Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Aji Mumpung


__ADS_3

Mendengar perkataan Gavino, George akhirnya merasa penasaran juga. Dengan cara membuka pintu kamar, dan dia sangat terkejut, saat melihat king Black yang berdiri di depan pintu kamar ini.


Blum!


Suara pintu ditutup dengan cara dibanting terdengar keras. Itu dilakukan George, karena dia takut jika king Black melakukan sesuatu yang tidak dia sangka sangka nantinya.


"Ada apa George?" tanya Gavino, yang melihat wajah George dalam keadaan panik.


"Ternyata dia... dia masih berada di depan beneran Gavin," jawab George gugup.


"Aku kan sudah bilang tadi, dia sedang ikut denganku. Bukalah pintu untuknya," pinta Gavino agar George membuka pintu kamar untuk king Black.


"Tapi ini, ini aman kan?" tanya George lagi, karena dia masih tidak percaya begitu saja. Dengan apa yang dikatakan oleh Gavino.


"Tentu saja aman George. Nyatanya sedari tadi dia ada di depan pintu, dan tidak kemana-mana. Itu karena dia menungguku. Jadi bukalah pintunya, kemudian ajak dia masuk ke dalam. Pasti dia mau!"


Untuk membuktikan kebenaran dari perkataan Gavino, akhirnya George mengikuti saran dari Gavino juga.


Dia kembali membuka pintu kamar dan meminta king Black untuk masuk.


Clek!


"Masuklah king Black, Gavino ada di dalam menunggumu."


King Black mengangguk, kemudian masuk ke dalam kamar sesuai dengan ajakan George. Setelahnya, king Black duduk di kursi yang ada di kamar tersebut.


"Ajak bicara George, Aku mau berganti baju dulu. Tunggulah di situ!"


Gavino meminta king Black untuk berbincang dengan George, sedangkan dia sendiri pergi berganti pakaian di kamar mandi.


George yang masih mengenakan pakaian waria pun merasa risih karena ditatap oleh king Black dengan cara yang aneh.


"Apa Kamu lihat-lihat?" tanya George ketus.


Dengan tersenyum miring, George ingin mengerjai king Black. Mantan Bos nya dulu.


Sayangnya sebelum aksinya dimulai, Gavino keburu keluar dari dalam kamar mandi.


"Hai! apa yang Kamu lakukan George?" tanya Gavino kaget, karena George ada di depan king Black, dengan menggoyang kan pinggulnya seperti seorang penari.

__ADS_1


Sebelum George menjawab, Gavino melanjutkan perkataannya, "Aku pikir Kamu masih normal George, atau karena peran ini, Kamu jadi ini sangat menghayatinya?"


Pertanyaan tersebut lebih mirip dengan sebuah ejekan, karena pakaian yang dikenakan oleh George juga masih sama seperti yang dia kenakan tadi, saat menjadi seorang waria. Sehingga Gavino justru memberikan candaan dengan meledeknya.


George menarik sudut bibirnya, dengan senyumannya yang kecut.


"Ini gara-gara Aku menunggumu anak nakal, makanya Aku tidak ganti pakaian terlebih dahulu. Dasar tidak tahu diri Kamu Gavin!" gerutu George dengan menyalahkan Gavino, yang mengiranya sedang menghayati peran sebagai seorang waria.


Akhirnya George pergi untuk berganti pakaian. Setelahnya, dia kembali duduk bersama dengan Gavino dan king Black.


"Apa rencana yang Kamu miliki Gavin? kenapa dia seperti ini? apa yang sebenarnya Kamu lakukan padanya?" pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh George pada Gavino, karena melihat keadaan king Black yang tidak biasa.


"Aku lapar Goerge. Bisakah Kamu pesankan makanan untukku?" Gavino mengalihkan perhatian George yang sedang mengintrogasi dirinya. Mengenai kondisi king Black saat ini.


"Minta saja sama king Black! ini kan hotelnya, pasti dia tau makanan yang enak. Suruh bawa ke sini anak buahnya bawa makanan. Aku juga lapar." George justru memerintah Gavino, supaya meminta pada king Black. Untuk menyediakan makanan bagi mereka berdua.


"Wahhh, bagus juga usulanmu George, hahaha oke oke!"


Akhirnya Gavino memutuskan untuk meminta pada king Black, agar menghubungi anak buahnya. Untuk memesan makanan untuk mereka di kamar ini.


King Black segera melakukan perintah Gavino, untuk menelpon anak buahnya. Agar memesan makanan di hotel, kemudian mengantarkan ke kamar ini juga.


George berdiri untuk mengecek siapa yang datang ke kamarnya. Dan ternyata yang datang adalah lima pelayan, bersama dengan satu koki. Mereka membawa makanan yang begitu banyak dengan lima kereta makan.


"Hai ini banyak sekali! bagaimana caranya aku menghabiskan?" tanya George bingung, melihat begitu banyaknya makanan yang mereka bawa.


"Tadi Tuan besar memesan semua makanan yang paling enak, dan memintanya dibawa kesini. Dan ternyata ada Tuan besar juga di sini. Maaf jika ini kurang banyak" kata koki, yang mengikuti pelayannya datang ke kamar ini untuk mengantarkan makanan.


"Tidak masalah, tapi ini justru kebanyakan untuk kami bertiga. Jika kami tidak habis, kalian juga boleh ikut. Atau sekalian ikut makan di sini, karena sepertinya ini terlalu banyak untuk untuk kami bertiga."


George memberikan penawaran untuk koki dan pelayan, yang hanya tersenyum saja mendengar tawarannya.


Mungkin mereka semua sungkan untuk ikut bergabung makan bersama, karena ada king Black. Sedangkan yang menawari adalah orang lain, dan bukan Tuan besarnya


Akhirnya mereka pamit untuk kembali ke tempatnya bekerja.


"Kami kembali dulu Tuan. Jika sudah selesai, panggil saja kami, kami akan datang untuk membereskannya."


King Black yang sedari tadi duduk dan hanya diam saja, terlihat tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Yang tentu saja membuat heran pelayan dan juga koki.

__ADS_1


Tapi mereka tidak ambil pusing, dengan cepat pergi dari kamar ini.


Setelah pelayan dan koki pergi, king Black berdiri dan menata makanan yang tadi ada di kereta makanan.


Dia menata dan menyiapkannya di atas meja, persis seperti seorang pelayan yang bekerja untuk melayani tuannya yang mau makan.


George melihat dengan seksama, apa yang dilakukan oleh king Black. Karena ini adalah hal yang luar biasa, yang belum pernah terjadi dan dia lihat sebelumnya.


Dalam hati George berkata, 'Sebenarnya apa yang dilakukan Gavino terhadap king Black, sehingga dia sangat patuh dengan perkataannya Gavino. Aku pikir king Black tidak pernah terpengaruh dengan siapapun.'


'Apakah Gavino punya ilmu hipnotis, sehingga bisa membuat king Black tidak sadar. Tapi jika hipnotis kan tidak selama ini? Apalagi waktunya juga sangat lama, sudah sedari tadi. Jika ilmu hipnotis jaraknya tidak terlalu lama seperti ini.'


George justru berperang dalam hatinya sendiri, dengan pertanyaan dan kejanggalan yang lihat serta pikirkan.


"Hai George. Aku mau makan. Apa Kamu tidak lapar?" tanya Gavino menyadarkan George dari lamunannya.


"Eh, iya-iya. Tentulah Aku juga lapar. Aku mau makan apa saja, mumpung gratis dan banyak. Hahaha..." George tertawa senang, dengan melirik-lirik ke arah king Black.


"Tentu saja ini gratis. Seandainya disuruh bayar, ambil sajalah kartu kredit atau apa itu, yang ada di dalam dompetnya king Black. Pasti tak akan kekurangan kita!" ujar Gavino memberitahu George.


"Apa Kamu mau? ambil aja salah satu."


King Black justru menawari George untuk mengambil salah satu kartu berharga yang ada di dalam dompetnya.


"Ah yang bener saja?" tanya George tidak percaya dengan mudah.


Tapi ternyata di luar dugaan, king black justru membuka dompet dan mengambil salah satu kartu yang dia miliki, kemudian memberikan kartu tersebut pada George.


"Ini adalah kartu yang tidak ada limitnya. Kamu boleh pegang, dan apapun yang Kamu inginkan silahkan beli." king black berkata tanpa sadar.


Tentu saja George sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh king Black. Matan Bos nya yang terkenal kejam dan sadis


George melihat ke arah Gavino, untuk meminta penjelasannya.


"Kenapa melihatku? ambil saja. Kamu gunakan untuk kebutuhan dan keperluan mu. Kamu butuh untuk bersenang-senang." Tutur Gavino, dengan menyerahkan kartu yang masih dipegang king Black kepada George.


"Yakin ini tidak ada limitnya? Aku mau gunakan untuk apa saja juga bolehkan? soalnya mumpung ada ini. Aku sudah tidak punya tabungan apa-apa, sebab disita semua sama king Black juga."


George tersenyum senang, seakan-akan mendapatkan tabungannya kembali. Yang dulu diambil oleh anak buahnya king Black, atas perintah dari Bos Mafia tersebut.

__ADS_1


__ADS_2