Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Target Utama


__ADS_3

Keadaan sudah mulai membaik, dan permasalahan demi permasalahan yang dihadapi oleh Gavino, juga sudah bisa diatasi.


Hubungan percintaannya dengan Gress maupun Bianca, juga tidak mengalami kendala yang serius. Sebab, Gavino bisa membagi waktunya, untuk bisa bersama dengan Gress maupun Bianca.


Pekerjaan Robert di kios dan warabala, juga tidak ada masalah. Bahkan, terlihat semakin ramai dan maju.


Gavino sebenarnya ingin memberikan Robert beberapa usaha lagi, agar dipegang olehnya. Karena Gavino melihat sifat Robert yang telaten, dan sabar untuk menyelesaikan suatu permasalahan.


Keahlian Robert untuk bernegosiasi, juga semakin terasah dengan baik.


Tapi, Gavino juga tidak ingin membuat laki-laki dewasa yang sudah menemaninya dalam waktu yang cukup panjang itu, semakin kerepotan saja. Sehingga dia mengurungkan niatnya, untuk memberikan tambahan pekerjaan,memegang beberapa usaha lagi.


Jadi, Gavino harus mencari orang lain, untuk dia percayai mengelola usahanya itu.


Dan sepertinya, Lorenzo cocok untuk dia rekrut. Karena menurutnya, Lorenzo bisa dipercaya juga. Meskipun Lorenzo dalam usia masih sangat muda, tapi temannya itu juga mengerti bagaimana keadaan dirinya.


Untuk itu, Gavino mencoba untuk menimbang, dan mencari tahu dari sistem, apakah keputusannya itu tepat atau tidak.


( Ting )


( Selamat pagi Good Father )


'Aku ingin mendapatkan pertimbangan dari apa yang ingin aku putuskan. Apakah menurut sistem, apa yang akan Aku putuskan ini nantinya tepat sudah tidak.'


( Ting )


( Ingat Good Father )


( Setiap informasi Good Father minta, mengurangi 10 poin jumlah poin yang ada )


'Ya, Aku ingat itu.'


( Ting )


( Lanjutkan atau tidak )


'Tentu saja lanjutkan.'


( Ting )


( Pencarian informasi terkait )


1%


10%


20%


30%

__ADS_1


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Informasi terkait di dapat )


Layar sistem memberikan data, terkait Lorenzo. Yang akan direkrut oleh Gavino, untuk memegang beberapa usaha yang dia miliki sekarang ini.


Meskipun ada beberapa orang yang sudah dia percaya, Gavino ingin usaha yang baru saja dia ambil dari Bos nya sang Kapten, dipegang oleh orang biasa. Yang tidak ikut terlibat dalam urusan mafia miliknya.


Sama seperti yang dilakukan oleh Robert.


Meskipun sebenarnya Robert itu sudah tahu tentang keadaan Gavino yang menjadi ketua mafia. Tapi dia juga tidak ikut campur dalam urusan tersebut.


Robert hanya cukup tahu, dan tetap bekerja seperti biasa. Dengan apa yang dipercayakan kepada dirinya.


Setelah mendapatkan informasi yang diinginkan, Gavino bersiap-siap untuk berangkat ke bengkel mobil Lorenzo. Yang saat ini sudah dipegang oleh Joe.


Sedangkan Rei, juga sudah memegang bengkel satunya lagi, sama seperti Lorenzo juga.


Jadi masing-masing dari mereka, sudah memiliki bengkel yang menjadi tanggung jawab mereka sendiri-sendiri. Meskipun sebenarnya tetap menjadi satu.


"Gavin!"


"Ya Sayang, Kamu ada perlu?" tanya Gavino, sambil melangkah ke tempat Gress berada.


Ternyata, Gress ingin menunjukkan sesuatu padanya. Tapi gadis itu terlihat ragu juga untuk menunjukkan, apa yang saat ini sedang dia pegang.


"Apa itu?" tebak Gavino, meskipun dia tidak tahu apa-apa, tentang sesuatu yang saat ini ada di tangan gadis tersebut.


"Apa Kamu sibuk?"


Gress justru bertanya kepada Gavino, dengan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan apa yang ditanyakan padanya tadi.


"Emhhh... Aku mau pergi ke bengkel mobilnya Lorenzo. Apa Kamu mau ikut?" Gavino mencoba untuk memberikan penawaran untuk gadisnya itu.


"Apa Aku boleh ikut?"


Pertanyaan yang diajukan oleh Gress barusan, membuat Gavino tersenyum. Dia segera mengangguk mengiyakan permintaan Gress, supaya gadis itu kembali ceria.


Sudah lama sekali mereka berdua tidak bisa pergi bersama-sama seperti dulu. Mungkin karena adanya banyak kesibukan mereka berdua juga, yang berbeda-beda. Sedangkan Gavino, juga sudah tidak aktif lagi di kampus, sama seperti dulu.


Akhirnya, Gress sudah siap untuk ikut bersama dengan Gavino. Yang akan pergi ke bengkel mobilnya Lorenzo.


"Kamu tidak sekalian bawa tas kampus?"

__ADS_1


Gress menyipitkan matanya, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Gavino padanya. Sebab, dia pikir Gavino akan mengajaknya pergi bersama, bukan untuk mengantarkan dirinya ke kampus.


Tapi sebelum Gress bertanya, Gavino sudah memberikan penjelasan terlebih dahulu. "Kamu ikut Aku ke bengkel, tapi saat jam kuliah, Aku akan mengantar mu ke kampus. Jadi, sekalian bawa tas kampus juga ya!"


Akhirnya Gress tersenyum senang, mendengar perkataan Gavino yang memberinya penjelasan.


Dengan demikian, Gress akhirnya kembali lagi ke dalam kamarnya. Untuk mengambil tas dan peralatan kampus yang biasa dia bawa.


Gavino sendiri, sudah memerintahkan kepada supir yang biasa mengawal Gress, untuk langsung pergi ke kampus. Di saat nanti dia menghubunginya. Sebab, dia sendiri yang akan mengantar Gress nanti.


Jadi, peralatan kampus yang biasa digunakan Gress, akan di bawa supir dalam mobil. Sedangkan Gress sendiri, akan ikut Gavino dengan mengunakan sepeda motornya.


*****


Di rumah besar Verdi.


Dia sedang masuk ke dalam kamar yang dapat luas, yang telah di sulap menjadi sebuah laboratorium mini.


Di laboratorium mini ini, dia mencoba meracik lagi, rahasia yang bisa digunakan untuk membuat topeng. Yang sama persis seperti wajah seseorang.


Pembuatan topeng ini bukannya tidak sulit. Tapi sangat sulit sekali. Sebab, topeng ini sangatlah tipis, hanya seperti sebuah masker yang tidak berwarna, karena warnanya akan menyesuaikan dengan warna kulit wajah yang sedang memakainya.


Verdi, mengetahui rahasia ini karena, pamannya yang telah tiada, sudah menyimpan rumus untuk pembuatan formula ini ke dalam chip khusus, yang hanya Verdi saja yang tahu.


Pamannya sudah memberitahukan kepada Verdi, pada saat Pamannya itu menguji coba wajahnya Verdi sendiri, dalam uji cobanya yang kedua. Karena Pamannya itu datang langsung ke rumah tahanan, untuk membicarakan hal ini bersama dengan Verdi. Sebab pada saat itu masih menjalani hukumannya.


Dengan sangat hati-hati dan teliti, Verdi mencampur satu tetes formula ke tetes formula yang lain, dalam satu wadah. Kemudian mencetak nya dalam sebuah cetakan khusus, sesuai dengan wajah seseorang yang sedang dia copy.


Jadi pembuatan topeng ini, sudah disediakan cetakan khusus sesuai dengan bentuk wajah seseorang. Dan cetakan ini juga hanya bisa digunakan untuk dua kali cetakan.


Verdi udah memberitahukan kepada orang-orang yang ada di rumahnya ini, untuk menjaga rumahnya. Supaya tidak diketahui oleh siapapun, jika di dalamnya ada kegiatan yang sangat luar biasa.


Dia tidak mau jika apa yang dia lakukan ini diketahui oleh orang lain.


"Aku pasti bisa menghancurkan mu, dengan dirimu sendiri. Hahaha..."


Suara tawa Verdi, terdengar sangat puas. Di saat satu cetakan topengnya, yang kemarin sudah dia lakukan berhasil.


Kini, dia sedang melakukan petakan yang kedua, dengan harapan supaya rencananya akan segera bisa dilaksanakan. Dan semua itu sudah dia persiapkan, bersama dengan orang-orang yang dia percaya.


Verdi juga sudah mendengar berita tentang kematian Alano, yang telah dihabisi oleh Gavino. Meskipun sebenarnya bukan di tangan Gavino sendiri, tapi anak buahnya.


"Ternyata Kamu maju dengan sangat baik, dan kekuatanmu itu sudah mendunia. Tapi Kamu akan hancur, karena taktik yang sudah Aku persiapkan. Tunggu saja waktunya Gavin. Katena itu tidak akan lama lagi."


"Aku sudah tidak sabar, untuk menunggu kehancuran mu. Dengan adanya dirimu yang tidak hanya ada satu, tapi lebih. Hahaha...


Drettt drettt drettt!


Sebuah notifikasi pesan baru saja masuk. Dan dengan cepat, Verdi membukanya.

__ADS_1


"Hahaha... memang waktunya untuk hancur sudah dekat Gavin. Bersiaplah! Hahaha..."


Verdi tertawa terbahak-bahak, setelah melihat pesan yang baru saja disampaikan oleh anak buahnya. Terkait dengan Gavino, yang menjadi target utamanya selama ini.


__ADS_2