
Penyesalan Thomas Bryan benar-benar tidak bisa dia katakan dengan kata-kata. Dia hanya bisa terisak, menangisi apa yang telah terjadi.
Dia tak henti-hentinya memukuli dirinya sendiri, dan menghardik anak buahnya, seandainya mereka melarangnya memukuli dirinya sendiri.
"Tuan Besar, sadar Tuan Besar. Nona Gress akan menyukai ini!"
"Pergi kalian semua! Tidak berguna!"
"Stupido! Cosa fai!"
"Huuuuu... Br3ngs3k! Sialan!"
Makian demi makian keluar dari mulutnya, disela-sela isakan tangisnya.
Gavino bersama dengan temannya yang lain, hanya bisa memperhatikan tanpa mau mencoba untuk menghentikan Thomas Bryan yang sedang menyesali perbuatannya. Ini adalah bentuk penyesalan yang teramat dalam di dalam hatinya, karena secara tidak sengaja, dia telah berusaha untuk menyingkirkan anaknya sendiri.
Gress adalah satu-satunya anaknya yang masih ada dan bertahan hidup sampai sekarang, meskipun tidak pernah hidup bersamanya sejak masih dalam kandungan mamanya. Bahkan mamanya Gress telah dibunuh oleh Thomas Bryan sendiri, dengan meminta bantuan pada anak buahnya. Semua itu dilakukan oleh Thomas Bryan untuk menghilangkan jejaknya.
Tapi jalan kehidupan manusia tidak ada yang tahu, karena pada kenyataannya, lama-lama Thomas Bryan memiliki rasa sayang terhadap anaknya itu, meskipun hanya bisa memperhatikan kondisi Gress dari tempat dan jarak yang berbeda, hingga dia membuat alur kehidupan Gress untuk bisa mendapatkan beasiswa hingga sampai ke kota Roma ini.
Semuanya itu adalah skenario yang sudah dibuat oleh Thomas Bryan sendiri, dengan bantuan orang-orang yang mendukungnya, tanpa diketahui oleh Gress sendiri.
Sayangnya, semua yang direncanakan Thomas Bryan berhasil.
Gavino adalah penyebab utama terbongkarnya rahasia identitas mereka, meskipun sebenarnya itu semua karena Verdi dan Cardi yang kini telah tiada, dengan semua program topeng mereka.
Operasi yang dijalani oleh Gress untuk mengangkat peluru dalam tubuhnya masih berjalan. Dokter atau perawat yang ada di dalam ruangan operasi belum ada yang keluar sama sekali.
"Aku pasrah dengan keadaan ini. Seandainya dia sudah sembuh, Aku akan mengikuti dan memberikan apapun kemauannya,termasuk jika dia ingin bersamamu Gavin."
Thomas Bryan menyatakan penyesalannya, dengan mengikuti semua kemauan Gress, seandainya anaknya itu sudah sembuh nanti.
Gavino hanya mengangguk saja, tanpa menyahuti perkataan Thomas Bryan, yang juga biasa disebut king Black. Seorang ketua mafia yang paling ditakuti dengan segala kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki. Tapi tetap menjadi lemah seandainya berhadapan dengan anaknya sendiri, darah daging.
Mungkin karena alasan itu juga, identitas diri sebagai seorang mafia selalu disembunyikan. Dan untuk yang belum memiliki keluarga, mereka tidak menginginkan adanya ikatan keluarga atau memang tidak mau berkeluarga. Mereka takut jika harus menjadi lemah seperti Thomas Bryan sekarang ini.
Itu sangat dimaklumi oleh Gavino, tapi dia tetap tidak peduli, seandainya dia akan memiliki keluarga kedepannya nanti.
Gavino siap dengan segala sesuatu, jika dia akan berkeluarga bersama Bianca, bahkan bersama Gress sekalipun. Kedua gadisnya itu juga tidak mempermasalahkan, seandainya dia mau memilih mereka berdua. Dan ini sudah dibuktikan oleh Gavino sendiri, pada saat bermain bersama mereka berdua di rumahnya pada malam itu.
*****
Seminggu kemudian keadaan Gress sudah mulai membaik. Dia sudah bisa duduk untuk berbicara dengan Gavino ataupun Bianca, yang sering menemaninya di ruang perawatan.
Gress juga sering ditunggui papanya, Thomas Bryan, atau bodyguard, untuk membantunya jika dia memerlukan sesuatu.
Tapi karena Gavino dan Bianca lebih sering datang menemaninya, maka Gress tidak mengijinkan bodyguard papanya untuk menemani di dalam, tapi hanya di keluar ruangan saja.
Thomas Bryan juga hanya bisa menuruti kemauan anaknya itu. Dia tidak ingin mempermasalahkan apapun yang diinginkan oleh Gress. Penyesalannya benar-benar sudah tidak menjadikan dirinya sebagai seorang papa yang egois.
"Terima kasih Pa," ucap Gress pada papanya, di saat Thomas Bryan datang menjenguknya sore ini.
"Tidak-tidak. Papa yang seharusnya berterima kasih, karena Kamu masih mau menerima Papa. Mi dispiace caro papà, papà accetterà qualunque decisione tu voglia."
Akhirnya mereka berdua sama-sama saling tersenyum, menerima permintaan maaf dengan pengajuan maaf yang diminta juga. Jadi mereka berdua kini sudah menerima keadaan masing-masing, sebagaimana layaknya seorang papa dengan anak.
Hal ini membuat Gavino dan Bianca tersenyum lega, karena keduanya tidak lagi bersitegang dengan pendirian dan keegoisan masing-masing.
"Gavin," panggil Thomas Bryan pada Gavino.
Sebelum mendekat ke tempat Thomas Bryan bersama Gress, Gavino menoleh ke arah Bianca yang duduk di sampingnya. Dan Bianca yang tahu diri, mengangguk mengijinkannya untuk datang mendekat.
Setelah Gavino sudah berada di dekat Gress dan Thomas Bryan, tangannya diambil oleh papanya Gress.
"Aku menyerahkan anakku, Gress padamu. Dia begitu mencintaimu, jadi Aku terharap Kamu juga bisa membahagiakannya."
"Non deluderlo mai!"
__ADS_1
Thomas Bryan memberikan penjelasan kepada Gavino, dengan maksud perkataan dan keinginan anaknya.
"Tapi, ada gadis lain yang ikut juga bersamaku. Apakah Anda juga bisa menerima itu?" tanya Gavino, dengan maksud untuk memberikan pengertian bahwa dua juga ada bersama dengan Bianca.
Thomas Bryan menghela nafas panjang sebelum akhirnya tersenyum, kemudian berkata, "Aku tidak mempermasalahkan semua itu, jika pada kenyataannya Gress juga tidak mempermasalahkannya."
Kini Gress tersenyum lega, setelah papanya berkata demikian. Itu artinya, Papanya itu tidak akan melarangnya lagi untuk bersama Gavino, meskipun ada bianca bersama dengan mereka juga.
Selama ini dia tidak pernah mempermasalahkan keberadaan Bianca, yang memang terlebih dahulu mengisi hati kekasihnya itu. Dia juga memaklumi, jika Gavino tidak bisa membiarkan Bianca sendirian.
Kini mereka berdua bisa menemani Gavino untuk menjalani hari-harinya. Bersama, bertiga untuk meraih kebahagiaan yang mereka inginkan.
*****
( Ting )
( Tampilan brangkas sistem terakhir kalinya )
# Tampilan on
# Hadiah utama : 0 poin
# Hadiah bonus cek : 0 poin
# Kemampuan :
# Keahlian Khusus : Kekuatan bertambah sesuai jumlah lawan yang kalah
# Sisa umur \= 2.300 hari
# Tidak ada aktivitas yang berlangsung.
( Ting )
'Apakah ada kegiatan yang lain?'
( Ting )
( Sistem akan terus on dan umur berkurang )
( Sistem off dan umur tidak lagi berkurang )
'Maksudnya jika Aku ingin hidup terus bersama dengan sistem, maka umurku terus berkurang sehingga menjadi lebih pendek? atau Aku memutuskan sistem supaya pergi dari kehidupanku, tapi umurku akan sesuai dengan yang masih tersisa, begitu yang dimaksudkan?'
( Ting )
( Benar Good Father )
Tik tok tik tok...
Tik tok tik tok...
Gavino berpikir sejenak untuk membuat sebuah keputusan, karena ini menyangkut perjalanan kehidupannya ke depan.
Dia tidak mau jika umurnya terus berkurang padahal kedua kekasihnya juga masih menginginkan dirinya untuk bisa bersama mencari kebagian bersama. Tapi dia juga ingin tetap bisa buat dengan melindungi orang-orang yang dia sayangi.
Dua hal yang sama-sama sulit untuk bisa diputuskan dengan cepat. Sehingga dia harus memikirkannya sebelum membuat keputusan.
Tapi Gavino pembeli berpikir bahwa dia sudah memiliki anak buah, usaha dan kepercayaan dari Thomas Bryan juga.
Untuk saat ini semuanya sudah dia miliki, begitu juga dengan Gress dan Bianca. Teman-temannya juga mendukung dan berada disekitarnya dalam keadaan apapun.
'Baiklah. Aku memutuskan untuk tidak mengaktifkan sistem lagi.'
( Ting )
( Good Father yakin menonaktifkan sistem )
__ADS_1
'Ya Aku yakin.'
( Ting )
( Baik Good Father )
( Sistem akan off dari tubuh Good Father dalam hitungan 10 menit )
'Aku siap, terima kasih untuk semua yang sudah menjadi giant hidupku selama ini '
( Ting )
( Sama-sama Good Father )
( Pelepasan sistem di mulai )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
"Arghhh..."
Gavino tiba-tiba pingsan dan harus mendapatkan perawatan selama 3 hari di ruang intensif. Tapi setelah itu dia tampak baik-baik saja, dengan menjalani kehidupan bersama dengan dua kekasihnya.
*****
2 tahun kemudian.
Gavino berjalan bersama dengan Bianca dan Gress, yang masing-masing membawa kereta bayi, dengan usia yang tidak jauh berbeda.
Kini mereka bertiga hidup bersama di sebuah mension megah dengan kebahagiaan yang mereka inginkan.
Gavino tetap segar dan sehat, mencintai mereka berdua dan anak-anaknya.
Selamat berbahagia Gavino.
Setiap keputusan akan ada konsekuensi yang diterima. Dan kita harus berani mengambil keputusan dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
"Hai preso la decisione giusta."
"Crea la tua felicità. Ok!"
*****
#Halo semuanya...
Terima kasih atas semua dukungan untuk novel TK, Gavino ( Sistem Mafia )
Maaf jika banyak sekali kekurangan dari novel ini, karena TK masih dalam proses belajar untuk membuat novel tema sistem.
Nantikan novel-novel TK yang akan datang, dan kunjungi juga novel-novel TK yang lainnya ya...
Selamat beraktifitas semuanya, dan jangan lupa tetap jaga kesehatan ya!
See you with other TK novels...
__ADS_1
very tengyu 😍😍🙏🙏