
Gress masih tetap tidak menyadari, siapa sebenarnya orang yang bersama dengannya dari siang sampai malam hari ini.
Apalagi, perlakuan Gavino yang bersama dengannya juga lembut, sama seperti sikap Gavino di awal-awal dulu. Pada saat mereka baru saja berhubungan.
Sekarang, Gress diajak untuk pergi ke sebuah taman, yang ada di samping Mension. Dan taman tersebut sudah di dekorasi sedemikian rupa sehingga melihat romantis. Dengan satu buah meja dan dia kursi, dengan dikelilingi lilin-lilin aromaterapi, dan juga kelopak bunga mawar yang disebar di sekitarnya.
Gress sampai tidak bisa berbicara apa-apa, karena perasannya sedang melayang. Dengan semua kejutan yang diberikan oleh Gavino padanya saat ini.
"Sayang, Gavin. Ini..."
"Iya Sayang. Maaf ya, jika akhir-akhir ini Aku jadi terkesan dingin dan melupakanmu. Semua karena Aku memang sangat sibuk, dan semua ini sebagai permintaan maaf ku kepadamu."
Gress tersenyum senang, mendengar ucapan permintaan maaf dari Gavino, dengan semua perlakuan lembut dan juga kejutan makan malam kali ini.
Ctik!
Gavino menjentikkan jarinya, untuk memanggil pelayan agar menyediakan hidangan yang lezat dan istimewa, untuk makan malam romantis mereka berdua.
Semua sudah direncanakan sedemikian rupa, agar Gress tidak memikirkan hal lain. Sehingga dia juga merasa curiga bahwa, Gavino yang bersamanya saat ini, bukanlah kekasihnya yang asli. Tapi hanya orang lain yang sedang menggunakan topeng wajah dari Gavino saja.
Dan semua yang direncanakan oleh orang tersebut, sepertinya memang berhasil mengelabui Gress.
Sebab sedari siang tadi, sejak mereka bersama, Gress tidak bertanya apapun. Dia juga tidak mencurigai sesuatu yang terjadi, karena dia memang ikut menikmati suasana yang tidak biasa ini.
Sikap Gress yang seperti ini, membuat orang tersebut selalu tersenyum. Yang diartikan berbeda oleh Gress. Karena Gress berpikir bahwa, Gavino memang benar-benar menginginkan semua ini membuatnya bahagia. Sehingga Gress juga sangat berterima kasih pada kekasihnya itu, untuk semua yang sudah dia lakukan untuknya.
Sedangkan untuk orang itu, yang sedang berperan sebagai Gavino, merasa senang karena rencananya ternyata berhasil.
Sekarang, mereka berdua menikmati makan malam romantis di tengah taman Mension. Dengan semua yang sudah di dekorasi sedemikian rupa.
*****
Di tempat lain.
Gavino sudah bertemu dengan king Black, yang sudah mengantongi dua tempat, yang diperkirakan sebagai tempat, dimana Gress berada saat ini.
"Bagaimana? apa sudah dilakukan penyelidikan untuk dua tempat tersebut?" tanya Gavino, pada saat king Black baru saja datang.
"Sudah Tuan Muda. Saat ini, beberapa orang kepercayaan ku sudah menyelinap ke sana, ke dua tempat itu. Dan kita tinggal menunggu hasil laporan yang mereka sampaikan nanti."
Gavino menganggukan kepalanya, mendengar laporan yang diberikan oleh king Black, soal Mension yang perkirakan ditempati Gress saat ini.
Dan memang bener, karena tak lama kemudian, king Black sudah mendapatkan telepon dari anak buahnya, yang sedang melakukan penyelidikan.
King Black sendiri hanya diam saja, mendengarkan laporan tersebut. Hinggap sampai anak buahnya selesai memberikan penjelasan atas laporan yang disampaikan.
__ADS_1
"Lokasi sudah ditemukan Tuan Muda. Kita ke sana sekarang juga!"
Gavino berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan terlebih dahulu diikuti oleh king Black dari arah belakang.
Mereka berdua, sama-sama masuk ke dalam sebuah mobil. Yang diikuti oleh beberapa anak buahnya yang juga sudah siap, dengan mobil dan sepeda motornya.
Dalam perjalanan menuju ke lokasi, Gavino terdiam dan memperhatikan depan. Tapi semua orang tidak tahu bahwa, pada saat ini Gavino sedang mencari informasi tentang Mension yang akan mereka tuju.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Malam juga. Aku ingin mencari tahu tentang lokasi dan keamanan yang ada di Mension. Sekarang ini Aku sedang menuju ke sana.'
( Ting )
( Jaga diri dan waspada terhadap musuh )
'Di mana kira-kira Aku harus mencari jalan yang mudah agar bisa masuk ke Mension tersebut?'
( Ting )
( Mencari informasi Mension )
1%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
Layar sistem memberikan kemudahan bagi Gavino untuk bisa masuk ke Mension. Tapi dia juga mendapatkan tantangan untuk bisa masuk karena kemudahan itu hanya di tempat tersebut, tidak begitu banyak pengawal yang menjaga.
Tapi, ada dua 4nj!ng yang menjaga area samping, sehingga Gavino diharuskan bisa mengelabui dua penjaga, yang tentunya mempunyai penciuman yang lebih tajam dari pada manusia.
Dengan demikian, keberadaannya pasti akan disertai oleh dua penjaga 4nj!ng tersebut.
Ada juga, tiga kamera cctv yang terdapat di sekitar samping penggunaan Mension. Jadi, kedatangannya kapan lebih cepat diketahui jika dia tidak berhati-hati.
__ADS_1
Setelah meneliti dan mengawasi setiap detail lokasi yang akan digunakan untuk bisa masuk ke dalam Mension, Gavino membicarakan tentang hal ini pada king Black.
"Kita akan lewat samping. Perintahkan anak buahmu untuk membereskan cctv yang ada disekitar situ, dan juga dua 4nj!ng penjaga yang juga ada di sana.
"Bagaimana Tuan Muda bisa tahu, jika di sana ada dua 4nj!ng dan juga beberapa cctv? bukankah Tuan Muda belum sampai di sana?bahkan Tuan Muda juga belum tahu, di mana letak bangunan Mension itu."
Gavino hanya tersenyum, mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh king Black.
Dia juga tidak mungkin memberitahu pada papanya Gress ini, jika dia juga tahu, apa yang sedang dilakukan anaknya saat ini.
Gavino juga sedang memantau kegiatan Gress, yang sedang bersama dengan Gavino palsu. Karena dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada gadisnya itu.
Dan di saat dia melihat bagaimana cara Gress yang tersenyum bahagia, membuatnya merasa kesal.
Sebab kebahagiaan Gress itu bukan untuk dirinya, tapi dengan orang lain.
Padahal dia juga sadar, jika Gress tidak pernah menyadari bahwa, orang yang saat ini sedang bersamanya, bukanlah Gavino kekasihnya, melainkan orang lain.
*****
"Sayang, jika boleh Aku meminta, bisakah Kamu menjadi kekasihku untuk selamanya? Kamu tidak usah pulang lagi ke Amerika."
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Gavino, Gress merasa sangat senang dan bahagia. Karena ternyata, dia dibutuhkan oleh seorang Gavino. Bukan hanya sebagai gadis yang menemani hari-harinya saja.
"Apa itu benar Sayang?" tanya Gress, memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
Cup!
Gavino mengecup bibir Gress sekilas, kemudian bertanya, "apakah Kamu berpikir bahwa, saat ini Aku sedang membual di dalam mimpimu?"
Selesai bertanya tentang keraguan Gress, Gavino langsung mengecup kembali bibir gadis tersebut. Menyesapnya dengan lembut, supaya Gress terbuai dan melupakan semua yang tidak seharusnya dia pikirkan.
Dan ternyata, Gress ikut menyambut ciuman Gavino yang membuatnya terbuai dan melayang bahagia.
Malam ini adalah malam yang penuh warna, dan tidak akan pernah dilupakan oleh Gress sepanjang hidupnya. Karena perlakuan romantis Gavino yang seperti ini memang tidak pernah dia rasakan.
Meskipun selama ini Gavino tetap berlaku manis dan romantis, tapi semua yang direncanakan ini begitu sempurna bagi Gress.
Dia yang sedari kecil hanyalah gadis biasa, tentu saja menginginkan sebuah hubungan yang seperti dalam cerita-cerita dongeng. Seorang putri yang cantik dan dimanjakan oleh sang pangeran.
Cerita yang selalu membuat setiap gadis, sama seperti yang impikan juga oleh Gress selama ini.
Dan sekarang semuanya itu terwujud. Tentu saja dia tidak pernah membayangkan, jika bertemunya dengan Gavino di kampus, yang dulunya tidak pernah dia pikirkan dan impikan, karena dia tidak pernah berpikir untuk pergi kuliah ke Italia, akhirnya mewujudkan impiannya. Yang tidak pernah dia bayangkan akan bisa mengalaminya.
Mereka berdua, akhirnya berciuman, saling *****4* dan menyes4p. Menikmati keindahan rasa yang mereka rasakan malam ini. Di tempat yang romantis khusus untuk mereka berdua.
__ADS_1
Gress tidak pernah menyangka, jika malam ini memang malam yang tidak akan pernah dilupakannya sepanjang hidupnya nanti.
Tapi, itu semua di luar kemauan dan juga ketidaktahuan nya juga. Karena orang yang saat ini sedang mengatakan hal-hal manis padanya, nyatanya bukanlah kekasihnya. Tapi orang lain, yang sedang menyamar dengan mengambil keuntungan darinya.