau perkelahian? Harus ada keterangan berita dari pihak kepolisian juga lho!"


Madalena terbelalak, mendengar perkataan salah satu perawatan yang menangani teman-temannya tadi. Dia tentunya bingung juga, keterangan apa yang harus dia katakan pada pihak rumah sakit sekarang.


"Maaf Sus. Tadi Saya hanya menolong mereka. Jadi tidak tahu juga bagaimana kejadian yang sebenarnya."


Madalena berbohong tentang keadaan yang sebenarnya terjadi pada teman-temannya itu. Dia tidak berani ambil resiko, yang bisa membuatnya ikut terlibat juga.


"Emhhh... begini Sus. Saya akan menghubungi pihak keluarga mereka saja ya? Biar mereka yang mengurus semuanya. Saya mau pulang. Ini sudah larut, dan Saya tidak mau jika orang tua Saya marah."


"Baiklah. Segera hubungi pihak keluarga mereka."


Madalena mengangguk mengiyakan permintaan dari perawat tersebut. Kemudian segera menghubungi satu persatu nomer orang tua mereka. Melalui handphone milik teman-temannya sendiri juga.


Dia tidak mau mengunakan handphone miliknya, agar tidak ikut terlihat jika ada sesuatu yang terjadi dikemudian hari.


Setelahnya, Madalena benar-benar pergi dari rumah sakit tersebut. Dia juga meninggalkan barang-barang milik teman-temannya, di bagian administrasi rumah sakit.


Dia tidak mau ikut campur lagi, untuk urusan mereka semua di rumah sakit ini.


Madalena ambil amannya. Karena dia juga tidak mau mendapatkan masalah dan ketahuan orang tuanya juga.

__ADS_1


Dia yakin jika orang tua dari teman-temannya, bisa mengurus lebih baik daripada dirinya. Karena keluarga teman-temannya itu sangat berpengaruh di kota ini.


'Aku pikir ini memang tidak masuk akal. Aku harus tahu , apa yang sebenarnya di miliki oleh Gavino itu.'


*****


Sepeninggal Madalena, teman-temannya itu diurus oleh pihak rumah sakit. Setelah mendapatkan telpon dari pihak keluarga Alano. Yang memang berpengaruh di kota ini.


Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Mereka semua, juga di urus keluarga masing-masing.


Dah yang paling fatal dari mereka semua, tentu saja yang tukang kering pada kakinya retak. Karena dia harus menjalani operasi untuk tulang tersebut.


*****


Di rumah kecil Gavino, dia sudah berencana untuk pindah ke rumah yang lebih baik. Dia juga ingin mengajak kedua orang tuanya, untuk tinggal bersama dengannya di rumah tersebut.


Dia tidak akan kekurangan uang. Karena setiap selesai melakukan misi untuk melawan dan mengunakan kekuatan sistem mafia yang ada di dalam otaknya, uang akan segera masuk ke dalam rekening miliknya. Secara otomatis.


Dan benar saja, uang itu memang dikirim tak lama setelah dia selesai melawan Alano dan kawan-kawannya.


( Ting )


Sebenarnya, Gavino tidak berharap dengan hadiah tersebut. Karena uang yang kemarin masuk ke dalam rekeningnya, juga belum dia gunakan untuk keperluannya.


Dan sekarang, uang tersebut justru bertambah lagi.


Sistem mafia ini, bukan hanya sekedar kekuatan dan kemampuan dirinya untuk melakukan perlawanan dan mempertahankan diri.


Tapi ternyata, sistem ini adalah super sistem. Yang terkoneksi juga dengan semua aspek kehidupan. Termasuk dengan kekayaan.


Tapi Gavino belum mau mengunakan semua super sistem yang ada. Dia sudah sangat bersyukur, dengan adanya sistem ini. Karena itu sudah cukup banyak membantunya, dalam keadaan terdesak karena ulah Alano dan kawan-kawannya.


Dia hanya ingin hidup tenang, belajar dengan baik dan meraih cita-cita nya saja. Itulah keinginan Gavino yang sebenarnya sedari dulu.


Gavino tidak suka dengan kekerasan. Karena sedari kecil, dia sudah sering kali melihat semua kejadian yang mengakibatkan seseorang terluka, dan menderita.

__ADS_1


Tapi dia juga tidak mau jika sekarang ini, ada orang yang meremehkan dirinya lagi. Dia tidak ingin mendapatkan perlakuan yang sama seperti kemarin-kemarin.


Namun, Gavino sendiri juga tidak akan melakukan sesuatu untuk mereka. Karena dia tidak mau menimbun rasa dendam, pada orangtuanya yang menyakitinya.


"Kamu ternyata tidak selemah perkiraan mereka Gavino. Bahkan, Aku sendiri juga tidak percaya dengan apa yang Aku lihat tadi."


Begitulah tadi, Lorenzo mengatakan rasa takjubnya. Karena melihat perubahan dari temannya itu.


Bianca juga sama. Dia tidak pernah menyangka jika, orang yang selama ini diremehkan orang lain, ternyata bisa sekuat tadi.


Mungkin dia juga tidak akan percaya begitu saja, jika hanya mendengar dari cerita orang lain. Tapi ini dia melihat sendiri, bagaimana Gavino melakukan semuanya sendiri.


Hal yang sama sekali tidak pernah dia pikirkan. Karena ternyata, apa yang dikatakan oleh sepupunya, si Dante, itu benar adanya.


Saat ini, Dante masih di rawat di rumah sakit. Karena mendapat perlawanan dari Gavino malam itu. Pada saat Dante bersama dengan Alano dan kawan-kawannya mengeroyok Gavino juga.


Dan itu bukan hanya Dante saja yang terluka. Tapi ada Jeffrie juga.


'Gavino itu menyimpan banyak misteri. Apa kekuatannya itu memang sengaja dia sembunyikan, karena tidak mau seorangpun tahu?'


'Aku jadi semakin tertarik dengan sosok dirinya yang cerdas, tapi tampak lemah. Tapi ternyata, dibalik kekurangan yang terlihat, tersembunyi sesuatu yang luar biasa.'


Bianca jadi semakin bersimpati pada Gavino. Siswa yang datang dari kota kecil, dengan penampilan yang berbeda. Karena tidak tampak seperti seorang yang kaya.


Baik dari penampilan dan juga kehidupan di luar sekolah.


Dan penilaian terhadap Gavino semakin bertambah kuat, dengan adanya berita jika, Gavino adalah siswa yang menerima beasiswa beserta biaya hidupnya juga.


Tentu saja bertolak belakang dengan kehidupan siswa siswi disekolah tersebut.


Meskipun tidak semuanya benar-benar dari keluarga kalangan atas, tapi sebagian besar memang dikuasai oleh mereka.


Termasuk Alano, Madalena dan kawan-kawannya juga.


Sedangkan Dante, meskipun bukan dari kalangan keluarga pengusaha, tapi kedua orang tuanya bekerja sebagai pengacara dan dewan pembinaan di salah satu instansi pemerintah.

__ADS_1


Bianca tidak merasa jika, dia sendiri dari kalangan orang-orang kaya. Bukan juga dari kalangan pejabat, sama seperti sepupunya, Dante.


Tapi pada kenyataannya, papanya Bianca adalah salah satu pengusaha sukses, di kota ini.


__ADS_2