Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Surat Berharga


__ADS_3

Siang ini, Gavino bersama dengan Bianca. Dia pulang terlebih dahulu dari kampus, dengan menggunakan sepeda motornya sendirian. Sebab Gress sudah diberikan sebuah mobil, lengkap dengan supir sekaligus bodyguard. Untuk menjaga keselamatan gadisnya itu.


Mobil Gress, juga sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang sama seperti mobil-mobil Gavino yang lain.


Selain itu, ada dua orang bodyguard lain. Yang petugas menjadi pengawal bayangan, kemanapun Gress pergi.


Bukan tanpa alasan, sehingga Gavino membuat pengamanan yang cukup ketat terhadap gadisnya itu. Karena selain Gress adalah gadisnya, dia juga merupakan anaknya Thomas Bryan. Yang berjuluk king Black di dunia hitam mafia.


Jika sampai ada yang tahu, jika Gress adalah anaknya Thomas Bryan atau king Black, bisa dipastikan bahwa, dia akan mendapatkan banyak ancaman dari pihak luar.


Nyawa Gress akan diburu, oleh banyak pihak. Untuk dijadikan sebagai kelemahan seorang ketua mafia yang ditakuti oleh semua orang.


Gavino dan Bianca, baru saja selesai mandi bersama. Di saat dia melihat ke arah layar handphone miliknya, yang memberikan sinyal merah pada satu titik.


Dengan cepat, Gavino mengambil dan melihat ke layar handphone miliknya.


Mata Gavino membulat karena kaget, sebab sinyal merah tersebut berasal dari kios Giordano dan Mirele, yang saat ini dikelola oleh Robert.


"Ada apa di sana?" gumam Gavino bertanya tentang sinyal khusus tersebut.


Dia hampir saja menelpon Robert untuk bertanya. Tapi segera dua urungkan, karena mengingat bahwa, sinyal khusus tersebut dinyalakan dalam keadaan yang darurat. Jadi bisa dipastikan bahwa, Robert tidak mungkin bisa menerima panggilan telpon darinya.


Akhirnya Gavino menghubungi anak buahnya, king Black. Dia meminta pada king Black, untuk segera mengirimkan orang-orangnya yang paling dekat dengan lokasi kios Giordano dan Mirele.


..."Tetap waspada dan berhati-hati. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu di sana!" ...


..."Baik Tuan Muda. Saya akan melakukan yang terbaik untuk kios dan para karyawan di kios Anda." ...


Klik!


Gavino menghela nafas panjang, berharap agar anak buahnya king Black bisa segera membereskan kekacauan yang ada di kios.


Dia tidak mau jika ada jatuh korban, meskipun dia juga tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi di sana.


Tapi dia berpikir bahwa, hal ini pasti adalah hal yang serius. Karena Robert tidak akan pernah memencet tombol tersebut. Seandainya tidak dalam keadaan darurat.


Akhirnya, Gavino pamit pada Bianca. Dia mau mengecek sendiri keadaan kios.


"Aku pergi dulu ya Bi. Terima kasih atas semua yang tadi," ucap Gavino, sambil tersenyum dan membelai pipi Bianca yang memerah karena tersipu. Namun ikut merasakan kebahagiaan yang tadi mereka berdua rasakan.


Cup!


"Hati-hati," ucap Bianca, setelah mengecup bibir Gavino sekilas.

__ADS_1


Tapi apa yang dilakukan olehnya tadi, justru membuat Gavino menciumnya kembali dengan penuh perasaan.


"Mmm... Vin," suara Bianca yang mendesah, menyadarkan Gavino untuk segera menyudahi ciumannya.


Dia sadar, jika baru segera pergi ke kios.


"Maaf Bi. Aku harus segera pergi. Besok Aku akan datang lagi untukmu!"


Setelah selesai mengatakan hal tersebut, Gavino berlari menuju ke luar kamar. Dia tidak mau jika, harus kembali terpancing hasratnya, karena permainan bibir mereka berdua.


*****


Keadaan kios Giordano dan Mirele.


Para pengacau yang tidak dikenal tersebut, sudah mengobrak-abrik sebagian kantor Robert, dan ruangan yang ada disebelahnya. Yang dulu ditempati oleh George.


Entah apa yang sedang mereka cari.


"Di mana surat-surat berharga yang lain?" bentak salah satu dari mereka, yang tadi sudah memberikan instruksi.


Robert yang tidak tahu apa maksud dari perkataannya tersebut, tentu saja bingung. Dia tidak tahu, surat berharga apa yang sedang dicari orang-orang itu.


Plak!


Orang tadi, menampar pipi Robert. Sebab dia hanya diam saja, dan tidak menunjukkan apa yang mereka cari.


"Di mana surat berharga itu bodoh?"


"Surat berharga? Surat apa yang kalian maksud?" Robert justru balik bertanya pada mereka, apa yang sebenarnya mereka maksudkan dengan surat berharga tersebut.


Plak!


"Awww!"


Robert kembali menjerit, sebab satu pipinya yang lain, menerima sebuah tamparan lagi. Sehingga kini, kedua sisi pipi Robert sudah memerah. Akibat tamparan keras orang tersebut.


"Dasar bodoh!" maki orang itu, yang membuat Robert mengeram marah.


Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, karena takut terjadi sesuatu pada anak buahnya atau karyawannya, jika dia melawan. Bisa jadi, paea pengacau tersebut akan mencelakai salah satu dari mereka.


Robert tidak mau hal itu sampai terjadi. Dia akan berusaha untuk terus mengulur waktu, hingga bantuan datang.


Tiba-tiba...

__ADS_1


Blum!


Dari arah belakang, terdengar bom asap. Membuat semua orang tidak bisa melihat apa-apa karena asap tebal tersebut.


Orang-orang yang baru saja datang, menggunakan masker dan kecamatan khusus, sehingga bisa melihat keadaan sekitarnya. Meskipun ada asap tebal yang menutupi seluruh ruangan.


Mereka melumpuhkan orang-orang yang membawa senjata api, tanpa mendapatkan perlawanan. Sehingga keadaan bisa cepat dikuasai oleh orang-orang tersebut.


Setelah selesai melumpuhkan para pengacau, orang-orang yang menggunakan masker dan kacamata khusus itu, membawa keluar semua para karyawan yang di sandra.


Ternyata mereka semua adalah anak buahnya king Black, yang sudah diberikan instruksi oleh ketuanya, untuk datang dan mengamankan kios Giordano dan Mirele ini.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya para pengacau itu ditangkap dan di bawa ke markas mereka. Untuk bertanggung jawab atas perbuatan mereka ini.


Tapi sebelum mereka semua dibawa ke markas, Gavino sudah datang.


"Siang Tuan Muda!"


Semua orang, anak buahnya dan juga para karyawan, termasuk Robert, memberikan salam hormat pada Gavino.


Tapi topeng para pengacau yang berjumlah lima orang tersebut, masih belum di buka.


Gavino memberikan instruksi pada anak buahnya itu, untuk membuka topeng mereka nanti, saat sudah sampai di markas besar.


Setelah Gavino memberikan isyarat, mereka membawa para pengacau tersebut. Untuk mendapatkan ganjaran atas perbuatan mereka.


Sedangkan Gavino sendiri, masih ada di kios, untuk bertanya-tanya pada Robert.


"Gavin. Untungnya Kamu cepat menanggapi sinyal khusus yang Aku kirimkan!" terang paman Robert, sambil memegang tangannya Gavino.


"Kembalilah kalian semua bekerja dengan tenang. Dan bereskan apa-apa yang tadi mereka acak-acak." Gavino memberikan penjelasan kepada para karyawan kios, untuk tetap bekerja dengan tenang.


Dia menyakinkan mereka semua bahwa, kekacauan ini untuk pertama kalinya, dan juga menjadi terakhir kalinya juga.


Setelah kejadian ini, tidak akan pernah ada kekacauan lagi di kios miliknya.


Robert menganggukan kepalanya, kemudian memberikan isyarat kepada semua karyawan kios, untuk kembali bekerja seperti yang dikatakan oleh Gavino.


"Apa yang mereka cari tadi?" tanya Gavino pada Robert, sebab dia bagaimana keadaan kantor yang sangat berantakan.


"Aku juga tidak tahu Gavin. Entah apa yang sebenarnya mereka cari. Sebab sedari awal tadi, mereka hanya mengatakan surat berharga, surat berharga. Hanya itu saja."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Robert, Gavino berpikir keras. Dengan maksud dari surat berharga, yang sedang dicari oleh orang-orang yang sudah membuat kekacauan di kios ini.

__ADS_1


__ADS_2