
Malam ini George memang berencana untuk tidak pulang ke rumah. Dia sedang berada di sebuah apartemen, yang saat ini sudah dia sewa. Dia ingin melakukan semua kegiatannya di sini, agar tidak diketahui oleh siapapun. Termasuk Robert dan juga Gavino.
Dia tidak mau mereka terlibat dengan kegiatannya kali ini, karena ini adalah hal pribadinya sendiri.
"Maafkan Aku Gavin. Bukannya Aku tidak mau memberitahumu, tapi ini adalah urusan pribadiku dengan Thomas Bryan. Meskipun sekarang dia sudah takluk denganmu, tapi tetap saja, Aku tidak mau Kamu membantuku."
"Aku juga tidak mau, jika Kamu tahu siapa sebenarnya Aku. Karena bisa jadi, jika Kamu tahu kebenarannya, Kamu akan membenciku. Karena selama ini telah melindungi orang yang sudah membunuh kakekmu."
George justru berpikir, jika Gavino juga akan marah dan dendam dengannya. Karena tidak memberi tahu bahwa, Thomas Bryan adalah kakaknya sendiri.
Itulah sebabnya, dia mulai menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan berkepentingan pribadinya dari Gavino. Dia tidak mau Gavino mengetahui segala sesuatu tentang dirinya.
George tidak tahu jika, Gavino telah mengetahui semuanya dari Thomas Bryan sendiri. Jika dia adalah adiknya Thomas Bryan, atau king Black.
Sebenarnya, George hanya ingin meminta hak nya sebagai ahli waris dari mendiang ibunya. Yang sudah dikuasai oleh Thomas Bryan selama bertahun-tahun yang lalu.
Padahal ibunya dulu sudah berpesan bahwa, warisannya itu bukan hanya untuk Thomas Bryan saja, tapi untuk George juga. Sebab warisan itu adalah usaha ibunya sendiri, bukan dari ayahnya.
Jika usaha itu dari ayahnya, ayah dari Thomas Bryan, George tidak akan memintanya, karena dia tidak punya hak. Tapi ini punya ibunya, jadi dia punya hak sebagai salah satu ahli waris.
Dia ingin meminta hak nya yang sudah dikuasai oleh kakaknya selama ini.
*****
Di rumah, Gavino sedang menemani Robert makan malam, tanpa berbicara tentang apapun.
Gavino justru sedang berpikir, sehingga dia melamun tentang kegiatan yang sedang dilakukan George luar sana. Karena ini adalah teka-teki yang diberikan oleh sistem padanya untuk kelanjutan misi.
__ADS_1
Jika dia gagal, justru dia akan kehilangan banyak poin yang sudah tidak kumpulkan. Meskipun itu tidak berpengaruh dengan kekayaannya yang sudah ada di kehidupan nyata, tapi tetap saja Gavino penasaran, dengan misi yang berhubungan dengan cuti diri George yang sekarang.
Apalagi selama ini, George tidak pernah mengatakan apapun tentang jadi dirinya yang sebenarnya. Dan Gavino justru baru tahu tadi, setelah mendapatkan formasi dari Thomas Bryan. Sang kakak tiri dari George sendiri.
Sayangnya, sang ketua mafia itu tidak memberitahukan apa saja yang sedang adiknya lakukan. Sebab Thomas Bryan sendiri memang tidak tahu apa-apa.
"Gavin. Gavin! Kamu tidak makan?" tanya Robert pada Gavino, yang hanya diam saja dengan pandangan kosong.
Robert menegurnya, karena sedari tadi Gavino hanya diam saja, tanpa mengambil makanan yang sudah tersedia di meja makan.
"Ya, ada apa?" Gavino justru balik bertanya, karena dia bingung.
"Kamu melamun apa lagi? jika itu urusan George, tidak usah dipikirkan. George sudah dewasa. Sudah besar. Dia juga seorang laki-laki yang kuat. Kamu ingat, dia itu adalah mantan ketua mafia di Norwegia. Jadi apapun bisa dilakukannya. Tidak perlu mengkhawatirkannya seperti seorang gadis."
Robert menasehati Gavino supaya tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan George di luar sana.
"Bukan begitu. Entahlah, Aku tidak sedang memikirkannya juga. Aku hanya sedang memikirkan bagaimana mengembangkan usaha kita, biar tidak hanya seperti ini."
"Iya juga ya. Selama ini usaha Kamu hanya stuck, tidak ada perkembangan apapun. Meskipun kami berusaha. Apa ada yang ingin Kamu lakukan?"
"Apakah Kamu mau ikut kerja di kantor? misalnya setelah pulang kampus. Jadi Kamu bisa ke kantor, memeriksa dan ikut melakukan meeting-meeting dan kerjasama dengan perusahaan lain. Bagaimana?"
Robert memberikan usulan kepada Gavino, apa-apa yang harus bisa dia lakukan, supaya ikut terlibat di dalam usaha keluarganya ini. Tidak hanya menyerahkan segala urusan kepada Robert maupun George saja.
"Sebenarnya Aku belum ingin mengurus seperti itu Robert. Aku masih ingin berkonsentrasi dengan kuliah dan..."
Gavino tidak melanjutkan kalimatnya, karena dia tidak ingin keceplosan bicara, bahwa dia memiliki sistem yang memang harus dia urus setiap hari.
__ADS_1
"Dan apa Gavin?" tanya Robert ingin kejelasan.
"Tidak. Tidak apa-apa. Aku hanya ingin berkonsentrasi saja dengan kuliah. Nanti jika Aku punya waktu, dan tidak banyak pikiran, Aku pasti akan datang ke kantor sesekali. Jadi Kamu tenang saja."
Gavino akhirnya memberikan jawaban, yang mungkin bisa diterima oleh Robert. Supaya Robert tidak curiga dan bertanya-tanya lagi.
"Ya sudah. Cepat selesaikan makannya, setelah itu kita istirahat. Ini sudah sangat malam. George pasti tidak akan pulang, jadi biarkan saja dia di luar mengurus urusannya."
Robert meminta Gavino untuk segera menyelesaikan makannya, karena sedari tadi Gavino memang tidak makan. Makanannya hanya ada di hadapannya tanpa disentuh.
"Baiklah, ayo kita makan!"
Gavino memulai makannya dengan cepat, agar dia bisa segera beristirahat di dalam kamar. Karena dia juga ingin mengaktifkan sistemnya tanpa diketahui oleh siapapun, termasuk Robert.
Dia ingin mengetahui, apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh George. Meskipun dia tidak tahu, jika tidak akan mendapatkan jawabannya. Tapi setidaknya dia dapat informasi, yang bisa memberikan dia sedikit bocoran, tentang apa yang harus dilakukannya.
Tak lama kemudian, Gavino telah berada di kamar sendiri. Dia sedang mengaktifkan sistemnya untuk mengetahui seberapa besar tantangan yang harus dia hadapi, saat menghadapi George. Karena sepertinya ini lebih berat lagi, daripada menghadapi Thomas Bryan yang kemarin.
Tapi ternyata dia tidak mendapatkan apapun, karena sistem melindungi informasi tentang George, yang memang menjadi misi tantangan untuk Gavino.
"Sepertinya Aku memang harus bertindak sendiri. Apakah aku harus membuntuti George besok? Tapi apakah dia tidak akan marah, seandainya tau, jika Aku sedang membuntutinya, menyelidikinya, sama sepertinya yang Aku lakukan terhadap Thomas Bryan kemarin."
"Apakah Aku akan mendapatkan masalah dengannya?"
"Tapi Aku hanya ingin memastikan bahwa, dia dalam keadaan baik-baik saja. Aku tidak mau jika dia bertindak lebih jauh, apalagi sampai terlibat hal-hal yang sama seperti yang dilakukannya dulu, sewaktu masih menjadi anggota mafia."
"Bagaimanapun juga, dia adalah mantan ketua mafia. Jadi mungkin saja, dia terlibat dengan beberapa musuhnya di masa lalu. Tapi dia tidak mau melibatkan ku maupun Robert saat ini."
__ADS_1
"Aku hanya berharap, jangan sampai dia terkena masalah. Sedangkan aku tidak tahu apa-apa."
Gavino berbicara sendiri di kamar, setelah menonaktifkan kembali sistem, yang tidak bisa memberikan informasi apa-apa tentang George, yang memang harus dia pecahkan sendiri misterinya.