Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tidak Bisa


__ADS_3

Akhirnya mengalir cerita dari bibirnya Gavino, yang menjelaskan kenapa dia sampai menutupi identitas asli yang sebenarnya. Dan dia juga mengatakan bahwa, dia hanyalah seorang mahasiswa beasiswa, yang tidak punya apa-apa. Hidupnya hanya menumpang di rumah saudaranya, yaitu bersama dengan pamannya Robert dan George.


"Jadi, sebenarnya paman Robert atau George itu adalah orang-orang ku, yang bekerja di kios dan warabala Giordano dan Mirele. Yang awalnya dirintis oleh kedua orang tuaku."


Gavino juga menceritakan, bagaimana keadaan dirinya yang sebenarnya, yang sudah menjadi yatim piatu. Dan hidup sendirian di dunia ini tanpa sanak saudara. Karena dia memang tidak punya saudara lagi.


Tapi Gavino berpesan kepada Gress, agar tidak menceritakan tentang keadaan orang tuanya yang sudah tiada kepada orang lain. Karena selama ini, orang hanya tahu bahwa papa dan mamanya hanya pergi ke kota kecil, untuk pensiun dan tidak mengurusi kehidupan di luar.


Gress mendengarkan cerita Gavino dengan seksama, sama seperti yang diminta Gavino sebelumnya. Bahwa dia tidak diperbolehkan untuk memotong kalimat dan cerita yang belum selesai. Jadi dia hanya bisa mendengarkan saja.


Setelah Gavino selesai bercerita, dia mempersilahkan Gress untuk berpikir dan memberikan tanggapan dari cerita yang tadi dia sampaikan.


"Jadi seperti itulah, kenapa Aku merasa perlu menutupi segala sesuatu yang sebenarnya. Bukan hanya padamu saja, tapi dari semua teman-temanku. Hanya paman Robert dan George yang tahu."


"Lalu, kenapa Kamu menceritakannya kepadaku sekarang?" tanya Gress heran, karena dia merasa orang baru dalam kehidupan kekasihnya itu.


"Itu karena Aku percaya padamu Sayang. Aku tahu, Kamu bisa dipercaya."


Gress menghela nafas panjang, saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino barusan. Dia justru merasa berat, karena diberikan kepercayaan begitu besar dari Gavino.


"Sebenarnya Aku sudah kecewa kepadamu, karena ternyata Kamu sudah membohongiku sejak kemarin-kemarin. Sedari awal Kamu sudah bohong. Tapi dari kejujuran ini, karena Kamu percaya padaku, dengan ceritakan semuanya, bahkan ke teman-temanmu saja tidak, baiklah. Aku akan percaya padamu."


"Tapi Aku ingin bertanya, apa yang menjadi penyebabnya, Kamu berani membuka rahasia ini padaku?"


Gavino tersenyum dan menggenggam tangan Gress, kemudian mencium punggung tangan tersebut.


"Karena Aku sangat yakin bahwa, Kamu adalah cintaku. Dan Kamu juga mencintaiku. Apakah dugaan ku ini salah?"


Gress melihat kesungguhan dari jawaban yang diberikan oleh Gavino. Dia tahu jika, tatapan mata kekasihnya itu tidak bisa berbohong. Yang membuatnya mengangguk pasti, kemudian berkata, "Aku memaafkan kali ini. Tapi untuk kedepannya, jangan sampai membohongiku lagi tentang apapun itu."


Gavino mengangguk pasti, mendengar permintaan dari kekasihnya itu. Dia juga tidak ingin berbohong lagi kepada Gress, karena dia tidak mau jika harus menutup satu kebohongan dengan kebohongan yang lainnya. Itu sangat melelahkan.


"Ya sudah, kita kembali ke sana. Mungkin pesanan makanan kita sudah datang."


Gavino mengajak Gress untuk kembali bergabung dengan Lorenzo dan Magdalena. Karena dia melihat pelayan yang sedang menata pesanan makanan yang sudah datang.

__ADS_1


"Maaf ya, agak lama."


Gavino meminta maaf pada Lorenzo dan Magdalena, karena harus meninggalkan mereka berdua untuk berbicara dengan Gress.


"Tidak-tidak. Aku tidak masalah. Tidak perlu meminta maaf," sahut Lorenzo, yang diangguki juga oleh kekasihnya, yaitu Magdalena.


"Ya sudah, ayo kita segera makan. Ini sudah datang semua, karena setelah ini kita akan bermain game di atas sana." Magdalena mengajak mereka untuk segera makan, dengan menunjuk ke arah atas. Karena arena permainan ada di lantai tujuh.


"Tapi Sayang. Kamu baru saja datang. Apakah Kamu tidak ingin pulang terlebih dahulu?" tanya Lorenzo mengingatkan.


"Baby, Kamu lupa, jika Aku tidak ada siapa-siapa di rumah?" tanya Magdalena cepat, dengan wajahnya yang tampak sedih.


"Oh, maaf Sayang. Selesai ini, Aku akan mengantarmu ke rumah sakit ya," ucap Lorenzo yang merasa bersalah.


Lorenzo lupa, jika papanya Magdalena ada di rumah sakit jiwa, sedangkan kedua kakaknya berada di luar negeri.


Jadi, otomatis yang ada di rumah tidak ada orang. Hanya para pelayan yang menjaga rumahnya selama ini.


"Maaf Sayang, Aku lupa."


"Ya sudah, ayo kita makan!" ajak Magdalena untuk mencairkan suasana, karena Gavino dan Gress hanya diam memperhatikan mereka berdua sedari tadi.


Akhirnya mereka berempat makan siang, tanpa berbicara tentang hal apapun.


Tak lama kemudian, mereka selesai menyantap makan siang, kemudian melanjutkan rencana mereka untuk bermain dan berjalan-jalan di sekitar mall ini.


Mall terbesar ini, ditemukan arena permainan apa saja. Dari mulai untuk anak-anak hingga dewasa. Jadi, tinggal memilih mana yang mereka sukai.


Lorenzo dan Magdalena memilih permainan yang ada di lantai tujuh. Sedangkan Gress ingin bermain ice skating di lantai lima. Sehingga mereka sepakat untuk berpisah, agar bisa bermain dengan permainan yang mereka inginkan.


Tapi mereka sepakat untuk bertemu di jam enam sore nanti.


*****


"Sayang, Aku sudah capek. Hehhh..."

__ADS_1


"Iya, Aku juga capek banget. Hhh..."


Gavino dan Gress, akhirnya mengakhiri permainan ice skating mereka, untuk beristirahat sejenak. Kemudian melanjutkan lagi setelah setengah jam beristirahat.


Pada jam setengah enam sore, mereka berhenti. Karena tadi sudah sepakat untuk bertemu dengan Lorenzo dan Magdalena di jam enam.


Tak lama kemudian, mereka bertemu juga. Kemudian mereka berempat beristirahat di sebuah kafe, untuk menikmati minuman dan makanan ringan, sambil berbincang tentang hal-hal yang sederhana.


Jam tujuh, mereka keluar dari Mall. Mobil dan supir sudah menunggu di pintu keluar mall.


Mereka ingin mencari makan, tapi ke tempat yang terpisah dengan mall ini. Karena ingin suasana yang berbeda dari yang tadi .


Sekarang, mobil menuju ke sebuah restoran, di mana letaknya yang dekat dengan kios dan warabala miliknya Gavino.


"Aku coba hubungi paman Robert dulu. Siapa tahu dia belum pulang, dan bisa ikut bergabung dengan kita."


Yang lain hanya bisa mengangguk, mendengar perkataan Gavino, yang ingin mengundang Robert agar bisa makan bersama dengan mereka semua.


Sebelumnya, Gavino menghubungi kepala Maid yang ada di rumah, untuk memasak makanan untuk para pekerja saja. Sedangkan untuk dirinya dan Robert tidak usah disediakan. Karena dia akan mengajaknya untuk makan malam di luar.


..."Halo Robert." ...


..."Hai halo Gavin. Bagaimana?" ...


..."Apakah kamu sudah pulang?" ...


..."Ini baru mau bersiap-siap untuk pulang. Memangnya ada apa?" ...


..."Aku akan mengajakmu makan malam di restoran Shingeki, yang ada tak jauh dari kios. Apakah Kamu bisa?" ...


..."Tumben Kamu ada di sana. Dengan siapa Kamu sekarang?" ...


..."Aku bersama dengan Gress dan dua temanku yang lain." ...


..."Kalau begitu, Aku tidak bisa." ...

__ADS_1


__ADS_2