Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Salah Sasaran


__ADS_3

"Gavin!"


Brukkk!


Gress langsung menubruk tubuh Gavino, begitu dia tiba di rumah sakit dan bertemu dengan kekasihnya, yang baru saja keluar dari kamar pasien Dante dan Lorenzo.


Kebetulan sekarang ini Gavino bersama dengan Bianca, berniat untuk keluar sebentar membeli buah-buahan yang kebetulan habis. Sedangkan Dante dan Lorenzo mereka tinggal di dalam kamar, ditunggui magdalena yang sudah datang.


"Gress?"


Gavino tidak pernah menyangka jika Gress bisa datang dan menemui dirinya di rumah sakit ini.


"Aku, Aku memaksa papa untuk bisa pergi menemui Kamu Sayang. Farei qualsiasi cosa per stare con te!" Bianca tersenyum mendengar perkataan Gress, yang telah mengurai pelukannya dari Gavino.


Dia tidak merasa cemburu ataupun sakit hati, tapi justru lebih ke rasa kasihan, karena perlakuan papanya Gress yang seru membuat anaknya itu merasa sedih dan tidak merasakan kebahagiaan, sama seperti sebelum mengenal papanya.


"Aku datang ke sini bersama dengan papa, tapi Aku berlari mencarimu terlebih dahulu," terang Gress memberitahu.


Gavino mengangguk paham, karena dia sudah melihat kedatangan Thomas Bryan dari arah belakang Gress, bersama dengan 5 orang bodyguard sekaligus.


"Ini datang bukan untuk berkelahi, kenapa dia datang membawa pasukan?" batin Gavino dengan mengerutkan keningnya.


"Malam Gavino! Aku memberikan waktu pada anakku cuma 5 menit untuk bertemu denganmu, dan sekarang waktunya Aku membawanya kembali pulang." Gress langsung berbalik badan, begitu mendengar suara papanya dari arah belakang.


"Papa. Non è giusto! Voglio stare con Gavin Pa! Aku hanya ingin bersama dengannya," rengek Gress dengan menggelengkan kepalanya beberapa kali, meminta pada Thomas Bryan untuk mengerti keinginannya.


Tapi sepertinya Thomas Bryan tidak peduli. Dia tidak mau tahu dengan keinginan anaknya, karena keegoisannya sebagai seorang papa, dengan dalih menyayangi dan melindungi anaknya dari orang yang tidak disukainya.


Padahal Gress sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak mau bersama dengan papanya, Thomas Bryan, dan ingin hidup bebas seperti dulu sebelum mengenal papanya.


"Gress sudah bilang sama papa, Gress tidak mau pulang! Gress mau bersama dengan Gavino saja." Tegas Gress menyatakan keinginannya untuk kesekian kali.


"Kamu tidak akan pernah bahagia bersamanya Sayang. Lihatlah! dia tidak pernah mencarimu, memperjuangkan mu atau berusaha memintamu dari papa. Dia sudah bisa bersenang-senang dengan gadis lainnya, jadi dia tidak memerlukan dirimu lagi. Apa Kamu mau menderita seperti itu?"


Thomas Bryan mencoba untuk mempengaruhi pendirian anaknya, dengan menuduh Gavino tidak memperhatikan dan mencintai Gress lagi. Thomas Bryan berusaha untuk menyadarkan anaknya, dengan caranya yang menyudutkan orang lain, yaitu Gavino sendiri.


Tapi kenyataannya Gress justru menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak. Bukan seperti itu Papa. Gavin non è quello che pensa Papà." Gress tetap kekeh dengan pendiriannya, membela Gavino sebagai kekasihnya.


Bianca yang ada di antara mereka semua menunduk sedih. Dia berpikir bahwa Thomas Bryan berpikir demikian karena keberadaan dirinya di sisi Gavino.


"Maaf jika ini hanya masalah keberadaan diriku di sampingnya." Bianca semakin menempel pada Gavino, sebab dia memang masih berada di sampingnya Gavino, pada saat Gress datang dan memeluk kekasihnya.


Mereka berdua, Gress dan Bianca, masih sama-sama meng-klaim Gavino sebagai kekasih mereka, karena mereka berdua memang menerima satu sama lain, sehingga tidak mempermasalahkan disaat Gavino memilih mereka berdua juga.


Hal ini yang membuat Thomas Bryan tidak menerima kenyataan, bahwa anaknya itu terlibat percintaan dengan laki-laki yang berhubungan dengan wanita lain.


Dia sendiri tidak menyadari, bagaimana kehidupannya di masa lampau, bahkan sampai sekarang yang bermain dengan dua wanita atau lebih dalam satu malam. Thomas Bryan juga masih doyan dengan daun muda sesama jenis, sebagai selingan karena memang itu adalah kelainan dirinya yang tidak semua orang tahu.


Akhirnya Thomas Bryan benar-benar marah, karena merasa tidak bisa mengambil Gress lagi dari tangan Gavino. Dia memerintahkan 5 pengawalnya untuk membekuk Gavino.


Ciattt!


Bughhh bagh bugh!

__ADS_1


Dagh bugh bagh dugh!


Perkelahian yang tidak seimbang itupun terjadi, dan tentunya Gavino menang, dengan bantuan sistem yang dia miliki. Apalagi sistem bisa aktif di saat darurat tanpa harus diaktifkan terlebih dahulu oleh Gavino, sama seperti dulu.


( Ting )


( Tampilan brangkas sistem terakhir kalinya )


# Tampilan on


# Hadiah utama : 0 poin


# Hadiah bonus cek : 20 poin


# Kemampuan :


# Keahlian Khusus : Kekuatan bertambah sesuai jumlah lawan yang kalah


# Sisa umur \= 2.390 hari


# Tidak ada aktivitas yang berlangsung.


( Ting )


( Good Father mau penambah kekuatan )


'Aku mau. Tapi Aku tak punya poin lebih untuk mendapat kekuatan lagi.'


( Ting )


'Tapi itu hanya ada 20 poin. Mana cukup?'


( Ting )


( Jika tidak cukup bisa menggunakan umur )


'Itu artinya umurku akan semakin berkurang?'


( Ting )


( Benar Good Father )


Setelah Gavino berpikir sejenak, dia perlu menggunakan kekuatan lain, berjaga-jaga seandainya Thomas Bryan menggunakan senjata api, atau justru anak buahnya Thomas Bryan sekarang ini sudah bersiap menggunakan senjata api untuk mengalahkannya.


'Baiklah. Aku mau menggunakan visa umurku juga untuk mendapatkan kekuatan lebih itu.'


( Ting )


( Menambahkan kekuatan pada kemampuan Good Father )


1%


10%

__ADS_1


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


"Arghhh..."


Gavino cara tiba-tiba mengerang, karena mendapatkan tambahan kekuatan dari sistem.


Tapi hal ini dianggap lain oleh lawan, sehingga mereka mengeluarkan senjata api untuk melumpuhkannya, what mereka berpikir bahwa bawa vino akan menyerang mereka dengan membabi-buta.


Dor dor dor!


"Arghhh..."


"Gress..."


"Sayang!"


"Il mio bambino!"


Suara tembakan yang menggema di lorong rumah sakit, mengagetkan semua orang yang tadinya berada di kamar pasien masing-masing. Untung saja mereka berada di bagian ruang merawat inap VVIP kamar paling atas sehingga keberadaan mereka yang sedang berkelahi tidak diketahui orang.


Tapi karena adanya suara tembakan, pihak keamanan langsung datang ke tempat kejadian.


Gress sudah bersimbah darah, mendapatkan luka dua tembakan pada bagian perut dan lengan. Dia berusaha untuk menjadikan dirinya sebagai tameng untuk Gavino, dari tembakan papanya sendiri.


Tadinya Gavino meminta pada Bianca dan Gress untuk menepi, menjauh dari tempatnya berada, sehingga mereka berdua tidak akan terkena tendangan atau pukulan nyasar dari mereka semua yang sedang berkelahi.


Tapi kini Gress terluka dari tembakan papanya sendiri, membuat Bianca yang sedang bersama dengan Gress langsung memangku tubuhnya Gress yang terjatuh ke lantai.


Kini semua orang mengerubungi Gress, dengan Thomas Bryan yang menangis keras, menyesali perbuatannya.


"Gress... Hiks hiks hiks... Papa bilang apa padamu Sayang! Tutto questo andrà sprecato. Sei accecato dall'amore che non ne vale la pena!"


"Ini tidak adil untukmu Gress! huuuuu..."


Gavino langsung meminta pada Magdalena, yang baru saja keluar bersama dengan Dante dan Lorenzo, untuk memanggil tim kesehatan.


"Magdalena, tolong panggilkan dokter atau perawat yang berada di sana!"


Magdalena sudah siap untuk pergi mencari dokter atau perawat, tapi ternyata ada segerombolan dokter dan perawat yang datang ke arah mereka. Mungkin tim kesehatan itu sudah mendapatkan laporan dari orang. Atau bisa juga ada anak buahnya Thomas Bryan penduduk yang pergi mencari mereka, karena Nona mereka yang terluka.


Kejadian ini tentu saja membuat Thomas Bryan menyesal, karena saat ini Gress harus menjalani operasi untuk mengangkat dua peluru yang bersarang di tubuhnya.


Dan semua itu karena dirinya juga.

__ADS_1


__ADS_2