Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bergabung lagi


__ADS_3

"Hahaha... parah banget!"


"Huhfff... sumpah itu tadi gak jelas gitu!"


"Model cewek di kampus Kamu kok gitu sih Dante?" tanya Lorenzo yang masih merasa penasaran, dengan kelakuan tiga cewek yang katanya ada di dalam satu lingkungan kampus bersama dengan Dante.


Sekarang dia, Gavino, Lorenzo dan Dante, ada di dalam satu mobil.


Mereka bertiga, masih terbawa suasana yang ada di restoran tadi. Di mana ada ke-tiga cewek centil yang mau melakukan pelecehan terhadap mereka bertiga. kebalikan dari kasus yang biasa terjadi ya. Huhfff...


Dante akhirnya mengakui bahwa, ketiga cewek tadi memang tidak dia kenal.


Dia mendekat ke meja mereka, kemudian memperkenalkan dirinya sendiri pada ketiga cewek tersebut sebagai seorang mahasiswa.


Tapi ternyata mereka pun sama-sama mengakui, jika mereka adalah mahasiswi yang ada di kampusnya Dante juga. Sehingga Dante pun tidak merasa curiga sama sekali.


Dan pada akhirnya, semua terkuak. Di saat mereka mencoba untuk mencari perhatian dari Gavino.


Sayangnya Gavino tidak mudah ditipu oleh mereka, sehingga dengan cepat menyadari ketidak beresan yang ada pada ketiga cewek tersebut. Sehingga mencari cara, agar bisa cepat pergi dari restoran tersebut.


Dan di sinilah mereka sekarang. Ada di bawah jembatan layang yang luas, di mana mereka dapat bercerita dengan bebas. Setelah memarkirkan mobil.


Mereka juga sempat membeli makanan cepat saji tadi, sehingga sekarang ini mereka bisa menyantap makanan tersebut di atas kap mobil. Sambil berbicara tentang apa saja yang ingin mereka utarakan.


"Itu tadi, cewek yang sama Gavino di depan kampusnya, baru deh mahasiswa. Gak kecentilan kayak yang tadi. Hahaha..." tutur Lorenzo, sambil mengelap dagunya yang ke tetesan saus.


"Ceweknya Gavino?" tanya Dante cepat.


"Gak sih kata Gavino. Tapi Aku liat... ceweknya suka gitu ma tuh anak!" lirik Lorenzo, sambil menaikkan dagunya mengarah kepada Gavino.


Orang yang sedang mereka bicarakan, hanya tersenyum tipis. Masih sibuk dengan makanannya sendiri.


Gavino memang tidak menghiraukan pembicaraan mereka berdua, karena hanya menyangkut masalah cewek saja.


"Bianca gimana kabarnya Dante? Apa dia tak rindu pada Gavino?" pancing Lorenzo, supaya Gavino mau mengeluarkan suaranya. Dengan apa yang mereka bicarakan saat ini.


Tapi ternyata Gavino tetap diam saja. Seperti tidak tertarik untuk ikut dalam pembicaraan tersebut. Meskipun sudah menyebutkan nama Bianca juga.


Nama gadis yang dulu pernah dekat dengan Gavino, di saat masih sekolah menengah atas. Sepupu dari Dante sendiri.

__ADS_1


"Bianca bilang mau pulang jika liburan untuk semester ini." Dante memberitahukan apa yang dia ketahui dari berita sepupunya itu.


"Wahhh... bisa seru dong! Kita kumpul-kumpul ya!" seru Lorenzo bersemangat.


"Sippp lah... bisa di atur itu!" sahut Dante, dengan mengacungkan jari jempolnya.


Tapi Gavino hanya menyimak pembicaraan mereka saja. Tanpa memberikan respon dari rencana yang dibuat oleh kedua temannya itu.


'Benar Bi Kamu mau pulang? Bukannya Kamu udah ada cowok di sana?' batin Gavino gamang. Karena dia tahu, jika Bianca sudah tidak lagi sama seperti dulu.


Bukan karena Gavino sok tahu. Karena semua itu dia ketahui, di saat Bianca menghubungi dirinya. Sedangkan ada seseorang yang sedang berbicara dengan Bianca juga di sana. Bahkan Bianca juga menyahuti perkataan cowok tersebut.


Itulah sebabnya, Gavino tidak mau memikirkan Bianca lagi. Karena sekarang ini, dia juga sudah ada banyak cewek yang ingin dekat dengannya. Meskipun Gavino belum memutuskan untuk mau membuka hatinya pada satu pilihan.


"Oh ya, nanti antar Aku ke restoran yang tadi ya! Aku mau ambil mobilku yang tadi Aku tinggal di sana," pinta Dante pada Lorenzo. Sebab tadi, saat dia keluar dari dalam restoran, Dante asal ikut ke mobil Lorenzo. Dan membiarkan mobilnya tetap berada di sana tanpa ada yang menjaga.


"Kalian ke rumahku saja. Biar George yang ambil mobilmu di restoran."


Dante mengerutkan keningnya, mendengar perkataan Gavino.


"George?" tanya Dante, tidak tahu siapa George yang dimaksud oleh Gavino.


"Benarkah itu Gavino?"


Gavino hanya mengangguk saja, menjawab pertanyaan dari Dante.


Dia tidak mau memberikan penjelasan yang sebenarnya, karena semua ini memang sudah menjadi rahasia yang harus dia jaga.


"Ya sudah kalau begitu. Bilang saja asisten mu itu, jika kunci mobil ada di pos security restoran."


Gavino kembali mengangguk mengiyakan saja, tanpa menyahut perkataan yang diucapkan oleh Dante.


*****


Mobil Lorenzo melaju tenang di jalan menuju ke rumah Gavino. Dengan Lorenzo sendiri yang bertugas sebagai supirnya. Dante ada di sebelahnya Lorenzo, sedangkan Gavino duduk seorang diri di kursi belakang.


Mirip dengan Bos yang sedang dalam perjalanan, sedang supir dan pengawalnya siap ada di depan.


"Mirip-mirip mafia ya kita? Tinggal pakaiannya aja yang harus disesuaikan. Hahaha..." canda Dante tiba-tiba.

__ADS_1


"Yups bener-bener! Tapi jika iya pun, Aku siap Gavin! Hahaha..."


Candaan Dante yang tidak bermutu, disahuti Lorenzo dengan bercanda juga. Sedangkan Gavino hanya mendengus dingin, mendengar candaan mereka berdua.


"Jika benar adanya, apa kalian benar-benar siap? Tapi bukan mafia-mafia yang sama seperti di film-film. Karena Aku tidak suka sesuatu yang hitam." Gavino berkata dengan tenang, tapi terdengar seperti sesuatu yang harus dilakukan oleh orang yang mendengarkannya.


"Beneran Gavin? Wahhh... Aku pasti akan sangat senang jika ikut serta dalam keadaan seperti itu!" sambut Lorenzo, dengan masih dalam keadaan menyetir.


"Aku juga mau ikut Gavin, kapan di mulai?" sahut Dante cepat.


Dia tidak ingin ketinggalan dengan kegiatan teman-temannya itu. Apalagi, dia juga ikut merasa bangga. Di saat kasus Alano menjadi perbincangan dan sorotan masyarakat. Karena waktu itu, dia ikut menyelamatkan Bianca. Sebagai korban penculikan Alano dan kawan-kawannya.


"Tapi Kamu kan kuliah di kampus yang berbeda dengan Gavino Dante. Apa bisa disesuaikan?" tanya Lorenzo, yang memang tidak ada kesibukan kuliah sehari-harinya.


"Ck. Bisa diatur itu!"


Dante berdecak kesal, karena diragukan oleh temannya sendiri. Yaitu Lorenzo.


"Bagaimana Gavino?"


Tiba-tiba keduanya, Lorenzo dan Dante, sama-sama bertanya pada Gavino. Meminta keputusan yang diambil oleh Gavino tentang mereka berdua.


"Kalian berdua sudah kompak. Atur aja," ejek Gavino dengan kelakuan keduanya.


"Hehhh!"


"Huhhh!"


Kini keduanya juga sama-sama mendengus dingin. Di saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino.


"Pokoknya kita akan bersatu lagi, sama seperti dulu ya!" seru Dante memutuskan.


Lorenzo mengangguk cepat. Mengiyakan perkataan Dante, dengan rencana mereka tadi. Yang mau ikut bergabung dengan Gavino. Sama seperti waktu mereka masih sekolah dulu.


"Aku terima kalian berdua. Tapi tetap ada aturan yang harus kalian taati. Meskipun kalian berdua adalah teman-temanku."


"Oke. Siappp Bos!"


Dante dan Lorenzo, berbarengan menyatakan kesiapan mereka.

__ADS_1


*****


__ADS_2