
Keamanan hotel ini benar-benar canggih. Tidak ada cela untuk hotel berstandar internasional, yang sering digunakan untuk keperluan ajang fashion show tingkat internasional juga.
Apalagi kota Paris, Perancis, memang menjadi rollmode untuk fashion dunia.
Selain karena keindahannya, Paris juga dikenal sebagai kota romantis sehingga dijuluki sebagai Kota Cinta atau City of Love. Sejak dulu hingga masa sekarang, Paris sering menjadi tujuan bagi banyak orang untuk merayakan cinta. Entah itu untuk melamar atau berbulan madu.
Itulah sebabnya, banyak hotel-hotel berbintang yang bertebaran di kota ini. Dan salah satunya adalah hotel berbintang milik Thomas Bryan ini.
Meskipun secara administrasi hotel ini atas nama orang lain, tapi modal atau saham dari hotel ini adalah milik Thomas Bryan.
Seorang pengusaha sukses yang tak tersentuh dari negara Italia.
Selain terkenal dengan ketampanan dan kekayaannya, Thomas Bryan juga dikenal dengan kehidupannya yang glamor. Bersama dengan para wanita cantik dari berbagai kalangan. Baik itu artis, peragawati atau pun orang-orang yang ingin mendapatkan sesuatu darinya. Sehingga menggunakan wanita-wanita cantik tersebut untuk bisa mendapatkan hatinya Thomas Bryan.
Thomas Bryan juga dikenal dengan sisi gelapnya juga, bukan hanya sisi lainnya sebagai seorang pengusaha.
Semua orang juga sudah tahu, jika seorang Thomas Bryan adalah laki-laki penguasa yang tidak ada tandingannya. Jadi, bisa dipastikan jika dia menguasai segala hal dalam kehidupan manusia. Baik dan buruk yang di nilai oleh manusia itu sendiri.
Sayangnya, meskipun banyak orang yang tahu tetang hal-hal dari sisi gelapnya Thomas Bryan, tetao saja tidak ada yang berani untuk melawannya.
Bahkan orang-orang cenderung mendewakan Thomas Bryan.
Mereka tentunya juga takut, jika ada penjegalan dikemudian hari. Karena memang begitulah kebiasaan yang dilakukan oleh Thomas Bryan bersama dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
( Ting )
( Informasi selanjutnya Good Father )
'Ya. Aku butuh informasi sebanyak-banyaknya tentang Thomas Bryan itu.'
( Ting )
( Untuk kehadiran Thomas Bryan di hotel ini )
'Apa saja yang bisa membuatku untuk mencari dan menemukan dirinya, atau kelemahannya juga.'
( Ting )
( Pencarian informasi Thomas Bryan )
1%
10%
20%
30%
40%
__ADS_1
50%....
Sampai dengan selesai menjadi 100%.
( Ting )
( Thomas Bryan akan datang lima menit sebelum acara fashion show dimulai )
( Thomas Bryan mengunakan helikopter yang mendarat di atap gedung hotel ini )
( Sudah ada dua wanita cantik yang akan menemaninya bermalam )
( Ada satu pria yang ikut dalam kegiatan mereka bersama dua wanita cantik tersebut )
'Hhh, separah itukah hormonnya?'
( Ting )
( Dia suka berfantasi tentang hal-hal aneh )
'Kebiasaan yang aneh. Benar-benar aneh.'
( Ting )
"Huhfff... apa orang-orang seperti itu memang suka sesuatu yang tidak biasa?" gumam Gavino bertanya pada diri sendiri.
Karena informasi yang dia dapat ini juga, yang membuatnya harus berdiskusi dengan George. Yang mungkin saja bisa membantu dirinya untuk bisa masuk, atau mengantikan posisi pria yang sudah dipesankan untuk Thomas Bryan nanti malam.
*****
"Kamu yakin?"
George justru balik bertanya pada Gavino, karena dia tidak yakin dengan rencana yang sudah dibuat oleh tuan mudanya itu.
"Yaaa... tapi harus tetap berhati-hati dan ada yang bantu juga." Gavino berusaha menyakinkan pada George, bahwa dia akan melakukannya dengan baik. Namun tetap membutuhkan bantuannya juga.
"Aku akan usahakan segera. Semoga saja, orang-orang yang membantuku ini adalah orang-orang yang tetap setia dan punya hati."
Gavino menyipitkan matanya, mendengar jawaban yang diberikan oleh George barusan. Dia berpikir bahwa, ini adalah kata yang keluar dari hatinya George sendiri. Yang merupakan harapannya juga, untuk teman-temannya yang lain.
"Baiklah, lakukan secepatnya. Kita tidak punya banyak waktu."
"Ok siap!"
Setelah itu, George langsung menyibukkan dirinya dengan handphone yang ada di tangannya. Sedangkan Gavino, berbalas pesan dengan Gress.
^^^"Apa Kamu sudah berangkat ke kios Sayang?"^^^
^^^"Ya. Aku baru saja jalan Sayang. Semoga saja, Aku bisa cepat menyesuaikan diri di sana. Aku cukup gugup juga di hari pertama ini."^^^
__ADS_1
^^^"Hati-hati, dan ingat ya! Jangan tebar pesona dengan siapapun!"^^^
^^^"Hai... hahaha... iya-iya. Aku akan ingat pesan mu itu Sayang."^^^
^^^"Harus. Tetaplah jaga dirimu. Jika ada sesuatu yang Kamu butuhkan, bilang sama asisten paman George, yaitu paman Robert."^^^
^^^"Iya Sayang. Aku akan ingat semua pesan-pesan Kamu ini. Muachhh!"^^^
^^^"Hhh... Aku sudah merindukan dirimu jika seperti ini Sayang."^^^
^^^"Hahaha... sudah ya Sayang. Aku hampir sampai. Hati-hati di Paris. Jangan tebar pesona juga di sana!"^^^
^^^"Hahaha... siap Sayang!"^^^
Gavino kembali mengalihkan perhatiannya pada George yang tadi sibuk menelpon seseorang di sebrang sana.
Meskipun Gavino tidak tahu, siapa orang yang dimintai tolong oleh George, tapi dia tetap yakin, jika George bisa diandalkan untuk menilai teman-temannya yang dulu pernah menjadi satu anggota seperjuangan. Di saat masih menjadi anggota mafia.
"Gavin. Aku sudah ada jalan. Tapi, takutnya justru Kamu yang tidak bisa lepas nantinya. Bagaimana?" George bertanya pada Gavino, dengan wajah khawatir.
"Aku akan usahakan untuk bisa George. Tenangkan hati dan pikiranmu."
"Hemmm... baiklah. Sini!"
George meminta pada Gavino untuk mendekat. Dia berbisik-bisik, menyampaikan sesuatu yang harus dilakukan Gavino dengan rencananya nanti.
"Oh, ya-ya. Baiklah."
Hanya itu yang disahuti Gavino, dengan apa yang dikatakan oleh George lewat bisik-bisik. Agar tidak ada yang bisa mendengarnya, seandainya ada alat-alat penyadap atau pengintai di kamar ini.
George hanya mengantisipasi seandainya hal itu terjadi. Karena segala hal bisa saja terjadi di hotel yang mewah ini. Dengan pemiliknya yang seorang ketua kerajaan geng dunia. Sebab, kota Roma merupakan porosnya para geng dari negara manapun.
*****
Menjelang malam, Gavino sudah berlatih sedemikian rupa, untuk melakukan pekerjaan yang harus dia lakukan nanti malam. Sesuai dengan permintaannya sendiri.
Yaitu menjadi pengganti dari pria yang akan menemani Thomas Bryan, untuk melewati malam panas yang biasanya diciptakan oleh penguasa mafia tersebut.
Sebenarnya George merasa khawatir, jika terjadi sesuatu pada Gavino nantinya.
Apalagi jika rencana mereka akan ketahuan. Bisa dipastikan jika, nyawa mereka berdua tidak akan selamat.
Tapi dia juga tidak tahu, jika tidak berani untuk mencobanya. Sama seperti yang dikatakan oleh Gavino tadi pagi.
"Gavin. Kamu harus selalu waspada dengan apapun yang ada di depanmu. Baik itu berupa minuman, makanan ataupun musik. Yang bisa saja ada sesuatunya di dalamnya."
George kembali mewanti-wanti tuan mudanya yang mengambil langkah besar ini, dengan resiko yang juga sama besarnya.
Pluk!
__ADS_1
"Tenang Paman. Gavin pasti akan berhati-hati. Paman tenanglah. Jika seperti ini, Paman justru akan membuat orang-orang curiga."
"Hemmm... baiklah. Akan Aku usahakan semampuku."