Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Berhati-hatilah


__ADS_3

Acara fashion show sudah dimulai. Semua tamu undangan dan orang-orang yang hadir sudah duduk di kursi sesuai dengan no kursi yang tertera pada undangan, yang tentunya dibuat khusus dan tidak biasa.


Para model sudah mulai berlenggak-lenggok di atas catwalk, memamerkan keindahan gaun dan baju-baju yang diperagakan. Dan tentu saja, tak lupa tubuh indahnya para model yang tampak selalu cantik, indah untuk dipandang mata.


Dengan postur tubuh tinggi menjulang, betis yang ramping dan putih mulus, pinggang dan pinggul yang selalu tampak sempurna membuat mata semua orang terpaku hanya di atas catwalk saja.


Tak hanya mata para laki-laki dewasa, tapi juga para wanita, yang ikut hadir di acara pagelaran fashion show malam ini.


Thomas Bryan juga sudah datang bersama dengan orang-orangnya. Baik itu asistennya, yang memang bekerja di bagian bisnis, tentunya ada pengawalan ketat untuknya.


Mungkin, asistennya itu juga anggota mafia juga. Bukan hanya sekedar asisten biasa. Tapi bertugas rangkap dalam kelasnya, yang tentu saja akan tahu lebih banyak tentang Thomas Bryan.


Sedangkan bodyguard-bodygruard yang selalu setia di belakangnya, tampak rapi seperti eksekutif muda yang gagah berseragam jas hitam semua.


Gavino memberhentikan bagaimana Thomas Bryan duduk, dengan wajahnya yang tersenyum ramah ke setiap orang.


Tapi tentu saja itu hanya sebuah akting belaka. Karena sejatinya, wajah itu sangatlah memuakkan, jika sedang pada posisi sebagai king Black di kelompok mafia.


"George. Apa itu benar king Black?" Gavino bertanya pada George, yang saat ini menyamar sebagai seorang waria.


George tidak mungkin menampakkan diri di depan umum, apalagi ada king Black dan semua anak buahnya. Dia harus menutupi jati diri yang sebenarnya, dengan nama George.


"Kau panggil Aku apa?" geram George dengan berbisik-bisik.


Gavino menoleh cepat. Saat sadar, dia tersenyum canggung dan meminta maaf dengan isyarat matanya.


"Jangan pernah menyebut namaku lagi di sini. Cukup panggil Aku dengan nama mommy Melly!" tegas George memperingatkan Gavino.


"Emhhh baiklah," sahut Gavino cepat, dengan cara berbisik juga.


"Bersikap seperti biasa, tidak usah banyak bicara denganku."


Akhirnya Gavino tidak lagi mengeluarkan suaranya. Dia terdiam dan kembali melihat peragaan busana yang ada di atas catwalk.


Di saat acara baru berlangsung selama setengah jam, ponsel George berdering. Ada panggilan masuk untuknya, yang memberitahukan bahwa Thomas Bryan akan meninggalkan tempatnya berada.

__ADS_1


Jika dalam keadaan seperti ini, bisa dipastikan jika Thomas Bryan akan segera ke lantai paling atas untuk beristirahat di kamarnya sana.


Kata orang yang sedang menghubungi George, dua wanita cantik sudah siap di atas, sehingga meminta George untuk siap-siap mengantar cowok penutup.


George di minta untuk memastikan, jika lima belas menit lagi sampai. Sudah siap di ruangan yang disiapkan untuk kegiatan Thomas Bryan selajutnya, sebab setiap Thomas melakukan kegiatannya di ruangan yang berbeda.


Jika dengan cewek-cewek, Thomas Bryan mengunakan ranjang besi yang tidak ada alasnya sama sekali.


Sedangkan untuk cowok, Thomas Bryan mengunakan ranjang biasa. Tapi tetap saja ada di ruangan yang berbeda dari kamarnya yang utama.


Menurut Gavino maupun George, sebenarnya itu bukanlah kegiatan bercinta yang menyimpang. Tapi kegilaan untuk mengeksekusi nyawa manusia, yang dia inginkan. Dengan kepuasan yang diinginkan oleh Thomas Bryan.


Benar-benar sesuatu yang tidak pernah dibayangkan dan disangka-sangka oleh semua orang.


Hanya Thomas Bryan sendiri, dengan orang-orang terdekatnya saja yang tahu, tentang kebenaran kelakuannya yang tidak manusiawi dan pastinya di kutuk semua orang di muka bumi.


George sudah mengiyakan permintaan dari orang yang menghubunginya. Gavino juga sudah bersiap untuk berangkat menemui Thomas Bryan.


Dalam hatinya, Gavino tentu merasa sangat deg-degan juga. Karena yang dia hadapi saat ini adalah king Black, bukan sekedar Thomas Bryan, yang merupakan seorang pengusaha sukses di mata masyarakat umumnya.


Gavin sudah mempersiapkan segala sesuatunya, meskipun tanpa senjata untuk melindungi dirinya. Sebab dia hanya akan menggunakan otaknya, dan petunjuk dari sistem untuk bisa menaklukkan king Black, sebagaimana dia bisa mengalahkan lawan dalam permainan game.


"Tentu mommy Melly."


Dalam hati Gavino, sebenarnya merasa geli. Di saat mendengar suara George yang dibuat lebih mirip dengan suara perempuan. Jadi terdengar suara khas waria.


Apalagi dia juga harus memanggil nama George dengan sebutan mommy Melly.


'Akting George bagus juga. Aku harus bisa mengimbanginya,' batin Gavino mengakui kepiawaian George dalam berperan sebagai seorang waria saat ini.


Mereka berdua sudah meninggalkan tempat duduknya di acara pagelaran fashion show, menuju ke tempat Thomas Bryan berada.


George mendampingi Gavino, sebab dia adalah mommy Melly. Yang ibaratnya sama seperti ger_mo yang menjajakan anak asuhnya. Yaitu Gavino.


"Kamu yakin tidak mau ganti nama dan tetap menggunakan nama Gavino?" tanya George pada Gavino, saat mereka berada di dalam lift menuju ke lantai paling atas.

__ADS_1


"Ya. Aku tidak akan menggunakan nama samaran. Biar king Black tahu siapa Aku yang sebenarnya." terang Gavino dengan berbisik.


Dia tidak mau perkataannya itu terdengar atau ditangkap oleh alat sadap yang ada di dalam lift ini. Sebab Gavino sadar, jika orang yang dihadapi ini bukanlah orang biasa. Tapi gembong mafia yang paling ditakuti seantero jagad raya, yang tentu saja terkenal bisa mengunakan segala cara. Untuk menaklukkan lawan-lawannya selama ini.


"Baiklah. Aku percaya padamu. Tapi cepat hubungi Aku jika Kamu merasa butuh bantuan."


"Tentu saja mommy Melly," sahut Gavino dengan senyuman tipis.


"Huhhh!"


George justru mendengus kesal, karena melihat senyuman Gavino yang lebih mirip dengan sebuah ejekan.


Tapi dia tidak mau berdebat dalam keadaan seperti ini. Karena itu bisa membuat penyamarannya sebagai waris terbongkar.


Ting!


Pintu lift terbuka. Gavino dan George keluar dari dalam lift, kemudian berjalan menuju ke arah ruangan yang sudah diberitahukan sebelumnya.


Meskipun di luar tampak seperti ruangan yang berbeda-beda, sebenarnya ada pintu rahasia yang bisa menghubungkan semua ruangan di kamar lantai atas ini.


Tapi tentu saja hanya Thomas Bryan dan orang-orang kepercayaannya yang tahu.


Sedangkan perancang gedung dan kontraktor berserta para kuli bangunan, juga sudah tidak ada lagi yang bisa membocorkan rahasia tersembunyi ini. Sebab mereka semua ditentukan tewas, dalam sebuah kecelakaan yang melibatkan orang-orang tersebut.


Tapi tentu saja, semua itu adalah rekayasa dan sabotase yang sudah direncanakan oleh king Black. Agar rahasianya tetao terjaga dengan baik dan tidak bocor ke luar.


Clek!


Pintu ruangan terbuka. Satu orang petugas sudah mengiring Gavino ke sebuah kamar khusus. Sedangkan George, di minta petugas tersebut untuk kembali saja.


"Silahkan mommy Melly pulang. Saya akan mengurus semua hal tentang Gavino nantinya." pinta orang tersebut dengan tegas.


"Apa Aku tidak diperkenankan untuk menuggu dia?" tanya George heran.


Dia berpikir bahwa, dirinya sebagai mommy dari Gavino akan diperbolehkan untuk menuggui anak buahnya yang akan bekerja, untuk memuaskan Thomas Bryan.

__ADS_1


Tapi nyatanya tidak.


Dia justru diminta untuk pulang saja tanpa perlu menunggu di kamar ini.


__ADS_2